Arsip Tag: Islam Masuk Kristen

Yesus Satu Pribadi Yang Bisa Menyembuhkan Segala Macam Hal – Mochammad Subhan

mochammad-subhan-new“Kenapa baru sekarang saya percaya Yesus Satu Pribadi yang bisa menyembuhkan segala macam hal. Cari Yesus … Dia Pribadi yang sangat bisa merubah. Jangan berhenti untuk berdoa. Jangan berhenti untuk berdoa. Jangan tahan sesuatu yang baik itu mau masuk kedalam diri.”

Yesus Satu Pribadi yang bisa menyembuhkan segala macam hal | Mochammad Subhan. Shallom, begini kisah Mochammad Subhan:

“Waktu saya masih kecil ibu saya banyak melihat hal-hal tentang kekerasan. Ayah saya memegang ibu pada saat itu. Dampaknya memukuli istrinya. Waktu dia cari ibu saya dia melihat bulu-bulu pada ibu saya. Dia bilang harus dikeluarin bulu-bulu itu, makanya dia ikat, kadang dia ikat, kadang dia telanjangin, kadang dia pukulin. Ya pakai balok. Dia pukul di kepala. Ibu saya robek kepalanya. Ibu saya sampai diikat kaya binatang. Dia nggak memukul mami, Dia memukul apa yang ada di mami. Ibu saya selalu bilang begini, ‘Bapak kamu itu sakit, Shuban. Papi itu sakit.'”

“Ibu … apa itu … ada keinginan untuk menyembuhkan ayah saya. Saya pergi dengan ibu saya pada saat itu ke beberapa orang pintar. Tetapi tidak sembuh. Tidak sembuh pada saat itu. Jadi ayah saya nggak sembuh. Saya pikir begini, ‘Apakah ayah saya mati saja?’ Ibu saya pernah bilang begitu. Keluarga saya juga pernah bilang begitu waktu saya masih kecil. Saking tidak bisa disembuhkan dari tahun 1980-an. Tapi apa … Beliau sudah dua kali … dua kali beliau … coba mau bunuh diri, tapi nggak mati juga.”

“Itu dampak membuat kondisi hidup saya menjadi satu orang yang keras pada saat itu. Gua pada saat itu berusaha untuk mencari bagaimana caranya sih untuk menjadi suatu sosok yang ditakuti oleh orang. Makanya saya pukul sekuriti yang di klub. Saya buat keributan di klub. Saya bawa ke Bali, saya ribut di Bali, saya tusuk orang di Bali. Saya potong tangan orang … ini … habis bagian ini. Owh … saya puas … sangat puas … ketika saya tusuk saya bilang sama orang itu … saya bisa makan darah didepan muka orang itu darahnya bisa saya makan. Kamu mukanya keren … tapi lu gila. Bahasa itu yang saya suka pada saat itu.”

“Kalau sudah sendiri di rumah itu suka bilang begini sama diri sendiri … salah … Saya percaya itu pembunuh diluar sana ya .. lu bohong kalau lu tidak rasakan hati kecilmu bilang lu salah. Tapi karena omongan banyak orang bilang lu bagus … lu punya ini. Itu yang membuat kita itu jadi tetap terus.”

“Tahun 2006, 2005 … Saya ketemu dengan suatu pribadi … Dia nanya … Dia bilang, ‘bro mungkin ada sesuatu yang mau lu omongin mungkin bro. Mau lu omongin ?’ … Kemudian saya jawab … ‘lu tahu apa soal gua ?’ Tapi apa … pada saat itu … begitu saya pulang … Ini kenapa anak itu … Gua sendiri ingat anak ini. Dua minggu setelah saya ketemu ama dia. Itu saya ngomong ama dia … Saya ngomong saya punya masalah keluarga. Tahu apa yang dia bilang ? Dia cuma bilang begini, ‘Hei, Subhan … Harus melalui lu baru seisi rumah diselamatkan.’ Terus dia doa. Terus dia ngomong. Waktu dia ngomong tentang hati. Itu sempat saya mau nangis. Saya nangis disitu. Ini yang tidak pernah saya alami didalam hidup saya. Bahwa Tuhan tidak melihat manusia, tapi Tuhan lihat hati manusia.”

“Itu ada hari dimana saya telepon ayah ke daerah. Papi pada saat itu ngomong. Papi saya ngomong gini … Dia ngomong gini, ‘Subhan, jaga adik-adik kamu. Jalanmu udah bener nak. Papi sudah seneng. Papi sudah bahagia.’ Kalimat itu yang saya pengen denger dari dulu … Oo … ‘Papi udah seneng.'”

“… Minggu berikutnya gua dapat telepon … Papi meninggal … Woah … Disitu moment dimana … saya … itu gua sendiri-an …. jatuh … tapi apa … tiba-tiba itu ada kaya flash back gitu. Oh ya, keluarga gua mintanya bokap gua meninggal. Nyokap gua sendiri-pun minta seperti itu. Gua-pun mengiyakan pada saat itu. Bilangnya apa … Kasihan Papi kaya begini. Gua bilang … Yesus … kalau memang Bokap gua itu meninggal … barang dan sudah ada di Surga … tolong bikin Bokap gua itu tersenyum.”

“Begitu gua liat …. begini ya … ini peti … Jagi gua melihat begini … Gua lihat pelan-pelan … Ayah saya senyum. Ayah saya senyum. Disitu saya jatuh … nangis … Kenapa baru sekarang saya percaya Yesus Satu Pribadi yang bisa menyembuhkan segala macam hal. Cari Yesus … Dia Pribadi yang sangat bisa merubah. Jangan berhenti untuk berdoa. Jangan berhenti untuk berdoa. Jangan tahan sesuatu yang baik itu mau masuk kedalam diri.”

“Saya Mohammad Subhan. Ini aku dan sebuah cerita.”

  • Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. – Matius 7:7
  • Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” – Markus 11:25
  • (10) Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, –seandainya ada yang harus kuampuni–,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, (11) supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya. – 2 Korintus 2:10-11
  • Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. – 2 Korintus 5:17

Sumber :

MOCHAMMAD SUBHAN pendiri PEAZMAKERS – Percaya Yesus adalah Tuhan

Link berbagi: http://wp.me/p6mxNc-XA

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Ammiin.

Heboh – Saifuddin Ibrahim (ex Muslim) Murtadkan Ribuan Umat Muslim

Kalau tidak salah ini adalah suatu pernyataan dari seorang ustadz yang bernama Munzir Situmorang Lc dalam suatu kotbah pencerahan agama. Shallom, begini pernyataan beliau :

“Pak, sekarang ada buku yang mengerikan mengenai pelecehan terhadap Islam. Ini sudah pelanggaran berat. Dialog Saifuddin Ibrahim, mantan pengurus Muhammadiyah dan dosen di Al Zaitun murtad menjadi pendeta. Beliau itu sangat paham Al Quran dan melihat, membongkar, menelanjangi habis ayat-ayat Al Quran berdasarkan otaknya. Dituduh Rasulullah gila wanita, gila nafsu. Nanti kita bahas ini … bedah buku. Ini mengerikan pak. Buku ini diedarkan secara gratis di tangan Umat Islam. Kalau kurang ilmu dan kurang iman bisa murtad.”

“Laporan yang masuk kepada kami setelah membaca buku ini, perbulan Umat Muslim murtad. Ini mengerikan sekali, saya saja gemetar membaca buku ini. Ini diterbitkan pada bulan Januari 2015, tapi mereka sebarkan buku ini kepada orang-orang Muslim. Menurut data perbulan 150 Umat Mulsim menjadi murtad.”

“Beliau mempunyai 3 orang anak. Beliau orang Bima, sekolah SMP, SMA Muhammadiyah. Beliau ini luar biasa. Tamat SD di prado, 1979 di SMPN Tangga Bima, tahun 1983 SMA Muhammadiyah. Tahun 1985-1987 Kuliah di UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta). dst … Tahun 2002 Kuliah sastra Arab. Tahun 2002 Kuliah di Komunikasi UT, dst … Bulan Maret 2006 menerima Yesus sebagai Juruselamat, Halleluya.”

“Hati-hati pak, sampai sekarang Dosen Islamologi dan bahasa Arab di beberapa sekolah Teologi Kristen di Indonesia, Singapura dan Brunei. Orangnya ini yang fotonya dicetak di halaman depan. Sekarang anak beliau 3, yang dua kuliah di Universitas Muhammadiyah, yang satu di Jakarta. Bapak nanti buka di Youtube, ketik ‘Dialog Islam Kristen’ atau ‘Murtadin Saifuddin Ibrahim’ maka akan muncul akan tetapi jangan ditonton anak-anak, berbahaya. Bagaimana bulan depan kita bedah buku ini ? Mengerikan sekali. Tolong kalau bisa anak-anak hadir, suami anak-anak ibu hadir. Saya sendiri gemetaran membaca buku ini tengah malam kemarin. Pelecehan terhadap Alloh, terhadap Al Quran, terhadap Islam, terhadap Nabi dan Haditz. Karena dia memahami itu, karena dia dosen agama, fasih bahasa arab. Makanya enak dia murtadkan orang. Jadi dia katakan agama yang paling simple adalah agama Nasrani, dijamin masuk sorga, sementara Umat Islam tidak dijamin.”

Ustadz Munzir Situmorang Lc_JPG“Mohon kalau bapak menemukan buku ini di toko buku manapun jangan dibeli dan jangan dibaca, bisa murtad pak. Karena dia mengkoreksi habis dari bahasa arabnya, Subhanalah. Yang paling mengerikan ini adalah bab 8, ‘Perkawinan-perkawinan Muhammad.’ Dia menuduh Rasulullah itu budak nafsu. Dibahasnya istri Rasul satu per satu. Nauzubillah, mengerikan. Jadi di Brunai, Singapura dia sangat populer. Waktu dia berdialog itu di suatu tempat di Cawang dia menggunakan bahasa arab di Al Quran itu sangat fasih sekali. Karena dia memang dosen. Tapi anaknya menolak untuk murtad, bahkan mengatakan ‘Tolong pak kembali ke Islam. Bertobatlah katanya.’ Sudah kita teruskan yang lain ….”

—- Demikian penjelasan Ustadz Munzir Situmorang Lc

Sumber :

Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. – Matius 7:16-20

dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” – Yohanes 8:32

Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. – Yohanes 1:1

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – Yohanes 8:58

Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – Yohanes 10:30

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – Yohanes 14:6

Link berbagi :

http://wp.me/p6mxNc-VO

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan salam kompak selalu. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus pasti memberkati. Amin.

Pembela Islam menjadi Tentara Yesus Kristus. Pilih Yesus atau Muhammad | Nomie

Pada saat saya mendengar mereka mengatakan Dia (Yesus) adalah Juruselamat, Yesus adalah sahabat, Yesus adalah Tuhan. Dan saya teringat pada saat saya pertama kali mendengar hal itu, terasa panas didalam tubuhku. Saya ingin melawan mereka semuanya, dikarenakan hal itu tidak benar. Kemudian saya berdoa, “Jika Engkau Tuhan-nya Muhammad, Jika Engkau adalah sanak famili dari Muhammad … Jika Engkau adalah Bapa dari Isa Almasih, Yesus. Jika Engkau adalah Anak Allah, Jesus tolonglah aku. Saya merasa begitu lelah. Jika Engkau adalah Tuhan, biarlah saya melihatMu.” Kemudian aku tertidur. Pada keesokan harinya, saya merasa haus, merasa lebih haus lagi untuk mendengar lagi mengenai Yesus Kristus.

