Mukendi BAB 2

BAB 2. Keturunan orang-orang terkutuk

“Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.” (Imamat 20:27).

.
Aku ingin anda mengetahui bahwa aku datang dari garis keturunan orang-orang terkutuk, yang berkuasa atas negeri ini karena mereka adalah tukang tenung dan tukang sihir. Bahkan, ibu pertama kaum kami muncul dari dalam air dipusat sungai Zaire delapan generasi yang lalu. Kulitnya tertutup sisik tanah liat berwarna putih, yang gugur bila disentuh. Dan bila ia di jumpai oleh ayah pertama dari kaum kami, yang adalah seorang pemburu dan tukang sihir kuat. Dan ketika ia menjumpainya saat berburu, ia membawanya pulang dan wanita itu menjadi istrinya. Tidak seorangpun yang tahu apa tepatnya yang menarik sehingga ayah pertama kami itu menjadikan wanita itu istrinya. Mungkin saja karena kekuatan sihirnya dan pertemuan di saat ia adalah seorang pemburu yang kesepian.

Dan untuk jangka waktu yang lama, sepanjang hidupnya di desa, ia memiliki kedudukan terpandang sebagai ahli nujum dan peramal. Tidak seorang pun yang perduli asal muasalnya. Mereka mengagumi karena ilmu gaibnya yang dapat menyembuhkan orang. Setiap kali ada masalah di desa, maka orang akan memanggilnya minta tolong. Bila terjadi krisis, maka ia akan mengadakan perjalanan dibawah air sungai zaire selama dua bulan, dan berminggu-minggu kemudian muncul lagi dengan membawa seluruh jawaban-jawaban yang dibutuhkan. Orang-orang gentar kepadanya, dan tidak seorangpun yang peduli kemana saja ia pergi di bawah air, atau putri siapakah ia. Akan tetapi pada suatu hari, ia menghilang ke dalam air dan tidak pernah menampakkan dirinya kembali, dan hal tersebut menjadikan banyak orang kecewa.

Ayahku dikandung ketika seorang dukun yang terkenal memberikan jimat kepada nenek dan kakekku, karena nenekku sulit hamil. Hal itu berarti bahwa kami langsung berada dibawah kutuk Allah.

Semua informasi ini kuperoleh dari ayahku, karena ia sedang melatihku untuk menjadi seorang tukang sihir dan pemimpin yang besar, yang secara langsung mewarisi kuasa-kuasanya. Sepanjang sejarah keluarga kami, kami ditakuti oleh kaum-kaum lainnya di Zaire, karena kekuatan sihir kami, dan karena cara nenek moyang kami memanfaatkan pengaruh mereka melalui kuasa-kuasa tersebut di daerah mereka. Ayahku, yang juga seorang dukun, sangat percaya akan adanya pertalian dengan roh-roh nenek moyang. Aku ingat bahwa suatu kali ia meninggalkan rumahnya kemudian dijaga oleh bibiku. Ketika ia kembali beberapa hari kemudian, bibiku sedang pergi ke desa, dan ayahku menemukan tikus-tikus sedang berpesta pora menghabiskan tepungnya. Ayahku menjadi begitu marah pada tikus-tikus itu sehingga ia mulai memukul dan membakar mereka saat ia mengusirnya keluar. Beberapa hari kemudian, ayahku berangkat kerja, ketika ia tersandung, dan menemukan dirinya berada di dalam sebuah dunia yang lain, tanpa melakukan usaha apapun juga untuk dapat sampai di situ.

Disitulah ia diadili pada suatu pengadilan hukum karena ia membunuh tikus-tikus itu. Diperlihatkan kepadanya nenek moyangnya dirumah sakit dalam keadaan yang menggenaskan. Beberapa diantara mereka berada didalam keadaan kesakitan yang amat sangat, sedang yang lainnya hampir mati, terbakar atau terpukul. Ayahku harus membayar denda, karena ayahku dapat makan dengan nyaman, sedangkan sanak keluarnya tidak memiliki apapun untuk dimakan dan sedang menderita. Di akhirnya, ayahku diampuni, akan tetapi ia harus membayar denda.

Kemudian ia tersandung lagi, dan menemukan dirinya sedang berangkat kerja seperti semula. Akan tetapi pada akhir setiap bulan, denda yang misterius itu didapatinya dari jumlah uang upahnya yang dikurangi.

Jadi untuk membuat aku hidup dan mewarisi kuasa-kuasanya, ayahku berusaha keras melatih diriku untuk mencapai ilmu sihir tingkat empat sebelum aku berusia empat tahun.

