Nikolai Khamara – Kisah Martir dari Rusia

Nikolai Khamara_KSB_JPGKhamara menjawab, “Saat mataku diambil, aku melihat hal-hal yang lebih indah dari pada yang aku lihat dengan mataku. Aku akan melihat Sang Juruselamat. Anda harus tetap setia kepada Kristus sampai akhir.” Saat para penginterogasi berkata kepada gembala bahwa mereka akan memotong lidah Khamara, Khamara berkata, “Pujilah Tuhan. Aku telah mengatakan perkataan-perkataan yang mulia. Dan jika kalian mau, kalian dapat memotong lidahku sekarang.”

  • “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita,ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8).

Nikolai Khamara – kisah seorang Martir dari Rusia. Shalom, begini kisahnya :

Ini adalah seri kesaksian dari ‘The Voice of the Martyrs’ dari seorang yang bernama Nikolai Khamara, seorang [pencuri] penjahat rusia yang masuk penjara Uni Soviet tahun 1970. Penjara Uni Soviet dikenal sebagai Gulag, sama seperti di korea Utara. Nikolai Khamara dengan orang Kristen lain dibunuh karena menyangkal untuk menyangkal iman mereka kepada Yesus Kristus.

Nikolai Khamara ditahan karena merampok dan dipenjarakan selama 10 tahun. Di dalam penjara, Khamara mengamati orang-orang Kristen dan merasa heran.

Mereka manusia juga, namun mereka menunjukkan suka cita di saat mereka seharusnya bersedih dan mereka menaikkan pujian sekalipun menghadapi kesusahan. Saat mereka mendapat sepotong roti, mereka membagikannya dengan orang yang tidak memperolehnya.

Wajah mereka tampak bersinar saat mereka berbicara kepada ‘seseorang’ yang tidak dapat dilihat oleh Khamara.

Suatu hari dua orang Kristen duduk di sebelah Khamara dan menanyakan kisah hidupnya. Khamara menceritakan kisah sedihnya dan mengakhiri ceritanya dengan berkata, “Aku adalah orang yang terhilang.”

Salah satu dari orang Kristen itu tersenyum dan bertanya kepada Khamara, “Jika seseorang kehilangan sebuah cincin emas, berapakah nilai cincin emas itu ketika hilang?”

“Pertanyaan yang bodoh sekali! Sebuah cincin emas ya sebuah cincin emas. Kamu kehilangan cincin emas, tapi orang lain akan mendapatkannya. Nilainya tidak berubah”

“Jawabannya bagus sekali,” kata orang Kristen itu. “Sekarang katakan, berapakah nilai seseorang yang terhilang?”

Orang Kristen itu melanjutkan, “Orang yang terhilang, seorang pencuri, pezinah, atau seorang pembunuh, memiliki nilai seorang manusia. Dia begitu bernilai sehingga Allah meninggalkan surga dan mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan orang itu.”

“Kamu mungkin terhilang, tapi kasih Allah telah menemukanmu,” kata orang Kristen itu.

Nikolai Khamara masuk penjara sebagai pencuri dan keluar sebagai seorang Kristen. Setelah dibebaskan, ia bergabung dengan gereja bawah tanah di Rusia.

Beberapa waktu kemudian, gembala gereja Khamara ditahan. Pihak berwenang menyiksanya dan berharap ia mengkhianati gereja, tetapi gembala itu tetap setia dan ia tidak membocorkan apapun.

Akhirnya pihak wewenang menangkap Nikolai Khamara.

Mereka membawa Khamara ke hadapan gembala itu dan mengatakan kepadanya, “Jika kamu tidak mengatakan rahasia itu, kami akan menyiksa Khamara di depan kamu.”

Gembala itu tidak tahan melihat orang lain menderita baginya..

Namun Khamara berkata kepadanya, “Setialah kepada Kristus dan jangan mengkhianati Dia. Saya bahagia menderita demi nama Kristus.”

Lalu mereka mencungkil mata Khamara.

Gembala itu tidak tahan. Ia menangis melihat Khamara. “Bagaimana saya sanggup melihat hal ini? Kamu jadi buta!”

Khamara menjawab, “Saat mataku diambil, aku melihat hal-hal yang lebih indah dari pada yang aku lihat dengan mataku. Aku akan melihat Sang Juruselamat. Anda harus tetap setia kepada Kristus sampai akhir.”

Saat para penginterogasi berkata kepada gembala bahwa mereka akan memotong lidah Khamara, Khamara berkata, “Pujilah Tuhan. Aku telah mengatakan perkataan-perkataan yang mulia. Dan jika kalian mau, kalian dapat memotong lidahku sekarang.”

Mantan pencuri ini akhirnya berhasil mencuri kesempatan untuk mati sebagai martir demi Kristus.

(Dikutip dari Devosi Total, The Voice of Martyr)

Sumber : ermionh, sumber hidup itu anugerah, christliche radio sender, persecutionblog

Bagaimana suatu nilai diukur? Biasanya berdasarkan investasi seseorang terhadap waktu, uang, atau emosi. Itulah, bagaimana seseorang memperlakukan harta benda, aktivitas, atau bahkan suatu hubungan akan menyingkapkan seberapa besar hal-hal tersebut dinilai oleh orang itu.

Pikirkanlah, sebagai contoh, betapa beda kita memperlakukan pakaian kerja yang lama dengan yang baru. Atau perbandingan antara perawatan terhadap gelas tembikar dengan gelas kristal. Dan saat harta benda yang bernilai hilang atau seseorang terkasih sedang terluka, oh betapa banyak air mata yang keluar.

Jadi, berapa nilai orang-orang berharga kita ? Seperti yang diberitakan oleh orang Kristen itu kepada Khamara, sangat berharga sehingga Yesus meninggalkan surga dan mati di kayu salib bagi ciptaan yang terhilang dan memberontak. Tuhan sangat mengasihi mereka. Kita dikasihi; Kita sangat berharga. Bersukacitalah dan sebarkanlah Kabar Baik ini kepada “orang-orang terkasih” lainnya di dekat Kita.

Saudara/i sebagai orang Kristen adalah indah kalau terlihat bersinar baik didalam facebook [dengan membuat postingan baik rutin maupun tidak] atau di dalam realita kehidupan. Tetapi akan jauh lebih indah seandainya saudara/i terlihat bersinar ketika berada ditengah-tengah banyak orang yang belum mengenal Yesus Kristus. Sejatinya begitulah salah satu kriteria seorang Kristen Sejati, yaitu terlihat bersinar baik dikalangan intern Kristen terlebih dikalangan non Kristen dalam arti yang sesungguhnya, sehingga pancaran kasih Yesus Kristus terlihat didalam diri saudara/i dimanapun dan bagaimanapun keadaan-nya.

  • “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita,oleh karena Kristus telah mati untuk kita,ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8)
  • Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (Matius 10:39).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-FF

Salam Kasih dan persahabatan. Salam kompak dan tetap semangat menjalani kehidupan ini. Tetap saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s