Mukendi BAB 12

BAB 12. Jalan menuju kelepasanku

Aku hidup sampai hari ini adalah karena Kristus. Sebenarnya, salah satu orang Kristen yang ingin kujerat untuk mengikutiku saat waktuku habis, adalah rekan kerjaku, Mutombu, akan tetapi Tuhan ternyata membalikkan alur ceritanya. Aku berjumpa dengan Yesus tanpa terduga-duga melalui dia, ketika aku sedang berusaha mengejar dan merayunya bagi iblis.

Harap diingat, kami tidak menaruh perhatian terhadap mereka yang bukan orang Kristen, karena mereka sudah menjadi milik Lucifer, akan tetapi terhadap mereka yang menjadi milik Yesus.

Apa yang terjadi kemudian menunjukkan dengan jelas bahwa Lucifer tidak akan memenangkan peperangan me-lawan anak Allah, asalkan ia tetap memelihara kekudusannya dan berpaut kepada Firman Allah. Aku mengingat akan kelepasanku dengan penuh ucapan syukur dan ingin agar semua mereka yang terikat oleh iblis tahu bahwa ada kelepasan dan perlindungan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Aku bersyukur kepada Allah bahwa Ia menyelamatkanku.

Perjalanan menuju kelepasan adalah perjalanan yang panjang. Awalnya adalah ketika aku masuk bagaikan badai pada sebuah perusahaan untuk merampas pekerjaan yang ada. Aku melakukan semuanya bagi keuntungan setan, tetapi semuanya kemudian menjadi kemuliaan bagi Allah. Nasibku telah ditetapkan ketika aku memperoleh pekerjaan pada sebuah perusahaan dimana aku bertemu dengan seseorang yang membawaku kepada Tuhan.

Aku ingat hari itu, aku duduk di luar rumahnya di atas kursi yang sudah didoakannya untuk dilumuri darah Yesus dan bagaimana Tuhan Yesus secara dramatis melepaskan diriku. Aku begitu bersyukur kepada Allah bagi rekanku itu bersama istrinya.

Aku telah mencapai ketinggian-ketinggian serupa itu bersama setan, akan tetapi Allah sendirilah yang menarik diriku kepadaNya. Aku telah menghabiskan banyak waktu untuk merampok kereta api dan menghajar orang-orang. Bibiku menjadi begitu prihatin karena akulah putra satu-satunya ayahku. Jadi ia mendesakku untuk mencari pekerjaan yang menghasilkan sesuatu. Aku memakai tenung dan dilatih oleh beberapa orang Eropa untuk menjadi seorang binaragawan, tetapi semua itu mempergunakan tenaga setan.

Suatu hari, aku berjumpa dengan seorang tentara yang meminta untuk melihat kartu identitasku. Karena merasa sangat tersinggung, aku pergi dan mengenakan seragam untuk berkelahi dan kemudian menantangnya. Saat itu aku sudah dilatih sebagai binaragawan. Dan tentu saja itu ada-lah perbuatan yang bodoh yang diilhami oleh roh-roh jahat dan untuk itu aku harus berurusan dengan hukum. Aku dimasukkan ke dalam penjara dimana aku harus dipukul dengan tongkat setiap harinya. Walaupun demikian, penjara tidak dapat menahanku. Aku memiliki kekuatan untuk menyelinap keluar tanpa terlihat dan melakukan apa saja yang kuinginkan sebelum aku kemudian kembali lagi.

