Mukendi BAB 11

BAB 11. Kematianku yang sudah diambang pintu 1987

Sesudah kelepasanku tiba, Lucifer setiap hari mengusikku tentang kematianku yang sudah di ambang pintu itu. Ia terus menerus mengilaskan peti mati dan salib di depanku. Setiap hari ia memperingatkanku bahwa waktuku sudah habis. Dan ketika aku menghadapinya untuk bertanya mengapa ia dengan cara seperti itu mengingatkan aku akan kematianku itu setiap menitnya, ia menjawab bahwa ia tidak ingin aku melupakannya dan bahwa ia harus berlaku seperti itu untuk mempersiapkan aku. Aku ingin agar hidupku diperpanjang sampai putraku lahir.

Istriku akan melahirkan, jadi aku memohon kepada Lucifer untuk dapat melihat putraku terlebih dahulu sebelum aku mati. Tetapi karena ia telah berketetapan untuk membunuhku, maka ia memberiku perpanjangan hanya sampai 3 bulan, yang harus kubayar dengan mahal sekali. Ia berkata bahwa darah yang kuberikan kepadanya selama delapan tahun masa latihanku, telah hampir habis dan aku harus menyediakan lebih banyak lagi sampai masa perpanjanganku yang tiga bulan itu berakhir. Untuk mengisi kembali botol darahku yang kutinggalkan disana yang sekarang berisi kurang dari setengah, aku harus menyebabkan terjadinya kecelakaan dengan menumpahkan darah orang lain untuk setan, agar dapat menahan hidupku sendiri sampai saatnya aku siap menemuinya untuk selamanya.

Salah satu kecelakaan seperti itu menimpa seorang pria yang merupakan rekan kerjaku. Aku menyebabkan sebuah balok besi jatuh menimpanya dari atas sebuah bangunan tinggi yang sedang dikonstruksi yang mengenai lengannya. Ia mengalami pendarahan yang sangat berat, sehingga pada saat ia dibawa ke rumah sakit, ia sudah menumpahkan darah yang cukup banyak untuk menahan hidupku selama beberapa minggu mendatang. Akan tetapi aku tahu bahwa aku sekedar membeli waktu saja. Iblis menekanku dengan begitu keras.

Aku juga tahu bahwa sebagian besar rekan-rekanku sesama murid iblis, sedang mengalami kematian mereka melalui berbagai macam kecelakaan di seluruh dunia. Politik iblis adalah agar setiap orang diantara kami harus mati bersama orang-orang lain. Bila memungkinkan, kami bahkan diharapkan untuk melatih dan mempersiapkan mereka yang akan mati bersama-sama kami itu.

Sebenarnya, alasan yang kuberikan kepada iblis untuk memperpanjang hidupku adalah agar aku dapat melatih dan mempersiapkan lebih banyak orang lagi untuk ikut bersamaku dari tempat kerjaku. Hal itu merupakan alasan yang kuat sehingga iblis mengabulkannya. Dan walaupun aku sampai menderita penyakit lambung setiap kali aku melihat peti matiku dikilaskan di depanku, aku tetap bekerja keras merekrut lebih banyak orang lagi bagi setan agar mereka kehilangan keselamatan. Iblis mengharuskan setiap murid yang telah mengikuti sekolahnya untuk melatih empat orang lain dan mereka pada gilirannya harus melatih empat yang lain lagi. Mata rantai itu harus berlangsung terus bagi setiap lulusan sekolahnya. Dan untuk memastikan bahwa mereka tidak lepas dari cengkeramannya, maka ia menyebabkan semua mereka yang setia kepadanya mati secara dini dan pada waktu tertentu di dalam satu tahun.

Karena kontrak yang telah ditandatangani, maka mereka yang lulus bersama denganku menjadi penyebab berbagai macam kecelakaan di seluruh dunia, termasuk di dalamnya beberapa kecelakaan pesawat udara yang terjadi pada tahun 1987. Mereka yang menyebabkan semua kecelakaan tersebut adalah rekan-rekanku sendiri di sekolah Lucifer.

Kami semuanya ditetapkan untuk ditarik dari peredaran hidup kami pada tahun itu juga.

Navigasi : Ke Menu Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, – Matius 28:19

%d blogger menyukai ini: