Arsip Kategori: LAD – NDE

Meninggal Di Meja Operasi Bertemu Tuhan Yesus Dan Bertanya, ‘Apa Makna Hidup ?’ | Richard Cole (72 tahun)

richard-new‘Dia meletakkan tangganNya di pundakku … Dia meletakkan tanganNya di pundakku … Itu adalah perasaan yang tidak bisa diungkapkan. Itu adalah Kasih tanpa syarat. Saya tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata.’

‘Dan aku minta maaf karena aku selalu bersikap seperti ini selama hidup saya. Hal itu mengubah hidup saya.’ Dan hal berikutnya yang saya dengar adalah seorang perawat mengatakan, ‘Saya pikir akhir yang tragis. Suhu-nya 90 derajat.’ (*** Perawat itu berpikir kemungkinan besar dia [Richard] akan meninggal di meja operasi ***)

THIS MAN DIED DURING SURGERY, MET GOD & ASKED HIM, WHAT’S THE MEANING OF LIFE. Meninggal di meja operasi lalu bertemu Tuhan Yesus dan bertanya, ‘Apa arti hidup ?’ | Richard Cole (72 tahun)

Saya benar-benar keluar dari tubuhku. Meninggal.

Pada tanggal 16 Agustus 2005, Richard bertemu Tuhan Yesus dalam pengalaman menjelang kematian. Pertemuan itu mengubah hidup Richard selamanya.

Nama saya Richard Cole dan saya berumur 72 tahun. Saya tidak pernah serius dengan apa yang saya sebut keagamaan. Saya percaya bahwa ada Tuhan dan percaya bahwa ada Yesus akan tetapi saya punya keraguan. Saya mempunyai keraguan sebelumnya, tapi aku mencintaimu. Dan hal ini terjadi pada saya di tahun 2005.

Dan bagaimana hal itu terjadi adalah saat saya sedang dalam perjalanan ke Monterey. Saya pergi ke sana setiap tahun untuk balapan mobil bersejarah. Saya berhenti di lampu pemberhentian. Saya merasakan sakit yang dimulai di rahang saya tepat di daerah mandibula terus turun ke tulang rahang saya, lalu turun ke arteri karotis, kemudian ke dada saya. Saya berpikir, ‘Ini aneh.’ Teman saya dan istrinya bertanya, ‘Apa yang salah dengan kamu ? Kamu tidak terlihat sangat baik dan terlihat dari gejala-nya.’ Saya mengatakan, ‘Tangan saya terasa sedikit berkeringat dan basah dingin.’ Saya katakan, ‘Saya tidak tahu apa yang terjadi.’ Kemudian dia berkata, ‘Saya akan membawa kamu ke rumah sakit.’ Jawabku, ‘Oh tidak, aku akan baik-baik saja. Saya akan pulang ke rumah dan minum aspirin. Dan akan teratasi.’ Kemudian dia berkata, ‘Tidak, kita akan ke rumah sakit sekarang juga.’

Jadi kami masuk ke rumah sakit dan mereka menempatkan saya di kereta dorong karena tidak ada ruang gawat darurat. Tekanan darah saya sangat tinggi dan mereka memberi saya beberapa suntikan segera untuk menstabilkan tekanan darah. Dan kemudian saya masuk ke dalam kamar sinar x (x-ray). Mereka memberi saya beberapa penyinaran sinar-x dan datang kembali beberapa saat kemudian. Steve yang adalah seorang dokter dan teman saya mengatakan, ‘Kamu memiliki masalah serius.’ Kemudian saya jawab, ‘Benarkah ?’ Dia jawab, ‘Ya. ya kamu memiliki aneurisma tapi apa yang lebih buruk adalah itu memisah dan saya pikir giliran kamu berikutnya nanti jam 5 esok pagi. Saya berada di pre-op pondok Rumah Sakit.’

Ahli anestesi datang mengatakan, ‘Aku akan memberi kamu suntikan segera dan dan kamu akan tertidur.’ Kemudian saya jawab, ‘Oke.’ Saya katakan, ‘Apakah dokter sudah di sini ?’, ‘ya dia di sini’, kemudian saya jawab, ‘sangat bagus’. Kemudian saya bilang, ‘oke apa yang akan Anda lakukan kepada saya.’ Dan ia mengatakan, ‘baik … apa yang kita lakukan adalah menenangkan kamu. Untuk menurunkan suhu tubuhmu dan ketika kita melakukan itu akan menjadi seperti membuat lubang di Danau Michigan di es di tengah angin dan semuanya akan berhenti. Otak Anda akan berhenti dan hati Anda akan berhenti.’ Saya bilang, ‘baik saya belum pernah mendengar itu sebelumnya dan saya paham.’ Dan ia mengatakan, ‘Baik kita biasanya tidak memberitahu pasien kami apa yang akan kita lakukan untuk dia atau dia akan lari menyusuri lorong dan kemudian mengemudi SUV.’ Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya memiliki kesempatan 50-50 untuk melakukan itu.’

Saya kemudian tahu bahwa dengan jenis operasi seperti itu mereka mengambil hati Anda dan Anda memiliki peluang 10 persen kesempatan hidup. Kemudian ahli anestesi melakukan tugasnya dan aku segera tidur. mereka mulai membawa saya menyusuri lorong ke ruang operasi dan kemudian saya menyadari bahwa saya masih sadar kemudian saya terbangun dan saya melihat dia membawa saya ke ruang operasi.

Saya ingin memberitahu para dokter bahwa, ‘Hei Anda harus memberikan suntikan obat bius tambahan karena saya tidak terbius keseluruhan. Tapi aku tidak bisa berbicara saya tidak memiliki rasa sakit atau sesuatu seperti itu. Saya hanya bisa tidak membuka mulut dan berkata meskipun saya berusaha sangat keras untuk memberitahu mereka bahwa saya masih sadar.

Jadi saya diletakkan di atas meja dan ada tiga dokter berdiri di atas saya dan dua perawat dan mereka lengkap dengan semua pakaian mereka dan siap untuk melakukan operasi. Kemudian saya tahu dokter itu mulai membedah saya dari sini ke sini. Kemudian mereka menggunakan gergaji listrik dan mulai memotong tulang dada saya sampai terbuka dan kemudian aku melihat dia turun dan mulai mengambil hati saya keluar dan kemudian semuanya jadi gelap.

Saya masih sadar tapi saya tidak bisa melihat dan itu seperti kabut hitam tebal dan saya hanya berdiri di sana melihat sekeliling. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan berikutnya atau apa yang akan terjadi. Saat itu dua berkas cahaya datang ke bahu kananku. Jadi saya mulai berbalik dan melihat melewati bahu saya untuk melihat di mana itu datang dari mana dan kemudian aku mendengar suara dan suara itu sangat berwibawa, tidak keras, tapi Dia bilang, ‘Jangan berbalik’. Dan aku berpikir dengan baik, ‘mengapa tidak ?’. KataNya, ‘Jangan berbalik karena jika kamu melihat wajahKu kamu harus tinggal di sini.’ Dan Dia mengatakan, ‘Tidak apa-apa jika kamu tinggal disini, tapi Aku punya pekerjaan untuk kamu dan jika kamu tidak mematuhi maka Aku tidak akan senang.’ Dan Dia mengatakan, ‘Kamu tidak ingin melihat Aku tidak senang.’ Kemudian aku berkata, ‘ya baik’. Karena aku lebih baik memperhatikan melakukan apa yang dikatakanNya maka saya bilang ‘Aku tahu siapa Kamu.’ Kemudian Dia berkata ‘Ya ?’ Kemudian aku mejawab, ‘Ya.’ Selama percakapan ini saya punya perasaan dimana Dia berada. Dia berjalan bolak-balik di belakang dan Dia duduk di sebuah takhta putih, hanya sebuah kursi polos, tanpa perhiasan atau apapun tapi hanya putih polos.

Aku hanya bisa merasakan dan saya tidak tahu mengapa. Hal berikutnya yang terjadi adalah Dia berkata, ‘Apakah kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut sebelum kamu pergi ?’ Saya bilang, ‘saya harus berpikir tentang hal ini.’ Dan saya berpikir dan berpikir … Saya berpikir benar-benar keras. Apa yang harus saya tanyakan kepada Tuhan ? Saya tidak tahu harus berpikir apa ? Saya berpikir saya ingin benar-benar cerdas untuk menanyakan beberapa hal yang sangat sempurna. Dan saya berkata, ‘Saya akan harus kembali ke pepatah tua mengenai apa arti kehidupan ?’ Dan Dia mulai tertawa. Saya berkata, ‘Apa yang lucu?’ Dia berkata, ‘Banyak orang bertanya kepadaKu pertanyaan itu dan itu benar-benar sederhana tapi Aku memberitahu kamu apa itu. Ketika kamu kembali (ke dunia), itu akan diatur bagi mereka. Kamu dapat bertanya kepadaKu semua pertanyaan yang kamu pernah pikirkan dan Aku akan menjawabnya.’

Kemudian saya berkata, ‘Ya.’ Dan Dia berkata, ‘Jadi dengarkan baik-baik.’ KataNya, ‘Oke saatnya bagi kamu untuk kembali.’ Dan kemudian saya berbalik…

… menangis …

‘Dia meletakkan tangganNya di pundakku … Dia meletakkan tanganNya di pundakku … Itu adalah perasaan yang tidak bisa diungkapkan. Itu adalah Kasih tanpa syarat. Saya tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata.’

‘Dan aku minta maaf karena aku selalu bersikap seperti ini selama hidup saya. Hal itu mengubah hidup saya.’ Dan hal berikutnya yang saya dengar adalah seorang perawat mengatakan, ‘Saya pikir akhir yang tragis. Suhu-nya 90 derajat.’ (*** Perawat itu berpikir kemungkinan besar dia [Richard] akan meninggal di meja operasi ***)

Sembilan hari kemudian saya keluar dari hal rumah sakit. Hal pertama yang ingin saya lakukan adalah pergi keluar dan memberitahu semua orang tentang apa yang terjadi padaku. Tapi aku harus memberitahu Anda bahwa hidup saya telah berubah sepenuhnya. Saya tidak lagi takut mati, semua masalah yang saya pikir itu masalah telah hilang, saya tidak punya masalah. Saya tidak punya apa-apa yang membuat saya tertekan.

Seminggu kemudian seorang pria yang saya kenal datang dan dia bilang kepadaku bahwa dia telah mendengar tentang pengalaman itu dan saya berkata, ‘ya, itu terjadi.’ Katanya, ‘Saya mendengar bahwa kamu pengalaman mendekati kematian,’ Dia membantu saya selama 1 jam. – Saya berkata, ‘ya itu benar bahwa hal yang terjadi kepada saya.’

Dan saya menanyakan kepadaNya, ‘apa arti hidup ?’ Dan Dia mengatakan, ‘Itu semua adalah tentang Kasih’. Dan itu adalah jawaban sempurna. Sehingga saya langsung mengerti apa artinya.

Sekarang saya mempelajari Alkitab. Hal itu memakan waktu yang lama. Saya sudah melakukannya selama enam tahun sampai dengan kitab Matius. Yang mana diterjemahkan setiap kata dari naskah asli ke dalam bahasa Inggris.

Sumber :

THIS MAN DIED DURING SURGERY, MET GOD & ASKED HIM, “WHAT’S THE MEANING OF LIFE?”

Living For Christ

Saya dibaptis baru-baru ini. Orang bertanya kepada saya suatu pertanyaan tentang kenapa engkau dibaptis sekarang. Kemudian aku menjawab karena itu adalah waktu yang tepat.

Saya tidak tahu apa lagi yang harus diberitahukan kepada mereka. Saya tidak percaya bahwa kamu harus dibaptis untuk masuk Surga. Akan tetapi saya tahu satu hal yaitu saya ingin mengikuti apa yang Yesus lakukan. Yesus berkata,’Berikanlah contoh.’ Ya saya lakukan itu.