Nomie – Pembela Islam menjadi Penyembah Yesus Kristus. Nomie, Defender of Islam becomes Ambassador of Christ. Shallom, begini isi kesaksian Nomie:

Saya hidup dalam keluarga dengan 5 saudara laki-laki dan 4 saduara perempuan. Adalah kewajiban saya untuk melindungi Islam. Untuk berjuang bagi Islam. Dan saya ingat apabila ada seorang Kristen yang bicara kepada diriku, maka saya menjadi pemimpin untuk melindungi Islam. Saya buktikan bahwa mereka adalah salah. Dan saya ingat bahkan ketika saya berada di suatu negara dimana saya berada sekarang dimana pertama kali saya berjumpa dengan orang-orang Kristen. Orang-orang Kristen ini mengundang saya kedalam suatu acara pertemuan [retreat] mereka (saat itu saya masih memiliki keyakinan Islam). Saya ingat pemuda-pemudi dari kalanganku mendorong saya untuk membela Islam dikarenakan saya mengerti bahasa Inggris lebih baik dari mereka. Mereka mengatakan, “Katakan kepada mereka. Katakan kepada mereka bahwa hal ini tidak benar. Lindungilah Islam”. Dan adalah tugas saya untuk membela Islam.

Hal ini hanyalah yang saya ketahui. saya tidak mengetahui hal lainnya. Sebagai seorang pemudi Islam pada waktu itu, saya berpikir dan menanyakan, “Jika Tuhan itu dimana saja, mengapa kita harus menghadap ke Mekkah untuk berdoa [sembahyang] ? Untuk berdoa kepada Tuhan. Dan saya tidak mendapatkan jawaban. Jika Quran adalah bahasa dari sorga, mengapa kita menggunakan pengulangan setiap kali kita berdoa.” Saya ingin mengungkapkan isi hati dan tangisan saya kepada Tuhan.

Saudara laki-laki-ku menjadi seorang Kristen, dan adalah keinginan dari ayah saya untuk berkunjung ke negara dimana saya berada sekarang untuk meneruskan pendidkan saya. Ketika saya tinggal bersama saudara saya itu dan saya berjumpa dengan teman-temannya yang mengadakan pertemuan untuk belajar Alkitab, mereka terlihat begitu bersuka-cita, begitu rilek dan mereka terlihat begitu bersuka-cita. Dan bagiku seakan-akan saya berada didalam kegelapan dan pada saat itu saya tidak tahu kenapa.

Naomi_DISPLAY_JPGSaya mempunyai jihad, yaitu berjuang didalam Islam. Saya mencoba menjelaskan kepada orang-orang ini bahwa mereka salah. Mereka mengatakan bahwa Yesus itu adalah Anak Allah, jelas bahwa Allah itu tidak beranak. Disebabkan didalam pemahaman Islam, saya pikir jika Yesus adalah Anak Allah, itu berarti bahwa Allah turun kedunia dan menikahi Maria, dan kemudian menjadi Yesus. Dan pengetian itu bukanlah yang diajarkan didalam Islam dan kami tidak menerima hal itu.

Saya berusaha membuktikan kepada orang-orang ini dan Injil tidak murni lagi atau ter-korup-si. Itulah pengertian yang saya pahami seumur hidup. Mereka katakan bahwa Yesus itu adalah Firman Tuhan, kalau begitu apakah Dia itu datang dan berbicara kepadamu ? Demikianlah aku berbincang [mempertahankan Islam] dengan mereka. Ketika saya sedang sendirian, saya menanyakan kepada Tuhan, saya mulai bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, saya melihat sesuatu didalam orang-orang ini [orang-orang Kristen] yang saya inginkan, dan Jika orang-orang Kristen ini salah, mengapa saya mengingikan sesuatu seperti yang mereka dapatkan [sukacita]. Dan apabila Tuhan saya [Alloh S.W.T] benar mengapa saya tidak seperti mereka.” Kemudian saya mulai merasakan keraguan, semakin dalam ikut didalam pertemuan mereka, semakin dalam saya menanyakan ‘untuk menampar wajah mereka. Katakan kepada mereka bahwa Yesus keliru.’ Yesus hanyalah Utusan yang baik, itulah yang saya pahami sebagai seorang Muslim. Pada saat saya mendengar mereka mengatakan Dia (Yesus) adalah Juruselamat, Yesus adalah sahabat, Yesus adalah Tuhan. Dan saya teringat pada saat saya pertama kali mendengar hal itu, terasa panas didalam tubuhku. Saya ingin melawan mereka semuanya, dikarenakan hal itu tidak benar. Hal itu bukanlah seperti yang dikatakan Muhammad.

Kemudian mulai saat itu saya mulai berpikir mengenai Muhammad dan Yesus. Saya mulai berpikir mengenai Quran. Ketika mereka mulai berbicara kepadaku mengenai Yesus Kristus kemudian saya kembali kepada Kitab Suciku yaitu Quran. Saya mulai membaca dan semakin saya mendalami saya terkejut dikarenakan kontradiksi [pertentangan-pertentangan] didalamnya. Saya berjuang dikarenakan pada saat saya mengetahui kebenaran pada saat melakukan perbandingan antara Quran dan Injil. Hal itu membuat diriku terkejut. Keterkejutan kedua adalah pada saat mereka mengatakan kepada diriku bahwa saya keliru, dan saya tidak siap untuk dikatakan keliru. Dan saya tidak ingin keliru. Saya ingin membuktikan kepada mereka bahwa mereka keliru. Pertentangan didalam diriku semakin memuncak, terasa didalam diriku seperti tercabik-cabik. Dan saya menginginkan orang-orang dari kaumku [umat Islam] menghentikan pergumulan didalam diriku. Terasa didalam diriku seperti kehausan. Akan tetapi malangnya atau untungnya saya ingin mengatakan tidak mempunyai kepuasan atau rasa puas atau tidak mempunyai jawaban yang bisa membuat jiwa saya terpuaskan. Saya kembali dan saya katakan, “Saya akan mencari.”

Kemudian saya berdoa, “Jika Engkau Tuhan-nya Muhammad, Jika Engkau adalah sanak famili dari Muhammad … Jika Engkau adalah Bapa dari Isa Almasih, Yesus. Jika Engkau adalah Anak Allah, Jesus tolonglah aku. Saya merasa begitu lelah. Jika Engkau adalah Tuhan, biarlah saya melihatMu.” Kemudian aku tertidur. Pada keesokan harinya, saya merasa haus, merasa lebih haus lagi untuk mendengar lagi mengenai Yesus Kristus. Saat itu saya merasakan kedamaian. Keesokan pagi itu saya mulai merasakan haus dan mulai menanyakan lagi kepada orang-orang Kristen. Tuhan mulai mengirimkan kepadaku jalur didalam hidupku kemanapun saya pergi. Saya merasakan adanya Tuhan dimana-mana, Dia mengikuti aku dimanapun aku berada. Saat itu saya teringat perkataan orang-orang Kristen itu, “God Bless You.” Dan waktu itu saya menanyakan, “Siapakah Tuhan itu ?” Dan saya tahu Yesus mengatakan, “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup.” Dan saya menanyakan, “Bagaimana saya bisa menuju kepada Tuhan [Bapa].” Yesus mengatakan, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku [Yesus], AnakNya.”

Saat itu adalah titik permulaan perubahan didalam hidup saya. Melihat Kasih. merasakan sukacita yang orang-orang [umat Kristen] ini rasakan dan miliki.

Setelah saya menjadi seorang Kristen, Saya bertanya kepada diri saya sendiri, “Akankah saya menyembunyikan keyakinan saya ini ? Ataukah saya berdiri menyuarakannya [iman / keyakinan baru ini], dikarenakan saya telah berdiri menyuarakan keyakinan lama saya.” Saya berdiri dan menyuarakan keyakinan didalam pekerjaan misi penginjilan, yaitu penginjilan mengenai karya Kristus. Tujuan penginjilan itu adalah untuk membantu masyarakatku / orang-orang-ku [umat Islam] untuk belajar dan menerima sukacita. Sebab jika engkau menanyakan kepada saya, “Bagaimana kehidupanku berubah ?” … Ooo … sebaiknya engkau tahu. Dahulu saya bekerja didalam organisasi politik, mencoba untuk berjuang bagi orang lain, mencoba untuk memahami beban orang lain. Akan tetapi Yesus datang kepadaku, nomer satu, memberikan kepada saya sukacita, jiwa dari seorang Kristen. Dan sukacita bagiku adalah menerima situasi bahkan pada saat saya mengalami masa-masa kegelapan didalam hidup saya, dan ada suatu harapan. Ada sinar terang, yaitu bahwa Yesus bersama saya. Siapa yang ingin mengetahui kenapa hidup saya berubah ? Engkau sebaiknya mengenal siapa saya sebelumnya. Mungkin beberapa orang Kristen berkata, “Wanita ini tidak mungkin menjadi seorang Kristen.” Akan tetapi hari ini saya adalah pelayan Tuhan.

Sumber :

Saya ingin berkata kepada orang-orang-ku, Umat Islam, saya tahu setiap dari kita mungkin pernah melalui perjuangan seperti yang saya alami. Dan saya melalui itu semua. Banyak dari kita mencari apa kebenaran itu. Siapakah Tuhan ? Banyak dari kita mungkin sendirian, mungkin banyak dari kita yang mempunyai uang, kekuasaan, akan tetapi mempunyai kehampaan. Sahabat-sahabatku … Yesus adalah jawaban. Dan jika engkau menginginkan kedamaian yang saya maksudkan, dan jika menginginkan sukacita, maka datanglah kepada Tuhan untuk memaafkan engkau. Engkau tahu bahwa kita hidup didalam cara yang tidak menyenangkan hati Tuhan. Dan untuk memulai hidup baru maka engkau bisa datang dan berlutut dan berkata, “Tuhan tolong aku.” Dikarenakan kita tidak bisa membersihkan diri kita dari banyak perbuatan-perbuatan yang jahat dengan diri kita sendiri. Kita tidak akan bisa melakukan hal itu, akan tetapi Yesus dapat. Dia mati di kayu salib untuk engkau dan saya. Dia mati bagi semua orang yang berkata, “Tuhan tolong aku.” Maukah engkau datang kepada-Nya ? Dan maukah engkau meminta ampun atas semua kesalahan ?

  • (7) “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah 1 , maka pintu akan dibukakan bagimu. (8) Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. – Matius : 7:7-8
  • dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” – Yohanes 8:32
  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman [Yesus] itu adalah Allah. – Yohanes 1:1
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – Yohanes 8:58
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – Yohanes 10:30
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – Yohanes 14:6

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-UA

Salam Kasih dan Persahabatan. Tetap semangat menjalani hidup ini. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Mantan Pengkotbah Quran Pakistan Jadi Penginjil – Ghalib Paul (ex Muslim)

Orang-orang Muslim mempunyai begitu banyak kebencian yang mengisi hati mereka dan dikarenakan roh jahat dimanapun mereka mengetahui seorang Muslim yang sudah menjadi Kristen maka mereka mulai melakukan protes meskipun tidak mempunyai hubungan atau relasi dengan orang yang pindah ke Kristen tersebut. Roh teroris didalam diri mereka membuat mereka terluka dan mempertanyakan mengapa seseorang berpindah dari Islam ?

