Bertemu Yesus Di Penjara Iran Dan Murtadkan Penjaga Muslim – Dan Baumann

“Saya ingat pada saat terbaring di lantai – tiba-tiba ruangan itu dipenuhi cahaya yang indah. Kemudian saya menoleh kesamping untuk melihat apa yang terjadi dan disana ada Yesus. Yesus berdiri didepan saya dengan senyuman di wajahNya.” Kenang Dan Baumann. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44).

Kesaksian Dan Baumann. Tuhan Yesus menjumpai diriku di penjara Iran. Meeting Jesus Face to Face: Encounter while arrested in Iran. Shalom begini kisahnya :

Dan Baumann menghabiskan waktu bertahun-tahun mengabarkan Injil di negara-negara Muslim. Dalam suatu perjalanan yang direncanakan 2 minggu ke negara Iran dia ditahan di perbatasan. Dan membagikan kisahnya.

“Saya dan seorang teman bermaksud hendak berkunjung ke negara Iran selama 2 minggu … dan hal itu merupakan hal yang menyenangkan, dan terpesona dengan negara itu dan juga menyukai masyarakatnya”

“Sementara kami hendak meninggalkan negara itu – pada saat hendak menyeberangi perbatasan – kami menyerahkan dokumen kami untuk di-cap akan tetapi kami tidak mendapatkan dokumen itu kembali. Sekitar 6 jam kemudian akhirnya mereka kembali dan berkata kepada kami ‘Ada masalah dengan dokumen saudara.’ ”

“Dan kenyataannya hal ini adalah sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya, ‘bagaimana kalau hal ini menimbulkan masalah ? Apakah ada implikasinya jika saya adalah warga negara Amerika ?’ Hal ini muncul dalam pikiran. Dan kemudian saya menyadari ‘Ini bisa menjadi masalah. sungguh.’ Didalam perjalanan saya bersama Tuhan, dan di banyak tempat berbahaya, saya selalu melihat penyertaan Tuhan. Dan kemudian suatu pikiran muncul ‘Apakah saat ini akan berbeda ?’ . ”

“Mereka memisahkan saya dengan teman saya dan membawa saya ke ruang lain dan disana mereka memukuli saya selama 6 jam, menendang dan memukuli saya. Setelah 6 jam itu mereka menyeret saya kembali ke ruang lobi yang mana saya bertemu teman saya yang juga sudah dipikuli di ruang lain. Mereka mengenakan kepada kami pakaian tahanan dan menutup wajah kami lagi, dan kemudian mereka membawa kami ke basement dan mereka memasukkan kami kedalam sel penjara dan memasukkan teman saya ke sel penjara lain. Dan saya dipenjara di Iran. Hal ini diluar kemampuanku, tidak ada yang dapat saya lakukan. Cuma dua pilihan apakah Tuhan memberikan mujizat kepada saya atau saya tinggal disana selama rentang waktu yang tidak saya ketahui.”

“Perasaan mengatakan sepertinya tidak ada Tuhan bersertaku. Saya merasa Tuhan begitu jauh. Dan yang dapat saya percaya adalah karakter Tuhan itu, dan karakter Tuhan itu benar yaitu karakter yang tidak melihat apapun perasaan saya dan tidak melihat keadaan apapun yang saya alami.”

Dan Baumann_KSB_KECIL_JPG

“Mereka menaruh saya ke sel isolasi. Ada lampu di sudut ruangan. Dan saya dimasukkan disana 24 jam seharian. Saat itu musim dingin dan ada salju diluar, tetapi mesin pemanas tidak bekerja. Mereka hanya mengijinkan saya keluar untuk diinterogasi, yang mana interogasinya itu sekali sehari dan kadang tidak sama sekali. Dan kemudian mereka membawa saya ke suatu lorong menuju bawah dan membawaku ke ruang interogasi, yang mana ruangan itu terlihat jelek, ada tanda bekas darah di lantainya, gelap dan aneh. Hal itu jelas merupakan bagian terjelek didalam pengalaman ini. Mereka mulai menampar, memukul perut dan kadang menendang.”

“Saya berjuang dengan iman saya, ‘Apakah Tuhan itu ada ? Apakah Dia itu menyayangi saya? Jika Tuhan itu baik mengapa dia mengijinkan saya melalui situasi seperti ini ?’ Dan saya teringat suatu hari saya terbangun, dan saya tidak punya semangat sama sekali. Dan saya ingat hari itu saya bangun dan berpikir, ‘Mungkin saya akan menghabiskan seluruh hidup saya disana ?’ Pikiran saya hanya aku tidak mau tinggal disana, satu-satunya cara untuk tidak tinggal disana adalah mati saja. ”

“Kemudian saya menaruh kepala saya ke wastafel, memenuhinya dengan air. Kemudian saya berusaha mengikat leher saya melingkar dan membiarkan kepala tenggelam dan beberapa menit kemudian saya meninggal, harapannya begitu.”

“Empat kali saya mencoba untuk bunuh diri, tetapi setiap kali saya mencoba sebenarnya saya terlalu takut untuk mengikat dan melakukan bunuh diri. Dan saya masih teringat kapan terakhir kalinya saya mencoba melakukan hal itu. Saya ingat jelas saat itu saya mencobanya yaitu dengan memasukkan kepala ke wastafel karena putus asa, kemudian saya tidak jadi melakukan itu dan jatuh kebawah karena merasa malu. Saya sadar bahwa saya merasa malu saat itu.”

“Saya ingat pada saat terbaring di lantai – tiba-tiba ruangan itu dipenuhi cahaya yang indah. Kemudian saya menoleh kesamping untuk melihat apa yang terjadi dan disana ada Yesus. Yesus berdiri didepan saya dengan senyuman di wajahNya. Pada saat itu saya sebenarnya sudah merasa lemah sekali dan Ia menjumpai saya. Dia melihat saya kemudian menunduk dan membangunkan saya. Ini adalah penglihatan Tuhan Yesus yang saya terima. Kemudian Dia melihat saya dan berkata : ‘Dan, Aku mencintaimu, dan Aku berjanji akan menyertaimu’ ”

“Dan itulah Tuhan Yesus. Dia akan menjumpai kita pada saat kita berada dalam kondisi terlemah, dan Dia dapat menyelamatkan kita. Dia ingin kita memberikan hidup kita pada saat kita berada pada kesusahan hidup. Dia akan menjumpai kita, Dia mencintai kita, dan Dia akan menolong kita apapun keadaan kita.”

“Tuhan memberikan suatu tantangan kapadaku mengenai Cintanya kepada musuh kita. Saat itu Tuhan Yesus berkata : ‘Dan, tanyakan kepadaku apa yang Aku pikirkan mengenai orang ini ?’. Dia – Tuhan Yesus menanyakan kepadaku suatu pertanyaan mengenai orang yang merupakan interogator-ku, orang yang memukulku, orang yang sepertinya benar-benar membenciku. Beberapa hari kemudian mata hati saya begitu terbuka betapa Tuhan begitu mencintai orang yang menginterogasi dan memukuliku. Betapa Tuhan begitu mencintai orang itu, bahkan keluarganya dari sejak permulaan, bagaimana Dia memang telah menciptakannya, dan saya tahu bahwa Tuhan Yesus jelas mencintai keluarganya.”

“Saya tidak lupa pada hari itu dimana saya melihat dia sang interogator dan saya berpikir ‘Apa yang akan dia lakukan saat ini kepadaku ?’. Pada saat itu saya teringat menatap dia, dan saya menanyakan sesuatu kepada dirinya : ‘tuan, saya akan melihat dirimu selama hidupku setiap hari, kenapa kita tidak menjadi teman saja’, kemudian ia menjawab : ‘itu tidak mungkin’. Kemudian saya berkata lagi : ‘tuan, engkau dapat mulai pertemanan ini dengan menyebutkan siapa namamu ?’ Kemudian saya mengulurkan tangan kepadanya, dan aku berkata ‘tuan, mari kita berteman.’ ”

“Dan saya mengulurkan tangan saya untuk menjabat tangannya kemudian saya lihat dia diam sesaat dan setelah beberapa menit kemudian dia mulai menjabat tangan saya. Pada saat dia menjabat tangan saya, jelas saya melihat air mata menetes di pipi-nya, kemudian dia berkata : ‘Dan’ – pertama kalinya dia menyebut nama saya – ‘nama saya Rizak, dan saya senang berteman dengan dirimu.’ Dan hal ini jelas bagiku bahwa tidak ada hati yang keras bagi Tuhan Yesus, dan bahwa jelas Tuhan Yesus sanggup mengubah hati yang terkeras sekalipun. Tuhan Yesus mengajarkan aku untuk mengasihi musuhku.”

“Kemudian saya mendengar penjaga-penjaga itu membicarakan tentang ‘orang-orang asing’ , yaitu saya dan teman saya, mereka berkata ‘Mereka itu orang Kristen. Mereka mengikut Yesus Kristus’. dan salah satu dari mereka berkata, ‘Mereka ini orang-orang asing, mereka tahu bahwa mereka memiliki masalah ketika mereka datang kemari. Tetapi mereka memiliki tujuan. Mereka memiliki alasan untuk hidup dan alasan untuk mati. Dan hal itulah yang aku inginkan’. Dan kemudian saya mendengar mereka bertiga : ‘Ya, kami akan mengikut Yesus. Kami akan mengikuti jalan itu.’ Dan saya berpikir ‘Kalau ini memang kehendak Tuhan maka pasti akan terjadi dan benar terjadi.’ ”

“Dan seperti penjaga-penjaga ini, didalam penjara ini, saya merindukan orang-orang tahu hari ini bahwa betapa baiknya Tuhan Yesus sehingga Dia dapat menolong kami didalam kesusahan kami. Didalam kesusahan Dia menemui kita dan Tuhan itu baik didalam hal apapun yang sedang kita lalui dan Tuhan Yesus itu mencintai kita.”

“Saya jelas terancam hukuman mati dengan dua tuduhan, tuduhan pertama sebagai seorang penginjil dan tuduhan kedua sebagai seorang mata-mata, dan di penjara itu saya sering mendengar eksekusi yang sudah dilaksanakan. Dan ada suatu saat dimana saya berada di ruang pengadilan dan sedang berdiri, ada ratusan orang didalam ruangan itu, banyak kamera video, para hakim, dan saya disuruh menjawab pertanyaan : ‘Katakan kepada kami, kenapa engkau mengunjungi Iran ?’ ”

“Sesuatu sedang bangkit didalam diri saya, yaitu kekuatan Tuhan, dan saya ingat melihat kepada para Juri dan mengatakan hal ini : ‘Saya datang ke Iran untuk mengabarkan kepada kalian mengenai Yesus Kristus.’ Dan pada saat saya mengucapkan hal itu, maka terlintas didalam pikiran saya suatu kalimat ‘oh, apa yang baru saja saya katakan ini ?’. Kemudian saya mengatakan hal itu lagi, lagi dan lagi. Kiranya selama kurang lebih 20 menit saya melakukan penginjilan disana. Didalam ruangan itu saya mengatakan kepada semua orang dan siapapun dapat mendengar bahwa saya memberitakan siapa Yesus itu, semua tentang bagaimana besarnya cinta Yesus kepada mereka. ”

Sumber :

Meeting Jesus Face to Face: Encounter while arrested in Iran

Published on Dec 9, 2012

http://www.cbn.com/700club/features/amazing/RH41_daniel_baumann.aspx

http://shop.cbn.com/product.asp?sku=1576581802

http://www.danbaumann.com/blog/

“Tiba-tiba saya menyadari sesuatu, saya bebas ! saya tidak apa-apa ! Bagaimana jika mereka membunuh aku. Hidupku ini telah ditebus oleh darah Yesus Kristus, rumahku di surga. Tidak ada seorangpun yang bisa merampasnya. Dan saya menyadari benar bahwa ditengah situasi hampir mati sekalipun, Tuhan memberikan kepadaku kekuatan untuk bisa tegak berdiri dan menyuarakan keadilan. Dan dalam melakukan hal-hal ini, sesuatu memberikan suatu kemerdekaan didalam hati saya untuk bisa mengetahui bahwa hidup bukanlah mengenai hal-hal ini saja. Bahwa ada sesuatu yang lebih dan saya suatu hari akan pulang (ke surga) dan tidak ada siapapun yang dapat menghalanginya.”

Setelah 9 minggu Dan Baumann dipenjara di Iran, kemudian Dan dibebaskan oleh pengadilan tinggi Iran. Kemudian Dan kembali perjalanan misi penginjilan ke seluruh dunia.

—– Demikian Dan mengakhiri kesaksiannya …

  • Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:15).

Link berbagi:

http://wp.me/p6mxNc-9s

Salam semangat. Tetap mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s