Mor Nicodemus Daoud Sharaf, Archbishop Mosul – Kami tidak akan meninggalkan iman kami

Bishop of Mosul is Weeping_JPG“Setiap tahun di gereja ini ada perayaan tersebut. Semenjak 1500 tahun yang lalu, kita tidak berhenti merayakan perayaan ini di gereja ini. Semenjak 1500 tahun yang lalu; berbagai suku seperti Mongols, Tatar, dan Hulagu mempunyai keyakinan ini. Meskipun banyak perang terjadi di tanah Iraq; kami tidak berhenti berdoa didalam gereja-gereja kami, bisa di Mosul atau di daerah-daerah sekitar. Semenjak 1500 tahun yang lalu ….”

Mor Nicodemus Daoud Sharaf, Archbishop Mosul – Kami tidak akan meninggalkan iman kami. Bishop of Mosul is Weeping. Begini sekilas wawancara dengan Bpk. Mor :

Bpk. Mor : “Mereka itu yang membayar uang kepada ISIS. Jika seseorang ingin tahu siapa ISIS itu ? Maka dia akan tahu : Kepada siapa ISIS menjual minyaknya ? Merekalah [yang membeli minyak dari ISIS] adalah pembuat dan pengendali [master] ISIS sesungguhnya.”

Reporter : “Bapak Mor, terima kasih banyak atas wawancara ini.”

Bpk. Mor : “Saya ingin menyampaikan sesuatu, yang sangat penting. Hari ini adalah perayaan hari Mort Shmuni [St. Shmuni; pada tanggal 15 Oktober 2014]. Ini adalah perayaan besar bagi kami, sebab kami mempunyai gereja di Qaraqosh [dekat Mosul]. Setiap tahun di gereja ini ada perayaan tersebut. Semenjak 1500 tahun yang lalu, kita tidak berhenti merayakan perayaan ini di gereja ini. Semenjak 1500 tahun yang lalu; berbagai suku seperti Mongols, Tatar, dan Hulagu mempunyai keyakinan ini. Meskipun banyak perang terjadi di tanah Iraq; kami tidak berhenti berdoa didalam gereja-gereja kami, bisa di Mosul atau di daerah-daerah sekitar. Semenjak 1500 tahun yang lalu …. ”

Kemudian Bishop ini menangis …. setelah sekian lama dia kembali meneruskan …

“Tahun ini untuk pertama kalinya kami berdoa diluar gereja kami [Gereja St. Shmuni]. Kami berdoa diluar gereja-gereja kami. Orang-orang ini [ISIS] benar-benar, sepertinya mereka tidak punya Tuhan. Tidak mempunyai kedaulatan dalam urusan kemanusiaan ini, tidak ada lagi kehormatan. Tidak ada lagi kemanusiaan [moralitas manusia] yang masih tersisa di dunia ini. Semua yang selalu mengatakan ‘Hak asasi manusia … hak asasi manusia ..’ Semuanya adalah pembohong …semuanya pembohong … Badan-badan resmi ‘hak asasi manusia’ telah melihat apa yang sebenarnya terjadi terhadap rakyat kami yang sangat kasihan, dan tidak ada yang menolong kami. Hari ini adalah sudah tiga bulan [semenjak kami diusir dari rumah kami] dan rakyat kami menjadi terlunta-lunta tidak punya rumah. Saat ini kami berkata kepada ‘badan-badan hak asasi manusia’ : Tolonglah kami sebelum musim dingin dan musim hujan tiba. Petugas ‘hak asasi manusia’ telah melihat bagaimana orang-orang berada dalam keadaan yang menyedihkan. Mengapa ? Dosa apa yang sudah kami perbuat ? Mengapa hal ini terjadi terhadap diri kami ? Akan tetapi kami senang untuk … hanya satu hal; semua yang terjadi kepada diri kami ini, dan apa yang akan terjadi kemudian [di masa mendatang]. Kami tidak akan meninggalkan Kristus kami dan kami tidak akan meninggalkan iman kami. Dan kami mempunyai kehormatan bahwa kami adalah anak-anak martir. Kami merasa terhormat bahwa segala sesuatu yang terjadi kepada kami dikarenakan bahwa kami adalah orang-orang Kristen. Hal ini merupakan suatu kehormatan bagi kami. Mereka berpikir bahwa hal ini akan menjadikan kami putus asa, akan tetapi kami katakan [kepada mereka]; bahwa semua penindasan ini akan membuat kami semakin melekat kepada iman kami lebih mendalam lagi.”

—- demikian ungkapan isi hati Bpk. Mor Nicodemus Daoud Sharaf

  • Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. – Yakobus 1:12
  • Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat.” – Markus 13:13
  • Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? – Matius 7:16

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-O6

Tetap semangat menjalani hidup ini. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s