Gadis Pelajar Korea Utara ketemu Tuhan Yesus, ‘Berjalanlah bersamaKu. Akulah Bapamu yang di sorga.’ | Kyung Ju Sun

kyung-ju-sun-newDia (Yesus) berjalan ke arahku dan berkata, ‘ Kyung Ju, berapa lama lagi Aku akan terus menunggu. Berjalanlah bersamaKu. Ya, kamu kehilangan ayah duniawi-mu, tetapi Akulah Bapamu yang di sorga dan apa pun yang terjadi pada-mu dikarenakan Aku mencintaimu.’

Powerful North Korean Student Testimony // The 3rd Lausanne Congress CapeTown South Africa 2010. Gadis Korea Utara ketemu Yesus, ‘Berjalanlah bersamaKu. Akulah Bapamu yang di sorga.’ | Kyung Ju Sun

Nama saya Kyung Ju Sun. Saya lahir di Pyong Yang, ibukota Korea Utara. Saya datang ke Korea Selatan pada tahun 2009. Saat ini saya berusia 18 tahun dan saya saat ini kelas 2 SMA. Saya satu-satunya anak dari keluarga yang berkecukupan. Ayah saya sebelumnya adalah seorang asisten dari Kim Jong-il yang merupakan pemimpin Korea Utara. Ketika saya berumur enam tahun, keluarga saya secara politis dianiaya oleh pemerintah Korea Utara. Sehingga kami melarikan diri ke China. Saat itu tahun 1998. Setelah kami ada di china salah satu saudara terkait membawa keluarga saya ke gereja.

Disana orang tua saya mengetahui Kasih luar biasa (Amazing Grace) dan kasih Allah. Hanya beberapa bulan kemudian saat ibu saya sedang mengandung anak keduanya meninggal karena leukemia. Di tengah-tengah tragedi keluarga ini ayahku mulai belajar Alkitab (Bible studi) dengan misionaris dari Korea Selatan dan Amerika.

itu merupakan keinginan yang kuat dari ayahku untuk menjadi seorang misionaris ke Korea Utara. Akan tetapi tiba-tiba pada tahun 2001 ia dilaporkan dan ditangkap oleh polisi China dan dikirim kembali ke Korea Utara di mana ia dijatuhi hukuman penjara. Dialah yang pertama kalinya meninggalkan diriku. Tapi tiga tahun dia menjalani penahanan hanya membuat ayahku lebih kuat. Dia berteriak kepada Tuhan lebih semangat daripada mengeluh dan menyalahkan Tuhan.

Ketika dia dibebaskan dari penjara ia kembali ke China. Kami bersatu kembali sebentar. Saat itulah ia mulai bersama-sama orang-orang memutuskan untuk kembali ke Korea Utara untuk berbagi pesan Kristus mengenai kehidupan dan harapan bagi orang-orang yang putus harapan kepada tanah airnya.

Dia tidak memilih ke Korea Selatan di mana ia bisa menikmati kebebasan beragama. Dia malah memilih untuk kembali ke Korea Utara untuk berbagi kasih Tuhan di daerah yang berbahaya. Hal itu menghancurkan hati saya setelah tahu bahwa pada tahun 2006 kegiatannya diketahui Pemerintah Korea Utara dan dia kembali dipenjarakan.

Sejak itu saya tidak mendengar lagi kabar dari ayah. Kemungkinan dia telah ditembak mati di depan umum atas tuduhan pengkhianatan dan spionase dan hal itu begitu sering terjadi, yaitu penganiayaan orang-orang Kristen di Korea Utara. Ketika ayahku ditangkap pertama kalinya tahun 2001 dan dipaksa meninggalkan saya dan kembali ke Korea Utara, saya belum menjadi seorang Kristen saat itu. Saat itulah saya diadopsi oleh seorang keluarga muda pendeta Cina. Mereka menunjukkan cinta, kasih dan kepedulian. Melalui mereka Tuhan melindungiku. Tapi pendeta dan istrinya harus pergi ke Amerika pada 2007. Tak lama setelah itu saya diberi kesempatan untuk pergi ke Korea Selatan. Itu sebabnya saya tetap berada di Cina, tinggal di kantor konsulat Korea Selatan di Beijing menunggu ke Korea Utara.

Pada suatu malam saya melihat Yesus dalam mimpi. Ada air mata pada kedua mataNya. Dia (Yesus) berjalan ke arahku dan berkata, ‘ Kyung Ju, berapa lama lagi Aku akan terus menunggu. Berjalanlah bersamaKu. Ya, kamu kehilangan ayah duniawi-mu, tetapi Akulah Bapamu yang di sorga dan apa pun yang terjadi pada-mu dikarenakan Aku mencintaimu.’

