Dr. Ravi Zacharias – Perbedaan Alkitab dan Quran dalam 1 menit

Coba perhatikan, ketika engkau berhubungan dengan Polygenic, maka normalnya ada 3 pengujian yang dapat kita ajukan. Yaitu [1]. Logical Consistency, [2].Empirical Adequacy, dan [3]. Experience should relevance. Apakah artinya ? Kita melihat sesuatu itu harus masuk akal dan konsisten. Kita mencari kelayakan-kelayakan poin-poin empiris dari banyak referensi. Alkitab bukanlah buku yang mereferensikan dirinya sendiri. Alkitab adalah buku sejarah dan geografi, dan banyak kejadian yang dapat dilakukan pengujian dari sumber-sumber yang berasal dari luar Alkitab itu sendiri. Tidak seperti Quran, yang merupakan buku yang mempunyai referensi dari dirinya sendiri. Apa yang aku maksud dengan hal itu ? Bagaimana engkau tahu bahwa Quran adalah kata-kata Tuhan ? Karena Mohammad mengatakan hal itu. Bagaimana engkau tahu bahwa Mohammad itu benar ? Karena Quran mengatakan hal itu. Itulah yang kamu katakan orotitas yang berasal dari dirinya sendiri. Alkitab tidak seperti itu. Dia memberikan pengujian poin verifikasi atau kapasitas ketidakbenaran, jika hal itu tidak benar dari sumber-sumber diluar dirinya. [1]. Logical Consistency, [2].Empirical Adequacy, dan [3]. Experience should relevance. Hal ini membuat perbedaan-perbedaan dan bagaimana engkau merasakan dan berpikir dan bertindak.

See, When you deal with the Polygenic, there are three tests we put for truth normally. Logical Consistency, Empirical Adequacy, Experience should relevance. What is that means ? We are looking this to be logically consistence. We looking for that the adequateness of empirical point of reverences. The Bible is not a self-referencing book. The Bible is a book of history, and geography, and events that can be tested from outside the Bible itself. Unlike the Quran, which is a self referencing book. What do I mean by that ? How do you know the Quran is a words God ? Mohammad said so. How do you know Mohammad is right ? Because the Quran said so. That what you call by a self-referencing authority. Bible is not like that. It test point of verifications or the capacity to be falsify, if it is not right from sources outside itself. Logically Consistence, Empirically Adequate, Experience should relevance. It make a difference and how you feel and think and acts.

Sumber : The Difference Between Holy Bible and Quran in 1 Minute by Dr. Ravi Zacharias

W Masih – Published on Jan 17, 2014. Very easy to understand The Difference. Everyone should know

  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman [Yesus] itu adalah Allah. – Yohanes 1:1
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – Yohanes 8:58
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – Yohanes 10:30
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – Yohanes 14:6

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-Ul

Salam Kasih dan Persahabatan. Tetap semangat menjalani hidup ini. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s