ILMU SIHIR TINGKAT PERTAMA

ketika aku berusia tiga hari, ayahku mulai memperkenalkan ilmu sihir kepadaku dengan melakukan beberapa upacara. Ia mengisolir diriku dalam sebuah ruangan yang sangat khusus yang hanya boleh dimasuki olehnya dan ikan duyung itu sendiri. Ia membawa ikan duyung itu untuk menyusui dan membesarkan diriku, sebagai pengganti ibuku. Ibuku tidak mempunyai kesempatan untuk membesarkan diriku sampai aku berusia empat tahun. Kadang-kadang beberapa tetangga kami sempat melihat sekilas ikan duyung tersebut saat ia menyelinap keluar masuk dari rumah kami, ayahku ingin melakukan segala sesuatu ini karena ia tidak ingin kehilangan diriku lagi setelah ia kehilangan dua belas anak-anaknya yang lain. Ia terutama menginginkan aku menjadi penerusnya (setelah ia mati) didalam kuasa-kuasa sihir.

Pada usia yang masih sangat dini itu, ia memberikan sihir tingkat pertama kepadaku, caranya ialah dengan menyuruh aku berjalan dibawah kakinya tiga kali sehari, mengantukkan kepalanya ke kepalaku tiga kali dan meludah ke dalam mulutku tiga kali. Akibatnya, aku dilengkapi kuasa untuk menyelinap ke dalam rumah-rumah orang lain pada malam hari tanpa diketahui, didalam wujud semut, kecoa, atau lalat sebelum aku berusia sembilan tahun.

Aku terutama dapat bersembunyi dan bergerak di sudut-sudut rumah yang kotor, dapur atau kakus. Dan saat satu keluarga saling bercakap-cakap, maka aku akan mengumpulkan setiap kata-kata keji yang akan mereka ucapkan dan mempergunakannya untuk menyerang mereka, dan menanam kutuk dalam kehidupan mereka. Kami akan memenuhi setiap kata jahat dan buruk yang mereka ucapkan mengenai kehidupan mereka. Bila seseorang berkata ” aku jelek..!!” maka kami akan membuat mereka tampak demikian; atau “aku sangat bodoh..!!!”, maka kami juga akan membuatnya seperti itu. Kami melakukan hal tersebut dalam pertemuan para dukun (tukang tenung dan tukang sihir) di malam hari. Kami tidak dapat memasuki rumah-rumah orang kristen yang terisi oleh darah Yesus. Di rumah-rumah orang kristen yang suam-suam, kami dapat melihat dengan jelas bahwa mereka telanjang dan terbuka terhadap serangan serangan yang menghancurkan. Kami mempermainkan mereka seperti barang mainan saja. Kami akan mencari celah kecil dalam kehidupan mereka untuk melemparkan penyakit, depresi dan kesalahpahaman dalam rumah tangga mereka. Dan bila mereka bangun keesokkan harinya, mereka merasa tawar hati, sakit dan tertimpa masalah demi masalah karena mereka hidup dalam kedagingan.

ILMU SIHIR TINGKAT DUA

Nenekku yang juga terlibat di dalam sihir dan tenung, membantu ayahku untuk membentuk nasibku. Segera setelah nenek menerima surat ayahku yang mengabarkan bahwa ia telah memiliki bayi laki-laki, langsung saja nenekku memotong batang sejenis pohon yang berduri, membubuhkan sihir yang khusus ke atasnya dan merebusnya terlebih dahulu dalam sebuah kuali tradisional sebelum menanamnya di sekitar rumahnya. Pada saat itu aku baru berusia satu bulan. Pohon tersebut langsung tumbuh, cerita ayahku dan mereka yang lain yang merupakan saksi mata, dan nenekku memberi pohon itu namaku “Mukendi”. Hal ini menandakan bahwa seluruh hidupku tersimpan di dalam pohon tersebut. Nenekku harus menjaga pohon itu dengan sangat hati-hati dan tidak seorangpun diijinkan menyentuhnya, karena bila satu helai daun pohon tersebut gugur, berarti salah satu bagian tubuhku akan sakit, bila pohon itu di tebang maka aku akan mati.

Pohon inilah yang pertama-tama harus kuhancurkan ketika aku berjalan menuju keselamatan dan kebebasan. Pohon tersebut menguasai hidupku dengan cara yang begitu menakutkan sehingga setiap kali helai daun gugur, aku sungguh-sungguh merasakan sakit di sekujur tubuh. Begitu berbahayanya kehidupannku tersimpan di dalam pohon itu, sehingga bila ditebang, maka aku akan mati selama penebangan tersebut. Jadi nenekku harus berjaga-jaga terus. Ia menolak siapa saja yang ingin menyentuhnya atau mendekatinya, dan pohon tersebut dipagari secara penuh.