— Demikian kesaksian Richard Cole (72 tahun)

  • Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Matius 12:30-31)
  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. – (Yohanes 1:1)
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – (Yohanes 8:58)
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – (Yohanes 10:30)
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6)

Sumber artikel:

http://jurnalakhirzaman.blogspot.co.id/2017/01/meninggal-di-meja-operasi-bertemu-tuhan.html

Link berbagi: http://wp.me/p6mxNc-Y7

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tenggelam Ke Sorga Dan Kembali (Woman Drowns Goes To Heaven) – Darnisha

Saya mulai kehabisan nafas dan lelah,” kata Darnisha. “Dan saya pikir, sebelum aku kehabisan udara, biarkan aku mengisi BC saya secara manual, Itu benar-benar merupakan hal pertama yang sebaiknya Anda lakukan. Jadi aku menekan katup untuk mengisinya dan tidak ada udara yang akan masuk. Saya pikir, ‘Ok, ini tidak akan bekerja,’ jadi aku mulai benar-benar merasa seperti ‘aku dalam kesulitan’. Saya mulai berdoa, ‘Tuhan, silakan kirim suami saya ke permukaan. Biarkan dia tahu bahwa saya butuh bantuan. ”

Darnisha – Pengalaman menjelang kematian. Tenggelam – pergi ke Sorga dan Kembali. Shallom, begini kisahnya :

Hawaii, Bahama, Kepulauan Virgin. Ini hanya beberapa dari lokasi eksotis di mana Darnisha dan Scott Taylor memiliki scuba menyelam. Sebagai penyelam berpengalaman, mereka pikir mereka siap untuk apa pun. Namun di perairan Crystal Lake, Michigan, kematian bisa saja mengintai setiap saat di bawah air

Darnisha mengingatnya sepertinya hal itu terjadi kemarin. “Kami sudah siap, mengenakan perlengkapan kami, dan kami mulai mengarungi masuk ke dalam air. Anda bisa mendapatkan daerah yang sempit. Pada daerah sempit itu, turun ke bawah sampai sedalam 50 kaki. ”

Scott dan Darnisha menjelajahi dasar danau selama 30 menit.

“Pinggiran yang sempit [langkan] ini adalah penanda anda,” kata Darnisha. “Jika Anda tinggal di langkan, Anda selalu di tempat yang tepat. Tapi hari ini, kami kehilangan jejak langkan. Suami saya berbalik kepada saya, melihat kompas lagi untuk mencoba untuk mendapatkan bantalan, dan ketika ia menatapku, ia melihat bahwa peralatan saya tidak bekerja. Ada udara yang keluar dari suatu tempat. ”

“Saya melihat aliran konstan gelembung udara yang datang dari selang udara nya,” kata Scott.

“Bukan selang udara untuk bernafasnya, tapi selang yang menghubungkan pada ‘BC’-nya atau  rompi kontrol daya apung-nya.”

“Jadi dia memberi isyarat kepada saya untuk naik ke permukaan sehingga saya bisa memperbaiki coupler [alat penyambung] saya dan kemudian saya juga bisa melihat di mana kami berada di danau,” tambah Darnisha.

Darnisha muncul sementara Scott menunggunya, 50 kaki di bawah air.

Darnisha_DISPLAY_JPG

“Jadi saya mencoba untuk memperbaiki coupler dan itu tidak terpasang kembali,” kata Darnisha. “Dan jika Anda tahu tentang penyelaman menggunakan alat [scuba diving], Anda tahu Anda menambahkan berat tambahan untuk dapat tinggal di bagian bawah. Aku membawa setidaknya mungkin 50 sampai 70 pound ekstra berat, dan saya berjuang melawan itu untuk tetap di atas air.”

“Saya mencoba untuk memulai hitungan waktu dalam pikiran saya,” kata Scott. “Dia akan melakukan suatu tindakan keselamatan, yaitu antara 3 dan 5 menit, standar dalam menyelam. Lalu ia akan berada di permukaan, mempertahankan hal itu, dan kembali ke bawah. Jadi aku mencoba untuk menjalankan waktu ini di kepala saya karena saya tahu jika melampaui waktu ini, ada sesuatu yang salah, dan kita perlu untuk membatalkan penyelaman. ”

“Saya mulai kehabisan nafas dan lelah,” kata Darnisha. “Dan saya pikir, sebelum aku kehabisan udara, biarkan aku mengisi BC saya secara manual, Itu benar-benar merupakan hal pertama yang sebaiknya Anda lakukan. Jadi aku menekan katup untuk mengisinya dan tidak ada udara akan masuk. Saya pikir, ‘Ok, ini tidak akan bekerja,’ jadi aku mulai benar-benar merasa seperti ‘aku dalam kesulitan’. Saya mulai berdoa, ‘Tuhan, silakan kirim suami saya ke permukaan. Biarkan dia tahu bahwa saya butuh bantuan. ”

Darnisha berjuang selama beberapa menit. Dia tidak memiliki kekuatan lebih untuk tetap bertahan mengapung.

“Saya ingat salah satu doa akhir saya kepada Tuhan, ‘Oh Bapa, jika ini adalah kehendak-Mu, maka aku akan percaya Engkau untuk mengurus segala sesuatu yang perlu diurus,’ dan itu adalah saat ini, yaitu saat saya menutup mata saya, dan saya berkata, ‘Oh Tuhan, bantu saya untuk berenang lurus, dan saat itulah aku tertidur [drifted off] dalam keabadian. ”

“Aku menuju ke permukaan, tapi agak terkejut, karena ketika saya naik, dia tidak ada,” kata Scott. “Saya melakukan gerakan 360 derajat beberapa kali, melihat sekeliling, jadi saya mulai mencari gelembung udara di permukaan air.”

“Saya terbangun berlutut, di tempat ini yang tidak memiliki dinding,” kata Darnisha. “Itu hanya sebuah ruang yang terang terbuka lebar. Itu begitu damai. Itu sangat murni. Di kejauhan, aku tahu ada tujuan besar, tempat ini, bahwa ada orang-orang yang masuk ke dalam. Saya ingat merasa seperti aku adalah rumah, meskipun tidak selalu terlihat seperti rumah saya. Itu adalah tempat yang saya tahu saya merasa diterima. ”

Darnisha melihat orang lain dalam visinya. Dan salah satu dari mereka, khususnya, menarik perhatiannya.

“Kami tidak berbicara,” kata Darnisha. “Tapi kita berkomunikasi. Dan itu jika ia meminta saya, ‘Apakah kamu datang? “Dan aku tidak tahu harus berkata apa.”

“Kecemasan mulai meningkat sedikit banyak,” kata Scott. “Saya mulai melakukan spin (putaran). Saya mulai berteriak memanggil namanya.”

Scott akhirnya melihat istrinya. Dia berjarak sekitar 200 yard. Dia berenang ke arahnya.

“Saya terus berenang ke permukaan, untuk menyesuaikan bantalan saya, dan memastikan aku sedang berenang ke arah-nya,” kata Scott.

Pada saat Scott mencapai Darnisha, ia (Darnisha) tenggelam ke dasar danau.

“Semuanya terlihat hitam,” kata Darnisha. “Saya mulai bereaksi, ‘Apa yang terjadi? Saya pulang. Mengapa mereka mengganggu saya? “Dan itu adalah saat aku ingat apa yang terjadi dengan kecelakaan. Bahwa aku telah tenggelam. Sebelum itu, di tempat yang damai ini, saya tidak ingat semua itu. Aku ingat harus berbicara dengan diriku sendiri dan mengatakan, ‘saya harus membuat keputusan. “Saya ingat benar-benar harus secara khusus membuat keputusan,’ Apakah saya tetap atau apakah saya datang kembali?” Aku mendengar dengan jelas, ‘Anda perlu rileks dan biarkan Dia membawa Anda kembali. “dan jadi aku berkata ‘Ok,’ dan aku menghirup nafas dan memungkinkan proses itu terjadi.”

“Keajaiban yang luar biasa bahwa saya bisa menemukan dia di danau itu,” kata Scott. “Aku meletakkan lenganku di punggungnya, dan terasa berdebar keras di dadanya, dan dia menarik napas ke dalam mulutnya, dan bahwa napas pertama-nya adalah sesuatu yang mengerikan, karena dengan jelas aku bisa mendengar suara gemericik air di paru-parunya.”

Scott melihat sebuah perahu, dan ia berteriak minta tolong.

“Begitu perahu itu menghentikan mesin nya, hal pertama yang saya dengar adalah doa dari ketiga orang di atas kapal dan mereka menangis kepada Yesus untuk meminta bantuan. Segera setelah kami mendapatkan dia, dia terlihat terbatuk dan semua air keluar dari paru-parunya, dan dia mulai bernapas. ”

Scott dan Darnisha dibawa ke pantai. Scott membawa Darnisha ke rumah sakit terdekat, sekitar 45 menit. Setelah dilakukan test MRI dan x-ray, Darnisha dirawat dan diperbolehkan keluar pada hari yang sama.

“Laporan  dokter menjelaskan, ‘Ini terlihat benar-benar hebat ‘, “kata Darnisha.

“Ini bahkan tidak terlihat seperti dia telah mengalami suatu kecelakaan”.

“Ada begitu banyak orang, bahwa Tuhan berada dan bekerja belakang layar, di bumi, dan di sorga, yang bekerja untuk kepentingan kita, dan untuk kebaikan kita,” kata Scott.

“Dia berharap bahwa melalui iman maka kita akan mampu melalui situasi yang sulit. Dia mengerti bahwa ada suatu proses. Ada hal-hal emosional yang kita harus lalui. Ada keadaan yang kita tidak bisa lihat. Dia lebih dari mampu memberikan kita kasih karunia. Ini adalah tentang kebaikan yang dibagikan ke Anda, Anda dapat berjalan melalui itu dengan cinta dan kasih karunia Allah. Dan Dia akan memberikan apa yang Anda butuhkan.”

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. – Pengkhotbah 3:1

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. – Yesaya 40:29

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. – Filipi 4:13

Link berbagi :

http://jurnalakhirzaman.blogspot.co.id/2016/05/darnisha-tenggelam-mengunjungi-sorga.html

Sumber :

http://www1.cbn.com/700club/darnisha-taylor-rescued-deep

Near Death Experience: Woman Drowns – Goes To Heaven

A New Light Dawning – Published on Apr 22, 2014

Darnisha drown while scuba diving with her husband. Her story of what happened next is touching. Be sure to watch until the end. Her words of encouragement are truly inspiring.

Check out more faith building and inspiring Christian content on our website. http://www.anewlightdawning.net

Originally aired on CBN. https://www.youtube.com/user/CBNonline

Link berbagi :

http://wp.me/p6mxNc-Vj

http://jurnalakhirzaman.blogspot.co.id/2016/05/darnisha-tenggelam-mengunjungi-sorga.html

Kunjungi : http://jurnalakhirzaman.blogspot.com

Salam kasih dan persahabatan. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Salam semangat menjalani kehidupan ini. Tuhan Yesus pasti memberkati. Amen.

Ke Sorga dan Kembali – To Heaven and Back | Julie Papievis

“Nenek saya (alm) mengatakan, ‘Kamu tidak bisa bersama kami, kamu harus kembali.’ Kemudian saya berkata ‘Saya tidak bisa kembali, secara fisik saya tidak mampu.’ “ …”Saya berpikir dan berkata, ‘Tuhan, kenapa Engkau tidak membiarkan aku tinggal disana ?’ Kenapa Engkau mengembalikan aku kedalam tubuh yang tidak berfungsi dan saya harus berjuang keras untuk bisa melakukan banyak hal ?”