Ghalib Paul (ex Muslim) – Mantan Pengkotbah Quran Pakistan jadi Penginjil. Pengkotbah Quran Pakistan masuk Kristen ikut Tuhan Yesus. Imam Muslim Pakistan masuk Kristen ikut Tuhan Yesus. Shallom, begini kisahnya :

Ghalib Paul :

Asalnya saya berasal dari sebuah keluarga Muslim yang merupakan sebuah keluarga yang sangat religius. Sebelumnya saya menjalankan bisnis yang sukses di pasar Lahore yang terkenal, “Ichhra”. Saya dahulu menjalankan bisnis yang bagus didalam dunia karpet, kain tirai / korden, dan kain cover tempat tidur [bed sheets]. Menjadi seorang Muslim dahulunya saya adalah Imam Quran. Didalam banyak kesempatan saya mengajarkan Quran didalam keluargaku. Pada saat yang sama saya dibingungkan mengenai beberapa hal. Ada banyak pertanyaan didalam benakku ketika saya meng-kotbah-kan Quran kepada orang lain. Saya mencari jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu. Dengan rahmat Tuhan, saya menemukan jawaban-jawaban didalam Alkitab.

Setelah saya menemukan jawaban-jawaban, saya mulai mempelajari Alkitab. Pada awalnya bukanlah hal yang mudah bagiku untuk mempelajari Alkitab. Saya terbiasa membukanya untuk beberapa menit, mencari-cari sesuatu. Setelah itu saya kembali ke pekerjaan saya lagi. Beginilah saya belajar Alkitab, melalui proses yang lambat.

Diluar rumah saya adalah seorang Kristen akan tetapi didalam rumah saya adalah seorang Muslim. Dalam banyak kesempatan ayahku terbiasa memaksaku untuk pergi ke Masjid, terutama hari Jum’at. Akan tetapi hatiku sepenuhnya beralih ke Kristen. Saya mempunyai kesulitan yang besar mengatakan kepada keluargaku mengenai kebenaran itu. Bagaimana saya bisa menceritakan kepada mereka dikarenakan di negara Pakistan ada undang-undang yang mengatakan seorang Muslim tidak dapat mengubah keyakinan ke Kristen atau keyakinan lainnya. Dan jika seseorang tetap saja melakukan hal itu, keluarga dan masyarakat akan melawan orang tersebut dan siapa saja yang membunuh para murtadin dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat.

Ghalib Paul_DISPLAY_JPGSaya merasa takut dan tidak bisa mengungkapkan rahasia itu, akan tetapi aku mencari cara yang benar untuk meninggalkan rumahku menurut kehendak Tuhan. Kemudian aku meninggalkan rumah dan pekerjaanku yang mana telah diatur oleh Tuhan. Dan saya mulai berjalan bersama Tuhan dengan hanya membawa dua pakaian di badanku. Tuhan memilihku untuk menjadi saksinya dihadapan bangsa-bangsa. Tuhan menggunakan diriku ke banyak tempat yang berbeda untuk tujuan ini.

Saya mengabarkan kesaksianku dalam banyak waktu dan tempat serta saya pergi kemana saja Tuhan inginkan. Sebagai seorang penginjil saya terbiasa mengabarkan Injil dan memberikan baptisan air juga. Saya juga menyiapkan orang-orang lain untuk melayani Tuhan. Tuhan banyak menggunakan aku di Pakistan, terutama di Lahore dan didaerah pedesaan. Ketika kotbah biasanya saya menempatkan Quran dan Alkitab secara bersebelahan dan mengajar dengan sebaik-baiknya.

Pertama dan terutama saya menghadapi masalah dan ancaman dari keluarga ketika mereka mengetahui saya telah meninggalkan rumah dan saya tinggal didalam lingkungan orang-orang Kristen. Mereka mulai mencari saya setelah itu. Teman-temanku mulai mencari aku juga. Karena berhadapan dengan semua itu, maka saya harus melarikan diri dan bersembunyi di tempat-tempat lain. Saya mencari tempat perlindungan di daerah-daerah yang jauh dan kota-kota kecil dimana tidak ada hubungan dengan keluarga saya. Hal inilah cara bagaimana melindungi diri kami selama jangka waktu yang pendek. Ketika menjadi dikenal orang bahwa aku adalah pengkotbah dan telah menjadi Kristen, dan dikarenakan kesalahan orang-orangku sendiri banyak orang-orang Muslim dan cendekiawan Islam juga mengetahuinya. Ketika mereka mengetahui bahwa saya berkotbah di gereja dan pindah dari Islam, maka mereka menjadi sangat marah dan datang ke gereja itu dan melampiaskan kemarahan mereka. Mereka memulai membuat kerusuhan disana. Dikarenakan pada saat itu aku tidak ada, maka mereka memulai membakar dan anak pastor Rafique tertembak selama kerusuhan itu.

Setelah kerusuhan itu terjadi maka kami meninggalkan Lahore. Kami pindah ke Sheikhupura untuk alasan keamanan. Ketika kami menghadapi masalah di Sheikhupura, maka kami pindah ke Sargodha. Setelah kami mengahadapi masalah yang sama di Sargodha maka kami pindah ke Islamabad sementara waktu. Dan di Islamabad kami secara terbuka melayani Tuhan.

Tugaku dalam melayani Tuhan adalah sebagai penginjil. Itulah mengapa saya tidak dapat berdiam diri dan dimanapun berada aku akan menyebarkan Injil. Dan dimanapun aku menyebarkan Injil, informasi mengenai diriku akan tersebar. Orang-orang Muslim mempunyai begitu banyak kebencian yang mengisi hati mereka dan dikarenakan roh jahat dimanapun mereka mengetahui seorang Muslim yang sudah menjadi Kristen maka mereka mulai melakukan protes meskipun tidak mempunyai hubungan atau relasi dengan orang yang pindah ke Kristen tersebut. Roh teroris didalam diri mereka membuat mereka terluka dan mempertanyakan mengapa seseorang berpindah dari Islam ? Hal inilah bagaimana saya sering mendapatkan masalah ketika seseorang mengetahui mengenai kepindahanku dari Islam ke Kristen.

Jika orang-orang Muslim mengancam kami, kami tidak dapat melaporkan ke polisi mengenai hal ini. Jika kita melaporkan hal ini kepada polisi, maka mereka akan mengirimku kepada orang tuaku dan orang tuaku akan siap untuk mengikat dan bahkan membunuhku jika mereka menemukanku. Hal ini merupakan hal yang susah bagiku untuk bertahan hidup disana. Pertama-tama sekali aku takut kepada keluargaku dan teman-temanku sendiri dan juga takut kepada para teroris yang tidak aku kenal yang tujuan mereka hanya membuat malu dan menindas orang-orang Kristen. Banyak kali ketika kami merasa terancam, maka kami mencari bantuan seperti tempat perlindungan akan tetapi tidak ada seorangpun yang mau memberikan kepada kami tumpangan. Tidak ada seorangpun dari saudara/i kami dari komunitas Kristiani mau berhadapan dengan teroris-teroris islam dan tidak ada satu gerejapun yang mampu berdiri menghadang gelombang badai Muslim ini.

Kami selalu ditolak untuk mendapatkan bantuan dari gereja. Alasan untuk ini adalah apabila mereka menerima kami, maka seluruh elemen-elemen gereja akan menghadapi masalah.

Narator :

“Didalam tahun-tahun terakhir, keluarnya orang-orang Kristen dari Pakistan telah bertambah dengan dramatis. Orang-orang Kristen yang merupakan kaum minoritas di Pakistan tidak dapat mengekspresikan kebebasan untuk bicara. Siapapun dan kapanpun seseorang melakukan protes dan berbicara mengenai hak-hak mereka, maka mereka akan dipukuli, diancam dan dilaporkan sebagai penghinaan. Organisasi Open Doors mendeklarasikan Pakistan sebagai negara nomer 8 paling berbahaya bagi orang-orang Kristen. Banyak negara mengesampingkan kenyataan ini dan menganggap Pakistan sebagai negara yang aman bagi orang-orang Kristen, agar bisa menolak untuk memberikan kepada mereka status pengungsi. Ketika negara-negara lain tidak mendengarkan hal ini, maka mereka terpaksa mengungsi ke negara terdekat seperti Malaysia. Dengan harapan mereka bisa didengar. Akan tetapi impian mereka berantakan, karena mereka diperlakukan sebagai imigran gelap dan kriminal.”

Sumber : Incredible and heartbreaking Christian testimony

Light of Christ – Published on Dec 18, 2015. A true man of God. Former Muslim, now a Pastor, Ghalib Paul has sacrificed everything for his love for Christ

Ghalib Paul :

Pakistan adalah negara Muslim. Malaysia adalah negara Muslim juga. Kami terbiasa berpikir bahwa kami mendapatkan banyak masalah di Pakistan dikarenakan banyak orang tahu dan di Malaysia tidak ada yang tahu kami dan kami bisa hidup dengan damai dan menikmati kebebasan beragama. Akan tetapi aku akan menceritakan pengalamanku bagaimana orang-orang lebih jahat lagi memperlakukan orang-orang Muslim yang berpindah Kristen di Malaysia dibandingkan di Pakistan. Semangat [roh] yang sama yang menghalangi kemuliaan Tuhan yang bekerja baik di Pakistan maupun Malaysia. Kami merasa sangat terluka melihat Malaysia tidak berbeda dengan Pakistan. Intoleransi di Malaysia bahkan lebih kuat dari Pakistan. Di Pakistan setidaknya kami paham tempat-tempat untuk melarikan diri, bahasa, dan kita dapat berbicara dengan seseorang dan mendapatkan bantuan. Akan tetapi di Malaysia situasi begitu susah bagi kami karena tidak mendapatkan pekerjaan. Kami tidak diijinkan bekerja karena tidak mempunyai Visa dan tanpa pekerjaan harian maka akan merupakan suatu perjuangan yang susah.

Kami telah berada di Malaysia selama 2 tahun. Selama 2 tahun kami hidup susah selama 3-4 bulan didalam suatu kamar. Dimana kami dapat hidup di aula atau sudut rumah. Kami membersihkan gereja dan mendapatkan bantuan untuk memberi makan kami. Beginilah kami hidup selama ini. Situasi disini lebih parah dari Pakistan. Di Pakistan, kami mengabarkan Injil dengan bahasa kami, pendengar juga mengenal bahasa kami dan kami bisa tetap sibuk dengan aktivitas kami. Akan tetapi di Malaysia, kami takut ketika kami melangkahkan kaki diluar rumah, maka kami mungkin akan tertangkap oleh polisi atau pihak imigrasi. Dan kami mungkin tidak kembali ke rumah. Seandainya kami tertangkap maka kami akan diminta uang sogok sebesar 1000 – 2000 ringgit malaysia. Hal inilah kenapa kami tidak bisa keluar atau mendapatkan pekerjaan. Sebuah organisasi internasional yang disebut FGCC menyediakan bantuan kepada kami sebuah tempat perlindungan. Dimana dibawah payung mereka, kami sedikit keluarga-keluarga Pakistan dapat berkumpul bersama-sama dan memuji Tuhan. Mereka mengurus segala pengeluaran dan sewa untuk tempat ini. Mereka juga mengijinkan kami untuk tidur dan tinggal di tempat ini. Lepas dari ini semua adalah sangat susah bagi kami untuk bertahan hidup.

—– Demikian kesaksian Pendeta Ghalib Paul

  • Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. – Matius 10:38
  • Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. – Matius 11:28
  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman [Yesus] itu adalah Allah. – Yohanes 1:1
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – Yohanes 8:58
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – Yohanes 10:30
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – Yohanes 14:6

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-U8

Salam Kasih dan Persahabatan. Tetap semangat menjalani hidup ini. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Amanda (ex Muslim) – Pembom bunuh diri bertemu Tuhan Yesus. Islam tidak ada pengharapan

Kemudian aku hanya bisa menangis diatas lututku. Dan secara tiba-tiba saya melihat cahaya. Cahaya itu begitu terang, begitu terang. Dan saya mengatakan, “Siapakah ini ? Siapakah ini ?” Dan kemudian Dia berkata, “Aku adalah Yesus.” Dan kemudian saya mulai menepuk-nepuk diriku, “Oh, selama bertahun-tahun didalam hidupku aku mendengar namaMu. Akan tetapi aku begitu bodoh, dan ternyata Engkau begitu nyata. Engkau adalah nyata.” Dia mengatakan, “Akulah kebenaran. Akulah kebenaran.” Dan kemudian dia menyentuh diriku. Dia meletakkan tanganNya diatas kepalaku. Dan aku merasakan sesuatu sampai ke ujung kakiku. Saat itu aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku. Saat itu saya hanya bisa mengatakan, “Ampunilah diriku. ampunilah diriku karena tidak mempercayai Engkau. bahwa Engkau adalah nyata.”

Amanda – Ex Suicide Bomber Testimony – ESCAPE FROM HELL. Amanda – Mantan Muslim pembom bunuh diri bertemu Tuhan Yesus. Terbukti Yesus adalah Tuhan. Shallom, begini kesaksiannya :

Saya dilahirkan di negara Islam. Saya dilahirkan dari keluarga Muslim secara turun-temurun dan mereka semuanya Muslim. Ibu saya adalah seorang Muslim yang saleh dan mengajar kami semua mengenai prinsip-prinsip Islam dan menyuruh kami melakukannya. Pada umur 5 tahun adalah saat pertama kali aku berpuasa. Saya begitu mencintai Tuhan, meskipun saya tidak begitu berpengalaman sebagai gadis muda, akan tetapi aku sangat mencintai Tuhan. Saya melakukan begitu banyak aktivitas sosial untuk membawa Islam dijalankan oleh semua orang. Memastikan bahwa di sekolah semua orang melakukan kewajiban sebagai seorang Muslim. Waktu itu perang terjadi di negaraku. Kemudian aku bergabung dengan dinas kemiliteran pada usia yang sangat muda. Bagi pemerintah tidak masalah berapa umur kamu, mereka akan memberikan kamu senjata, pada saat itu mereka menyebut senjata itu GC-3, kamu memegangnya dan kemudian menembak. Jika kamu dapat menahannya tidak lebih dari 1 meter, maka kamu masuk kedalam militer. Saya memegang senjata itu dan menembak dan aku tidak bergerak sehingga mereka memasukkan aku kedalam militer. Aku menjalani latihan militer dan aku menjadi sukarelawan yang berada di garis depan untuk mati, kamu tahu … ada banyak anak-anak yang menjadi pembom bunuh diri. Sebab kami percaya hal itu adalah benar dan Tuhan adalah Tuhan yang nyata.

Amanda__DISPLAY_JPGSaya akan buat cerita ini pendek. Saya harus melarikan diri dari negaraku. Saya melarikan diri. Membutuhkan waktu 6 bulan dari tempat asalku untuk mencapai bagian Eropa dimana aku dapat tinggal dengan aman untuk mendapatkan status. Saat saya berada diluar negara asalkupun aku mulai mengabarkan mengenai Islam. Saya berusaha membawa orang-orang kedalam Islam dikarenakan ada imbalan besar jika kamu dapat meng-Islam-kan orang lain masuk Islam.

Setelah itu aku mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan mengenal keyakinan lain. Di negara asalku aku tidak mengenal agama lain, yang aku tahu adalah keyakinan Islam, suatu keyakinan dimana aku dibesarkan didalamnya. Lebih aku mengenal keyakinan lain maka lebih kuat lagi keyakinanku didalam Islam dikarenakan aku akan mengajukan pertanyaan dari Kitab Islam yang mana mereka tidak dapat menjawab pertanyaanku. Dan aku akan memberikan jawaban kepada mereka dari Kitab Islam, dari Quran.

Karena rahmat Tuhan aku dapat mencapai Kanada, mendapatkan status pengungsi di Kanada. Di Kanada aku menemukan keyakinan Mormon, Menonite. Hal yang sama, aku menghadiri pertemuan mereka dan mengajukan pertanyaan. Mereka tidak menantang pertanyaan-pertanyaan itu. Saya tidak dapat menemukan jawaban apapun juga, maka aku selalu menjelaskan kepada mereka dan meyakinkan mereka bahwa Islam adalah agama yang terbaik.

Saya menjumpai seseorang yang selalu membantu diriku dan keluargaku dan saya menanyakan kepada dirinya, “Siapa yang kamu percayai ?” Kemudian dia menjawab, “Tidak ada seorangpun. Tidak ada Tuhan. Saya hanya percaya kalau kamu melakukan kebaikan, maka kamu akan mendapatkan kebaikan juga.” Kemudian aku mengatakan, “Ya, itulah permasalahanku, saya telah bergantung kepada suatu kekuatan Tuhan. Aku mengharapkan kekuatan dari Tuhan yang sepertinya tidak terlihat. Kamu mungkin benar. Kamu melakukan kebaikan dan tidak percaya kepada Tuhan manapun juga.” Kemudian aku mulai mengarah kepada pengertian itu. Saat itu aku merasa begitu tertekan, ada peperangan didalam diriku. Bagaimana ada yang mengatakan bahwa tidak ada Tuhan. Didalam diriku mengatakan, “Mestinya ada Tuhan, coba dicari lebih dan lebih lagi.”

Pada waktu itu saya bertemu dengan sekelompok yang terlihat bahagia. Kemudian mereka mengajakku ke suatu biara dan itu adalah biara Budha. Pertama kalinya saat saya sampai disana, seorang pendeta Budha mendatangiku dan mengatakan kepadaku mengenai kehidupanku. Pendeta Budha (seorang wanita) itu mengatakan kepadaku, “Kamu telah dilahirkan sebelumnya dan kamu sebelumnya adalah seorang laki-laki.” Kemudian saya berkata, “Oke, cukup masuk akal bagiku. Saya melakukan kewajiban sebagai tulang punggung keluarga yang seharusnya dilakukan oleh seorang laki-laki. Saya seorang yang berani, suka berterus terang, dan hal-hal seperti itu.” Kemudian pendeta wanita Budha itu mengatakan, “Kamu telah membunuh seseorang [dalam kehidupan sebelumnya] dan kamu tidak mendapatkan hukuman. Kemudian kamu lahir kembali sebagai seorang perempuan, dan mengalami penderitaan ini.” Saat itu saya katakan, “Itu masuk akal bagiku. Sebab aku selalu mengatakan … mengapa ? Kenapa aku mendapatkan begitu banyak penderitaan ?”

Sejak saat itu aku menjadi seorang pengikut ajaran Budha sementara waktu. Melakukan ritual agama Budha. Lagi-lagi ada suara didalam hatiku. Pada saat aku membeli buah-buahan seperti apel dan jeruk untuk dipersembahkan kepada patung-patung. Sesuatu didalam diriku mentertawakan diriku, “Lihatlah dirimu, kamu ini seorang yang bodoh.” Dan saya tidak dapat meneruskan ritual Budha itu juga.

Setelah itu saya mulai terserang penyakit, yaitu tulang belakangku terasa begitu sakit. Suatu hari posisi tulang belakang saya begitu melengkung dan tidak bisa bangun tidur. Jadi tubuh saya tertekuk dengan rasa sakit yang luar biasa. Saya mengunjungi banyak rumah sakit untuk penyembuhan. Itu adalah sesuatu yang menyakitkan. Saya selalu berteriak dikarenakan terapi penyembuhan yang sakit. Jika saya bisa bangun, maka saya hanya bisa minum obat dan tidur kembali. Saya waktu itu hanyalah seperti sebongkah daging yang bernafas. Tidak ada lagi Tuhan yang bisa aku cari. Saya telah mencoba banyak keyakinan. Apa yang pernah saya lakukan selama hidup ini adalah melakukan kebaikan kepada semua orang. Menjaga keluargaku dan melakukan banyak hal yang aku tahu dengan kebaikan kepada orang lain.

Saya pernah melakukan percobaan bunuh diri akan tetapi usaha itu tidak berhasil. Kemudian aku kembali mengkonsumsi morpin [narkoba] lagi. Hal itu menjadi lebih buruk lagi disebabkan aku tidak menikah. Saya tidak mempunyai keluarga. Tidak mempunyai anak. Saya tidak mempunyai waktu untuk memulai kehidupanku. Semua hal didalam hidupku adalah mengenai mengurus sanak saudaraku, negaraku.

Saya menantikan bahwa suatu hari nanti aku akan memulai kehidupanku sendiri, seperti menikah, mempunyai anak. Ketika mereka mengatakan, “Kamu tidak mati.” Akan tetapi diriku mengatakan, “Lihatlah dirimu sendiri, kamu seperti ‘sebongkah daging’.”

Saya saat itu berada dalam kondisi yang parah, bahkan tidak tahu bagaimana memposisikan diri kedalam mobil. Dikarenakan saya tidak dapat duduk, atau berbaring, karena tubuhku tertekuk dengan rasa sakit yang masih berlanjut.

Saya membutuhkan bantuan, dikarenakan tempat tinggal yang saya sewa begitu berantakan. Saya membutuhkan seseorang yang dapat membuang sampah, atau pekerjaan rumah tangga lain. Maka saya pergi keluar mencoba mencari seseorang, dan saya melihat seorang laki-laki yang merupakan pecandu narkoba. Saya katakan kepadanya, “Saya membutuhkan bantuan, jika kamu dapat masuk kedalam rumah dan melakukan pembersihan rumah maka aku akan memberikan kepadamu uang.” Dan dia mengatakan, “Saya bisa melakukan itu dan sebungkus rokok akan cukup sebagai imbalan.” Kemudian saya katakan, “Oke.” Maka ia membantuku memasuki rumah kontrakanku. Kami saat itu melewati suatu bangunan kecil, dan dia mengatakan, “Apakah kamu suka menari ?” Dan saya katakan, “Saya suka menari.” Dia melanjutkan berkata, “Kamu tahu, orang-orang itu sering menari dan itu gratis, kamu bisa masuk kesana dan mereka menari pada hari minggu.” Saya katakan, “Oke.” Dan saya pergi kesana pada hari minggu.

Saya masuk ke tempat itu dan mereka menari, menyanyi dan melakukan penyembahan. Seseorang menyambutku datang ke gereja itu. Saya bertanya, “Apakah ini sebuah gereja ?” dan mereka mengatakan, “Ya.” Kemudian saya bertanya, “Dimana peralatan-peralatan itu jika ini gereja.” Saya bertanya, “Dimana patung-patung kamu.” Saya belum pernah melihat gereja seperti ini sebelumnya. Ini seperti ruangan besar dimana orang-orang menari-nari. Saya memperkenalkan diri pertama kalinya. Saya memasuki gereja itu dan tentu saja saya tidak dapat menari, saya hanya duduk di lantai. Pada akhir dari penyembahan itu, saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, [saya tidak tahu namanya]”, akan tetapi aku sebut Tuhan. Saya hanya berkata, “Tuhan, inikah akhir dari kehidupanku. Jika Engkau ada, maka tunjukkanlah kepadaku. Dan jika tidak ada, maka selesailah sudah. Saya sudah menyerah. Saya sudah mencoba banyak keyakinan di dunia ini. Saya sudah ke dokter dan lain sebagainya. Saya hanyalah sebongkah daging. Apakah tujuan dari semuanya ini ?” Kemudian aku hanya bisa menangis diatas lututku. Dan secara tiba-tiba saya melihat cahaya. Cahaya itu begitu terang, begitu terang. Dan saya mengatakan, “Siapakah ini ? Siapakah ini ?” Dan kemudian Dia berkata, “Aku adalah Yesus.” Dan kemudian saya mulai menepuk-nepuk diriku, “Oh, selama bertahun-tahun didalam hidupku aku mendengar namaMu. Akan tetapi aku begitu bodoh, dan ternyata Engkau begitu nyata. Engkau adalah nyata.” Dia mengatakan, “Akulah kebenaran. Akulah kebenaran.” Dan kemudian dia menyentuh diriku. Dia meletakkan tanganNya diatas kepalaku. Dan aku merasakan sesuatu sampai ke ujung kakiku. Saat itu aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku. Saat itu saya hanya bisa mengatakan, “Ampunilah diriku. ampunilah diriku karena tidak mempercayai Engkau. bahwa Engkau adalah nyata.”

Ketika saya tersadar, ada seorang perempuan memegang diriku. Saya tidak menyadari ada orang-orang disekitarku saat itu. Mereka menciumku dan mengatakan, “Apakah kamu baik-baik saja ?” Saya jawab, “Ya. Ya.” Kemudian mereka berkata, “Itu adalah senyuman yang indah, dan itu senyuman berasal dari Tuhan.” Kemudian aku berkata, “Aku melihat Dia.” Dan kemudian mereka membantu aku untuk berdiri. Kemudian aku bisa berdiri dengan tegak, dan saya tidak merasakan sakit apapun. Dan aku dapat berdiri dengan tegak. Dan semenjak itu aku tidak pernah lagi ke rumah sakit selain pada saat melahirkan anakku.

Aku berjalan ke rumah dan aku tidak mau lagi tidur di ranjangku lagi. Saya hanya mau berdiri dan melakukan banyak hal. Dan saya mempunyai kehidupan yang baru. Kemudian saya melihat diriku di cermin, dimana aku bisa berdiri dengan tegak. Wajahku berbeda, saya terlihat begitu berbeda.

Setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi selama seminggu. Saya pikir saya menjadi gila. Dan kemudian banyak hal jelek mulai terjadi didalam hidupku, seperti rumahku kebakaran dan lain sebagainya. Dan saya teringat saya berdiri di depan cermin dan berkata, “Saya telah melihat Dia.” Saya tidak akan kembali [ke keyakinan lama]. Saya telah melihat Dia, saya telah disembuhkan. Saya telah disembuhkan, saya bisa berjalan lagi dengan tidak merasakan sakit. Tidak ada operasi, dan saya merasakan begitu sehat. Saya merasakan kesehatan yang sangat baik didalam diriku. Sebelumnya, setiap bagian dari tubuhku terasa sakit, bahkan hatiku juga sangat terluka, emosi dan semuanya. Saya sekarang mempunyai pengharapan baru. Saya mempunyai kehidupan kembali.

Saya telah dilatih menggunakan senjata. Akan tetapi hal yang terjadi selanjutnya adalah lebih berat daripada perang psikologis. Banyak orang datang, profesor dari perguruan tinggi, orang-orang Muslim. Tiba-tiba saja banyak orang-orang Muslim disekitarku, dan mereka mencoba menghentikan diriku untuk bersaksi / berbicara mengenai mujizat ini. Selama 2 tahun aku berjuang ke gereja, dikarenakan mereka mencoba dengan segala cara untuk menggagalkan saya untuk dibabtis. Saya telah melihat Dia dan ini adalah kebenaran.

Sumber : Ex Suicide Bomber Testimony – ESCAPE FROM HELL

Thunder and Light Studios – Published on May 5, 2015

Amanda was trained in the Middle East for suicide bombing missions. Hear how Jesus rescued her in her most desperate moment. http://www.EscapeFromHell.ca http://www.EndChurchianity.com

Saya tidak pernah merasa kesepian lagi setelah itu. Saya mendengar suaranya. Saya mempunyai rasa sukacita dan damai yang luar biasa. Saya juga mempunyai semangat lagi didalam menjalani hidup ini.

Tuhan menyuruhku untuk mengunjungi saudaraku dan memberikan kabar ini setelah 2 tahun dalam doa. Dan dalam 1 bulan keluargaku mendapatkan penglihatan dari Yesus Kristus dan mereka datang kepada Tuhan Yesus. Ibuku, saudara laki-laki dan perempuanku.

Hal ini membuatku sadar bahwa ini adalah suatu anugerah yang besar mengingat kehidupan masa lalu saya yang memprihatinkan. Bagaimana kehidupanku yang menyedihkan dimasa lalu sebagai seorang Muslim. Bagaimana menyedihkan saat menjadi Muslim, saya pikir dahulu adalah suci karena melakukan puasa dan doa, akan tetapi kenyataannya tidak ada pengharapan.

— Demikian kesaksian Amanda …

Melalui sejumlah jawaban doa yang ajaib, Amanda telah menyelesaikan kuliah Alkitab dengan mendapatkan bantuan dana. Dan dimasa sekolah inilah dia mendapatkan suami dan dikaruniai seorang anak dan menjawab panggilan Tuhan sebagai seorang Pendeta.

  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman [Yesus] itu adalah Allah. (Yohanes 1:1).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yohanes 8:58).
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-TG

Salam Kasih dan Persahabatan. Tetap semangat menjalani hidup ini. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

 

5 [Lima] Arab Muslims masuk Kristen percaya Yesus Tuhan dan Juruselamat

Pada malam itu, pada saat saya tertidur. Saya menemukan diriku berada didalam suatu ruangan yang besar, dan saya melihat cahaya terang dan kemudian Seseorang datang menuju kearahku dengan rambut panjang dan berbaju putih. Dia merangkul diriku dan menciumku, dan Dia mengatakan kepadaku, “Engkau adalah anakku, Aku mengasihi dan mencintai kamu, engkau adalah segalanya bagiKu.” Kemudian saya terbangun pada pagi harinya dan aku mengatakan kepada saudariku bahwa aku ingin pergi ke gereja bersamanya. Kemudian kami bertiga menuju ke gereja.

Five [5] Arab Muslims share their conversion to Christianity. 5 [Lima] Muslim Arab membagikan kisah perpindahan keyakinan mereka ke Kristen. 5 [Lima] Arab Muslims masuk Kristen percaya Yesus Tuhan dan Juruselamat. 5 [Lima] Muslim Arab ramai-ramai masuk Kristen. Shallom, begini kesaksian mereka :

2000 tahun yang lalu ada seorang religius bernama Saul yang tinggal di Yerusalem. Sebelumnya Yesus Kristus sudah disalibkan dan banyak orang berkata bahwa Tuhan Yesus telah bangkit dari kubur [kematian]. Kabar itu menyebar luas, dan merupakan suatu ancaman bagi kepercayaan Saul. Saul secara terbuka membunuh banyak orang untuk menghentikan pergerakan itu. Saul berpikir bahwa dengan memenjarakan dan membunuh pengikut Yesus Kristus, maka dia melakukan pelayanan kepada ‘Tuhan’.

5 Arab Muslims _DISPLAY_JPGSuatu hari didalam perjalanannya ke Damaskus, Saul bertatap muka dengan cahaya yang terang yang menyebabkan dia tersungkur ke tanah. Dia mendengar suatu suara yang mengatakan kepadanya, “Saul, Saul, mengapa engkau menganiaya Aku ?” Kemudian Saul menjawab, “Siapakah engkau Tuhan ?” Kemudian terdengar jawaban, “Akulah Yesus, yang engkau aniaya.”

Setelah kejadian itu, Saul menjadi seorang yang sangat percaya kepada Yesus Kristus. Saul melakukan perjalanan dari satu kota ke kota yang lain menyebarkan pesan Yesus Kristus. Dia menjadi orang yang percaya kepada Yesus Kristus seperti orang-orang yang saat ini percaya kepada Yesus Kristus.

Dua ribu tahun kemudian, banyak orang mengalami pengalaman yang sama. Orang-orang yang akan kita temui adalah para pengikut Islam sebelum cahaya kebenaran Kristus menembus kehidupan mereka.

Kesaksian pertama :

You shall now the truth, and the truth will set you free

Saya terlahir dari sebuah keluarga Muslim. Ibu saya adalah seorang Muslim yang religius dan ayah saya adalah seorang Muslim yang sedikit terbuka. Saya menuntut ilmu di sekolah Islam dan saya menghafal sebagian dari isi Quran. Saya mendapatkan penghargaan karena menghafalkan sebagian dari isi Quran. Ketika saya masih menjadi seorang anak kecil, berumur sekitar 11-12 tahun. Sejak saat masih kecil, saya mempunyai banyak pertanyaan. Saya tidak mengatakan bahwa Islam itu jelek. Akan tetapi saya mengatakan, ada banyak pertanyaan yang tidak mempunyai jawaban. Ada banyak pertanyaan-pertanyaan mendalam, saya tidak bisa menemukan jawaban yang nyata. Saya mencarinya didalam Islam akan tetapi saya tidak bisa menemukannya.

Sebagai contoh, pertanyaan mengenai banyak istri, atau pertanyaan-pertanyaan mengenai perawan dan gundik [selir]. Apa perbedaan antara perzinahan dan banyak gundik / selir. Mengapa hal ini baik-baik saja bagi Nabi Muhammad untuk menikahi lebih dari 4 wanita, didalam Kitab itu disebutkan kamu bisa mengawini 4 wanita dan Nabi Muhammad boleh menikahi lebih dari 4 wanita. Apa yang mengkuatirkan diriku adalah pernikahan Nabi Muhammad dengan anak istrinya yang diadopsinya [his adopted son’s wife]. Sumber untuk mencari jawaban ini adalah Quran. Apa yang membuatku menarik adalah jawaban-jawaban umum yang tidak menyentuh hatiku, atau meyakinkan aku didalam Quran. Saya kemudian menolak agama dan menjadi seorang atheist, yang mempunyai pikiran bahwa semua agama adalah sama. Cara pandang diriku mengenai Kekristenan begitu jeleknya. Cara pandang itu adalah cara pandang yang dimiliki kebanyakan Muslim. Hal-hal seperti turis wanita, setengah telanjang, memakai kalung salib atau hal-hal yang kami lihat di dunia barat. Saya berpikir bahwa Kekristenan adalah seperti yang kita lihat di dunia barat. Itu adalah gambaran atau cara pandang yang jelek.

Saya terbiasa untuk berpikir, seperti kebanyakan Muslim berpikir, bahwa Kristus mengijinkan segala sesuatu seperti : imoralitas seksual, alkohol, berbohong, dan segalanya. Saya mengetahui Kristus beberapa tahun yang lalu. Akan tetapi kisah Kristus didalam hidup saya sangatlah panjang. Tuhan mulai bekerja didalam hidup saya mulai tahun 1982, pada saat saya menjadi seorang pelajar. Sebuah Alkitab didalam bahasa Perancis masuk kedalam suatu kiriman. Buku itu berwarna biru dan kecil dengan namaku tertera diatasnya. Saya mulai membuka dan membacanya. Saya memahami beberapa bagian didalamnya. Itulah sebenarnya kisahku dengan Kristus berawal. Saya mulai mencari-cari dan mulai menanyakan banyak pertanyaan.

Pada suatu hari minggu saya sedang sendirian di kamarku. Saya sedang membaca Alkitab, yaitu Injil Lukas. Saat itu adalah bulan Ramadan. Kakakku sangat marah ketika aku terlihat membaca Injil. dia berkata, “Kenapa tidak membaca Quran atau melihat program-program TV mengenai agama ?” Pada saat itu, saya menjadi atheist, yang menolak keagamaan. Akan tetapi pada saat itu juga aku mulai membaca Alkitab. Dan kakakku begitu jijik terhadap diriku. Saya berada didalam kamarku, sendirian pada hari minggu malam, dan saya hampir selesai membaca, dan saat itu adalah suatu saat atau moment yang intens. Saya merasa begitu bahagia dan saya menangis seperti seorang bayi. Air mataku merupakan perwujudan air mata sukacita dan kesedihan. Saya tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk menjadi seorang Kristen. Saya mulai berkata kepada diriku sendiri, memohon kepada Tuhan untuk menunjukkan kepadaku kebenaran. Saya akan dengan senang hati mengikuti Kristus, tidak peduli berapapun harganya dan tidak peduli apa kata orang. Pada saat itu, saya berkata, “Aku ikut Kristus.” Saya mempunyai suatu perjalanan panjang dalam mencari pemenuhan. Akan tetapi seperti meminum air asin dari laut, hal itu tidak membuat rasa dahagaku hilang.

Sebelumnya saya selalu berpikir bahwa saya adalah seorang yang berbahagia sebelum melakukan perjalanan bersama Kristus, akan tetapi setelah aku menemukan Kristus, saya menjadi seorang yang jauh lebih bahagia. Kebahagiaan saya sebelumnya hanyalah sebuah ilusi.

Kesaksian kedua :

I will never leave you, or forsake you

Tuhan yang saya tahu … saya rasa Dia telah bosan atau meninggalkan diriku. Dikarenakan semua kekecewaan didalam kehidupanku. Saya berpikir dia bukanlah Tuhan. Saya memberontak melawan Dia, berdiri dan menolak Dia. Akan tetapi saya percaya bahwa Tuhan menciptakan alam semesta. Didalam keluargaku, kami menyukai membaca buku-buku. Kakakku mendapatkan sebuah Alkitab didalam bahasa Perancis dan buku-buku Kristen lainnya. Kami membaca semuanya dan kami menyukainya. Akan tetapi sebagai sebuah keluarga Muslim percaya kepada Alkitab dan buku-buku Kristiani lainnya merupakan cerita yang berbeda.

Saya melihat sebuah program televisi Kristen, sebuah kartun mengenai penindasan orang-orang Kristen mula-mula. Saya begitu terpesona dan mengatakan kepada diriku sendiri, “Jika orang-orang Kristen ini mati dikarenakan kepercayaan mereka, saya ingin menyelidiki dan menemukan lebih banyak lagi.” Pada akhir acara itu, anak-anak Kristen mengatakan bahwa orang-orang Kristen yang dianiaya itu tidak percaya kepada kesia-siaan, “Jika kamu ingin mempercayai seperti yang mereka percayai, kamu dapat bedoa bersama kami.” Saya pikir kenapa tidak, tidak ada yang rugi bagiku, kenapa saya tidak berdoa dengan mereka ? Ketika saya berdoa, saya merasakan suatu suka cita dan kegembiraan yang besar. Itu adalah suatu saat dimana aku menginginkan Tuhan didalam hidupku. Perjalananku bersama Yesus tidaklah mudah, ketika saudara laki-laki-ku dan diriku menyatakan iman kami kepada keluarga kami dan berpikir bahwa keluargaku mempunyai pemikiran terbuka. Kenyataannya kami menerima sebuah kenyataan yang berbeda. Kami berdua disuruh meninggalkan rumah. Kami memikul salib seperti yang Yesus katakan. Akan tetapi janjiNya tidak pernah meninggalkan kami. Dia begitu setia. Dia memberi kami keluarga, teman dan banyak sekali berkat. Dia juga memberikan aku seorang suami yang takut akan Tuhan. Dia memberikan semangat didalam diriku untuk menjalani hidup ini. Tuhan Yesus begitu setia kepadaku. Tuhan memberikan kepadaku seorang anak laki-laki dan kami memberi nama Elijah. Saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus atas apa yang telah Dia lakukan didalam hidupku.

Kesaksian Keempat :

A thousand may fall at your side, and ten thousand at your right hand, but it shall not come near you.

Namaku adalah Jafar. Saya berasal dari keluarga Muslim. Saya tumbuh didalam sebuah rumah kamu Muslim. Saya bekerja didalam bidang perfilman dan memiliki banyak uang. Akan tetapi ada sesuatu yang hilang didalam kehidupanku. Saya tidak merasa nyaman mengenai diriku. Saya tidak mempunyai sukacita, tidak bahagia. Pada saat saya berumur 18 tahun, saya masuk kedalam jalur yang salah. Dimana saya mulai menggunakan narkoba dan minum alkohol. Saat itu saya masih muda dan 100 % berdosa. Ada seorang aktris yang mendatangiku setiap hari. Dia berkata, “Mengapa kamu menggunakan narkoba ? Hal ini tidaklah benar.” Saya kemudian mengatakan kepadanya, “Saya tidak tahu … Saya tidak tahu bagaimana menghentikannya.” Suatu hari dia membawa Alkitab dan mulai membaca. Kemudian saya mengatakan, “Keyakinan ini bukanlah diperuntukkan bagi kita, orang-orang Arab.” Dia mengatakan, “Tuhan datang bagi seluruh umat manusia [bagi seluruh dunia].”

Kemudian saya masuk kedalam militer. Ada seorang tentara Kristen yang berasal dari latar belakang Muslim. Setiap hari dia mendatangiku dan berbicara mengenai Yesus Kristus. Saya mengatakan kepadanya, “Saya tidak percaya Kristus.” Dia mengatakan, “Yesus Kristus akan menyelamatkan kamu dari dosa-dosamu.” Saya katakan kepadanya, “Saya bukanlah seorang Kristen. Saya tidak percaya Kristus. Saya tidak percaya Muhammad dan saya tidak percaya apapun juga.” Saya menggunakan narkoba saya dan berkata, “Saya percaya kepada ini [narkoba]. Kepada inilah saya percaya.”

Saat itu adalah perang di Algeria. Saya berada di sebuah gunung. Kami bertempur dengan sekelompok teroris. Selama 7 jam kami melakukan baku tembak. Saya berada di tempat yang sulit. Tempat itu sangat menakutkan dan teman Kristen itu mendatangiku dan dia hanya tinggal memiliki 20 hari lagi di militer dan kemudian dia dapat pulang ke rumah. Dia mendatangiku dan berkata, “Ini adalah tempat yang sangat berbahaya.” Saya mengatakan kepadanya, “Aku takut mati.” Saya berkata, “Aku takut, aku takut mati.” Dia mengatakan, “jangan takut, kembali ke barak dan aku akan menggantikan posisimu.” Saya berkata, “Kamu hanya tinggal memiliki 20 hari lagi untuk meninggalkan medan pertempuran, dan kamu rela mati bagi diriku ?” Dia berkata, “Aku tidak takut.” Dia mengutip suatu ayat di Alkitab dari Mazmur 91:7, dimana dikatakan, “1000 shall fall on one side and 10000 on your right side, but don’t be afraid. I am with you.” – Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. – Mazmur 91:7. Dia berkata, “Saya tidak takut, Kristus besertaku. Dia tidak akan membiarkan aku mati.” Aku berkata kepadanya, “Ceritakan kepadaku mengenai Kristus.” Pada saat saya mendengarkan, saya mulai melihat dan merasakan Kristus dan mengetahui kebenaran.

Saya meninggalkan militer dan percaya kepada Kristus. Saya merasa kedamaian pada hari dimana saya datang kepada Kristus dan saya berhenti menggunakan obat-obat-an. Dan melalui doa-doa secara perlahan keluargaku datang kepada Kristus. Ibuku terbiasa melihat aku hidup dalam dosa, makan-makan, minum-minum dan begadang larut malam. Mereka menginginkan aku keluar dari kehidupan itu akan tetapi mereka tidak sanggup membantuku. Akan tetapi Kristus mampu mengubahkan hidupku. Dan hal itu sangat mempengaruhi keluargaku untuk percaya kepada Kristus.

Kesaksian kelima :

I have loved you with an everlasting love.

Ketika saya duduk di bangku SMA, saya mulai membaca Quran. Saya menemukan beberapa ke-tidak-adil-an yang berhubungan dengan wanita. Sebagai contoh, mengapa wanita harus memakai cadar ? Alasan menggunakan cadar menurutku tidak fair. Atau bagaimana seorang laki-laki dapat menikahi seorang asing non-Muslim, sementara saya hanya mempunyai hak untuk menikahi pria Muslim. Juga ketika mencakup hak waris, wanita mendapatkan setengah dari yang didapatkan pria. Mengapa ? hal itu tidaklah adil. Dalam hal ini, Tuhan terlihat tidak adil kepada wanita. Bahkan sorga mengenai semua kesenangan pria. Dimanakah tempat bagi wanita didalam hal ini semua ? Hal ini membuat suatu rasa marah didalam diri saya.

Suatu hari, saya bertanya kepada Tuhan, “Dimanakah Engkau ? Dimana keadilanmu ? Apakah Engkau benar-benar mengijinkan wanita diperlakukan seperti ini ? Diperlakukan sebagai seorang budak ?” Saya tidak dapat menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku. Akhirnya saya menyerah dan berhenti memikirkan hal-hal ini dan memakai cadar selama 10 tahun. Saya harus berdoa, tidak ada pilihan lain. Hal yang tersedia kepadaku adalah Quran dan Islam. Tahun 1993, saya bertemu dengan suamiku yang merupakan seorang Kristen. Setelah itu dia memberikan Alkitab kepadaku dan aku berkata, “Baik, saya akan membacanya.” Akhirnya saya tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku selama ini. Saya telah menemukan kebenaran itu.

Sumber : 5 Arab Muslims share their conversion to Christianity

Kesaksian Ketiga :

Nothing will ever separate us from the love that is in Christ

Nama saya adalah Sadak, Saya berasal dari latar belakang keluarga Muslim. Saya mempunyai seorang saudara perempuan yang bekerja kepada keluarga Kristen. Dia menjadi seorang yang percaya kepada Yesus Kristus. Setiap hari dia terbiasa membawa ke rumah sebuah kisah Alkitab atau kaset pengajaran Kristiani. Saya merasa tertarik dengan kata-kata didalam Buku itu. Hal itu adalah sesuatu yang sangat baru bagiku. Tidak lama setelah itu, saudara perempuan saya yang lain juga menjadi seorang Kristen. Saya mulai berjuang dan bertanya, “mengapa ?” Dan kemudian saya menjadi begitu marah. Saya mengambil sebuah pisau dan memutuskan untuk menikam saudara perempuan saya itu. Dia mengatakan kepadaku, “Kamu dapat membunuh tubuhku, akan tetapi rohku akan tetap hidup.” Saya kemudian mundur dan menanyakan kepada Tuhan untuk menunjukkan kepadaku kebenaran, “Aku ingin mengetahui kebenaran.” Kemudian aku berkata, “Saya ingin mengetahui Engkau, saya ingin melihat Engkau.”

Pada malam itu, pada saat saya tertidur. Saya menemukan diriku berada didalam suatu ruangan yang besar, dan saya melihat cahaya terang dan kemudian Seseorang datang menuju kearahku dengan rambut panjang dan berbaju putih. Dia merangkul diriku dan menciumku, dan Dia mengatakan kepadaku, “Engkau adalah anakku, Aku mengasihi dan mencintai kamu, engkau adalah segalanya bagiKu.” Kemudian saya terbangun pada pagi harinya dan aku mengatakan kepada saudariku bahwa aku ingin pergi ke gereja bersamanya. Kemudian kami bertiga menuju ke gereja. Saya masuk kedalam gereja. Orang yang saya temui malam sebelumnya itu yang mengatakan kepadaku, “Saya akan melihat wajahNya besok.” Saya melihat seseorang berjalan melalui pintu itu. Didalam diriku begitu tersentuh dan air mataku berjatuhan. Kemudian saya berkata, “Ini adalah Tuhan Yesus Kristus dimana sebelumnya saya telah berdoa untuk bisa mengenal diriNya dan kemudian Dia muncul menjumpai diriku.” Kemudian saya percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Kemudian saya mulai membaca Alkitab setiap hari.

Saya mulai hidup bersama Tuhan. Akan tetapi saya berada dibawah tekanan. Tekanan dari saudara-saudara sepupuku. Saya dianiaya oleh mereka dikarenakan saya telah menjadi seorang Kristen. Kedua saudariku perempuan dan diriku diusir dari rumah. Kemudian kami tinggal dengan sebuah keluarga Kristen. Tidak beberapa lama setelah itu, saudara-saudara sepupuku ingin mengetahui mengenai Kristus. Dan kemudian kami memberikan kepada mereka Alkitab dan akhirnya mereka mengetahui bahwa itu adalah kebenaran. Saya hidup bersama Kristus setiap hari dan berkat-berkatnya tercurah kepadaku. Yesus Kristus adalah Tuhan. Kami terbiasa melihat Tuhan didalam Islam sepertinya Dia begitu jauh. Akan tetapi sekarang Tuhan Yesus telah menjadi sahabatku. Saya mempunyai hubungan dengan diriNya setiap hari.

  • dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” – Yohanes 8:32
  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman [Yesus] itu adalah Allah. – Yohanes 1:1
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Yohanes 8:58
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – Yohanes 10:30
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – Yohanes 14:6
  • Matius 24:4-14 = Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-To

Salam Kasih dan Persahabatan. Tetap semangat menjalani hidup ini. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Yassef – Seorang Muslim Iran Meninggal Dan Bertemu Yesus

Pada saat aku menjadi seorang Muslim, saya percaya bahwa Yesus hanya seorang Nabi. Kemudian aku mengalami kecelakaan mobil ketika aku berusia 25 tahun. Pada saat kecelakaan tersebut saya tidak sadarkan diri dan hal ini seperti mimpi bagi diriku. Didalam mimpi itu saya melihat sesuatu yang berwarna hitam dan saya juga melihat hal lain seperti cahaya, berwarna putih terang. Saya merasa hanya ingin bersama sinar terang itu. Saat itu saya hanya ingin semua ini berakhir dan bersama dengan sinar terang tersebut.

Watch this amazing testimony of how Jesus calls people from all over the world. People being saved, baptized and following Jesus as true disciples. It is filmed in Turkey where those from Iran is visiting. More on http://www.TheLastReformation.com. Yassou – Seorang Muslim Iran meninggal dan bertemu Yesus. Shallom, begini kisahnya :

Sekilas kotbah dan setelah pembabtisan

Apakah kamu siap dibabtis dalam nama Tuhan Yesus Kristus ?

Ya, saya siap.

Dengan ini aku membabtis kamu didalam nama Tuhan Yesus Kristus …

Dan sekarang engkau sudah dibabtis. Sekarang bisakah engkau menceritakan bagaimana engkau diselamatkan. Bagaimana Tuhan merubah engkau karena itu adalah hal yang luar biasa.

Pada saat aku menjadi seorang Muslim, saya percaya bahwa Yesus hanya seorang Nabi. Kemudian aku mengalami kecelakaan mobil ketika aku berusia 25 tahun. Pada saat kecelakaan tersebut saya tidak sadarkan diri dan hal ini seperti mimpi bagi diriku. Didalam mimpi itu saya melihat sesuatu yang berwarna hitam dan saya juga melihat hal lain seperti cahaya, berwarna putih terang. Saya tidak tahu berapa lama hal ini berlangsung, tetapi saya bisa melihat diri saya pada saat roh saya keluar dari tubuh saya. Maksudku aku melihat diriku didalam mobil. Saya melihat diri saya mengalami kecelakaan, akan tetapi aku melihat diriku pada saat aku berada diluar diriku.

Saya saat itu melihat sesuatu yang gelap yang mendatangi diri saya, kegelapan itu membuat diriku menjadi tertekan, saya menjadi takut. Kemudian saya melihat satu cahaya terang yang mendatangi diriku, ketika cahaya terang Tuhan mendatangiku saya merasa nyaman, saya merasa selamat.

Saya merasa hanya ingin bersama sinar terang itu. Saat itu saya hanya ingin semua ini berakhir dan bersama dengan sinar terang tersebut. Saya masih melihat diri saya dan saya melihat saudara laki-laki saya berada di sebelahku. Saudaraku tersebut terlihat menangis dan memanggil namaku. Pada saat sinar terang itu datang maka aku bisa mendengarkan suara saudara laki-lakiku. Pada saat itu juga aku berada didalam tubuhku kembali, mata saya terbuka dan saudara saya berkata, “kita kerumah sakit dan semuanya akan baik-baik saja.”

Yassou_DISPLAY_JPGDari sinar terang itu saya mendengarkan suatu suara, saya tidak tahu suara siapa itu. Pada saat itu saya tidak tahu bahwa suara itu adalah suara Yesus. Saya tidak tahu bahwa Yesus telah mengembalikan nyawaku kembali ke tubuhku. Kemudian saya banyak membaca Alkitab dan film mengenai Yesus.

Selama 27 tahun saya telah berusaha memanggil Alloh dan merasa bahwa Dia tidak pernah berbicara kepadaku, mendengarku dan tidak ada komunikasi dengan Dia. Akan tetapi pada saat aku berbicara kepada Yesus, jawaban akan muncul.

Setelah itu saya mendapatkan banyak mimpi. Dan Tuhan Yesus menunjukkan diriNya didalam mimpi-mimpiku. Jadi saya lebih banyak lagi mengetahui. Didalam mimpi-mimpiku Dia menunjukkan apa yang terjadi pada Yesus pada saat Yesus berada di dunia. Didalam penglihatan itu Tuhan Yesus menunjukkan kepadaku penglihatan mengenai penyaliban, kebangkitan dan Allah Bapa. Saya melihat hal-hal yang terjadi didalam Alkitab didalam banyak penglihatan. Didalam penglihatan itu Dia seperti seorang guru bagiku, Dia mengajarkanku. Apabila ada didalam penglihatan itu yang tidak saya ketahui, maka Tuhan Yesus akan menjelaskan kepadaku. Aku menjadi seorang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Kemudian saya mengajarkan kepada saudara/i ku dan orangtuaku.

Sumber : Iranian Muslim died and met Jesus

Sudah menjadi kebiasaanku sebelumnya, bahwa aku suka minum alkohol, bahkan saya menggunakan mariyuana. Setelah Tuhan Yesus menyelamatkan diriku, bahkan tubuhku tidak mau lagi hal-hal itu lagi. Tubuhku tidak mau lagi menerima Alkohol, mariyuana dan hal-hal jelek lainnya lagi. Saya hanya merasakan kebebasan dan kenyamanan. Kemudian saudara-saudaraku dan semua keluargaku dapat melihat perbedaan yang terjadi didalam hidupku. Saya tidaklah seorang yang dahulu lagi. Bahkan mereka bertanya-tanya. Mereka bertanya satu sama lain, “Begitu banyak hal yang berubah didalam diri Yassou ini. Kenapa dia bisa seperti ini ?”

Kemudian saya mengajak saudaraku ke gereja dan berdoa baginya. Dan seperti diriku akhirnya dia percaya. Dia percaya bahwa hanya satu Tuhan yang bisa menyelamatkan nyawanya, yaitu Tuhan Yesus. Kemudian secara bertahap keluarga kami melihat kami berdua, saya dan saudara laki-laki saya. Perlahan-lahan mereka juga percaya seperti kami juga dan pergi ke gereja. Dan kami kesini 7 orang jumlahnya dan semuanya dibabtis. Saya begitu terpesona dan sangat senang. Saya begitu berterima kasih kepada Tuhan Yesus.

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-SZ

Tetap semangat menjalani hidup ini. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Khalida – Setelah bertemu Tuhan Yesus jadi sadar Islam bohong

Secara tiba-tiba aku melihat seseorang. Seperti seseorang lain yang berdiri didepanku. Mempesona namun berbeda dari siapapun yang pernah kulihat. Lalu aku bertanya kepadaNya, “Siapa dirimu ?” Suara itu menembus dinding, suara itu lembut dan datang diwaktu bersamaan. Begitu kuat. Bahkan aku tidak mampu menggambarkannya dalam kata-kata. Dia berkata kepadaku, “Aku adalah Yesus. Aku adalah Anak Tuhan.”

Khalida – Setelah bertemu Tuhan Yesus jadi sadar Islam bohong. Palestinian Girl Saw The Son of God and Touched by Him – Khalida. Shallom, begini kisahnya :

Saya seorang gadis Palestina yang lahir di Betlehem. Saya dilahirkan dalam agama Islam. Aku mencintai Islam, Aku mencintai kaum Muslimin. Saya sangat yakin kepada keyakinanku. Saya percaya kepada Muhammad. Aku percaya kebaikan yang telah diajarkan Muhammad. Saya percaya kepada Quran. Pada saat kecil saya menutup rambutku pada usia 9 tahun. Saya percaya akan hal itu dan saya mencintai semua orang dengan kepercayaan yang sama.

Kita bersatu, kita percaya saling mengasihi satu dengan yang lainnya. Aku menghormati ayah kami, budaya kami, dan keyakinan Islam yang mengajarkan perempuan harus bekerja keras, dan sangat menghargai ayah, dan kepada saudara.

Saya melakukan sholat 5 waktu, aku puasa di bulan Ramadhan, aku pergi ke Mekkah, pernah Umroh dan pernah bergelar Hajjah. Aku membaca Quran berulang kali. Aku mencari Tuhan didalam Quran, dan aku mencari jawabannya. Aku menemukan sesuatu yang membawa kesatuan didalam hidupku. Aku mencintai Alloh, aku mencintai Islam secara luar biasa.

Aku pernah menikah selama 9 tahun, dan aku mencintai rumah dan anak-anakku. Tapi ada kekosongan didalam hatiku. Itu adalah masalah yang terjadi yang juga didalam pernikahan. Aku mengakhirinya dan meninggalkan mantan suamiku. Kutemukan diriku menjadi gelandangan orang yang tidak punya rumah, karena keputusan yang telah aku buat. Aku ingat sedang berjalan di emperan jalan, dimana aku bisa melihat seorang wanita. Dia memiliki sebuah toko. Aku merasa ada sesuatu yang menarik perhatianku. Aku merasa seperti ada ada seseorang yang punya kuasa diatasku, yang menginginkan aku masuk kedalam toko tersebut. Dan hal itu aku lakukan. Aku berjalan masuk kedalam toko tersebut.