Setelah saya terbangun dari mimpi saya mendekat dan berdoa kepada Tuhan untuk pertama kalinya. Malam Itu saya menyadari bahwa saya punya Bapa yang mencintai dan peduli padaku dengan begitu besar. Yang mana Dia mengutus Anak-Nya Yesus untuk mati bagi saya.

Saya berdoa Tuhan Inilah saya. Saya meletakkan segala sesuatu dan memberikan hatiku, jiwaku, pikiranku dan kekuatanku. Silahkan mamakai saya sesuai kehendakMu. Tuhan telah membangkitkan kedalam hati saya kasih yang besar untuk Korea Utara.

Seperti yang ayah saya lakukan bagi Kerajaan Tuhan. Sekarang saya berkeinginan untuk taat kepada Tuhan. Saya ingin membawa kasih Yesus ke Korea Utara. Aku melihat kembali kehidupan singkat saya dan saya mencari tangan Tuhan dimanapun saya berada. Enam tahun di Korea Utara dan 11 tahun di China. Dan saat berada di sini, di Korea Selatan.

Sumber:

Powerful North Korean Student Testimony // The 3rd Lausanne Congress CapeTown South Africa 2010

Segala sesuatu yang saya derita, semua kepedihan dan kesedihan. Segala sesuatu yang saya alami dan pelajari. Saya ingin memberikan itu semua kepada Tuhan dan menggunakan hidup saya bagi kerajaannya-Nya. Saya menghormati ayah saya dan akan membawa kemuliaan bagi Bapa Surgawi saya dengan melayani Tuhan dengan segenap hati saya. Saat ini saya bekerja keras untuk masuk ke University untuk belajar ilmu politik dan diplomasi. Saya ingin bekerja bagi hak rakyat Korea Utara yang hak-haknya telah diambil.

  • Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. (Yoel 2:28)

Saya percaya Hati Tuhan menangis bagi rakyat Korea Utara yang terhilang. Saya dengan rendah hati meminta saudara-saudari di sini, di tempat ini, memiliki hati yang sama seperti hatiNya Tuhan. Silahkan berdoa bahwa cahaya yang sama dari kasih karunia dan rahmat yang ada pada Tuhan bagi ayahku, ibuku dan diriku. Yang mana suatu saat akan tercurah bagi rakyat Korea Utara … Rakyatku.

Terima kasih

  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. – (Yohanes 1:1)
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – (Yohanes 8:58)
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – (Yohanes 10:30)
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6)
  • Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, (Kolose 2:9)

[1]. Siapakah Allah Tritunggal ?

Kata Tritunggal, Trinity atau apapun itu yang ada “Tri”=nya tidak ada didalam Alkitab, akan tetapi kita melihat ada Bapa, Anak & Roh Kudus yang merupakan satu dengan 3 ‘perwujudan’ yang sering dinamakan Tuhannya orang Kristen.

Trinity merupakan jantung iman Kristen. Dan kuasa kegelapan sudah berusaha semenjak dahulu untuk menipu manusia dengan banyaknya konsep “Trinitas” dari mesir sampai masa kini, Seperti [1] ISIS – OSIRIS – HORUS [2] Semiramis – Nimrod – Thammuz [3] Siwa – Wisnu – Brahma, dll.

Pro kontra tentang Trinity sudah mengakar dari dahulu sehingga manusia terpecah dalam pemikirannya. Singkatnya muncul beberaoa pertanyaan antara lain: Apakah Tuhan Yesus itu Pencipta “CREATOR” atau Yang Diciptakan “CREATION” ?.

Apakah Tuhan orang Kristen itu tiga ?

Jawaban sederhana: Tidak ?

Tuhan orang Kristen hanya ada 1 dan bisa berada dimana-mana. Tuhan orang Kristen dapat menjamah manusia berapapun jumlahnya di satu tempat atau banyak tempat pada waktu yang sama maupun berbeda sesuai kehendak-Nya. Yang berada di Sorga disebut Bapa [Bapa, Firman (Yesus) dan Roh Kudus adalah satu], yang menjamah manusia adalah Roh Kudus sehingga manusia merasakan Kasih Bapa / Kasih Tuhan Yesis. Yang menunjukkan diri dalam wujud jasmani manusia adalah Tuhan Yesus [dari Roh Kudus].

Ketiganya adalah satu, bisa berada dimana-mana (Omnipresent God) tidak terbatas ruang dan waktu [time & space] dan masa kini disebut Hiperdimensional God – karena kita sudah mengenal konsep dimensi.