Ilmu sihir tingkat dua ini menyebabkan aku sangat sadar akan segala sesuatu yang terjadi dalam dunia sihir. Kami tidak dapat secara langsung memakan manusia, tetapi kami dapat mengubah mereka menjadi binatang untuk di sembelih dan dimakan, atau bahkan di tranport dan dijual di pasar-pasar yang jauh. Dengan pengetahuan semacam ini, kami bahkan dapat mengambil janin dari beberapa wanita yang sedang hamil dan mengubahnya menjadi telur untuk dimakan. Akibatnya seorang wanita akan menjadi mandul atau keguguran.

Suatu saat, ayahku sedang berjalan-jalan bersama ibuku dan melihat seorang pria yang berbadan besar, dan ia berkata kepada ibuku : “Pria itu sangat kuat, aku membutuhkan orang semacam itu untuk menjaga keluargaku di saat aku sedang bepergian..!!” Malam berikutnya, kami melihat seekor gorila besar memasuki pekarangan kami, dan ayah berkata kepada ibu bahwa itulah orang yang akan menjaga kami bila ia sedang pergi. Gorila tersebut dengan kejam mengendalikan tindakan-tindakan kami. Kami begitu ketakutan karena ia tidak mengijinkan kami keluar rumah. Ayahku telah banyak sekali mempergunakan jam-jam kantornya untuk mempersiapkan aku, selama bertahun-tahun.

TUDINGAN JARI

Suatu hari, majikan ayahku yang adalah kulit putih, mengancam akan memecat ayahku karena ia hanya bekerja sedikit sekali selama ia mempersiapkan diriku. Dan seperti singa yang terluka, ayahku mengutuknya. “lihat nanti” ayahku berkata sambil menudingkan jarinya kepada orang kulit putih tersebut.

Ketika majikan ayahku sampai dirumahnya, dengan sangat terkejut ia menemukan keempat putrinya sedang menggeliat-geliat di lantai dengan tanpa daya; seluruh tulang-belulang mereka telah lenyap dari tubuh mereka. Sekali lagi kekuatan sihir ayahku berhasil. Ayahku telah menyimpan tulang-tulang mereka di rumah kami. Saat mendengar kabar itu, seorang imam yang telah dipanggil untuk menengok putri-putri itu, mencari tahu dimana kami tinggal, dan dengan mengendarai mobilnya berkonfrontasi (dalam dunia roh) dengan ayahku. Ayahku menganggap serius dampratan imam tersebut, menudingkan jarinya dengan cara yang sama seperti sebelumnya sambil berkata, ” lihat saja juga…!!”, saat imam tersebut memasuki mobilnya meninggalkan kami, belum jauh mobilnya meninggalkan rumah kami, musibah itu telah menimpa imam tersebut. Imam itu mati dalam kecelakaan fatal di jalan saat mobilnya berguling berkali-kali, sampai akhirnya berhenti dalam keadaan rusak berat.

Sebagai seorang anak Allah, aku ingin mengingatkan anda agar tidak menudingkan jari untuk menghakimi orang lain, karena dengan berbuat demikian anda telah mengalihkan mereka kepada setan. Mereka dapat saja mati atau dihancurkan, akan tetapi darah mereka ditanggung diatas kepala anda. Seperti di ketahui, roh-roh jahat itu berada dimana saja dimana tidak terdapat keselamatan. Jadi bila anda menudingkan jari kearah orang lain ketika sedang marah, maka perkataan anda apapun yang diucapkan, akan ditangkap oleh roh-roh jahat yang berkeliaran disitu, untuk menjalankan keinginan anda sesuai dengan perkataan tersebut, digabungkan lagi dengan keinginan setan. Dengan tudingan jari dan kata-kata yang buruk, anda telah membuka pintu bagi roh-roh jahat untuk menyerang dan menguasai orang lain. Tetapi bila anda berjalan di hadapah Tuhan dengan tidak bersalah, dan anda menikmati keamanan perlindungannya, maka anda tidak dapat diserang, terutama bila anda tidak melakukan apapun juga yang dapat mengakibatkan serangan tersebut. BERHENTILAH MENUDING DENGAN JARI ANDA….!!!!!. Bila anda memiliki kebiasaan menuding, maka Allah akan meminta pertanggung jawaban anda untuk kehancuran hidup orang lain. Gossip, kemarahan dan fitnah adalah pintu-pintu yang lain yang dapat dimanfaatkan setan untuk memasuki kehidupan orang lain.

Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, (Yesaya 58 : 9).

.
BIla anda seorang kristen yang sudah lahir baru dan anda biasa melakukan hal-hal tersebut, maka anda harus bertobat dan meminta Allah untuk mengubah anda dengan kekuatan-Nya menjadi manusia baru.

Navigasi : Ke Menu Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, – Matius 28:19

%d blogger menyukai ini: