Martir (ex-Muslimah) Arab Saudi Dibunuh Kakaknya Sendiri Karena Murtad | Fatima Al-Mutairi

Fatima mencintai Saudi dengan segenap hati, yang mana dengan jelas diterangkan dalam puisinya. Dia diberkati, karena Yesus berkata, “Diberkatilah mereka yang ditindas karena kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Benar, dia mendapatkan Kerajaan Sorga sekarang. Fatima dibakar hidup-hidup setelah lidahnya dipotong oleh saudara laki-lakinya. Akan tetapi kata-kata Fatima tidaklah hilang didalam pikiran kita.

“Saudi Ex-Muslim Martyr – Fatima Al-Mutairi” From IslamAndWorldPeace. Shalom, begini kisahnya :

This video is dedicated to the life and testimony of Fatima bint Mohamed bin Uthman Al-Mutairi. a 26 years old Saudi Woman who was killed by her own brother in August 2008 because she follow Jesus Christ. Fatima love her Savior enough to die for His name. She loved her family enough to proclaim the truth of them, despite the terror and danger. She loved her people, the Saudi people, and was exceedingly proud to be Saudi.

Video ini diperuntukkan bagi kehidupan dan kesaksian Fatima bint Mohamed bin Uthman Al-Mutairi. Seorang wanita Arab Saudi berumur 26 tahun yang dibunuh oleh kakaknya sendiri pada bulan Agustus tahun 2008 dikarenakan dia mengikuti Yesus Kristus. Fatima mencintai Juruselamatnya sehingga rela mati bagi namaNya. Dia mencintai keluarganya sehingga menyatakan kebenaran bagi mereka, meskipun ada teror dan bahaya. Dia mencintai masyarakatnya, orang-orang Saudi, dan sangat bangga menjadi warga Saudi.

She loved Saudi with all her heart, as she poems clearly portrays. She is blessed, for Christ said, ‘Blessed are those who are persecuted because of righteousness, for theirs is the Kingdom of Heaven.’ Indeed, she beholds the Kingdom of heaven even now. Fatima was burned alive after having her tongue cut by her brother. But her words are not cut from our memories.

Fatima mencintai Saudi dengan segenap hati, yang mana dengan jelas diterangkan dalam puisinya. Dia diberkati, karena Yesus berkata, “Diberkatilah mereka yang ditindas karena kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Benar, dia mendapatkan Kerajaan Sorga sekarang. Fatima dibakar hidup-hidup setelah lidahnya dipotong oleh saudara laki-lakinya. Akan tetapi kata-kata Fatima tidaklah hilang didalam pikiran kita.

Saudi Ex-Muslim Martyr - Fatima Al-Mutairi_KSB_JPGHer words will stand, and they speak of Christ who loves her people, Christ who died for their sins. in last letter before her death, after being locked in her room for 4 hours, she cited David’s Psalm : “The Lord is my light and my salvation – Whom shall i fear ?” (Psalm 27). Truly, truly, the Spirit of the Lord was with her when she died for his Name. Glory be to God.

Kata-katanya akan tetap ada, dan kata-kata itu menceritakan Kristus yang mencintai masyarakatnya, Kristus yang mati bagi dosa-dosa mereka. Didalam surat terakhir sebelum kematiannya, setelah dikunci dalam kamarnya selama 4 jam, dia mengutip Mazmur Daud : “Tuhan adalah terangku dan Juruselamatku – kepada siapa aku takut ?” – Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? (Mazmur 27:1). Sesungguhnya Roh Tuhan bersamanya ketika dia meninggal bagi namaNya. Kemuliaan hanya bagi Tuhan.

A Poem by Fatima Al-Mutairi before her martyrdom :

Suatu puisi dari Fatima sebelum kematiannya :

May The Lord Jesus guide you, oh Muslims.

And enlighten your heaths that you might love others.

The forum does not revile the Master of the Prophets.

It is for the display of truth, and for you it was revealed.

Semoga Tuhan Yesus membimbingmu, oh umat Muslim.

Dan menerangi hatimu sehingga engkau mencintai sesama manusia.

Puisi ini tidak menghina Tuan dari para Nabi.

Akan tetapi untuk menampilkan kebenaran, dan untuk dirimu kebenaran ini diungkapkan.

This is the truth which you don’t know.

What we profess are the words of the Master of the Prophets.

We are not worship the cross, we are not possessed.

We worship the Lord Jesus, the Light of the worlds.

Ini adalah kebenaran yang tidak engkau ketahui.

Apa yang kami akui adalah Firman dari Tuan para nabi.

Kami tidak memuja salib, kami tidak kerasukan setan.

Kami memuja Tuhan Yesus, Sang Cahaya dunia.

We left Mohammad, and we do not follow his path.

We follow Jesus Christ, the Clear Truth.

Truly, we love our homeland, and we are not traitor.

We take pride that we are Saudi citizens.

Kami meninggalkan Mohammad, dan kami tidak mengikuti jalannya.

Kami mengikuti Yesus Kristus, Kebenaran sejati.

Sejujurnya, kami mencintai tanah air kami, kami bukan penghianat.

Kami bangga menjadi warga Saudi.

How could we betray our homeland, our dear people ?

How could we, when for death – for Saudi Arabia – we stand ready ?

The homeland of my grandfathers – for it I am writing.

And we are say, “We are proud, proud, proud to be Saudis.”

Bagaimana kami menghianati tanah air kami, rakyatku tercinta ?

Bagaimanapun kami, ketika meninggal – untuk Saudi – kami siap ?

Tanah kelahiran nenek moyang kami – untuk itu aku menulis.

Dan kami mengatakan, “Kami bangga, bangga, bangga menjadi warga Saudi.”

We choose our way, the way of the right guided.

And everyman is free to choose any religion.

Be content to leave us for ourselves to be believers of Jesus.

Let us live in grace before our time comes.

Kami memilih jalan kami, dituntun ke jalan kebenaran.

Setiap orang bebas memilih keyakinannya.

Biarlah kami menjadi orang percaya kepada Yesus.

Biarlah kami hidup dalam rahmat sebelum ajal tiba.

There are tears on my cheek, and Oh ! the heart is sad.

To those who become Christians, how you are so cruel !

And the Messiah says, “Blessed are the Persecuted.”

And we for the sake of Christ all thing bear.

Ada air mata di pipiku, dan oh ! sedih hati ini.

Kepada siapa saja yang menjadi Kristen, bagaimana kamu begitu kejam !

Dan Juruselamat mengatakan, “Diberkatikah siapa yang teraniaya.”

Dan kami demi Kristus segala sesuatu dapat ditanggung.

What is it to you that we are infidels ?

You do not enter our graves, as if with us buried.

Enough – your swords do not concern me, not evil nor disgrace.

Your threats do not trouble me, and we are not afraid.

Apakah hal ini bagimu sehingga kami disebut kafir ?

Engkau tidak masuk kedalam kuburan kami, seakan-akan ini dikubur bersama kami.

Cukup – pedangmu tidak menguatirkan diriku, tidak juga kejahatan atau aib.

Perlakuanmu tidak mengusikku, dan kami tidak takut.

And by God, I am unto death Christian – Verily.

I cried for what passed by, of a sad life.

I was far from the Lord Jesus for many years.

Oh history record ! and bear witness, oh witnesses !

Dan oleh Tuhan, saya akan menjadi seorang Kristen yang mati – sesungguhnya.

Saya menangisi apa yang sudah berlalu, kehidupan lama.

Saya begitu jauh dari Tuhan Yesus untuk waktu yang lama.

Sejarah mencatat ! saksi menanggung, oh para saksi.

We are Christian- in the path of Christ we tread.

Take from me this word, and note it well.

You see Jesus is my Lord, and He is the best of protectors.

I advise you to pity yourself, to clap your hand in mourning.

Kami adalah orang Kristen – didalam jalan Tuhan kami melangkah.

Ambil dariku kata-kata ini, dan catat baik-baik.

Kamu melihat Yesus adalah Tuhanku, dan Ia adalah pelindung terbaik.

Saya menyarankan kasihilah dirimu, tepuk tanganmu dalam kesedihan.

See your look of ugly hatred.

Man is brother to man, Oh learned ones.

Where is the humanity, the love, and where are you ?

As to my last words, I pray to the Lord of the worlds.

Lihatlah rasa kebencian dalam dirimu yang jelek.

Seorang adalah saudara dari orang lain, oh orang-orang yang tahu.

Dimanakah kemanusiaan, cinta, dan dimanakah kamu ?

Sebagai kata-kataku terakhir, saya berdoa kepada Tuhan.

Jesus is Messiah, the Light of Clear guidance.

That He change notions, and set the scales of justice aright.

And That He spread Love among you, Oh Muslims.

Yesus adalah Juruselamat, Sinar dan Pembimbing sejati.

Dia mengubah pikiran, dan menimbang keadilam dengan benar.

Dan Dia menyebarkan Kasih diantara kamu, Oh umat Muslim.

Sumber :

Saudi Ex Muslim Martyr Fatima Al Mutairi. Uploaded on Jun 23, 2011 – by Lancelot Camelot.

In August 2008, a Muslim cleric and member of Saudi Arabias Commission of the Promotion of Virtue and Prevention of Vice, killed his sister 26-year-old Fatima Al-Mutairi, after she proclaimed her faith to her family, in the Eastern Province of Saudi Arabia. The Voice of the Martyrs contacts report Fatimas fellowship with other believers was mainly limited to Internet forums and phone correspondence. “As part of her testimony to the family, she proclaimed that the way of Christ is the most pure and most holy way of all. After sharing with her family, she found her brother in her room with her laptop open before him,” VOM contacts said. “Her laptop contained notes about her spiritual journey, which he was searching in order to find more evidence against her. Her brother locked her in the room for four hours, during which time she wrote a final letter on the Internet. Fatima was killed soon thereafter,” VOM contacts added. Prior to her martyrdom Fatima wrote a poem that shows her love for Christ and her desire to share His love with her family. — “Saudi Ex-Muslim Martyr – Fatima Al-Mutairi” From IslamAndWorldPeace.

  • TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? (Mazmur 27:1)

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-nN

Salam kompak dan semangat selalu. Tetap semangat dan selalu mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Iklan

One thought on “Martir (ex-Muslimah) Arab Saudi Dibunuh Kakaknya Sendiri Karena Murtad | Fatima Al-Mutairi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s