Sehubungan dengan kekuatan sihirku, aku juga berusaha menghindari rasa sakit dengan memindahkannya kepada kawanku yang menjalani kehidupan yang normal. Jadi setiap kali aku dicambuk di penjara, aku dapat langsung memindahkannya kepada kawanku yang terdekat yang kemudian akan menjerit-jerit kesakitan. Akhirnya, kawanku itu harus dirawat di rumah sakit dimana mereka menemukan bahwa ia mengidap malaria di otaknya. Kejadian lain yang menarikku lebih mendekat kepada Allah dan merupakan tindak lanjut bagi kelepasanku melalui demonstrasi hadirnya Allah bersama umatNya, adalah ketika aku mencoba bekerja di sebuah perusahaan yang membutuhkan karyawan. Mereka hanya membutuhkan 32 orang dan lamaran pekerjaanku sampai disana agak terlambat. Saat aku menjumpai pimpinannya untuk memintanya meninjau kembali lamaran kerjaku, ia berkata bahwa ia telah menerima jumlah orang yang cukup. Hal itu membuatku marah sekali. Ketika aku mendesaknya, ia berteriak kepadaku, “Keluar dari kantorku, sekarang …!”

Dan ketika ia marah, maka aku dapat menguasai pikirannya, aku mengambilnya dan menyimpannya di dalam sakuku untuk membuatnya tunduk pada permintaanku. Dan untuk menguji coba apakah aku benar-benar telah berhasil melakukannya, maka aku mengangguk dan iapun melakukan hal yang sama ; aku mengayunkan leherku dan iapun menirukannya. Aku kemudian mengetahui bahwa ia telah berada di bawah kendali kekuatan tenungku dan ia lalu tanpa ragu-ragu mengambil pena dan menuliskan namaku sebagai nomor 33 pada daftarnya.

Para majikan, berhati-hatilah dengan kantor anda. Karena aku memiliki kuasa untuk memasuki setiap tempat, maka aku memutuskan untuk memasuki kantornya pada waktu malam dan karena ia seorang yang hidup di dalam kedagingan, maka aku tidak menemukan kesulitan untuk masuk dan mengambil dokumen rahasia yang aku inginkan, termasuk daftar karyawan. Saat aku mempelajari daftar tersebut, aku melihat beberapa nama yang bersinar terang bagaikan nyala api. Lucifer memberitahukan bahwa itulah nama-nama mereka yang merupakan milik Yesus. Aku tidak berani menyentuhnya. Tetapi ketika aku sampai pada nomor 14, aku melihat perbedaannya. Nomor itu tidak menyala, jadi aku memindahkannya menjadi no. 33 dan namaku menjadi no. 14.

Waktu kami mulai melaporkan diri untuk pekerjaan itu, orang yang nomornya kuambil maju untuk menyampaikan protes kepada pimpinan, yang kemudian menjadi begitu naik darah sehingga ia berteriak sambil berkata, “Aku tidak mau melihatmu lagi. Keluar dari sini !”

Ketika berada di dalam dunia yang jahat dan bila kita tidak berada di bawah tudung darah Yesus, maka kita tidak akan dapat bertahan terhadap kesulitan-kesulitan hidup ini. Mungkin saja orang-orang yang terus-menerus mencari pekerjaan dan setiap kali gagal sekalipun mereka memenuhi kualifikasi yang diperlukan, berada di bawah serangan seperti itu. Hal ini juga berlaku bagi murid yang duduk menghadapi ujian. Mengapa seorang murid yang cerdas mengerjakan ujiannya dengan buruk, sedangkan murid yang bodoh mengerjakannya dengan lebih baik ? Ada beberapa kasus dimana setan dilibatkan. Penting sekali bagi semua untuk berdoa senantiasa dan terus menerus menutup kantornya dengan darah Yesus. Ada kuasa-kuasa kegelapan tertentu yang dengan mudah dapat masuk ke dalam kantor orang tanpa sepengetahuannya. Bahkan ketika orang-orang berada di rumah di malam hari, mungkin saja para agen iblis sedang sibuk mempelajari dokumen maupun informasi lainnya. Orang yang dituju kemudian akan merasa semangatnya menurun, malas dan tidak berkompeten dan akhirnya kehilangan pekerjaannya.

Selama waktu itu, aku hampir selalu dapat memperoleh segala sesuatu yang kuinginkan di dalam pekerjaanku, kecuali dimana nama dan darah Yesus dilibatkan. Aku tidak dapat melangkahi batasan tersebut.