Julie Papievis, To Heaven and Back, Go back and be happy. Shalom, begini kisahnya :

Pada umur 29 tahun, Julia Papievis mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan dia dalam keadaan antara hidup dan mati. Pada saat dia mengendarai mobil dari sebuah mal, seorang pengemudi belasan vlcsnap-2015-07-26-02h17m50s191tahun melanggar lampu merah, menabrak Julie pada kecepatan 50 mil perjam. Tabrakan itu mencederai kepala dan leher Julie, menyebabkan kerusakan parah pada batang otaknya (Brain Stem). Seketika itu juga dia mulai sekarat. Dalam hitungan menit, petugas pemadam kebakaran menarik Julie dari bangkai mobilnya. Mereka tidak dapat mendeteksi detak jantung dan tekanan darah Julie. Mereka membawa Julie ke rumah sakit pusat Universitas Loyola, tidak sadar dan tidak ada tanda-tanda kehidupan. Alat pendeteksi otak mengisyaratkan tidak ada fungsi otak.

Dr. Shea yang merawat Julie mengatakan : “Batang otak (Brain Stem) adalah organ sangat penting yang merupakan pusat dimana kita bisa vlcsnap-2015-07-26-02h18m55s696bernafas. Batang otak mengendalikan jantung kita, merupakan pusat dari kehidupan kita. Setiap orang yang tidak dalam kondisi normal seperti dia, kemungkinan bertahan hidup sangat kecil. Dia menderita kerusakan batang otak yang mana saya pikir dia tidak akan siuman.”

Julie tetap dalam keadaan tidak merespon karena koma. Setelah beberapa minggu perawatan di rumah sakit, petugas rumah sakit menyerah dan membujuk orang tua Julie agar merawat Julie di rumah.

“Jika seseorang mengalami suatu kerusakan batang otak, tidak bisa bernafas, tidak bisa berbicara, tidak bisa makan sendiri, tidak vlcsnap-2015-07-26-02h17m16s574mempunyai kemampuan untuk mengendalikan tubuhnya, hal itu adalah suatu keadaan yang menyedihkan,” Lebih lanjut Dr. Shea menjelaskan. “Dengan tipe kerusakan yang dia miliki, saya tidak banyak berharap dirinya akan kembali normal.”

Orang tua Julie menolak untuk menyerah. Orang tua Julie dan anggota gereja lainnya berdoa untuk suatu mujizat. Hal itu pasti akan membuat terkejut dokter Julie, seminggu setelah kecelakaan tersebut, Julie siuman.

“Saat itu saya terbangun / siuman. Seperti orang-orang lain yang bangun tidur, hanya siuman. Saya tidak dapat menelan waktu itu. vlcsnap-2015-07-26-02h18m00s114Mata kiri saya tidak bisa dibuka. Telinga kiriku tidak bisa digunakan untuk mendengar. Saya tidak sanggup melakukan apa-apa. Saya diberi makan melalui sebuah tabung (G-Tube, semacam infus, red). Dimasukkan kedalam mulut saya. Tubuh saya lumpuh di bagian kiri. Saya tidak bisa melakukan apa-apa.”

Meskipun mengalami keterbatasan fisik, Julie tidak mengenal kata menyerah. Julie menambahkan : “Saya tidak pernah merasa sendirian. Saya selalu merasakan kehadiran Tuhan selama saya menjalani pemulihan, semenjak saya siuman, Dia ada bersamaku. Saya merasakan hal itu dikarenakan pengalaman yang saya alami.”

Selama koma, Julie mendapatkan pengalaman penglihatan Sorga.

“Hal itu terjadi begitu cepat, dan tidak ada awal dan akhir yang jelas. Rasanya begitu damai sekali. Saya tahu saya berada disana ditempat itu. Saya merasa seperti di rumah, dan saya ingin tinggal disana.”

Julie mengingat bahwa dia melihat neneknya berdiri didepannya.

“Nenek saya mengatakan, ‘Kamu tidak bisa bersama kami, kamu harus kembali.’ Kemudian saya berkata ‘Saya tidak bisa kembali, secara fisik saya tidak mampu.’ Kemudian saya menunjukkan bagian tubuh sebelah kiri saya yang tidak berfungsi atau lumpuh. Kemudian nenek saya berkata ‘Tubuhmu akan sembuh.’ Seketika saat itu saya merasakan seseorang datang dan memberikan selimut hangat disekeliling tubuhku dan lengannya di sekelilingku, dan aku tahu bahwa itu adalah tanda keberadaan Tuhan kita. Saya bisa merasakan hal ini. Saya mengetahui hal ini. Dan kemudian nenek saya mengatakan, ‘Kembalilah dan bersukacitalah [go back and be happy].’ Kemudian ingatan berikutnya aku telah siuman di suatu rumah sakit rehabilitasi.”

121_Julie Papievis To Heaven and Back_KSB_JPG

Julie hidup, akan tetapi perjalanan dia menuju pemulihan bukanlah hal yang mudah, baik secara mental maupun secara fisik.

“Saya berpikir dan berkata, ‘Tuhan, kenapa Engkau tidak membiarkan aku tinggal disana ?’ Kenapa Engkau mengembalikan aku kedalam tubuh yang tidak berfungsi dan saya harus berjuang keras untuk bisa melakukan banyak hal ? Untuk siuman didalam tubuh seperti itu, seperti yang saya katakan sebelumnya, tubuh yang tidak berfungsi. Saya tidak tahu bagaimana melalui hal itu jika saya tidak mengalami pengalaman pengharapan yang Dia berikan kepadaku melalui nenekku.”

Setelah dua bulan terapi fisik, indera dan gerakan secara perlahan kembali dia rasakan pada tubuhnya bagian kiri. Kemajuan yang Julie dapatkan tidak lain dan tidak bukan dikarenakan mujizat.

Dr. Shea mengkonfirmasikan, “Dengan jenis luka yang didapatkan Julie, dia mempunyai empat persen (4 %) peluang untuk pemulihan, jika dapat bertahan hidup, hidup mereka tidak lebih lama dari 6 bulan, biasanya mereka akan tinggal di rumah panti perawatan orang-orang cacat. Pemulihan Julie bukan disebabkan oleh obat. Pemulihan Julie disebabkan oleh mujizat – Suatu mujizat yang telah terjadi dikarenakan secara teori dia seharusnya meninggal.”

Kemajuan Julie begitu bagus sehingga tahun 2007, 10 tahun setelah kecelakaan, dia berlatih dan menyelesaikan olahraga triathlon.

Sumber :

Julie Papievis: To Heaven and Back – By Robert Hull – The 700 Club. http://www.cbn.com/700club/features/amazing/JuliePapievis090109.aspx

Julie Papievis To Heaven and Back – CBN.com. Uploaded on Sep 1, 2009.

“Ketika orang-orang mendengar saya menjalani olahraga triathlon, vlcsnap-2015-07-26-02h19m28s343mereka mengatakan hal itu adalah mustahil,” kata Julie, “akan tetapi saya percaya tidak ada yang mustahil, dikarenakan saya telah berada dihadapan Tuhan. Saya merasakan bahwa apapun mungkin.”

Saat ini Julie membagikan pesan pengharapan dan tujuan hidup dengan orang lain yang mengalami kejadian yang sama yang pernah Julie alami. Julie berkata, “Saya ingin orang-orang tahu apa yang sebenarnya ada didalam diri mereka. Tidak ada sesuatu yang ‘lebih kecil’ mengenai mereka, dikarenakan mereka telah melalui keadaan-keadaan itu.”

Dia juga menulis sebuah buku mengenai pengalaman-pengalamannya dan penyembuhan yang dialaminya dengan judul ‘Go Back and Be Happy.’

“Saya mempunyai tujuan didalam hidup ini yang harus dipenuhi, dan saya menganggapnya serius. Tuhan besertaku, yang saya tahu, akan tetapi hal ini begitu jelas bahwa Dia selama ini besertaku melalui semua hal dan Dia mempunyai suatu niat, niat yang baik, untuk hidupku. Saya merasa mempunyai hubungan pribadi yang lebih dekat sekarang yang mana Dia memiliki tujuan yang jelas didalam hidupku, bagi cerita ini dan bagi hadiah pengharapan ini.”

—– Demikian Julie mengakhiri kesaksiannya …

  • Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yohanes 14:3).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-lo

Tetap semangat. Tetap mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Dibawa Tuhan Yesus dari Neraka Ke Sorga – From Hell to Heaven | Jordan Samuel

“Semua wanita dan semua yang kamu inginkan didunia ini, uang, mobil, kesuksesan, semua yang saya punyai. Dan tiba-tiba mobil menjadi rusak dan mogok. Tiba-tiba saja semua wanita itu menjadi setan yang besar sekali. Dan bumi bergoncang. Kemudian aku menoleh ke belakang dan dapat mendengar teriakan. Semua itu dalam warna merah dan hitam. ‘ahhhh, berbaliklah … berbaliklah … cepat keluar dari sini.’ Itu suara seperti manusia-manusia terbakar.”

From Hell to Heaven: One Man’s Journey to Life-Changing Faith – Jordan. Shalom, begini kisahnya :

Jordan : “Seumur hidupku saya tidak percaya bahwa neraka itu nyata. Saya mengatakan bahwa saya tidak mau percaya dengan semua hal-hal kegelapan itu. Kamu tahu, ah tidak ada neraka itu. Itu adalah pemikiran masa lalu. Akan tetapi neraka itu nyata.”

Jordan Samuel percaya tidak ada neraka sebab dia percaya sudah pernah kesana.

Jordan : “Saya bisa mendengar suara ketawa, ketawa setan. Saya bisa mendengar hal-hal itu.”

Awalnya didalam kehidupan Jordan dia tidak percaya bahwa neraka itu ada.

118_From Hell to Heaven_Jordan_KSB_JPG

Jordan : “Didalam kehidupan ini saya melakukan sesuatu yang terbaik, menyukai pengajaran karma, kamu tahu hukum karma. Maka jadilah manusia sebaik mungkin.”

Jordan lahir di Edmonton, British Columbia dengan seorang ibu tunggal dan masuk sekolah katolik. Dia asalnya adalah seorang yang ingin tahu dan bertanya banyak hal mengenai Yesus.

Jordan says, “How could one man come and just die for me?  And you know, who is this guy?” Jordan : “Bagaimana seorang manusia datang dan mati bagi saya ? dan siapa orang ini ?”

Dikarenakan hal itu, dia dikeluarkan dari sekolah.

Jordan : “Saat ketiga kalinya saya dikeluarkan dari kelas saya ingat pernah berkata ‘Kamu tahu ? saya tidak pernah mau tahu siapa Yesus ini. Siapapun dia karena dialah saya mendapatkan kesulitan dan dikeluarkan dari kelas dan tidak ada seorangpun yang memberikan jawaban kepada saya mengenai Dia dan saya tidak mau tahu.’ ”

Ibu Jordan menikah dan selama 15 tahun Jordan mengatakan bahwa kehidupan keluarganya baik-baik saja. Kemudian ibu dan ayah tirinya bercerai. Jordan merasa frustasi. Jalan satu-satunya yang bisa dia lakukan dengan luka itu adalah pemberontakan.

Jordan : “Saya mengendarai mobil dalam keadaan mabuk, mengendarai mobil dibawah umur, mencuri mobil, dan peralatan elektronik – stereo, kamu tahu, seseorang hampir menangkap kami, hampir saja.”

Selama 4 tahun Jordan meneruskan perilaku cerobohnya. Akan tetapi dia ingin mengubah hidupnya dan menghentikan menjual narkoba dan bekerja di perusahaan minyak.

Jordan : “Saya berpenghasilan lumayan, mempunyai rumah yang bagus.”

Saat sesudah bekerja Jordan memutuskan untuk memakai narkoba (smoke some pot). Dia tidak tahu bahwa dia menggunakan pipa yang mengandung kokain, sesuatu yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Jordan yakin bahwa dia sekarat.

