Sumpah ekstrim pelantikan Jesuit – Jesuit Extreme Oath of Induction

Jesuit extreme oath nwo

220px-ihs-logo-svgThe Jesuit (serikat Yesus) adalah Ordo Vatican yang hanya setia kepada Paus dan Jendral Utama Yesuit. Ordo ini dibentuk dengan tujuan membawa kembali gereja yang terpecah selama masa reformasi untuk kembali kepada ‘Mother Church’ [Ibu Gereja] yaitu Gereja Roma Katolik dengan cara apapun. Didalam Vatican ada Paus Putih [The Popes – Paus] dan Paus Hitam [The Jesuits – Yesuit]. Ordo Yesuit [Serikat Yesus] – dipelopori oleh Ignatius dari Loyola – dikukuhkan pada tahun 1540 oleh Paus Paulus III dengan satu mandat / tugas utama : untuk membawa kembali orang-orang Protestan (sekarang disebut sebagai saudara yang terpisah) ke Gereja Roma dan agar kekuasaan Kepausan mencapai seluruh dunia. Jesuit mempunyai seorang pemimpin yang dinamakan Jendral Utama Yesuit [Jesuit Superior General].

Shalom, Berikut ini adalah sumpah pelantikan seorang Jesuit (Jesuit Oath of Induction) atau disingkat The Jesuit Oath yang khusus diberikan kepada Jesuit yang mempunyai peringkat tinggi saja. Sumpah ini dikenal juga dengan sebutan Sumpah ekstrim pelantikan Jesuit (Jesuit Extreme Oath of Induction). Sumpah ini diambil dari buku Subterranean Rome oleh Carlos Didier, diterjemahkan dari bahasa Prancis, dan diterbitkan di New York pada tahun 1843.

Detailnya sebagai berikut :

Ketika anggota Yesuit dari peringkat bawah akan diangkat menjadi komandan, ia dibawa ke Kapel Biara dari serikat ini, di mana hanya ada tiga orang lain yang hadir, kepala kelompok atau sang Pemimpin berdiri di depan altar. Di kedua sisi berdiri seorang biarawan, salah satunya memegang bendera kuning dan putih, yang merupakan warna Kepausan, dan yang lainnya memegang sebuah bendera hitam dengan gambar belati dan palang merah di atas tengkorak dan tulang bersilang, yang bertuliskan INRI, dan di bawahnya ada kata-kata IUSTUM, NECAR, REGES, IMPIOUS. Artinya adalah: memusnahkan atau membinasakan Raja-raja yang fasik atau bid’ah, Pemerintah-pemerintah, atau para Penguasa. Kandidat komandan itu berlutut di atas lantai berbentuk sebuah salib merah. Sang Pemimpin memegang tangannya bersama dengan sebuah salib hitam kecil, yang dia pegang di tangan kirinya dan menekannya ke jantung, dan sang Pemimpin sekaligus memberikan kepadanya sebuah belati, yang dia genggam sambil mengarahkan mata belatinya ke atas jantungnya, Sang Pemimpin masih memegang gagangnya, sambil berbicara kepada kandidat itu:

Pemimpin berkata:

“Anakku, sampai di sini kamu telah diajarkan untuk berpura-pura: Di kalangan Katolik Roma menjadi seorang Katolik Roma, dan menjadi mata-mata bahkan di antara saudara-saudaramu sendiri, untuk tidak mempercayai siapapun, tidak yakin pada siapapun. Di antara para Reformis, untuk menjadi seorang reformis, di antara Huguenot, menjadi seorang Huguenot, diantara para Calvinis, untuk menjadi seorang Calvinis, di dalam kalangan Protestan lainnya, secara umum menjadi seorang Protestan, dan mendapatkan kepercayaan diri mereka, untuk berusaha bahkan sampai berkhotbah dari mimbar mereka, dan untuk mengecam Agama Kudus kita dan paus dengan sifatmu yang berapi-api, dan bahkan untuk turun begitu rendah untuk menjadi seorang Yahudi di antara orang-orang Yahudi, agar kamu bisa sanggup untuk mengumpulkan bersama-sama semua informasi untuk kepentingan serikatmu sebagai seorang prajurit Paus yang setia”.