Aku juga teringat suatu kejadian dimana aku menghajar seorang misionari Kristen yang sedang menambang intan untuk membiayai pelayanannya. Setiap kali aku menjumpai umat Yesus, aku segera dikuasai oleh amarah yang sedemikian rupa sehingga aku ingin mencelakakan mereka. Ini merupakan pelajaran lain lagi yang menyadarkan diriku, ketika saatnya tiba, bahwa Yesus pasti lebih besar dan lebih berkuasa daripada Lucifer yang kulayani. Aku tiba di daerah pertambangan itu agak terlambat. Begitu melihat orang tersebut berpakaian, aku langsung tahu bahwa itulah musuhku. Tetapi ketika orang itu melihatku, ia menyambut aku dengan baik dan berkata kepada seseorang untuk memberikan tempat bagiku untuk mulai menambang. Aku lebih membencinya lagi karena ia memperlakukanku dengan begitu baik. Aku lalu melompat ke arahnya, memaki dan memukulnya sambil mengeluarkan sumpah serapah. Orang itu tidak membalas, juga tidak marah, akan tetapi mulai berteriak agar Yesus menolongnya.

“Yesus, Yesus, tolong aku, lindungi hidupku,” serunya. Aku sebelumnya telah melumpuhkan seluruh anak buahnya sehingga mereka semua berdiri tertegun di tempat masing-masing dan tidak datang menolongnya. Akan tetapi setiap kali ia menyerukan nama “Yesus”, maka aku merasa begitu lemah. Hal ini memaksaku untuk meninggalkannya dan lari keluar dari tempat itu. Setelah kejadian itu, aku belajar bahwa apapun juga yang dibualkan oleh Lucifer, Yesus tetap saja memegang kendali secara keseluruhan.

Setelah pemukulan itu, aku melarikan diri dan menyadari bahwa aku menderita sakit gigi yang sangat parah. Seluruh gigiku terasa sakit tanpa siapapun menyentuhnya.

Biasanya aku menyembuhkan diriku sendiri melalui sihir, tetapi untuk kasus-kasus tertentu aku akan membawanya kepada iblis. Ada rumah sakit di neraka dengan ahli-ahli dalam berbagai macam penyakit. Saat memeriksa diriku, Lucifer langsung berkata bahwa rasa sakit itu bukan tindakan manusia atau roh jahat, akan tetapi tindakan Allah. Aku berada di bawah penghukuman Allah karena telah menyakiti hambaNya.

Iblis mengambil semua gigiku dan menggantinya dengan gigi “baru” dan sakitnya lenyap. Dengan gigi baruku, bila aku mencium seseorang, maka aku dapat menyihirnya atau memasukkan kekuatan sihir ke dalamnya. Bila itu adalah pria, maka ia akan bangun keesokan harinya dengan perasaan bahwa ia telah tidur dengan lawan jenisnya semalam. Walaupun Lucifer mengaku telah memberiku gigi baru, gigiku tetap saja sama, bahkan sangat sehat. Beberapa pengalamanku telah meyakinkan diriku akan ke-Tuhan-an Yesus, akan tetapi aku bahkan menjadi lebih benci lagi kepadaNya. Setan benar-benar telah mendidikku untuk menjadi sangat sombong dan angkuh. Aku selalu berusaha mencari kesempatan untuk mendiskreditkan dan menghancurkan mereka yang memiliki Yesus dan mencoba segala macam cara untuk memenangkan mereka bagi iblis. Aku berada sebagai utusan, seperti yang telah anda ketahui aku diberi waktu yang sangat singkat untuk hidup.

Ketika waktuku menjadi semakin mendekat, aku berusaha keras untuk merusak kehidupan rekan-rekan kerjaku. Semuanya kena, kecuali satu orang yang bernama Mutombu, yang bila tanpa dia, maka aku tidak akan hidup hari ini dan bersuka di dalam Tuhan. Iblis membangun ketegangan dan ketakutan yang sedemikian rupa di dalam diriku saat hari-hariku makin mendekat sehingga aku mulai mengalami sakit perut yang berkepanjangan (ataukah itu sakit lambung ?). Aku masih mempunyai dua bulan lagi. Aku mendekati Mutombu karena dialah yang bertanggung jawab atas kunci-kunci gudang dan kau menceritakan masalahku kepadanya. Ia sama sekali tidak mencurigai siapa diriku yang sebenarnya. Aku tahu akan pengakuannya yang terus menerus tentang Kristus, akan tetapi aku tetap memutuskan untuk memintanya membiarkan gudang terbuka sehingga aku dapat mencuri dan menjual sebuah barang dari situ. Istriku akan melahirkan dan aku tidak memiliki uang. Mutombu menolak untuk sementara, tetapi lambat laun menyerah dan membiarkan gudang terbuka agar aku dapat masuk dengan mudah. Aku kemudian membebaskan diri dari segala tuduhan pencurian dengan berkata, “Aku tidak bertanggung jawab atas pencurian itu, tetapi Mutombu karena dialah yang membukakan pintu bagiku.”

Aku juga tahu bahwa yang kubutuhkan hanyalah beberapa hari lagi sebelum Mutombu dapat kumasukkan ke dalam sakuku. Aku begitu bergembira memperoleh kesempatan seperti itu. Aku bersama roh-roh jahatku menanti-nantikan Mutombu dengan tidak sabar pada keesokan harinya. Begitu melihatnya, aku menceritakan kepadanya betapa sesuai barang yang telah kuambil itu, dan sebagai balasannya aku menawarkannya untuk minum the bersama. Begitu Mutombu meminum tehnya, aku menelitinya melalui radarku dan melihat bahwa ia sudah telanjang. Sasaran yang luar biasa ! Aku ingat perkataanku kepada Lucifer bahwa aku bekerja keras untuk membawa baginya semua orang yang bekerja bersamaku di perusahaan itu. Begitu Mutombu mulai menghirup tehnya, aku berhasil menanam di dalam dia roh pencurian. Ia tidak ragu-ragu, akan tetapi langsung menerima tugas barunya dan menjadi pencuri. Dan karena istrinyapun menerima barang-barang curian itu, maka aku juga mencoba menguasainya di rumahnya, karena barang curian yang kami bagi bersama diantara kami. Segera ia menjadi seorang pendusta. Ia juga menjadi telanjang.

Ketika aku bersiap melakukan tindak lanjut penghancuran mereka secara total ternyata pasangan tersebut pergi ke gereja dan bertobat dengan air mata, setelah mereka mendengarkan kotbah yang berapi-api dan setelah mengadakan doa sepanjang malam. Aku berencana untuk mempermainkan mereka setelah akhir minggu, jadi aku lewat di depan rumahnya dan ingin menjumpainya. Tetapi istrinya, sekarang berpakaian, menemuiku dan memanggilku saudara, mengatakan bahwa suaminya telah berangkat kerja dan ia menambahkan, “Allah berkata bahwa kau adalah seorang tukang sihir dan kau harus bertobat hari ini.”

Bagaimana cara ia mengetahui hal tersebut menjengkelkan diriku. Di dalam keadaan bagaimanapun juga, aku tidak pernah melakukan tindakan bodoh seperti bertobat. Dan lagi, aku bukan saudaranya. Tetapi yang mengherankan, aku telah kehilangan korban-korbanku yang baru, mereka sudah kembali lagi berpakaian ! Aku begitu marah dan penuh pertanyaan. Aku baru saja melihatnya telanjang sehari sebelumnya. Aku menganggapnya sebagai suatu kegagalan di pihakku dan merasa sangat terluka. Aku memutuskan untuk menghajar suaminya di tempat kerja kami.