Jordan : “Saya bisa merasakan jantungku berdetak bump … bump … bump. Perlahan-lahan menurun dan seperti orang mendengkur.”

Jordan yakin saat itu dia ke neraka.

Jordan : “Semua wanita dan semua yang kamu inginkan didunia ini, uang, mobil, kesuksesan, semua yang saya punyai. Dan saya mengendarai mobil dan menyukai hal ini. Dan tiba-tiba mobil menjadi rusak dan mogok. Tiba-tiba saja semua wanita itu menjadi setan yang besar sekali. Dan bumi bergoncang. Kemudian aku menoleh ke belakang dan dapat mendengar teriakan. Semua itu dalam warna merah dan hitam. ‘ahhhh, berbaliklah … berbaliklah … cepat keluar dari sini.’ Itu suara seperti manusia-manusia terbakar. Orang-orang terbakar dan tidak tahu bagaimana memperbaiki hal itu atau mencari obatnya. Itu sangat buruk. Saya ingat dan saya takut, kemudian memegang kendali setir mobil dan tiba-tiba tubuh saya kembali ke ruangan di trailer mobil.”

Pada saat Jordan menghirup nafas yang dia pikir nafas terakhirnya, dia membuat keputusan iman kepada Tuhan.

Jordan : “Dan jantung saya serasa berhenti, boomwtht. Menyerupai nafas terakhir. Tidak tahu kenapa saya hanya berkata, ‘Saya percaya.’ Dan tiba-tiba saya menghilang dari tempat itu.”

Saat itu dimana Jordan mengatakan bahwa Yesus mengangkat dia dari neraka dan menempatkan dia di Sorga.

Jordan : “Dia berpakaian serba putih. Ada ikat pinggang ketika saya memandang Dia. Dan Dia melihat kearahku dan Dia memakai mahkota di kepalaNya dan melihat kearahku. MataNya seperti nyala api, dan bersinar terang melihat kearahku, begitu luar biasa. Kamu berada dikakinya, karena Dia begitu sempurna. Kamu memuja Dia karena Dia yang Maha Kuasa. Kamu memuja Dia karena Dia menyelamatkan kita.”

Jordan percaya dia berada didepan Tuhan.

Jordan : “Kemudian yang terjadi adalah Dia membuka hatiku yang tertutup. Saya merasakan apa yang dirasakan Tuhan. Dan kemudian saya berkata, ‘Tuhan, maafkan aku.’ Kemudian dia memelukku dan mengatakan ‘Kamu diampuni.’ Hati lama yang ada didalamku telah terbuka. Tuhan memberiku hati yang baru. Dia mengatakan bahwa Dia mencintai aku, dan saya tidak sendirian lagi. Kemudian tiba-tiba saya kembali kedalam ruang trailer-ku. Kemudian saya meraih Alkitab, terlihat Alkitab itu seperti bercahaya. Kemudian saya membaca Mazmur 34. Kemudian saya membacanya. Hanya Tuhan yang mampu melakukan semua itu.”

Sumber :

From Hell to Heaven: One Man’s Journey to Life-Changing Faith

by The Official 700 Club – Published on Aug 8, 2014. Living a rebellious life backfired when Jordan experienced a drug overdose. After experiences of heaven and hell, Jordan returned to this life with a passion for God.

AMAZING STORY – From Hell to Heaven: One Man’s Journey to Life-Changing Faith. By Michelle Wilson – The 700 Club.

http://www.cbn.com/700club/features/amazing/MW192_jordan_samuel.aspx

Jordan menceritakan perjalanan ke Sorga dan neraka dengan pacarnya bernama Dannica.

Dannica : “Suaranya berubah. Matanya berubahy. Bahasa tubuhnya berubah. Semua hal tentang dirinya berubah. Berbeda dari yang lama. Maka tidak diragukan lagi bahwa dia mempunya pengalaman seperti yang dia ceritakan.”

Jordan : “Mulutku, kata-kataku, sumpah serapahku, semuanya telah dibersihkan. Dan saya terbebas dari kecanduan narkoba.”

Saat ini, Jordan dan Dannica telah menikah dan mempunyai dua anak. Mereka melakukan penginjilan dan memberi tahu kepada semua orang bahwa Yesus itu nyata dan dapat mengubah hati yang paling keras sekalipun dengan KasihNya.

Jordan : ” Tuhan mencintai yang terhilang, putus asa, kehilangan cinta kasih dan tidak pernah berhenti mencintai mereka. Dia mencintai mereka dengan segenap hati. Dan Dia datang kepada yang terhilang. Dia akan meninggalkan kawanan umatNya untuk mendapati satu yang terhilang.”

—– Demikian Jordan mengakhiri kesaksiannya ….

  • Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34:9).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-kk

Tetap semangat. Tetap mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

7 Menit di Neraka | Seven Minutes in Hell – David

“Sebab saya selalu diajarkan apabila saya meninggal saya akan menuju Sorga atau tempat seperti Sorga. Dan disinilah saya berakhir yaitu ditempat yang semuanya serba putih dan tidak ada sesuatu apapun. Dimana mobilku ? Saya tidak membutuhkan mobil. Saya tidak membutuhkan jam tangan. Tidak ada waktu di tempat itu.”

David – Seven minutes in hell. Life after death experience. Shalom, begini kisahnya :

Saya ingin menceritakan apa yang terjadi di Vegas. Dalam kasus ini saya tidak ingin tinggal di Vegas. Saya ingin berkeliling dunia. Saya ingin semua orang mengetahui hal ini, dikarenakan hal ini mengubah hidup saya.

Saya sedang didalam suatu reuni keluarga. Saya dan istri saya saat itu sekitar jam 12 siang. Kami sedang berkunjung ke sebuah kasino, dimana Marry menuju ke sebelah kanan dan saya sebelah kiri. Setelah berjalan sekitar 100 yard saya merasakan sakit disekitar dada saya. Kemudian saya terbangun dan berada didalam sebuah tempat yang serba putih. Tidak gelap dan tidak terang, hanya putih semuanya dan saya terheran-heran sebenarnya saya sedang berada dimana ? Tempa apa ini ? Saya tidak melihat sesuatupun ditempat itu. Saya heran dimana warna tempat itu ? Dimana mobil-mobil ? dimanakah ini ? Tempat itu bukan suatu ruangan. Tidak ada apa-apa disana. Kemudian saya mendengar suatu suara : ‘Ini adalah tempat keabadianmu’. Kemudian terpikir dalam benak saya ‘Apa !’ Inikah tempat keabadianku. Tempat ini tidak mungkin menjadi tempat keabadianku.

This can’t be my eternity

Dahulu saya berpikir kalau saya meninggal maka saya akan menuju Sorga. Saya berusaha keluar dari tempat itu. Saya berjuang, berjuang sangat keras dan saya ingin bangun dan pergi dari tempat itu karena saya tidak mau tempat itu menjadi tempat keabadian saya. Saya tidak dapat meninggalkan tempat itu dikarenakan saya tidak mempunyai kaki. Kakiku terpaku di lantai kasino dan rohku keluar dari tubuhku dan tidak menuju Sorga. Sebab saya selalu diajarkan apabila saya meninggal saya akan menuju Sorga atau tempat seperti Sorga. Dan disinilah saya berakhir yaitu ditempat yang semuanya serba putih dan tidak ada sesuatu apapun. Dimana mobilku ? Saya tidak membutuhkan mobil. Saya tidak membutuhkan jam tangan. Tidak ada waktu di tempat itu. Tidak ada masa depan, tidak ada waktu kemaren dan tidak ada apa-apa di tempat itu. Tidak ada warna, tidak ada pigmen untuk mewarnai tempat itu. Tidak ada sesuatu apapun ditempat itu.

Saya menemukan kemudian bahwa setan datang merampok dan menghancurkan. Dan mengambil segala sesuatu yang kamu miliki. Dan mereka mengambil apapun yang saya punya. Saya memiliki uang 2000 dollar didalam dompetku ketika meninggal. Saya tidak membutuhkan uang ditempat itu karena tidak ada yang bisa dibeli. Tidak bisa pergi kemana-mana, tidak ada film yang bisa dilihat. Tidak ada pertandingan yang bisa dilihat. Tidak ada apa-apa. Tidak ada toko perhiasan. Tidak ada gunung, tidak ada rerumputan. Tidak ada apa-apanya.

Dan saya heran bagaimana saya bisa kemari ? dan saya mencoba untuk keluar dari tempat itu. Saya mencoba untuk berlari. Saya tidak bisa berlari, seperti yang saya bilang saya tidak punya kaki. Kemudian yang saya ingat saya berada didalam sebuah tempat tidur rumah sakit. Kemudian saya membuka mata saya dan melihat langit-langit kamar dan berpikir bahwa saya telah kembali. Saya telah kembali, bagaimana saya bisa kembali ? Kemudian saya menutup mata dan berkata ‘Tuhan, bagaimana saya tidak pernah kembali ke tempat itu lagi ?’ Kemudian saya mendengar empat kata ‘Get to know Me’ / kenalilah Aku.

117_Seven minutes in hell_Ind_KSB_JPG

Get to know Me

Kemudian saya bertanya sebab saya tidak tahu jawaban dari pertanyaan Tuhan itu. Saya tidak bertanya kepada dokter, tidak ada dokter disitu, tidak ada perawat, tidak ada siapa-siapa. Dan Dia menjawab ‘Get to know Me.’ Kemudian saya menutup mata, saya itu seorang yang percaya kepada Tuhan, akan tetapi percaya saja tidak cukup. Dia mengatakan kepada saya, Get to know Me. Saya mempunyai keinginan pribadi dan Tuhan tidak menginginkan hal itu. Dia hanya ingin aku untuk mengenal Dia.

Kemudian aku membaca Alkitab – Saya dimasa lalu tidak hadir di hadapan Tuhan. Saya tidak hadir dihadapan Tuhan dan saya menuju neraka. Sekarang, saya membaca Alkitab, dan saya menjalankan hal-hal yang diinginkan Tuhan. Dia ingin aku mencintai sesama manusia dan Dia ingin aku membagikan kesaksian ini. itulah kenapa saya kembali dan membagikan kisah mengenai neraka ini dan neraka itu nyata. Saya pernah kesana. Dan hal itu adalah suatu hal yang paling menakutkan selama 7 menit dalam hidup saya.

Tuhan tidak punya batasan. Tuhan mengeluarkan saya dari neraka dikarenakan kasihnya kepada saya dan Dia tahu bahwa saya sebelumnya tidak mengerti dengan ini semua. Sebelumnya saya tidak tahu arti darah Kristus bagi manusia. Saya tidak tahu artinya itu semua. Tuhan Yesus menumpahkan darahnya untuk menebus dosa-dosa kita. Saya kembali untuk menceritakan kepada semua orang bahwa neraka itu nyata. Tetapi hanya dengan percaya saja tidak cukup.

Just believing isn’t enough

Saya percaya saya saat itu ke neraka. Kamu harus berusaha untuk mengetahui Tuhan. Kamu harus mengenal Yesus sebagai Juruselamat pribadimu. Ketahuilah bahwa Dia meninggal dan bangkit dari kematian.

Sumber : Seven minutes in hell

by D. L. Starkey – Uploaded on Mar 2, 2008.

I see God everywhere

Saya ingin semua orang disini mengetahui apa yang Tuhan katakan kepadaku untuk menghindari neraka, suatu tempat yang menyeramkan, adalah dengan mengenal Dia. Semudah itu kan ? Kenalilah Tuhan, secara bertahap sedikit demi sedikit dan kamu akan mengenal Tuhan. Dan ketahuilah juga apa yang sudah dia lakukan terhadap dirimu. Bagaimana besar cinta kasihNya kepadamu. Dia mencintai kita semuanya. Bukankah itu luar biasa.

He is a Good God

Kamu mengetahui sekarang karena Tuhan mencintai aku dan ingin semua orang mengenal Tuhan. Kamu tahu Tuhan seperti itu, Tuhan yang mencintai aku dan semua orang. Dia adalah Tuhan yang baik.

—– Demikian David mengakhiri kesaksiannya …

  • Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup! (Amos 5:4).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-k8

Tetap semangat. Tetap mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Panggilan Suara Dari Neraka Membuatku Tobat Ikut Yesus | Carl Knighton

Mereka memanggil namaku … ‘We got you … We got you … We got you. You belong to us now.’ Saya melihat banyak jiwa. Jiwa-jiwa terhilang yang berada dalam penyiksaan di lautan api. Mereka menangis dan memanggil Tuhan. Mereka tidak punya harapan.

  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).

Carl Knighton : A Wake-up Call From Hell. Shalom, begini kisahnya :

Carl Knighton mengawali kesaksiannya dengan mengatakan “neraka itu sungguh nyata. Nyata, benar-benar nyata.” Carl benar-benar tahu bahwa neraka itu nyata sebab dia pernah menuju ke neraka pada saat dia mengalami overdosis narkoba yang dinamakan Valium.

“Seperti yang dikatakan Alkitab, kamu berada didalam penyiksaan,” kata Carl.

Meskipun pengalaman ini terjadi lebih dari 12 tahun yang lalu akan tetapi Carl dapat menggambarkan suatu gambaran yang dia jumpai di dalam neraka. Carl mengingat hal itu sembari menunjukkan suatu lukisan, “Seorang yang ditengah itu mencoba untuk keluar dari api itu akan tetapi tidak ada jalan bagi mereka untuk keluar. Tidak ada harapan bagi mereka. Tidak ada jalan keluar bagi mereka.”

Carl terlahir didalam suatu lingkungan Kristen dimana dia telah diajarkan bahwa Sorga dan neraka adalah tempat yang nyata. Bahkan pada saat masih kecil, dia begitu sensitif terhadap segala sesuatu mengenai Tuhan.

“Saya selalu merasakan kehadiran Tuhan. Saya telah melihat malaikat-malaikat Tuhan pada masa muda dan hal itu memberiku pengertian bahwa Tuhan menyertai aku.”

Saat memasuki Sekolah Menengah Atas, Carl bergabung dalam ketentaraan dan menikah. Baik karir militer dan umur pernikahannya berlangsung singkat.

Carl mengatakan, “Pemimpin peleton yaitu sersan peleton dan pemimpin pasukan mendatangiku dan mengatakan, ‘Kamu tidak melakukan tugasmu dan seharusnya kamu bisa melakukan hal ini dengan lebih baik. Dan kamu tidak akan pernah naik pangkat. Dan kamu tahu bahwa karir militermu akan berakhir.’ Maka aku begitu merasa tertekan.”

Carl memutuskan bahwa sudah waktunya keluar dari dinas ketentaraan – dengan AWOL (pergi tanpa pamit – Absent WithOut Leave, tapi bukan berarti desersi). Dia menuju Ohio untuk mengunjungi teman lama. Kemudian selama dua minggu Carl pesta miras (mabuk-mabukan). Suatu malam Carl mengunjungi rumah madat (rumah / tempat menikmati narkoba) di suatu lokasi terburuk di Columbus, Ohio.

110_A Wake-up Call From Hell - CBN_JPG

“Kamu dapat mencium bau kokain. Kamu dapat mencium bau mariyuana. Orang-orang sedang sakau dan berbaring di lantai.”

Carl menghirup kokain dan mulai minum alkohol dan menggunakan obat-obatan lainnya. Akan tetapi dia mengatakan dan mempercayai bahwa itu adalah pil terakhir yang mengirim dia ke perjalanan ke neraka.

“Dan kemudian saya mengambil Valium dan sebelum mengetahuinya saya terjatuh dari bangku ke lantai. Itu adalah lubang kegelapan hitam. Saya mulai bergetar. Saya mulai terguncang. Kemudian saya mulai mengarah menuju kebawah dan kebawah dan kebawah menyerupai suatu lubang yang dalam dan saya mulai mencium bau neraka. Hal itu merupakan suatu hal yang terburuk yang bisa dirasakan selama hidup. Kenyataannya, kamu tidak dapat membayangkan hal ini. Saya mulai merasakan tarikan dan dorongan seperti yang Alkitab katakan bahwa setan menyeret dan mengomeli kamu. Mereka memanggil namaku … ‘We got you … We got you … We got you. You belong to us now.’ Saya melihat banyak jiwa. Jiwa-jiwa terhilang yang berada dalam penyiksaan di lautan api. Mereka menangis dan memanggil Tuhan. Mereka tidak punya harapan. Dan saya memanggil Tuhan, ‘Jesus. Jesus. Help me Jesus. Help me Jesus.’ Segera setelah aku memanggil dalam nama-Nya, saya melihat tangan Tuhan mengambil dan mengeluarkan aku dari neraka dan rohku kembali kedalam ragaku.” kenang Carl.

Carl mengatakan bahwa dia berada didalam neraka lebih dari setengah jam.

“Aku tergetar dan goyah dan kemudian saya memalingkan wajah saya ke kanan dan mereka mengatakan saya telah meninggal. Dan mereka mengatakan bahwa kematianmu berlangsung sekitar 30-35 menit akan tetapi aku tahu bahwa hal itu dikarenakan Kasih Tuhan yang begitu besar kepadaku.”

Sumber :

A Wake-up Call From Hell – CBN.com

The Official 700 Club – Published on Oct 30, 2012

A drug binge put Carl Knighton at death’s doorstep. The result was an experience of hell that changed his life forever.. The Christian Broadcasting Network CBN http://www.cbn.com. AMAZING STORY – A Wake-up Call From Hell – By Michelle Wilson – The 700 Club.

http://www.cbn.com/700club/features/amazing/MW152_Carl_Knighton.aspx

Tiga hari kemudian, Carl kembali ke Ft. Eutius, Virginia untuk menghadapi konsekuensi karena melakukan tindakan AWOL. Dia dihukum didalam barak selama sebulan. Selama sebulan itu dia sendiri menyerahkan hidupnya kepada Yesus Kristus.

“Saya segera bertanya kepada Tuhan untuk memaafkan aku dan aku bertobar dan meninggalkan dosa-dosa dibelakangku. Saya maju didalam Tuhan. Saya sungguh-sungguh memberikan hidupku kepada Kristus setelah kejadian itu”. Kata Carl.

Saat ini Carl menikah kembali. Dia dalam suatu misi : untuk menceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang yang dapat dia beritahu mengenai kenyataan Sorga dan neraka.

“Tuhan mencintai aku begitu besarnya dan Dia memberikan kepadaku kesempatan kedua. Dan saya disini untuk menceritakan bukan suatu kisah penyesalan akan tetapi suatu kesaksian kebenaran akan bagaimana luarbiasanya Tuhan jika saja orang-orang mau mendengar. Jangan menyia-nyiakan hidupmu. Terimalah Yesus sebagai Juruselamat.”

—– Demikianlah kesaksian dari Carl …

  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-j3

Salam kasih dan persahabatan. Tetap saling mengasihi sesama manusia apapun agamanya. Tetap semangat menjalani hidup ini. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Meninggal Dalam Koma – Ketemu Yesus – Ditanya “Apa Yang Telah Kamu Lakukan Bagi-Ku Didalam Hidupmu ?” | Robert

Sebelumnya saat mengalami keadaan tidak sadar tersebut saya mendapatkan penglihatan, saya melihat Yesus. Yesus bertanya kepada saya ‘Robert, apa yang telah kamu lakukan bagi-Ku didalam hidupmu ?’. Saat itu saya tidak dapat menjawab pertanyaan Yesus. Hal ini bukannya saya tidak melakukan banyak hal yang baik, sebelumnya saya melakukan banyak perbuatan baik.

Shalom begini isi kesaksian Robert :

Ini adalah kehidupanku. Ini adalah kesaksianku. Ini adalah kisah hidupku. Saat ini kita bisa belajar banyak ketika kita melihat ke belakang pada masa muda kita. Saya teringat ayah saya suatu saat berkata ‘Robert adalah anak yang baik, tetapi dia harus menyerahkan hidupnya kepada Kristus.’ Ibu saya meletakkan tangan di bahuku dan dia mengatakan ‘Anakku, kamu harus menyerahkan hidupmu sepenuhnya kepada Yesus Kristus.’ Dan saudara tahu didalam hati saya mengatakan apa yang dikatakan itu benar. Tetapi saya mengatakan kepada ibu saya ‘ma, begitu banyak nubuatan belum terpenuhi sampai saat ini, Jesus belum datang, maka aku punya banyak waktu.’ Bukankah itu suatu hal yang menarik, dimana saya tahu Alkitab dan saya tahu mana yang benar dan yang tidak, tetapi saya berada di jalur yang salah, yaitu tidak memberikan hidup kepada Tuhan.

Kemudian saya teringat pada saat saya berada di pesawat udara melihat keluar jendela ke awan-awan dibawah pesawat, dan saya berpikir jika pesawat ini akan jatuh, saya tidak punya banyak waktu untuk berdoa dan berkata Yesus ampuni segala dosa-dosaku dan terimalah aku maka saya selamat. Kemudian saya berpikir bahwa segala sesuatu adalah ditangan saya yang mana saya bisa selamat sampai suatu pada jum’at malam. Pada saat itu kami sedang melaju menuju ke gedung bioskop dan kami terlambat dan kami memacu mobil sangat cepat diatas 100 mil per jam. Dan disuatu tikungan yang tidak terduga dimana saat itu saya melaju di tikungan itu terlalu cepat sehingga mobil tersebut lepas kendali. Pada saat itu juga ada mobil yang melaju dari arah yang berlawanan yang juga melaju dengan kecepatan tinggi. Kemudian kami bertabrakan sehingga mobil yang saya tumpangi rusak parah. Kejadian itu terlalu cepat dan mendadak sehingga aku lupa berdoa, saya terlalu sibuk untuk mencoba menangani hal itu.

Kemudian saya sadar dan berada di rumah sakit beberapa hari kemudian dengan leher yang patah di dua bagian. Sebelumnya saat mengalami keadaan tidak sadar tersebut saya mendapatkan penglihatan, saya melihat Yesus. Yesus bertanya kepada saya ‘Robert, apa yang telah kamu lakukan bagi-Ku didalam hidupmu ?’. Saat itu saya tidak dapat menjawab pertanyaan Yesus. Hal ini bukannya saya tidak melakukan banyak hal yang baik, sebelumnya saya melakukan banyak perbuatan baik. Tetapi pada saat saya berhadapan dengan Yesus, saya tidak bisa berkata-kata sebab tujuan utama Yesus mati di kayu salib tidak pernah saya balas. Yesus mati bagi diriku, tetapi saya tidak pernah menyerahkan hidupku kepadaNya. Saya melakukan banyak hal bagi Yesus, tetapi tidak menyerahkan hidupku kepadaNya.

Ketika ayahku mengunjungi rumah sakit, dengan kasih mengatakan kepada saya ‘Robert, bukankah hal ini merupakan anugerah dari Tuhan dikarenakan engkau tidak meninggal ? Engkau tidak lumpuh ?’ Kalau kita menarik suatu kesimpulan dari apa yang sudah terjadi, baik dari sisi kecelakaan dan dari sisi penglihatan itu, kita menyadari apa artinya hidup tanpa Tuhan didunia ini ?