Mari kita lihat:

Matius 1:20 = Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

—– Yesus adalah dari Roh Kudus

Matius 6:9-13 = (9) Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, (10) datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.(11) Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya(12) dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;(13) dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

—– Doa Bapa kami ini diajarkan oleh Tuhan Yesus sekitar 2000 tahun yang lalu. Ini artinya bahwa setiap orang percaya memahami suatu konsep Bapa Sorgawi itu ada dan selalu berada di Surga.

Matius 22:30 – Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

—– Kawin dan dikawinkan itu identik dengan urusan jasmani. Artinya dengan kehendak Tuhan apabila orang percaya itu meninggal maka dia masuk ke Sorga dan meninggalkan tubuh jasmaninya.

Matius 23:9 – Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.

Yohanes 1:1 – Pada mulanya adalah Firman; Firman (Yesus) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Yohanes 8:41 – Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”

Yohanes 10:30 – Aku dan Bapa adalah satu.”

Yohanes 13:13 – Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

Yohanes 14:6 – Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

1 Yohanes 5:6-8 =  (6) Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. (7) Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. (8) Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

—– Artinya Bapa Sorgawi (Allah) hanya ada satu dan selalu berada di Surga. Dan Yesus yang adalah dari Roh Kudus adalah Bapa itu sendiri. Pada saat di bumi ada tiga unsur, yaitu Roh (Roh Kudus) dan air dan darah, ini berarti Roh Kudus yang dari Allah (Bapa di Sorga) ini mewujudkan dirinya kedalam bentuk jasmaniah yang malaikat Sorga katakan bernama Yesus. Secara jasmani fisik manusia diatas 90% adalah air. Darah juga adalah air yang mengandung campuran tertentu.

Matius 28:19 – Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

—– Anak (Yesus) memunculkan dirinya kurang lebih 2000 tahun yang lalu yang merupakan bentuk fisik / bentuk jasmani dari Bapa di Sorga, sehingga manusia percaya mengenal Bapa (Bapa, Firman (Yesus) dan Roh Kudus adalah satu) didalam Pribadi (Wujud Jasmani) Tuhan Yesus.

Kisah Para Rasul 1:8 – Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kisah Para Rasul 1:11 – dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

1 Korintus 8:6 – namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Galatia 5:22-23 = (22) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, (23) kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. —– >>> ini adalah contoh hasil dari jamahan Roh Kudus.

Kolose 2:9 – Sebab dalam Dialah (Yesus) berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,

Muncul beberapa pertanyaan, antara lain:

  1. Pada saat Yesus di dunia, dimanakah Roh Kudus? Roh Kudus bisa berada dimana-mana. Bapa di sorga (Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu)) dan Roh ini mempunyai kemampuan menjamah manusia dengan jumlah yang tidak terbatas dalam waktu yang sama sesuai keinginan-Nya. Pada saat manusia itu mendapat jamahan Roh Kudus maka dia merasakan kuasa Bapa di Sorga. Bisa saja manusia tersebut melihat Yesus yang merupakan wujud Jasmani dari Roh Kudus. Kemampuan Tuhan (Bapa, Anak dan Roh Kudus yang ketiganya adalah satu) ini tidak terbatas ruang dan waktu alias diluar akal manusia.
  2. Pada saat Tuhan Yesus mau ke Sorga kenapa Dia menjanjikan Roh Kudus kepada para MuridNya ? Artinya Tuhan Yesus menegaskan kembali bahwa Roh Kudus akan tetap ada di dunia menyertai orang percaya pada saat Yesus naik ke Sorga.
  3. Pada saat naik ke Sorga kenapa Tuhan Yesus duduk di kanan tahta Allah/Bapa ? Hal ini menunjukkan kesetaraan, yang diutus sama dengan yang mengutus.

Yohanes 10:30 – Aku dan Bapa adalah satu.”

Yohanes 12:45 – dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.

Kolose 2:9 – Sebab dalam Dialah (Yesus) berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,

  1. Apakah Alkitab hanya untuk yang percaya kepada Tuhan Yesus saja ? Tidak, karena Tuhan Yesus adalah Juruselamat umat manusia. Yang dulu tidak percaya karena mendapatkan jamahan Roh Kudus maka akan percaya.
  2. Apakah rasul Paulus yang menyebabkan manusia men-Tuhan-kan Yesus ? Bukan. Manusia bisa men-Tuhan-kan Yesus karena dia mendapatkan jamahan / sentuhan Roh Kudus, maka dia akan mempelajari dan merenungkan Firman Tuhan, dst … dst …

Catatan: Dalam perjamuan kawin Anak Domba, maka fungsi Anak (Firman) ini yang ditekankan, dimana orang percaya adalah mempelai wanita dan Tuhan Yesus adalah mempelai pria.

