Kakak Murtad – Adik Jadi Pendeta! | Said Oujibou

“Tetapi ketika kuasa Injil memasuki hati, itu benar-benar mengubah orang menjadi siapa dia seharusnya. Dan saat itu saya sangat sadar, Tuhan dan agama benar-benar berlawanan. Saya menghormati semua agama yang indah, yang besar, tetapi buatku, agama dan Tuhan adalah dua hal yang berbeda. Saya sadar bahwa Injil memberikan hubungan nyata dengan Tuhan.”

Shalom, begini kisah Said :

Saya berasal dari keluarga berkebangsaan Maghreb dan Muslim. Kami datang ke perancis karena alasan ekonomi. Saya tinggal di lingkungan buruh pekerja sejak kecil, orang tuaku mengajarkan agama Islam agama yang saya hormati dan cintai, dengan etika yang baik dan moralitas saya melakukan agama saya Ramadhan setiap tahun dan berdoa lima kali sehari.

Saya mengasihi Tuhan, saya menyukai hal-hal ketuhanan lalu aku mencari Tuhan dari hatiku yang paling dalam. Saya lahir di keluarga yang besar dengan banyak anak dan kami melakukan agama kami dengan hormat.

Dalam hatiku aku menginginkan suatu hubungan yang nyata, yang dapat kurasakan bersama Tuhan. Dan seringkali didalam doaku, aku meminta orang tuaku memberitahu saya tentang surga tetapi mereka selalu tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkannya.

Jadi dialam batinku ada suatu pencarian yang mendalam untuk memiliki suatu hubungan pribadi yang nyata dengan Tuhan. dan didalam keluargaku katakanlah ada suatu keadaan .. .. yang bisa dibilang agak sulit dalam konteks keluarga … katakanlah adanya kekerasan yang telah mempengaruhi aku tetapi yang telah membuatku semakin keras mencari Tuhan.

Waktu saya kecil, usia saya sekitar 12 tahun, saya benar-benar berteriak kepada Tuhan dikamar saya. Saya berkata kepada Tuhan: Tunjukkanlah jalan itu … Dan memang didalam hatiku yang paling dalam aku menginginkan suatu hubungan pribadi dengan Tuhan …. dan didalam hatiku yang paling dalam, saya mendengar suara ini, memang tidak dengan telinga tetapi didalam batinku, “Suatu saat kamu akan mengetahui kebenaran”

Sekitar setahun setelah itu, ya setahun setelah itu, kakak saya dengan berani mengatakan kepada kami dirumah, secara tiba-tiba didepan abangku, didepan semua anggota keluargaku, bahwa dia telah menjadi Kristen.

Itu artinya kejutan bagi kami yang berlatar belakang muslim. Itu adalah suatu kejutan dalam artian seperti penghianatan. Hal tersebut sangat menyedihkan, sangat sulit diterima. Kita bisa membayangkan semua hal yang bisa terjadi.

Tetapi seorang anak perempuan, muslim, menjadi Kristen. Kami benar-benar terpukul. Kemudian orang tuaku mencoba untuk berbicara dengan kakakku. Mereka mengatakan dia telah terkena guna-guna dan bahwa agama ini … agama Kristen tidak baik dan bahwa Al-qur’an adalah wahyu terakhir.

Memang benar kakakku terlibat dalam sesuatu yang kami tidak mengerti. Ada sesuatu hal yang sangat mengganggu kami. Iman yang dia miliki. Sesuatu yang nyata yang dia miliki didalam batinnya. Keyakinan ini bahwa Yashua Al Masih at-tariq, al-haqq, wa al-hayat. Dia yakin Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup.

Kesaksian Said Oujibou_KSB_JPG

Dia memiliki suatu keyakinan didalam dirinya yang agak mengganggu kami. Dan saya sendiri, waktu itu saya berusia 14 tahun, saya sangat terganggu oleh kakak saya, karena imannya yang ia miliki. Sayapun mencari tahu … dari sekitarku, dengan bertanya Muhammad atau Yesus ? Apakah Al-Qur’an atau Alkitab ? Siapa yang memiliki kebenaran ? Bagi saya sendiri, fakta bahwa kakakku telah menjadi kristen dengan sangat yakin, saya merasa pastilah ada sesuatu.