96_Robert_KSB_JPG

Ayahku berkata kepadaku ‘mari kita berdoa’. Kemudian dia menaruh tangan diatasku dan dia mulai berdoa ‘Terima kasih Yesus karena Engkau selalu beserta kami dan karena anugerahMu saja Robert sembuh’. Dan sesuatu terjadi. Awalnya saya tidak memahami, tetapi saya merasakan kehidupan baru masuk kedalam diri saya. Tuhan Yesus dengan kekuatan Rohnya masuk kedalam diriku dan melakukan perbaikan hubungan dengan Tuhan, memberikan kepadaku suatu permulaan baru, hidup baru, dan tiba-tiba ada harapan, ada iman, kasih dan sukacita. Semua hal yang diinginkan dari Tuhan datang melalui Yesus Kristus.

Ketika saya keluar dari rumah sakit itu pada bulan September 1978, ayahku mengatakan kepadaku. Dia mengatakan ‘Robert, saya yakin kamu tahu sekarang bahwa hidupmu bukan milikmu.’ Saat itu saya tidak tahu apa yang dimaksud oleh ayahku. Mungkin dia bermaksud – bisa saja engkau meninggal akan tetapi tidak, Tuhan memberikan engkau kesempatan baru. Saat itu saya tidak tahu apa maksud ayahku, tetapi saat ini bagiku seperti apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus – Galatia 2:20. Hal itu adalah suatu kenyataan bagiku. Kehidupan ke-Kristenan-ku berdasarkan keyakinan kepada Yesus Kristus, dimana Tuhan Yesus mengasihiku dan memberikan nyawanya bagiku. Dan saya tahu bahwa sesuatu yang mempertahankan hubungan aku dengan Tuhan, hidup yang lepas dari dosa, hidup yang mendorong aku untuk mencintai, memaafkan, untuk membantu, untuk memberkati dan semua hal yang baik berasal dari Yesus Kristus.

Dan saya sangat senang hari ini memiliki Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat-ku. Dan saya sangat bersyukur atas apa yang sudah dilakukan-Nya kepadaku. Dan saya punya keyakinan hari ini, tidak hanya karena Tuhan mampu membuatku kuat dari kekuatiran, tetapi saya juga punya keyakinan yang saya berikan kepada orang lain, sebab Tuhan Yesus itu sama dari dahulu, sekarang dan selamanya. Dan saya memuji-Nya dengan segenap hatiku.

Sumber : Broke neck in two places and while in a coma met Jesus Christ. by lifechurchuk – Published on Mar 24, 2013.

  • namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Galatia 2 : 20).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-fx

Salam semangat dan kompak selalu. Tetap mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Bangkit Dari Kematian Setelah Meninggal 42 jam | Daniel Ekechukwu

Beberapa orang percaya berkumpul di sekeliling mayat Daniel dan berdoa sementara Reinhard Bonnke, yang tidak tahu ada mayat di lantai bawah, berkotbah dan berdoa. Pada akhirnya terlihat mayat Daniel mengejang dan mulai bernapas tidak teratur. (Saat itu Reinhard Bonnke telah pergi meninggalkan gereja). Orang percaya yang ada disitu mulai berdoa dengan penuh semangat, dan sebab mayat telah kaku dan dingin, mereka mulai memijat leher, tangan dan kaki. Ketika terdengar berita bahwa orang mati dibawah mulai hidup kembali, lantai bawah segera penuh dengan orang. Tiba tiba Daniel bersin dan melompat bangun. Malaikat berkata bahwa kebangkitan Daniel akan menjadi tanda dan peringatan terakhir untuk generasi ini.

  • Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. (Matius 6:14).

Kesaksian Daniel Ekechukwu. Bangkit dari kematian setelah meninggal 42 jam. Penglihatan Surga dan neraka. Begini kisahnya :

Laporan ini disusun dari beberapa sumber/saksi:

  1. Dari pendeta Daniel Ekechukwu sendiri yg diwawancarai tgl 12 – 14 September 2002.
  2. Dari kesaksian tertulis dalam buku kecil yg berjudul Mukjizat di abad 21
  3. Dari mendengar kesaksiannya yg disampaikan tgl 13 September 2002 di gereja Chapel of Glory, Lagos, Nigeria
  4. Dari dokumentasi video yg diproduksi oleh Ministry of Christ for all Nations, yg didalamnya terkandung kesaksian pendeta Daniel, dokter yg menyatakan kematiannya, istri Daniel, ayah Daniel, petugas pemakaman yg membalsem mayat Daniel, dan beberapa pendeta yg hadir pada waktu kebangkitannya.
  5. Dari diskusi pribadi dg Ede Samuel, teman lama dan asisten pribadi dari pdt Daniel.

Pada hari kamis tgl 29 November 2001, pdt Daniel Ekechukwu dan istrinya, Nneka, terlibat pertengkaran yang disebabkan oleh salah paham dan berakhir dengan penamparan yang dilakukan oleh istri terhadap pdt Daniel. Dia sangat sakit hati dengan kejadian ini, yang berujung tidak mau menjawab permohonan maaf istrinya esok harinya. Pdt Daniel mengakui bahwa selama hari itu 30 November, dia marah dan berpikir bagaimana menempatkan kedudukan istrinya waktu ia pulang rumah.

Ketika ia sedang mengemudi untuk pulang sore itu, rem mobil Mercedes 230E miliknya yg sudah berumur 20 th rusak, waktu itu posisinya di jalan curam menurun dari bukit, dan mobilnya menabrak tiang beton pagar dari tanggul yang curam. Ia tidak memakai sabuk pengaman ( th 2001 sedikit orang Nigeria yg pakai, tapi tahun 2003 wajib mamakai sabuk pengaman ditetapkan secara nasional), dan dadanya membentur kemudi mobil dengan keras, rupanya merusakkan organ dalam tubuhnya, maka ia segera muntah darah dan mengalami susah bernafas. Daniel tidak dapat keluar dari mobilnya, dia ditolong orang sekitar situ dibawa ke RS St. Charles Borromeo, tidak jauh di pinggiran kota Onitsha.

kesaksian Daniel Ekechukwu_KSB_JPG

Dalam hitungan menit setelah tiba di RS, dokter merawat dengan metode gawat darurat, tapi Daniel tahu tubuhnya sudah tidak bereaksi. Ia mulai berdoa, doa orang yg menghadapi kematian, memohon Tuhan mengampuni semua dosanya sehingga dia siap berdiri di hadirat Tuhan. Dia juga minta istrinya, Nneka, untuk datang. Istrinya pingsan ketika mendengar suaminya kecelakaan dengan kondisi kritis, setelah sadar ia diantar seorang tetangga kristen ke RS. Teman Daniel, Ede Samuel ikut bersamanya dan menjadi saksi utama tentang segala yang terjadi selama tiga hari selanjutnya.

Waktu melihat kondisi Daniel yang kritis ketika dia tiba di RS, Nneka meledak tangisnya, memohon suaminya jangan mati dan meninggalkan dia. Dokter mengakui tidak ada yang dapat dilakukannya untuk menyelamatkan nyawa Daniel, maka Daniel meminta dipindahkan ke RS Umezuruike di Owerri, dimana dokter pribadinya praktek. RS Umezuruike berjarak 80 km. Istri Daniel menyewa ambulan walau bertentangan dengan pendapat dokter di RS St. Charles. Pada waktu perjalanan menuju RS Umezuruike Daniel meninggal.

Sebelumnya … Daniel dibaringkan di bagian belakang ambulan sementara istrinya duduk di kursi depan. Ia merasa kematiannya sudah dekat, maka dia memanggil istrinya. Ia mengucapkan selamat tinggal, memberi penjelasan tentang dokumen gereja dan dokumen pribadi, dan mengingatkan dia untuk merawat anak-anak mereka. Nneka mulai menangis dengan keras dan menegur suaminya atas perkataan negatif. Dia adalah hamba Tuhan dan harus memiliki iman, dan tidak berkata tentang kematian.

Ketika istrinya sedang berbicara, Daniel melihat dua malaikat besar (mereka sangat besar sehingga dia heran bagaimana bisa muat di ambulan, satu malaikat saja sebesar ambulan) yang serba putih bahkan sampai matanya pun putih semua. Daniel mencoba berbicara pada malaikat, tapi seorang malaikat menaruh telunjuk di depan bibirnya, menyuruh Daniel diam. Malaikat malaikat itu mengangkat dia di salah satu sisi, dan Daniel menyadari bahwa sekarang dirinya ada 2. Malaikat memegang dia dibawah tiap lengan dari tubuh rohani (yang sempurna keadaannya), sementara tubuhnya yang rusak terbaring di bawah. Waktu mereka meninggalkan ambulan, Daniel menjadi lupa dengan dunia ini.

Ketika ambulan tiba di RS Umezuruike, hari sudah larut malam (Jumat, 30 November), dan dokternya Daniel tidak ada di tempat. Seorang paramedis memeriksa tubuh Daniel dan dengan sedih berkata pada Nneka bahwa suaminya sudah meninggal sehingga tidak ada lagi yang bisa diperbuat. Nneka menolak untuk mempercayai kabar buruk ini.

Maka mereka pindah ke RS Federal Medical Center di Owerri, tapi tidak ada dokter disitu. Akhirnya mereka ke Eunice Clinic, dan disana Daniel dinyatakan telah mati oleh dr Jossy Anuebunwa. Tidak ada nafas, tidak ada detak jantung, dan pupil Daniel melebar dan tidak bergerak. Dokter berkata bahwa tidak ada yang bisa ia kerjakan. Akte kematian diterbitkan jam 11.30 PM, tanggal 30 November 2001.

Mereka kemudian membawa mayat Daniel ke rumah ayahnya di dekat desa, seperti pada umumnya ayah Daniel dan famili yang lain merasa amat sedih ketika melihat mayat Daniel, mereka menangis sejadi-jadinya. Ayah Daniel menyuruh membawa mayat Daniel ke rumah duka Inyishi Community tidak jauh dari situ. Mereka tiba disana sekitar jam 1.00 dini hari yaitu sabtu pagi. Petugas rumah duka, Pak Darlington Manu, menerima mayat Daniel dan setelah itu semua famili pulang.

Rumah duka primitif Nigeria dimana mayat Daniel diletakkan tidak punya kamar pendingin mayat, sehingga petugas menyuntikkan cairan balsem (pengawet) ke jari jari dan kaki Daniel. Ia kemudian mempersiapkan untuk membalsem mayat Daniel seluruhnya dengan cara memotong paha dalam Daniel supaya bisa dimasuki tabung yang akan digunakan menyuntik cairan balsem. Ketika dia mengerjakan ini dia mengalami guncangan yg menyebabkan dia terlontar dari mayat Daniel. Hal ini tidak mengherankannya, sebab dia pernah mengalami sebelumnya yang disebabkan kuasa okultisme. Setelah mencoba untuk yang keduakalinya dan terjadi guncangan kedua, maka tangan kanannya menjadi lumpuh, ia menyimpulkan bahwa Daniel pasti adalah anggota perkumpulan rahasia. Ia menganggap bahwa setelah dimanterai nanti kekuatan mayat akan berkurang, dan setelah itu dia dapat melanjutkan pekerjaannya. (Petugas ini tentu saja bukan orang kristen tapi setelah kebangkitan Daniel jadi orang percaya). Maka ia menyuruh seorang asisten untuk membaringkan mayat Daniel di belakang rumah duka dimana banyak mayat lain juga dibaringkan. (Menurut Daniel orang orang dapat mencium bau bahan balsem keluar dari badan Daniel selama dua minggu setelah kebangkitannya).

Sekitar jam 2.00 dini hari hari sabtu, petugas rumah duka yang rumahnya dekat situ merasa terganggu dengan bunyi pujian (worship) yang berasal dari dalam rumah duka, yang mana berhenti ketika dia sampai ke pintu rumah duka. Hal ini terjadi dua kali. Pada waktu mencari suara musik yangberasal dari rumah duka, ia melihat semacam cahaya yang memancar dari wajah mayat Daniel. Hal ini benar benar membingungkan dia.

Petugas rumah duka itu begitu terganggu dengan apa yg terjadi, sehingga dia mendatangi ayah Daniel pada sabtu pagi untuk memberitahu apa yang telah terjadi dan meminta ayah Daniel mengeluarkan mayat dari rumah duka. Kemudian pada sabtu malam istri Daniel bermimpi melihat wajah suaminya, dan Daniel bertanya mengapa mereka meninggalkan dia di rumah duka. Daniel menyatakan bahwa dia belum mati dan istrinya harus membawa dia ke Onitsha dimana penginjil jerman Reinhard Bonnke sedang berkotbah. Istrinya memutuskan untuk melakukan, walaupun keluarganya berpikir dia sudah gila. Daniel telah meninggal lebih dari 28 jam. Keluarganya akhirnya mengalah, mereka membeli peti mati dan membawa pakaian pemakaman untuk keperluan Daniel. Sebuah ambulan disewa pada minggu pagi tanggal 2 Desember dan peti berisi mayat Daniel ke gereja Grace of God Mission (sebuah gereja besar) di Onitsha. Diperlukan waktu satu setengah jam untuk mencapai gereja dimana ev. Reinhard Bonnke akan berkotbah nanti sore. Mereka sampai di gereja sekitar jam 1.00 PM.

Di gereja banyak petugas keamanan yang bertugas mengamankan Reinhard Bonnke, yang mana telah banyak menerima ancaman kematian dan dibenci oleh muslim seluruh Africa. (Kenyataan saat itu gedung WTC telah diruntuhkan oleh teroris muslim minggu yang lalu). Untuk alasan itu petugas keamanan tidak mengijinkan peti dibawa masuk ke dalam lantai bawah gereja, dikuatirkan berisi bahan peledak. Istri Daniel dengan sangat memohon kepada mereka dan membuka peti mati untuk memperlihatkan mayat suaminya, yang mana mengakibatkan mereka mengejek bahkan mencambuk dia sebab dia bersikeras minta ijin masuk. Hal itu menimbulkan kekacauan yang akhirnya diketahui oleh pendeta senior. Anak pendeta senior memberitahukan ke istri Daniel bahwa ia diijinkan membawa mayat suaminya tanpa peti mati dan harus diletakkan di ruang bawah gereja. Mayat Daniel dibaringkan pada dua buah meja yang telah disatukan dalam ruang sekolah minggu.

Beberapa orang percaya berkumpul di sekeliling mayat Daniel dan berdoa sementara Reinhard Bonnke, yang tidak tahu ada mayat di lantai bawah, berkotbah dan berdoa. Pada akhirnya terlihat mayat Daniel mengejang dan mulai bernapas tidak teratur. (Saat itu Reinhard Bonnke telah pergi meninggalkan gereja). Orang percaya yang ada disitu mulai berdoa dengan penuh semangat, dan sebab mayat telah kaku dan dingin, mereka mulai memijat leher, tangan dan kaki. Ketika terdengar berita bahwa orang mati dibawah mulai hidup kembali, lantai bawah segera penuh dengan orang. Tiba tiba Daniel bersin dan melompat bangun. Waktu itu antara jam 3.50 sampai 5.15 PM hari minggu sore. Daniel mati pada jumat malam sekitar jam 10.00 PM.

Dan inilah yang dialami pdt Daniel Ekechukwu setelah kematiannya. Setelah ia diangkat oleh dua orang malaikat waktu di ambulan, ia segera menyadari bahwa ia sendirian, tapi segera bersama dengan malaikat yang lain. Daniel mengungkapkan bahwa bila ia bingung tentang suatu hal yang dilihat atau dialaminya, atau bila ia mempunyai pertanyaan dalam hatinya, malaikat ini segera memberi jawabannya. Pertama tama malaikat ini memberitahukan bahwa mereka sedang menuju ke surga. Tidak diperlukan waktu untuk mencapai suatu tempat yg mereka tuju. Segera setelah malaikat itu berkata mereka sudah sampai di surga.

Daniel berdiri bersama malaikat dan melihat banyak orang yang sedang beribadah, mereka semua memakai pakaian putih yg berkilauan. Daniel segera berpikir bahwa mereka adalah para malaikat, tapi malaikat yang mengawalnya berkata bahwa mereka adalah manusia yang pada waktu hidup di dunia menjalani perintah Tuhan dan iman mereka terpusat hanya pada Yesus Kristus dan hidup dalam kebenaran. Semua orang itu hidup abadi (tidak menjadi tua) dan tidak ada perbedaan bangsa. Tidak ada dari mereka yang terlihat muda atau setengah tua atau lebih tua, dan tidak ada perbedaan bangsa pada penampilannya. Mereka semua menghadap pada cahaya yang sangat terang di atas mereka, dan semua memuji dan menyembah dg keserempakan yg sempurna. Mereka bersama secara serempak mengangkat tangan dan bersujud seperti ada alat elektronik yang menggerakkan mereka.

Daniel melihat ada seorang yang kelihatannya lebih tua dari kumpulan orang itu, dan berpikir bahwa itu Tuhan, tapi melaikat pengawal segera mengkoreksi dia. Orang itu adalah bapa Abraham.

Daniel memohon untuk ikut beribadah, tapi malaikat mengatakan bahwa ada hal lain yang perlu dilihat. Ia berkata pada Daniel bahwa mereka akan melihat janji Yesus bagi pengikutNya, rumah besar yang Ia persiapkan untuk mereka yg Ia dapati beriman pada hari terakhir. Segera mereka ada di sana. Daniel berkata bahwa apa yang dia lihat tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Rumah besar yang panjang dan tingginya seolah-olah tak terukur. Selalu bergerak, dan tiap ruang juga berputar dengan cara tertentu. Terbuat dari sesuatu yang transparan seperti kaca, dan lantainya terlihat seolah terbuat dari sinar. Daniel tidak melihat seorangpun di rumah besar itu, tapi mendengar nyanyian yang indah. Ia heran darimana suara musik itu terdengar, malaikat segera menunjukkan pada banyak bunga di sekitar rumah. Ketika Daniel melihat bunga itu lebih dekat, mereka bergerak dan berayun ( bergoyang) dan menyanyi memuji Tuhan !

Malaikat berkata pada Daniel, “Rumah besar sudah siap tapi orang orang kudus milik Tuhan belum. Tuhan Yesus menunda kedatanganNya sebab orang-orang percaya di gereja belum siap.” 2 Pet 3:12 : yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

Berikutnya malaikat membawa Daniel ke neraka, dan mereka berdiri di pintu gerbang. Ketika malaikat itu mengangkat tangan lalu menurunkannya, pintu terbuka, dan Daniel segera dapat mendengar suara mengerikan dari orang-orang yang berteriak dan mengangis, tapi segala sesuatu di neraka dalam keadaan gelap total. Lalu suatu sinar yang terang bersinar dari malaikat, dan Daniel dapat melihat banyak kelompok orang dalam penderitaan. Ia memberitahu saya beberapa kelompok tertentu yang menjalani siklus siksaan yang tak berakhir, tertawan dalam perbuatan dosa yang mereka lakukan di bumi. Sebuah kelompok terdiri dari orang orang yang memakan daging mereka sendiri dan kemudian memuntahkannya ke tanah, setelah itu muntahan itu terbang kembali ke tubuh mereka dan berubah menjadi daging kembali, lalu mereka mulai memakannya lagi. Malaikat memberitahu Daniel bahwa orang orang ini adalah mereka yang memakan daging manusia sebagai syarat belajar ilmu hitam. (Hal semacam ini memang terjadi di Afrika). Kelompok yang lain yang telah mencuri batas tanah pada waktu hidup di dunia, dengan tiada hentinya menggali tanah yang terbuat dari batu karang yang keras dengan tangan mereka (tanpa alat).

Pdt Daniel juga melihat pemimpin diktator Nigeria. Ia melihat seorang kristen yang mencoba belajar ilmu hitam dan menjauh dari Tuhan, dan seorang pendeta yang menggelapkan uang gereja dan juga berbohong tentangnya. Pendeta ini berkata bahwa ia akan mengembalikan uang gereja bila Daniel bisa mengeluarkan dia dari neraka. Walaupun ada berbagai macam siksaan, tapi semua orang menggeliat kesakitan oleh kekuatan yang tak kelihatan yang membelenggu mereka berulang-kali. Mereka semua berteriak, meratap dan mengertakkan gigi.

Hal yang paling mengejutkan adalah apa yang terjadi berikutnya. Malaikat pengawal berkata pada pdt Daniel, ” Jika saat ini namamu sudah dipanggil, kamu pasti akan masuk neraka”. Pdt Daniel segera membela diri dengan berkata, “Saya seorang hamba Tuhan ! Saya melayani Dia dengan seluruh jiwa ragaku!” Tetapi sebuah Alkitab nampak di tangan malaikat, dan terbuka di Matius 5:21-22 : Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Pdt Daniel tahu ia bersalah sebab kemarahannya terhadap istrinya. Malaikat juga mengingatkan dia bahwa Yesus berjanji bahwa Tuhan tidak akan mengampuni dosa bila kita tidak mengampuni kesalahan orang lain Mat 6:14-15 = 14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Sebab kita akan menuai apa yang telah kita tabur. Hanya mereka yang bermurah hati yang memperolah kemurahan Matius 5:7 : Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Malaikat berkata pada Daniel bahwa doa yang dia lakukan ketika dia akan mati tidak ada pengaruhnya, sebab dia menolak untuk memaafkan istrinya ketika istrinya berusaha untuk minta maaf pada pagi hari sebelum kecelakaan terjadi.

Pdt Daniel menangis mendengar wahyu ini, tapi malaikat berkata supaya jangan menangis, sebab Tuhan hendak mengirim dia kembali ke dunia untuk mengabulkan permohonan orang kaya dalam Lukas 16:27-30 : 27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, 28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. 29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. 30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Malaikat berkata bahwa kebangkitan Daniel akan menjadi tanda dan peringatan terakhir untuk generasi ini.

Akhirnya, pdt Daniel dipimpin ke puncak sebuah gunung, disana terdapat lubang besar yang penuh dengan kegelapan. Malaikat pengawal mengarahkan pandangan Daniel ke seseorang yg berdiri disana, yang pada permulaannya tidak dia kenali, tetapi segera dia tahu bahwa orang itu adalah penginjil Jerman Reinhard Bonnke. Malaikat berkata pada Daniel bahwa orang itu akan menolong Daniel mewartakan injil keselamatan.

Daniel dan Bonnke keduanya jatuh ke dalam lubang, dan pada saat itulah pdt Daniel melompat bangun dari meja dimana dia dibaringkan di gereja Grace of God mission. Dia kembali ke tubuhnya setelah mati selama 42 jam.

Pendeta Ekechukwu berasal dari sebuah kota yang bernama Onitsha (Nigeria), di mana dia adalah pendeta Gereja Daya Kapel Injili Nigeria. Pendeta Daniel Ekechukwu wafat secara fisik di malam hari dari Jumat 30 November, 2001, sudah meninggal untuk setidaknya 42 jam, mengunjungi surga dan neraka selama saat kematian fisiknya, dan dibangkitkan dari kematian antara pukul 03:50 dan pemeriksaan mayat pukul 5:15 pada Minggu, 2 Desember, 2001 di ruang bawah tanah karunia Tuhan Misi, yang terletak di Onitsha, Nigeria. Pada saat bangkit dari kematian terlihat Daniel duduk dan di-kipas-i oleh banyak orang disekitarnya. Didalam film dokumentasi tersebut terlihat banyak orang yang menyaksikan secara langsung mijizat tersebut.

Sumber :

http://www.salib.net/News/article/sid=1523.html

Raised from the dead – Daniel Ekechukwu (Heaven and Hell Testimony)

Daniel : “Dan inilah surat kematian saya (sembari menunjukkan surat kematiannya). Dokter itu mengkonfirmasikan bahwa saya sudah meninggal. Menurut surat ini seperti yang bisa kamu lihat. Dokter memeriksa denyut jantung, pupil mata, semua diperiksa dokter, dan dikonfirmasikan bahwa saya benar-benar pernah meninggal.”

—- Demikian Daniel mengakhiri kesaksiannya …

Sekarang ini kotbah pdt Daniel kebanyakan tentang pengampunan bagi orang yg bersalah pada kita, cukup dia sajalah yang mengalami nasib hampir masuk neraka. Sudah siapkah kita sekarang ini menghadap hadirat Tuhan Yesus ?

  • Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. (Matius 6:14).

Link berbagi:

http://wp.me/p6mxNc-dC

Tetap mengasihi sesama apapun keyakinannya. Tetap Semangat.

Tuhan Yesus Memberkati. Amen.

Meninggal – Melihat Yesus – Bangkit | Zack Clements

Dokter tidak bisa menjelaskan kejadian ini, tetapi keluarga Zack yakin bahwa tangan Tuhan membangkitkan kembali Zack dari kematian. Zack Clements adalah seorang anak laki-laki berusia 17 tahun yang kuat, sehat dan seorang atlet sekolah menengah atas. Seorang yang suka humor dan dia bermain sepak bola amerika di Akademi Life Victory – Brownwood, Texas. Suatu ketika Zack terjatuh secara tiba-tiba dan meninggal selama 20 menit pada tanggal 5 Mei 2015. Pada saat meninggal dunia Zack melihat Yesus.

Shalom, begini kisahnya :

Kejadian ini disiarkan oleh stasiun TV CBS dengan pembawa acara Doug Dunbar dan Kaley O’Kelley. Doug : “Pemuda belasan tahun yang berasal dari Texas mengisahkan pengalaman pribadi ketika meninggal, melihat Yesus, dan kemudian bangkit kembali”. Kaley : “Dan dia menceritakan apa yang dia lihat didalam waktu 20 menit tanpa oksigen tersebut.”

Zack Clements adalah seorang anak laki-laki belasan tahun yang kuat. Dia adalah pemain sepak bola Amerika SMA di Akademi Victory Life, Brownwood – Texas dan dia memiliki selera humor. Dia adalah anak muda yang sehat.

Zack : “Saat itu saya sedang berlari dan tiba-tiba pingsan. Saya tidak yakin kenapa ?”

100_Texas Teen Says He Saw Jesus_KSB_JPG

Zack tiba-tiba terjatuh ke tanah didalam kelas E.P. minggu kemaren. Hal itu dikarenakan berhentinya kerja jantung secara tiba-tiba, menurut dokternya. Ibunya segera diberitahu.

Teresa Clement : “Ketika saya membuka pintu ambulan, Zack terlihat membiru. Dan diatas dada terlihat petugas media melakukan pernafasan buatan.”

Secara teknis dan medis Zack dinyatakan meninggal.

Zack : “Mereka mengatakan bahwa saya tidak bernafas selama sekitar 20 menit.”

Pada saat pihak rumah sakit hendak memberikan pengumuman resmi mengenai kematian Zack, tiba tiba mereka melihat denyut Zack kembali muncul. Kemudian Zack dipindahkan ke Cook Children’s Hospital sampai beberapa hari kedepan. Penyembuhan yang terjadi pada diri Zack begitu luar biasa. Tetapi yang lebih mengejutkan adalah kisah yang dialami atau apa yang dilihat oleh Zack selama waktu meninggal.

Zack : “Saya melihat seorang pria dengan rambut panjang dan mempunyai janggut. Dan tidak memerlukan waktu lama bagi saya untuk menyadari bahwa Dia adalah Yesus. Saya menuju Yesus dan Kemudian Dia meletakkan tangan-Nya ke pundakku, dan berkata ‘semuanya akan baik-baik saja dan tidak usah cemas.’ Saya merasa tenang dan damai.”

Keluarganya mempercayai bahwa ini adalah suatu mujizat. Ayahnya mengatakan bahwa hal itu merupakan hal yang susah dipahami oleh kebanyakan orang, tetapi bagi dia dan keluarganya itu masuk akal.

Billy Clements : “Bagi Zack untuk bangkit dan mengatakan kepada kami mengenai pengalaman itu merupakan suatu hal yang tidak bisa kamu jelaskan. Hal itu tidak mudah bagi manusia untuk menerangkannya.”

Ibunya mempercayai bahwa hal itu merupakan suatu misteri bagi banyak dokter, tetapi dirinya percaya bahwa hal itu merupakan campur tangan Tuhan. “Saya senang melihat anakku kembali seperti sedia kala” demikian penuturan ibu Zack, Teresa Clements.

Sumber :

Texas Teen Says He Saw Jesus Before Being Revived

Published on May 16, 2015

Ketika Zack ditanya apakah hal itu akan meningkatkan imannya ? Zack dengan jelas mengatakan “Jelas sekali. Saya juga melihat malaikat-malaikat dibelakang Yesus.”

—– Demikian kesaksian Zack Clements …

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-9c

Tetap semangat, tetap mengasihi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Bangkit Dari Kematian Minta Masuk Sorga | Encim Kalimantan Barat

Orang yang berjubah hitam katakan kepada dia bahwa, setiap orang yang bisa masuk ke sana adalah orang yang percaya Tuhan sebagai Tuhan dan juruselamat, yang kedua, orang yang hidup sesuai dengan Firman Allah, dan yang ketiga adalah namanya yang tercatat dalam Buku Kehidupan dalam Kerajaan Allah. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. (Yohanes 15:12). Ketika dia di tarik, dia mendengar suatu pujian dari sorga, lagunya adalah “Ya Abba, Bapa, ini aku, anakmu, layakkanlah seluruh hidupku”. Ketika encim ini, dia mendegar lagu dari Sorga dan ikut menyanyikan lagu tersebut. Encim ini berkata, “ tidak ada yang memberitakan Tuhan Yesus kepada saya “, malaikat ini katakan tidak bisa, tapi ketika sebelum engkau datang ke sini, Tuhan Yesus berpesan kamu akan diberikan kesempatan untuk hidup kembali di dunia, selama satu minggu. Setelah kamu hidup kembali kamu harus bertobat, dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Setelah selesai di sampaikan, malaikat berkata kembalilah, maka rohnya kembali ketubuhnya.

Shalom, begini kisahnya :

Kota kecil di Kalimantan Barat

Salah satu kota kecil di Kalimantan Barat, yang memiliki penduduk kebanyakan orang China, tetapi sebagian besar orang yang ada di kota tersebut tidak percaya Tuhan Yesus, maka seorang hamba Tuhan berdoa di kota tersebut minta terjadi lawatan Tuhan. Ternyata Tuhan menjawab dengan cara yang berbeda. Pada suatu hari hamba Tuhan ini di telepon oleh seseorang dari rumah sakit, untuk datang ke sana.

Ada seorang encim tua yang sakit di rumah sakit tersebut, berada di ruang ICU, karena sakitnya parah dia meninggal. Ketika meninggal dia tidak percaya Yesus dan bukan orang Kristen.

Encim yang Sudah Meninggal Hidup Kembali_KSB_KECIL_JPG

Setelah meninggal, petugas kamar mayat datang untuk mengambil mayatnya. Sekitar 14 menit kemudian, penjaga kamar mayat datang, saat masuk kamar tersebut melihat encim ini bagun dan duduk di tempat tidur, petugas kamar mayat, kaget dan berteriak hidup lagi.

Ketika encim ini kembali hidup, dari mulutnya keluar suatu pujian. Dia bukan orang Kristen tetapi bisa tahu lagu pujian. Lalu cucunya yang dari jauh, seorang Kristen, dia memberanikan dirinya untuk masuk ruangan tersebut.

Waktu Encim meninggal

Encim ini bercerita ketika dia mati, dia melihat rohnya terangkat, sambil melihat para dokter datang, roh dia ini terus naik sampai ke alam yang kekal, dia berada di suatu jurang, ketika dilihat ke bagian bawah, dia melihat neraka, dan ketika dia melihat ke atas, yang dilihat adalah Sorga, dindingnya terbuat dari emas.

Saat meninggal, dia dijemput oleh orang yang berjubah hitam, posisi encim ini berada di lereng tersebut, dia mau di tarik ke jurang oleh iblis yang menjemput dia. Sambil ditarik, encim ini katakan “kenapa saya tidak bisa masuk ke Sorga di atas, saya mau ke sana.”

Kenapa saya tidak bisa masuk ke Sorga

Orang yang berjubah hitam katakan kepada dia bahwa, setiap orang yang bisa masuk ke sana adalah orang yang percaya Tuhan sebagai Tuhan dan juruselamat, yang kedua, orang yang hidup sesuai dengan Firman Allah, dan yang ketiga adalah namanya yang tercatat dalam Buku Kehidupan dalam Kerajaan Allah.

Ketika dia di tarik, dia mendengar suatu pujian dari sorga, lagunya adalah “Ya Abba, Bapa, ini aku, anakmu, layakkanlah seluruh hidupku”. Ketika encim ini, dia mendegar lagu dari Sorga dan ikut menyanyikan lagu tersebut.

Di depan pintu Sorga

Apa yang terjadi kuasa kegelapan yang ingin menarik dia, tiba-tiba terjatuh dan tangannya terlepas dari encim ini, lalu encim ini lari ke depan pintu Sorga. Sampai di pintu gerbang Sorga, malaikat penjaga pintu tersebut bilang kepada dia, kamu tidak bisa masuk, karena kamu belum menerima Tuhan Yesus, engkau belum dibaptis, engkau belum melakukan Firman Tuhan, maka engkau tidak dapat masuk ke Sorga.

Diberikan kesempatan hidup kembali

Encim ini berkata, “ tidak ada yang memberitakan Tuhan Yesus kepada saya “, malaikat ini katakan tidak bisa, tapi ketika sebelum engkau datang ke sini, Tuhan Yesus berpesan kamu akan diberikan kesempatan untuk hidup kembali di dunia, selama satu minggu. Setelah kamu hidup kembali kamu harus bertobat, dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Setelah selesai di sampaikan, malaikat berkata kembalilah, maka rohnya kembali ketubuhnya.

Keluarga bertobat

Setelah kembali ke tubuhnya, segala penyakitnya semua lenyap, hidup kembali dalam keadaan sembuh. Malamnya dia dengan keluarganya, ada 74 orang lebih, bertobat menerima Tuhan Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.

  • Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. (Wahyu 20:15).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).
  • Lukas 16 : 22 – 30 = (22) – Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. (23) – Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. (24) – Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. (25) – Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. (26) – Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. (27) – Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, (28) – sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. (29) – Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. (30) – Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. (31) – Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

Selama seminggu mereka beribadah kepada Tuhan, maka waktunya sudah tiba untuk kembali, pada pagi hari, dia mengumpulkan semua keluarganya, dan dia katakan bahwa waktuku telah tiba, malaikat yang ketemu aku di depan pintu gerbang sorga sudang datang untuk menjemput aku. Sambil keluarga mereka menyanyikkan pujian “Ya Abba, Bapa, ini aku, anakmu, layakkanlah seluruh hidupku”. Encim ini mulai membaringkan tubuhnya, dan dia kembali meninggal, pulang ke Sorga dijemput oleh malaikat Tuhan.

Sumber :

http://ajaibtuhanku.blogspot.com/2012_10_01_archive.html

http://yehudaministry.blogspot.com/2012/10/kesaksian-encim-yang-sudah-meninggal.html

Link berbagi:

http://wp.me/p6mxNc-7x

Salam Kasih dan Persahabatan. Tetap semangat dan saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Praise the One and The Only True Messiah – Jesus Christ. Yesus Kristus adalah Jalan yang lurus, Dia juga merupakan Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tuhan Yesus memberkati. Amen.