“Kamu telah diajarkan untuk diam-diam menanam benih-benih kecemburuan dan kebencian di antara masyarakat, provinsi-provinsi, negara-negara yang damai, dan mendorong mereka untuk melakukan pertumpahan darah, membuat mereka berperang satu sama lain, dan menciptakan revolusi dan perang sipil di negara-negara yang mandiri dan sejahtera, yang mengembangkan kesenian-kesenian dan ilmu-ilmu pengetahuan dan yang menikmati berkat-berkat perdamaian. Untuk mengambil posisi bersama-sama dengan para penentang dan bertindak diam-diam dengan saudara Yesuitmu, yang mungkin terlibat di sisi lain, tapi secara terbuka menentang itu dengan begitu kamu dapat terhubung, hanya agar Gereja dapat menjadi pemenang pada akhirnya, dalam kondisi yang pas dalam perjanjian perdamaian dan yang akhirnya membenarkan cara itu”.

“Kamu telah diajarkan kewajibanmu sebagai mata-mata, untuk mengumpulkan semua data, fakta dan informasi yang ada dalam kekuasaanmu dari setiap sumber, untuk mengambil hati agar kamu mendapat kepercayaan di dalam lingkaran keluarga Protestan dan orang-orang sesat dari setiap kelas dan karakter, juga dari pedagang, bankir, pengacara, antara sekolah-sekolah dan universitas-universitas, di parlemen-parlemen dan legislatif-legislatif, dan lembaga-lembaga yudikatif, dan dewan-dewan negara, dan untuk menjadi segalanya bagi semua orang, demi kepentingan Paus, yang memperhamba kita sampai mati”.

“Kamu telah menerima semua perintah untukmu sampai sekarang sebagai seorang biarawan baru, seorang petugas baru, dan melayani sebagai wakil-pelarang, bapa pengakuan dan imam, tetapi kamu belum dibekali dengan semua hal yang diperlukan untuk menjadi komandan di dalam Tentara Loyola dalam melayani Paus. Kamu harus melayani pada waktu yang tepat sebagai alat dan mengeksekusi hal-hal yang diarahkan oleh Pemimpinmu, karena tidak ada orang yang bisa menjadi komandan di sini jika belum mengokohkan pekerjaannya dengan darah orang-orang sesat, sebab “tanpa penumpahan darah tidak ada orang yang bisa diselamatkan”. Oleh karena itu, untuk menyesuaikan diri untuk pekerjaanmu dan untuk memastikan sendiri keselamatanmu, kamu akan, sebagai tambahan pada sumpah setiamu sebelumnya kepada serikatmu dan kepada Paus, ulangi kata-kata yang saya ucapkan: -”

(Sumpah ini ditulis secara keseluruhan, di dalam buku, THE SUPPRESSED TRUTH ABOUT THE ASSASSINATION OF ABRAHAM LINCOLN, oleh Burke McCarty, halaman 21-23. (Lihat: http://www.masters-table.org/forinfo/jesuit%20oath.htm). Sumpah ini juga dikutip oleh Charles Didier dalam bukunya, Subterranean Rome (New York, 1843), diterjemahkan dari buku aslinya yang berbahasa Perancis. Dr Alberto Rivera, yang melarikan diri dari Serikat Yesuit pada tahun 1967, menegaskan bahwa upacara pengambilan sumpah dan teks Sumpah Yesuit yang dia pernah lakukan identik dengan apa yang telah kita kutip di bawah ini.

.
“Saya, ……….., sekarang, di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, Santa Perawan Maria, yang mulia malaikat Mikael, yang mulia Santo Yohanes Pembaptis, Rasul suci Santo Petrus dan Santo Paulus dan semua orang-orang kudus dan penghuni suci surga, dan kepada anda, ayah rohani saya, Pemimpin Utama Serikat Yesus, yang didirikan oleh Santo Ignatius Loyola pada pemerintahan Paulus III, dan terus berlangsung hingga saat ini, dilakukan dengan rahim seorang perawan, yang dikandung dari Tuhan, dan dengan tongkat Yesus Kristus, menyatakan dan bersumpah, bahwa yang mulia Paus adalah Wakil Kristus dan satu-satunya pemimpim yang benar dari Katolik atau Gereja Universal di seluruh bumi, dan bahwa berdasarkan kunci untuk mengikat dan melepaskan, yang diberikan kepada Yang Mulia oleh Juruselamat saya, Yesus Kristus, dia berkuasa untuk menggulingkan para raja yang sesat, pangeran-pangeran, negara-negara, persemakmuran-persemakmuran dan pemerintah-pemerintah, semuanya yang menjadi ilegal tanpa konfirmasi kudusnya dan bahwa mereka dapat dengan aman dihancurkan”.

“Oleh karena itu, dengan segala kemampuan saya akan membela doktrin ini dan hak serta tradisi Yang Mulia terhadap semua perampas sesat atau terhadap otoritas Protestan manapun, terutama Lutheran dari Jerman, Belanda, Denmark, Swedia, Norwegia, dan yang sekarang memegang wewenang palsu dan gereja-gereja Inggris dan Skotlandia, dan cabang-cabangnya yang sekarang didirikan di Irlandia dan di Benua Amerika dan di tempat lain; dan semua penganutnya yang telah sesat dan merebut, serta menentang Gereja Induk Roma yang suci. Sekarang saya meninggalkan dan menyangkal setiap kesetiaan yang diberikan kepada setiap raja-raja sesat, pangeran-pangetan atau negara-negara yang mengatasnamakan dirinya Protestan atau Liberal, atau ketaatan kepada setiap hukum, hakim-hakim atau para pejabat”.

“Saya selanjutnya menyatakan bahwa doktrin gereja-gereja Inggris dan Skotlandia, dari Calvinis, Huguenots dan lain-lain yang mengatasnamakan dirinya Protestan atau Liberal adalah terkutuk dan mereka sendiri terkutuk yang tidak akan melupakan hal yang sama”.

“Saya selanjutnya menyatakan, bahwa saya akan membantu, mendorong, dan menyarankan semua agen Yang Mulia di setiap tempat di mana pun saya berada, di Swiss, Jerman, Belanda, Denmark, Swedia, Norwegia, Inggris, Irlandia atau Amerika, atau di Kerajaan lain atau wilayah lain manapun dimana saya akan datang, dan melakukan segala yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk membasmi habis-habisan doktrin Protestan atau Liberal yang sesat dan menghancurkan semua kekuatan palsu mereka, hukum atau apapun itu”.

“Saya selanjutnya berjanji dan menyatakan, bahwa meskipun saya harus dibuang, untuk menganggap agama saya sesat, untuk melakukan propaganda demi kepentingan Gereja Induk, untuk menjaga rahasia dan semua nasihat-nasihat pribadi agen dari waktu ke waktu, agar mereka dapat mempercayai saya dan tidak membocorkan, secara langsung atau tidak langsung, dengan kata-kata, tulisan atau keadaan apa pun, tetapi untuk menjalankan semua yang akan diusulkan, tanggung jawab atau yang ditemukan pada saya, oleh anda, ayah rohani saya, atau dari semua perjanjian suci ini”.

“Saya selanjutnya berjanji dan menyatakan, bahwa saya tidak akan memiliki pendapat atau kehendak sendiri, atau persiapan mental apapun, bahkan seperti sebuah mayat atau jenazah (perinde ac cadaver), tapi tanpa ragu akan mematuhi setiap perintah yang saya terima dari atasan saya dalam Milisi Paus dan Yesus Kristus”.

“Bahwa saya akan pergi ke setiap belahan dunia ini kemanapun saya dapat dikirim, ke daerah yang paling beku di Utara, ke padang pasir yang sangat panas di gurun Afrika, atau ke hutan-hutan di India, ke pusat-pusat peradaban di Eropa, atau ke alam liar barbar di Amerika, tanpa mengeluh atau bersungut-sungut, dan akan tunduk dalam segala hal apapun yang disampaikan kepada saya”.

“Saya selanjutnya berjanji dan menyatakan bahwa saya akan, ketika ada kesempatan, membuat dan membangkitkan perang tanpa henti, diam-diam atau terang-terangan, terhadap semua bidat, Protestan dan Liberal, karena saya diarahkan untuk melakukan, untuk membasmi habis-habisan dan memusnahkan mereka dari seluruh muka bumi, dan bahwa saya tidak akan memandang usia, jenis kelamin atau kondisi, dan bahwa saya akan menggantung, membuang, merebus, menguliti, mencekik dan mengubur hidup-hidup aliran sesat yang jelek ini, merobek perut dan rahim perempuan mereka dan menghancurkan kepala bayi mereka ke dinding, untuk memusnahkan selama-lamanya ras mereka yang menjijikkan itu. Bahwa ketika hal yang sama tidak bisa dilakukan secara terbuka, saya dengan diam-diam akan menggunakan cangkir beracun, kabel pencekik, pedang baja atau peluru timah, terlepas dari apapun posisi, pangkat, martabat, atau kewenangan orang atau orang-orang tersebut, apa pun kondisi mereka dalam kehidupan, baik secara umum maupun pribadi, seperti yang saya setiap saat dapat diarahkan untuk melakukannya dengan agen manapun dari Paus atau Pemimpin dari Persaudaraan Iman Kudus, dari Serikat Yesus”.

.
jesuits1

“Untuk memastikannya, dengan ini saya mendedikasikan hidup saya, jiwa saya dan semua kekuatan fisik saya, dan dengan belati ini yang sekarang saya terima, saya akan menerima nama saya ditulis dalam darah saya sendiri, sebagai saksinya, dan jika saya terbukti salah atau melemah pada tekad saya, saudara-saudaraku dan rekan-rekan tentara Milisi Paus dapat memotong tangan dan kakiku, dan tenggorokan dari telinga ke telinga, perut saya dibuka dan belerang dibakar di dalamnya, dengan semua hukuman yang bisa menimpa saya di bumi dan jiwaku disiksa oleh setan di neraka kekal selamanya!

“Semuanya ini, saya, ………., bersumpah dengan Trinitas Yang Mulia dan Sakramen yang diberkati, yang sekarang saya terima, dan melakukan bagian saya untuk tetap kuat, dan dengan memanggil semua penghuni surga yang mulia dan surgawi untuk menyaksikan Sakramen Ekaristi yang diberkati ini, dan menyaksikannya terus ke depan dengan nama saya tertulis dan dengan mata belati ini dicelupkan ke dalam darah saya sendiri dan disegel di hadapan perjanjian suci ini”.

(Dia menerima wafer dari Pemimpin dan menulis namanya dengan mata belatinya dicelupkan ke dalam darahnya sendiri diambil tepat di atas jantungnya).

Pemimpin:

“Sekarang kamu akan bangkit berdiri dengan kakimu dan saya akan menginstruksikan kamu dalam Katekismus yang diperlukan untuk membuat dirimu dikenal oleh setiap anggota Serikat Yesus yang berada dalam tingkatan ini”.