Setelah sampai, aku mendatanginya lalu mendorong dan memakinya untuk mencari gara-gara, akan tetapi cara ia menanggapinya menghalangi diriku untuk dapat mencapai jiwanya. Aku berkata bahwa aku akan meninjunya dan ia menjawab bahwa Yesus berkata agar kita memberikan pipi yang satunya lagi. Setiap kali ia mengutip ayat dan menyebut nama Yesus, maka aku merasa lemah. Ia sedang membakar diriku. Ia memiliki kuasa Allah yang menguasai dirinya dan menghadapinya merupakan hukuman berat bagiku. Ia terus saja berbicara mengenai keselamatan. Firman Allah mengenai diriku bagaikan “pedang bermata dua.”

Aku juga berkata bahwa aku akan menumbuknya dengan kepalaku, yang dijawabnya, “Kau tidak akan melukai diriku,” dan perkataan yang kedengarannya seperti, “Aku memakai nama Yesus Kristus di sekelilingku dan kau akan sakit sendiri nanti di dalam nama Yesus.” Itu lebih lagi melemahkan aku ; ditambah lagi ia tidak menjadi marah sama sekali. Aku mengancam akan menendang dan membantingnya ke tanah dan Mutombu menjawab sekalipun ia jatuh, ia akan bangkit lagi di dalam nama Yesus. Aku keluar dari ruangan itu dengan gerakan kilat, bingung dan terluka karena kegagalanku mengatasi tantangan seperti itu. Mutombu tidak meninggalkan aku. Ia tetap mengejar aku sampai kami berada di tempat dimana majikan kami dapat melihat kami. Aku mengancamnya dengan berkata bahwa majikan nanti akan memecatnya, yang dijawab, “Aku tidak takut kepada majikan manapun, aku hanya takut kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik tubuh maupun jiwa.” Ayat tersebut sama sekali menghabisiku. Aku terpaksa menghubungi Lucifer dan menceritakan bagaimana Mutombu mengikutiku secara agresip. Lucifer mengatakan agar aku jangan kuatir, karena ia melihatnya sebagai suatu kesempatan yang bagus untuk menguasai Mutombu maupun istrinya. Ia memerintahkan aku untuk mempersiapkan 500 roh jahat, 250 bagi Mutombu dan 250 bagi istrinya. Aku kemudian mengunjungi rumah Mutombu usai kerja, untuk diselamatkan.

Usai kerja tidak pernah datang. Mutombu dan aku pulang lebih awal. Pada hari yang menentukan itu, aku mencoba membangkitkan rasa bersalah di dalam dirinya dengan menunjukkan usahanya untuk menyelinap keluar sebelum jam kantor, tetapi ia tampaknya tidak terganggu karenanya.

Bagi mereka yang mencari jiwa-jiwa untuk dimenangkan, anda tahu bahwa aku tidak bermaksud untuk pergi dan diselamatkan, akan tetapi aku pergi dengan perlengkapan untuk menguasai mereka. Ketika kami sampai di rumahnya, aku duduk di luar, tetapi Mutombu memintaku untuk duduk di atas kursi yang diambilnya dari dalam yang telah didoakannya sejak tadi pagi sebelum ia berangkat kerja, agar dilumuri dengan darah Yesus. Aku sedang bercakap-cakap dengan Mutombu ketika istrinya keluar dan langsung menyarankan agar kami berdoa terlebih dahulu untuk mengikat roh-roh jahat. Aku tidak menolak dan duduk di atas kursi yang ditunjuk, akan tetapi hanya untuk mencemoohkan iman mereka. Begitu aku duduk, seutas tambang yang panjang jatuh dari langit di dekat kakiku !

Aku terkejut dan menghubungi Rosa untuk menanyakan apakah tambang tersebut diberikan kepadaku untuk mengikat pasangan di depanku itu.

Yang mengherankan adalah cara Rosa menanggapi hal itu dengan ringan sekali, “Jangan kuatir, segala sesuatunya disini berjalan dengan baik. Disini kami tidak memiliki tambang seperti itu, ” katanya. Kemudian aku memanggil Lucifer dan ia berkata bahwa ia akan datang untuk melepaskan aku.

Tambang tersebut sekarang mengikat aku dengan erat dan mengangkat diriku.

Navigasi : Ke Menu Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, – Matius 28:19

%d blogger menyukai ini: