Saya Berjalan Di Sorga | Nani Susanti, S.H.

“Yang bisa saya pesankan adalah begini, yang penting apapun yang kita alami, penderitaan apapun yang kita alami, jangan tinggalkan Tuhan. Walaupun untuk makan susah, nyekolahkan anak juga susah, pokoknya kalau berharap kepada Tuhan, Tuhan punya seribu satu jalan buat menolong kita. Itu pasti! Yang penting jangan tinggalkan Tuhan karena apapun yang kita alami di dalam dunia dibandingkan dengan semua kemuliaan yang Tuhan berikan di surga tidak ada seper 1000-nya. Tuhan sudah bawa saya kesana. Tuhan punya rencana. Supaya apa? Supaya ada suatu kesaksian di dalam dunia ini bahwa surga itu betul ada.”

Shalom, begini kesaksian Ibu Nani dan sebagian kotbahnya :

[1]. Kesaksian dari Youtube :

Nama saya adalah Nani Susanti, seorang notaris di kota Cirebon.

Saya akan ceritakan akan pengalaman yang tidak pernah saya lupakan yang sangat menggaris dalam hidup saya. Suatu saat saya sedang berdoa. Saat itu saya rasakan kamar saya bisa berubah luar biasa. Dan setelah itu saya tiba tiba sudah diajak jalan-jalan di surga. Saya melihat dalam suatu ruangan yang luar biasa. Saya lihat ada suatu tahta. Tahtanya itu terbuat dari Kristal. Putih kekuning-kuningan. Ada sorot sinar yang keluar dari tahta itu luar biasa tapi tidak menyilaukan. Bagus sekali hingga spotlight manapun tidak bisa dibandingkan dengan seperti itu. Luar biasa!

Oleh anugerah Tuhan saya sudah pergi hampir keliling dunia. Tapi saya tidak pernah melihat suatu tempat yang seperti itu. Suasananya adem, sejuk, tidak panas juga tidak dingin, terangnya luar biasa. Yang namanya surga itu luas banget, semua taman-taman yang ada di sana bagus-bagus. Bunganya bagus-bagus, semuanya seolah-olah tidak ada sesuatu yang sedih. Semuanya “tersenyum” begitu. Sampai suatu saat saya bertemu dengan Tuhan Yesus. Cakepnya luar biasa, cakep banget! Tinggi. Rasanya saya belum pernah lihat orang yang secakep itu. Mata-Nya itu mengandung sesuatu hal yang kasih, ada ketegasan yang luar biasa, tapi ada sifat seorang Bapa, tangan-Nya itu ada bekas lubang.

Saya ingat dengan suami saya. Kata Yesus: engkau boleh melihat dari jauh. Saya lihat suami saya itu sedang bangun rumah, memang suami saya dulunya adalah seorang arsitek.

Saya tahu persis apa yang harus saya lakukan. Saya harus menyatakan bahwa Yesus Kristus itu real ada. Dan Dialah yang mempunyai surga. Saya sudah lihat dan saya sudah tahu persis bahwa memang surga itu ada. Selesai itu saya sudah ada di kamar kembali, memang saya ada di kamar! Ternyata sudah setengah 11 dari setengah 7 pagi.

Nani Susanti_KSB_KECIL_JPG

Yang bisa saya pesankan adalah begini, yang penting apapun yang kita alami, penderitaan apapun yang kita alami, jangan tinggalkan Tuhan. Walaupun untuk makan susah, nyekolahkan anak juga susah, pokoknya kalau berharap kepada Tuhan, Tuhan punya seribu satu jalan buat menolong kita. Itu pasti! Yang penting jangan tinggalkan Tuhan karena apapun yang kita alami di dalam dunia dibandingkan dengan semua kemuliaan yang Tuhan berikan di surga tidak ada seper 1000-nya. Tuhan sudah bawa saya kesana. Tuhan punya rencana. Supaya apa? Supaya ada suatu kesaksian di dalam dunia ini bahwa surga itu betul ada.

—- Demikian kisah Ev. Nani yang diunggah di Youtube.

Catatan :

Ibu Nani Susanti, SH. adalah adik kandung dari Ev. Drg. Yusak Tjipto Purnomo.

[2]. Pelayanan

Kemudian kita akan mendengarkan kisah Ev. Nani Susanti di Samarinda. Kesaksian ini diposting tanggal 29 April 2014, tapi tanggal kotbah pastinya tidak disebutkan. Berikut ini kisah beliau :

Memiliki 500 setan “kesaksian” – Selasa, 29 April 2014.

Pelayanan di Samarinda

Di Samarinda, saya bertemu dengan seorang anak. Sejak usia 4 tahun, anak ini sudah bergaul dengan kuasa gelap, dia sering mendengar suara-suara, diajak ngobrol, dan bahkan bermain. Mamanya tidak mempedulikannya. Hingga pada akhirnya anak ini mulai menanggapi suara-suara tersebut dan iblis menampakkan diri padanya.

Pada saat anak ini berusia 17 tahun, dia diberi tahu untuk membuat 3 buah jubah. Ada sebuah jubah yang khusus dipakai saat menari. Anak ini pada siang hari tidur dan banyak beraktivitas pada malam hari, karena pukul 21.00 hingga pukul 03.00 dini hari adalah waktu untuk melakukan pertemuan-pertemuan dengan kuasa gelap.

Anak ini diberi 500 setan untuk mengawal dia. Anak ini juga kadang mendapat instruksi untuk pergi ke tempat yang akan terjadi tabrakan, pada saat tabrakan terjadi, roh orang yang mati tersebut secara otomatis menjadi pengikut dia. Anak ini mempunyai berbagai macam roh, ada roh kecelakaan, roh maut, roh perpecahan, dsb. Sasarannya adalah orang kristen, tetapi bukan orang Kristen yang ecek-ecek, tetapi orang Kristen yang sungguh-sungguh kepada Tuhan.

Ingin menghancurkan orang Percaya

Kenapa? Karena orang Kristen yang ecek-ecek, sudah otomatis menjadi bawahannya. Kalau anak ini melihat ada orang Kristen yang sungguh-sungguh, maka dia akan berunding dengan pengikutnya, apa yang harus dilakukan terhadap orang Kristen tersebut. Dia merencanakan kecelakaan, cacat fisik, atau kematian, tujuannya adalah agar orang Kristen tersebut “kecewa” kepada Tuhan. Misalnya ada sebuah rumah tangga yang kuat, dia akan mengirim dan memasukkan roh perceraian, roh salah paham, dsb. Mengerikan. Hal itu semua biasa disebut jerat iblis.

Saat ini, dia sudah bertobat. Yang sungguh mengejutkan adalah anak kandungnya pun diberi nama oleh iblis. Christover, dst. Saat ini sedang masuk pengadilan untuk melakukan pengajuan ganti nama, dia keluarkan sekitar Rp 15.000.000. Tapi hingga saat ini, dia dan keluarganya statusnya belum bersih, kedua anaknya tidak berani melihat saya secara langsung. Bahkan dia sendiri pun ketika saya kotbah, bersembunyi di belakang pilar. Dia sudah didoakan, sudah melakukan pelepasan terus-menerus, dan tetap setiap malam masih aksi-aksi perebutan jiwa. Hari-hari ini, kita harus minta dipaksa oleh Tuhan dan memiliki hati yang tetap percaya, bahwa mengikut Tuhan adalah pilihan yang terbaik.

Pribadi kita melekat dengan Tuhan

“Segala sesuatu yang tidak enak yang diizinkan Tuhan di dalam hidup kita adalah sesuatu ujian yang paling ringan. Tuhan berjanji bahwa Dia akan selalu menyertai kita hingga kesudahannya.” Ada orang-orang yang mengirimkan pesan di BB, yang isinya berkata, “Hati-hati jangan keluar malam, atmosfer di negara kita sedang tidak enak, terutama untuk para keturunan Tionghoa, dst”.

Si pengirim pesan merasa ketakutan dan menyebarkan pesan yang menakutkan. Saya berkata, “Sudahlah, benar atau tidak, yang penting pribadi kita melekat dengan Tuhan, minta perlindungan yang sempurna yang dari Tuhan. Diam di rumah pun, rumah kita bisa ambruk atau terbakar kapanpun. Jadi, yang penting minta perlindungan Tuhan. Perlu hati yang melekat dan percaya penuh.”

Blood Moon

“Bloodmoon”, yang merupakan salah satu tanda akhir zaman. Bagaimana supaya kita dilindungi? Kemaren saat Hamba-Hamba Tuhan berdoa, saya melihat sebuah penglihatan yang menakutkan diri saya. Ada laut, gelombang-gelombang airnya semakin besar, ada gunung-gunung di dalam laut yang meletus, yang mengeluarkan api dan lahar, sehingga lautan menjadi merah dan berubah menjadi lautan api.

Saya bertanya-tanya, “Akan terjadi apa di hari-hari ke depan? Saya pun baru kali ini mendengar bahwa terdapat banyak gunung di dalam laut. Ternyata memang gunung-gunung di bawah laut itu ada, ada yang di dekat palungan Sunda dan Bengkulu, Sumatera. Kalau gunung-gunung ini meletus, maka pulau Jawa dan Sumatera bisa jadi terbelah dua. Kita terus mendoakan soal lempengan yang bergeser ini. Sampai Tuhan berkata bahwa kita mendapatkan Perjanjian Darah. Tuhan berkata bahwa apapun yang diizinkan Tuhan, semuanya masih bisa ditahan dan dapat dibuat tidak begitu membahayakan. Kita tidak tahu di tempat mana kita berada, tapi kita bisa memegang dan berdiri di atas Perjanjian Darah.”

Catatan:

Setiap kesaksian yang saudara baca ini bukan untuk menakuti kita, melainkan mengingatkan kita untuk mau hidup di dalam Tuhan. Apa itu hidup didalam Tuhan..? Hidup di dalam Tuhan adalah menjadi pelaku Firman Tuhan.

Sumber :

Kesaksian Kisah Nyata Berjalan bersama Yesus di surga

Published on Apr 20, 2014

http://kesaksian-life.blogspot.com/2014/04/memiliki-500-setan-kesaksian.html

Dunia ini berusaha memisahkan kita dengan Tuhan, dengan tawaran yang kita lihat dan rasakan sangat enak kalau kita miliki, hati-hati dengan jebakan setan, setan tahu setiap kelemahan kita. Oleh sebab itu dia akan selalu menyerang kita dari setiap kelemahan kita.

Firman Tuhan adalah Kekuatan kita, setiap Firman yang saudara praktekan didalam kehidupan sehari-hari, maka akan menjadi kekuatan kita untuk dapat mengalahkan tipuan setan. Galatia 5:22-23, “Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu”.

Jadilah Pelaku Firman Tuhan seperti yang telah di ajarkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. “Matius 28:19-20, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Kita juga adalah murid maka kita juga wajib untuk menjadi pelaku Firman Tuhan. Amin.

—– Demikian kesaksian dan kotbah Ibu Nani Susanti, SH.

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-7U

Salam semangat, tetap saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati kita semuanya. Amen.

Iklan

7 thoughts on “Saya Berjalan Di Sorga | Nani Susanti, S.H.”

    1. Shalom, terima kasih ko Bengcu sudah mau mampir dan memberikan ulasannya. Suatu saat nanti benar tidaknya apa yang dikatakan Ibu Nani bisa kita ketahui. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

      Suka

      1. Apapun komentar si bengchu itu tidak usah di baca,
        Orang nya nggak jelas juga
        Kemungkinan sih sirga dia tidak akan lihat karena dia belum tentu kesana

        Suka

  1. Buat Sdr. Bengcu :
    Banyak orang yg tdk bisa menerima kesaksian diatas, ada yg menganggap mimpi, halusinasi, bohong, tetapi disisi lain banyak orang juga yg tahu persis itu benar2 riel, dan pengalaman itu dialami banyak orang, yg tdk pernah saling bertemu atau membaca, berjauhan beda negara, berbeda waktu jaman kuno, waktu sekarang, berbeda generasi, dari anak, remaja, orang tua, dewasa, semua memiliki kesamaan, ciri2 yg sama, bagaimana itu bisa terjadi…? secara logika sederhana bagaimana rasa yg sama bisa dialami banyak org berbeda waktu, tempat, jaman, kalau bukan karena juru masaknya sama, satu juru masak, maka sebaiknya kalau belum ketemu juru masak ini, jangan menolak kisah tadi, cari tahu, minta caranya bagaimana, karena kalau tdk segala upaya, perbuatan jadi sia2 ujungnya, dan tidak bisa diputar ulang.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s