Tuhan (di Alkitab terutama di Injil) memperkenalkan kepada manusia dalam tiga fungsi, yaitu Bapa, Anak (Yesus atau Firman) dan Roh Kudus. Ketiganya adalah satu dan ketiganya ini merupakan Alfa dan Omega, yang awal dan akhir, dan sanggup menyelesaikan segala sesuatu.

Kita berdoa kepada Tuhan Yesus atau kepada Bapa sama saja. Bapa di Sorga menjamah manusia, maka manusia tersebut merasakan kehadiran Roh Kudus. Dan manusia bisa saja melihat wujud Roh Kudus itu yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Inti (Konsep sederhana Tritunggal):

Tuhan orang Kristen (Allah Tritunggal : Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu) mampu menjamah manusia berapapun jumlahnya baik ditempat yang sama atau berbeda, dalam waktu yang sama atau berbeda, sesuai keinginan-Nya. Maka manusia yang mendapat jamahan itu artinya mendapatkan jamahan Roh Kudus. Roh Kudus tidak bisa dilihat tapi bisa dirasakan. Roh Kudus bisa mewujudkan dirinya dalam bentuk fisik yang sering disebut Tuhan Yesus.

Tuhan orang Kristen adalah Tuhan yang mampu berada ditempat yang berbeda dalam waktu yang sama (Omnipresent) dan mampu berada dibanyak dimensi (ruang) dalam waktu yang sama (Hiperdimensional). Dia tidak terbatas ruang dan waktu.

Catatan tambahan:

Pada masa kini ada penggambaran manusia seakan bisa menggambarkan Bapa di Sorga padahal dari konsep Alkitab Bapa tidak kelihatan karena dia Roh dan berada di Sorga. Dari konsep Alkitab maka pada saat manusia masuk Sorga maka dia pasti bisa melihat Tuhan Yesus dan kalau diijinkan bisa melihat Bapa yang adalah Roh. Jadi kalau manusia menghujat Roh Kudus itu sama saja menghujat Bapa, Anak (Firman) dan Roh Kudus.

[2]. Siapakah Maria ?

Siapakah Maria dan kenapa ada sebagian pengikut Tuhan Yesus berdoa kepada Maria juga ?

Jawab:

5a. Secara mata jasmani: Maria dikatakan ‘Ibu Tuhan Yesus’. Kemudian muncul pertanyaan: Tuhan kok punya ibu ?

5b. Secara mata rohani: Maria adalah perantara bagi lahirnya Roh Kudus di dunia didalam bentuk Jasmani Tuhan Yesus Kristus.

—– Gunakanlah mata Rohani.

Bolehkah berbicara kepada Maria ? Tidak boleh. Kenapa ? 1 Timotius 2:5 – Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Manusia berbicara / berdoa kepada Maria dengan maksud Maria menyampaikan (Mediator / Mediatrix) isi doa itu kepada Tuhan Yesus dengan harapan lebih bisa diterima. Masa sih Tuhan Yesus tidak mengabulkan permintaan ‘ibu-Nya’ ? Konsep Mediator ini berarti menempatkan Maria diatas Tuhan Yesus, ini salah kalau manusia menempatkan Maria diatas Tuhan Yesus itu sama saja menyembah kepada Maria, sadar atau tidak sadar. Keputusan Tuhan Yesus tidak tergantung Maria. Lagian umat Kristen dilarang keras berbicara kepada roh orang yang sudah mati karena dilarang Alkitab.

Alkitab mempunyai sifat antara lain:

  1. Tidak ada konsep Denominasi
  2. Tidak ada konsep Mayoritas dan Minoritas
  3. Tidak menghibur dengan Kebohongan
  4. Mengajarkan kebenaran dan kebenaran itu kadang membuat dilema (yang berat) yang harus diselesaikan secepatnya.

Pertanyaan : Kita percaya Alkitab atau tidak ?

Konsep Trinitas merupakan konsep paling sempurna dari semua keyakinan, baik yang menganut sistem Monoteisme atau Politeisme. Percayalah Tuhan Orang Kristen adalah Benar dan pasti membawa kita ke sorga.

Sumber artikel:

http://jurnalakhirzaman.blogspot.co.id/2017/01/gadis-pelajar-korea-utara-ketemu-yesus.html

Link berbagi: http://wp.me/p6mxNc-XV

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s