Lalu saya mencari sendiri dengan mencoba mengerti, dengan mencoba mencari keuntungan dan kerugian dari kedua agama ini. Saya juga mencoba untuk berdiskusi dengan orang kristen, dengan pendeta, tetapi tidak ada seorangpun yang meyakinkanku.

Dilahirkan di keluarga muslim, ayahku selalu mengajariku di Perancis saya harus berhati-hati supaya jangan tergoda oleh … Oleh kata-kata, oleh orang-orang.

Tetapi pribadi yang telah meyakinkanku adalah pribadi Rohul Quds, pribadi Roh Kudus. Dan waktu kecil, waktu saya berusia 14 tahun, saya sadar bahwa Yesus adalah seorang Juruselamat. Dari usia 14 tahun dan 21 tahun buatku suatu masa yang sulit, ketika saya mulai bersenang-senang, saya berakhir di sebuah diskotek. Saya mulai memakai narkoba sembari melakukan agama saya, agama islam sebaik mungkin.

Tetapi selalu dengan kebencian didalam diriku membesar karena penolakan, pengucilan, rasisme, pengangguran masal. Semua hal ini juga yang mengganggu saya. Semua masalah identitas kebudayaan. Untuk mengetahu apakah saya orang Maghreb atau Perancis ? Apakah Kekristenan atau Islam ? Sebenarnya semua masalah yang mengganggu para pemuda yang berada di Perancis untuk generasi kedua dan ketiga.

Dan suatu malam saat saya kembali ke Perancis, saya sudah tidak lagi berhubungan dengan orang tua saya, dengan adik-adik saya. Saya menjadi semakin kasar, saya menjadi semakin rasis terhadap dunia diluar saya karena semua penolakan dalam masyarakat barat yang membuat saya merasa ingin minum-minum (miras).

Dan sekembalinya saya dari Paris ke rumah, kakakku telah meninggalkan sebuah Alkitab di rumah. Dan saya ambil Alkitab itu. Tanpa sengaja saya membuka sebuah bagian yang tersembunyi, tetapi itu kebetulan sudah diatur oleh Tuhan, Bagian ini menyatakan dengan jelas: “Orang muda tersandung, tetapi mereka yang menunggu akan Tuhan akan mendapat kekuatan baru.” Saya bukan seorang mistis atau sufi, tetapi saya benar-benar dibanjiri oleh kehadiran Tuhan.

Saya baru benar-benar menyadari arti Allahu mahaba, arti Tuhan itu Kasih, seberapa besar Ia mengasihi aku. Kendati dosa-dosaku, kendati semua yang telah kuperbuat, karena buatku disa bukan hanya mencuri, berbohong, curang, melakukan hal-hal jahat, benar-benar sangat jahat. Tetapi dosaku yang paling buruk yang aku sadari pada malam itu adalah saya benar-benar berbalik dari Yesus, berbalik dari Tuhan dengan mengambil jalanku sendiri. Saya kesekolah (SMA) besoknya. Dan ia disana di sekolah, seperti kebetulan, para polisi dan polisi narkoba telah menungguku.

Kemudian saya dikeluarkan dari sekolah karena menjual narkoba. Tidak ada sekolah didaerah itu yang mau menerimaku. Satu-satunya sekolah yang mau menerima saya terletak tepat disamping tempat tinggal kakakku.

Jadi hari senin sampai Jumat, saya pergi ke sekolah. Hari sabtu saya pergi ke diskotek, klub malam. Hari minggu pagi, kakakku membangunkan aku untuk pergi ke gereja. Dia bilang, “setiap hari minggu pagi … selama kamu tinggal di tempat saya, kamu harus pergi ke gereja.” Dan tiap hari minggu saya pergi ke gereja, Saya mendengarkan pendetanya, kebaktiannya, dan kotbahnya. tetapi didalam batinku, aku berkata, “Aku tidak peduli.”

Aku memiliki hati yang keras, hati yang mengeras, hati yang penuh kebencian dan kemarahan pada sekitarku. dan seringkali pada akhir ibadah, saya berkata kepada kakakku, “Kenapa kamu menceritakan ini itu tentang hidupku kepada pendeta ?” Kakakku berkata, “saya tidak cerita apa-apa pada pendeta.” “Kenapa dia berkotbah seperti itu pada saat ibadah ?” tanyaku. Itu adalah Roh Kudus. Tuhanlah yang berbicara lewat pesan Alkitab.

Tiga bulan kemudian, aku memiliki hati yang benar-benar mengeras. Tuhan benar-benar menghancurkan kekerasan hati saya. Dia menginsyafkan saya akan dosa-dosa saya. Secara definisi, saya tahu apa itu dosa. Arti dosa didalam ajaran Islam sangat berbeda dengan Ajaran Alkitabiah. Karena saya harus mengerjakan amal ibadah supaya saya bisa untuk mencapai Tuhan, untuk mencapai Yesus, untuk bisa mencapai kebenaran dan surga.

Sementara didalam Kekristenan, dalam Injil, Injil sangat berbeda dengan hal tersebut. Saya menyadari satu hal, bahwa agama memutihkan permukaan, tetapi injil mengubah batin. Agama memberikan prinsip-prinsip moralitas, tetapi Injil adalah pernyataan Ilahi. Semua agama yang indah melingkupi kita di bagian luar tetapi tidak mengubah batin kita. Tetapi ketika kuasa Injil memasuki hati, itu benar-benar mengubah orang menjadi siapa dia seharusnya. Dan saat itu saya sangat sadar, Tuhan dan agama benar-benar berlawanan. Saya menghormati semua agama yang indah, yang besar, tetapi buatku, agama dan Tuhan adalah dua hal yang berbeda. Saya sadar bahwa Injil memberikan hubungan nyata dengan Tuhan. Dan pada malam itu saya menangis, saya menangisi penderitaanku, saya menangisi semua perbuatan saya dimasa lalu yang jahat, semua kejahatan yang kuperbuat terhadap keluargaku dan orang lain.

Memang benar dulu saya selalu menyalahkan orang lain, tetapi kali ini Yesus memintaku untuk melihat kedalam batinku. Dan saya benar-benar menangis berjam-jam atas penderitaanku, Ketika Roh Kudus menginsyafkan diri kita dari dalam batin kita, itu adalah suatu hal yang mengagumkan. Bagi saya, seorang mantan Muslim, sekarang ini, hal yang paling ajaib adalah menyadari bahwa Yesus tidak hanya Juruselamat saya, Tetapi juga Raja didalam hidup saya. Hanya Dialah yang sempurna yang layak untuk menebus dosa-dosaku lewat pengorbanan-Nya. Saat itulah saya bisa berdamai dengan orang tua saya, dengan dunia luar. Saya telah melakukan banyak hal yang buruk. Dan saya berdamai dengan banyak orang. Semakin aku meminta kepada Tuhan untuk menunjukkan semua yang telah kuperbuat, semakin Tuhan menunjukkan kejahatan yang telah saya lakukan dan saya semakin berdamai dengan orang-orang.

Sumber :

Kesaksian Said Oujibou: Kakak murtad, adik jadi pendeta!

kabaraqbar – Published on Mar 13, 2012.

Saya menemui ayahku untuk berdamai dengan dia. Saya memiliki banyak kebencian, kepahitan terhadap orang tuaku karena segala macam kekerasan yang terjadi di keluarga kami yang menggangguku secara mental. Lalu saya menemui ayahku dan memang sangat sulit bagi saya, tetapi Tuhan telah memberiku kekuatan. Yesus telah memberikan kasih didalam batinku. Dan Yesus telah mengajariku untuk mengembangkan hubungan kedekatan dengan Tuhan. Dan saya bisa memiliki hubungan dengan Bapa Surgawi, itu semua karena Yesus Kristus, karena pengorbanan-Nya, karena apa yang telah Dia perbuat di kayu salib di Kalvari.

—– Demikian Said Oujibou mengakhiri kesaksiannya …

  • tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yesaya 40:31).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-l4

Tetap Saling Mengasihi Sesama. Tetap Semangat. Tuhan Yesus Memberkati. Amen.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s