“Yang terutama, kamu, sebagai Saudara Yesuit, akan dengan yang lain saling membuat tanda biasa dari salib seperti yang setiap penganut Katolik Roma biasa lakukan, kemudian satu orang menyilangkan tangannya, telapak tangannya terbuka, dan orang yang lain sebagai balasannya menyilangkan kakinya, satu di atas yang lain, orang pertama meletakkan dengan jari telunjuk tangan kanan ke pusat telapak kiri, orang yang lain dengan jari telunjuk meletakkan tangan kiri ke pusat telapak kanan, orang yang pertama kemudian dengan tangan kanannya membuat lingkaran di sekitar kepalanya, menyentuh, orang yang lain kemudian dengan jari telunjuk tangan kirinya menyentuh sisi kiri tubuhnya tepat di bawah jantungnya, orang yang pertama kemudian dengan tangan kanannya menariknya ke tenggorokan orang satunya, dan kemudian yang terakhir dengan sebuah belati ke perut dan perut orang yang pertama kemudian mengatakan Iustum, dan yang lain menjawab Necar, dan orang yang pertama mengatakan Reges. Dan yang lain menjawab Impious”. (Artinya seperti yang telah dijelaskan di atas). “Orang yang pertama kemudian menyajikan sepotong kecil kertas yang dilipat dengan cara yang aneh, empat kali, orang yang satunya akan memotongnya secara diagonal dan ketika membukanya  akan ada nama Jesu yang ditemukan tertulis di atas kepala dan lengan salib tiga kali. Kamu kemudian akan memberi dan menerima dengan dia pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban berikut: – ”

Pertanyaan: – Dari mana kamu datang?

Jawaban: – Iman Kudus.

P.: – Siapa yang kamu layani?

J.: – Bapa Suci di Roma, Paus, dan Gereja Katolik Roma Universal di seluruh dunia.

P.: – Siapa yang menyuruhmu?

J.: – Sang Penerus Santo Ignatius Loyola, pendiri Serikat Yesus atau Tentara Yesus Kristus.

P.: – Siapa yang menerima kamu?

J.: – Seorang pria terhormat yang berambut putih.

P.: – Bagaimana?

J.: – Dengan belati terhunus, saya berlutut di atas kayu salib di bawah bendera Paus dan serikat suci kita.

P.: – Apakah kamu sudah melakukan sumpah?

J.: – Saya sudah lakukan, untuk menghancurkan bidah dan pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa mereka, dan dengan tidak membedakan usia, jenis kelamin atau kondisi. Untuk menjadi seperti mayat tanpa pendapat atau kehendak saya sendiri, tapi secara implisit mematuhi Pemimpin saya dalam segala hal tanpa ragu-ragu dan tanpa bersungut-sungut.

P.: – Apakah kamu akan melakukan itu?

J.: – Aku akan melakukannya.

P.: –  Bagaimana cara kamu pergi?

J.: – Dengan semangat Petrus sang nelayan.

P.: – Ke mana kamu akan pergi?

J.: – Menuju empat penjuru dunia.

P.: – Untuk tujuan apa?

J.: – Untuk mematuhi perintah Jenderal dan Pemimpin saya dan melaksanakan kehendak Paus dan setia memenuhi sumpah saya.

P.: – Pergilah kamu, kemudian, ke seluruh dunia dan dudukilah semua tanah atas nama Paus. Dia yang tidak mau menerima paus sebagai Wakil Yesus dan Wakil-pemerintah di bumi, kutuk dan musnahkanlah dia”.

jesuit-oath

Sumpah ini diambil dari buku Subterranean Roma oleh Carlos Didier, diterjemahkan dari bahasa Prancis dan diterbitkan di New York pada tahun 1843. Dr. Alberto Rivera melarikan diri dari Ordo Jesuit pada tahun 1967, dan ia menggambarkan sumpah Jesuit di cara yang persis sama seperti yang muncul dalam buku ini. Sumpah Jesuit Induksi juga tercatat dalam Congressional Record of the U.S. (House Bill 1523, Contested election case of Eugene C. Bonniwell, against Thos. S. Butler, Feb. 15, 1913, pp. 3215-3216).

Sumber : reformation, masters-table, atrueott, worlds last chance, dan masih banyak yang lainnya.

Catatan : Sumpah ini mendapatkan kritikan terutama dari Vatican. Akan tetapi banyak yang mempercayainya dan informasi dalam bahasa Inggris sudah tersebar luas kemana-mana.

  • Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia 4:16).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-D6

Salam Kasih dan Persahabatan. Selalu semangat dan tetap bersuka cita didalam menjalani kehidupan ini. Tetap saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s