Saat aku masuk kedalam toko tersebut, dia begitu penuh kasih dan sangat menyenangkan. Dia menghampiriku dan memelukku. Aku penuh tanda tanya, Aku sangat kuatir tentang apa yang diinginkan wanita ini dariku. Aku belum pernah bertemu dengan dirinya sebelumnya. Aku tidak tahu namanya. Tak ada hubungan apapun antara kami. Aku tidak tahu apa yang diinginkan wanita ini dariku. Jadi aku merasa sedikit takut. Haruskah aku percaya dia, bicara dengan dia. Mungkin ini bukan ide yang bagus. Mungkin sebaiknya aku pergi. Tapi aku tidak bisa, aku merasa bergitu ditarik untuk tinggal. Aku lihat mukanya, lalu aku katakan aku disini untuk mencari pekerjaan. Dia menjawab, “Aku tahu dan akan aku berikan apa yang kamu mau. Ayolah, kita langsung bekerja! Apa yang bisa kamu lakukan, pekerjaan macam apa yang bisa kamu lakukan ?” Sejujurnya aku tidak punya keahlian. Keahlian yang aku miliki adalah memasak. Jadi aku katakan kepadanya, “Aku bisa memasak bagimu. Aku bisa melakukan tugas bersih-bersih bagimu.” Kemudian dia menjawab, “Bagus kalau begitu, Aku butuh orang yang bisa memasak untukku, aku butuh orang yang bisa bekerja bersih-bersih.” Aku disana merasa lebih baik dan ia mempekerjakan aku.

Khalida_DISPLAY_JPGDia membayarku dengan upah yang baik untuk kewajiban yang aku kerjakan di tokonya. Kami memulainya dengan membangun hubungan. Dan hubungan itu makin dekat dan dalam. Ada sesuatu didalam wanita itu yang membuatku bertanya-tanya. Aku tidak mengerti. Kenapa dia harus menyayangi aku ? Ia tahu aku adalah gelandangan. Dalam sekejap apa yang dia lakukan adalah memindahkan aku ke rumahnya. Ia mempunyai 3 orang anak laki-laki. Dan suaminya datang membawaku dan anakku. Mereka menyediakan aku makanan, dan memberikan kami sebuah kamar di rumah mereka. Dan dia tidak memintaku untuk menyewanya. Dia tidak meminta aku bekerja apapun padaku, padahal aku bekerja untuknya di tokonya. Dan ia membantuku menempatkan barang-barangku dan anakku. Selang kemudian aku mendaftarkan anakku ke sekolah.

Dan hubungan itu berlanjut dan bertumbuh. Aku mulai dengan memberinya pertanyaan kepadanya. Dan dia menjawabnya bagiku. Dia mulai menceritakan kepadaku mengenai keyakinannya. Aku menolak apa yang dia ceritakan kepadaku. Kukatakan kepadanya, “Anda salah, anda salah, Muhammad adalah kebenaran. Quran adalah kebenaran. Muhammad adalah Nabi terakhir. Ia katakan kepadaku bahwa Tuhan punya anak.” Kemudian aku katakan, “Oh tidak, tolong jangan katakan Tuhan punya anak. Apa yang salah dengan dirimu ? Bagaimana mungkin Tuhan punya Anak ? Tahukan anda ini sangat tidak masuk akal ? Kalian sangat bodoh. Quran kami katakan kalian akan masuk neraka atas apa yang kalian percayai. Apa yang kalian percayai adalah kesalahan. Kami adalah agama yang benar. Setiap orang harus datang kepada Islam. Dan setiap orang harus percaya kepada Muhammad karena dia adalah Nabi terakhir. Dan disamping itu Tuhan tidak punya anak. Ini adalah tidak masuk akal. Quran kami mengajar bahwa Tuhan tidak lemah, bahwa Tuhan perlu anakNya dan perlu orang lain untuk menolongNya. Dia dapat menolong diriNya sendiri. Ia telah menciptakan. Ia Allah, dan Ia punya Nabi terakhir. Tak ada perkataan lain yang meyakinkan untuk diucapkan.” Dia hanya menjawabku, “Tidak apa-apa, tidak masalah kamu percaya ke jalan itu. Aku hanya ingin berbagi yang kumiliki denganmu. Bisakah aku berbagi denganmu ? Bisakah aku berbagi kepercayaanku ?” Dan aku mulai memberinya kesempatan. Kemudian aku katakan, “Ya, anda dapat ceritakan lagi tentang Yesus. Dan dia mulai menceritakan kepadaku tentang Yesus. Aku akan kembali dan maju mundur, dan bertanya, akan tetapi aku tetap menolak. Kukatakan kepadanya, ini tidak masuk akal bagiku.” Dia selalu meninggalkan aku dengan satu kalimat, yang selalu dikatakannya. “Tidak masalah jika kamu tidak percaya dengan apa yang kupercaya. Itu tidak akan mengubah siapa Yesus. Jika kamu percaya, Dia akan menolong kamu. Ini akan membuat hidupmu lebih baik.”

Aku pulang kerumah, dan aku lakukan Sholat 5 waktu dan aku membaca Quran. Aku mencari Alloh dengan sepenuh hatiku. Dan aku ingin itu … Aku ingin Alloh mengubahku menjadi nyaman seperti dirinya. Tapi aku tidak bisa. Jadi aku heran apa yang dia miliki yang tidak aku miliki. Dan mulai aku katakan, “Oke, apapun yang ia dapat, aku juga akan memilikinya juga. Aku ingin apa yang dimiliki oleh perempuan itu untuk datang kepadaku didalam hidupku.” Karena aku lihat dia memilikinya. Itu bukan karena dia punya uang, atau karena dia punya kecukupan. Dia memiliki imannya. Dan imannya itu menjadikan dirinya orang yang sangat unik. Dan sangat membantu setiap orang yang datang kepadanya. Setiap orang yang masuk ke tokonya, disambutnya dengan senyuman dengan sepenuh hati, dan dengan senyuman dan rangkulan. Dia adalah wanita yang penuh kasih dan baik dan aku menginginkan hal itu. Aku ingin menghentikan dia. Aku mulai memikirkan perasaanku sendiri. Kutemukan diriku sangat marah kepada keluargaku. Aku punya sesuatu yang tak termaafkan. Aku tidak merasakan kasih sayang. Aku benar-benar bernasib buruk. Karena saat aku pulang ke rumah aku selalu menangis. Dan aku selalu berpikir sendirian. Aku merasa tidak nyaman. Tapi wanita ini tidak jauh berbeda denganku. Dia juga pulang ke rumah. Dia juga punya masalah. Masalah keuangan. Tapi dia tidak selalu mempermasalahkannya. Ia berkata, tiap hari dengan tantangan baru tapi dijalaninya dengan senyuman dan dengan imannya.

Lalu setelah dua tahun aku bersama dengan wanita ini, Aku menginginkan sesuatu seperti itu. Aku mulai banyak berpikir banyak dan mencari lebih banyak cara untuk mencari tahu keyakinan yang dimilikinya. Aku sangat lapar akan hubungan intim dengan Tuhan. Aku lebih banyak berdoa dan berpuasa. Itu adalah doa-doa secara Islamku. Aku mulai lebih banyak berusaha dan menyibukkan diri dengan doa-doa. Dan sungguh-sungguh meminta Tuhan untuk menunjukkan sesuatu. Aku ingin … Tuhan jika Engkau benar mengapa Engkau tidak mendatangiku ? Dan membuktikan Engkau sebenarnya.

Suatu hari kukatakan hal itu, “Yesus, Yesus … Jika Engkau sungguh Anak Tuhan, Datanglah, turunlah kebawah dan tunjukkan bahwa Engkau Anak Tuhan. Karena hal ini tidak masuk akal.” Aku berada di toko dan memikirkan urusanku sendiri. Bekerja di ruang belakang. Aku ingat berkata kepada diriku sendiri: “Ah … ini tidak akan bekerja / berhasil.” Tidak ada yang terjadi pada saat itu. Aku tahu aku bekerja mencari uang. Tapi aku sangat frustasi dan hampa tidak tahu harus melakukan apa. Aku tidak tahu apa itu kebenaran. Dan aku ingin tahu kebenaran itu. Aku ingat sesuatu terjadi didalam kamar dimana aku berada. Secara tiba-tiba aku melihat seseorang. Seperti seseorang lain yang berdiri didepanku. Mempesona namun berbeda dari siapapun yang pernah kulihat. Lalu aku bertanya kepadaNya, “Siapa dirimu ?” Suara itu menembus dinding, suara itu lembut dan datang diwaktu bersamaan. Begitu kuat. Bahkan aku tidak mampu menggambarkannya dalam kata-kata. Dia berkata kepadaku, “Aku adalah Yesus. Aku adalah Anak Tuhan.” Dan saat itu aku mulai sadar akan apa yang aku pikirkan selama ini. Aku tidak jatuh di lantai, akan tetapi aku mendengarkan-Nya. Aku langsung berlutut. Aku hanya memandang pada-Nya. Dia begitu indah. Dia begitu penuh dengan kemuliaan. Dia adalah terang. Seperti terang didalam terang dan didalam kekuasaan-Nya. Aku langsung berkata, “Tuhan … Engkau Tuhan …” Lalu Dia menjawabku : “Ya, Aku adalah Yesus. Aku adalah Orang yang kamu tolak selama bertahun-tahun lamanya. Aku adalah Orang yang bukan kamu sebut Anak Tuhan. Aku adalah Anak-Nya, Aku datang untuk menyelamatkanmu. Aku datang untuk menempatkanmu di tanganku dan membuatmu menjadi lebih baik. Orang yang bersuka cita. Itu adalah anugerah-Ku sehingga kamu selamat. Kamu tidak perlu berbuat apapun. Kamu tidak perlu merancang apapun. Kamu hanya harus tahu bahwa Aku mengasihimu.” Aku kemudian bertanya, “Apakah hanya itu yang Engkau ingin aku lakukan ?” Ia berkata, “Ya, percayalah kepada-Ku.” Dan tak lama setelah itu seakan aku pergi ke sekolah selama 1 tahun. Aku menyelesaikan semua ujian, dan meraih semua itu dalam sehari. Yesus membuatku masuk akal / mengerti. Semua keraguan dimana aku bertumbuh didalam Islam, lenyap. Semua kebingunganku telah hilang. Hatiku telah sembuh. Aku merasa rasa sakit itu hilang meninggalkanku. Hatiku sudah lagi tidak merasa benci, marah, galau, dan tidak mengampuni. Semasa kecil sebagai seorang gadis muda, orang Palestina, tidak punya tanah.

Sumber :

Setelah bertemu Tuhan Yesus, dia sadar Islam bohong – Diterjemahkan oleh ANN Feeder for Christ

Palestinian Girl Saw The Son of God and Touched by Him – Khalida

Aku merasa jadi korban dari setiap situasi yang pernah terjadi padaku. Aku ingat berkata kepada Yesus, “Aku memerlukan-Mu. Aku ingin kau datang dan menolongku. Aku butuh Engkau menolongku berjalan.” Kemudian aku bercerita kepada temanku itu. Kuceritakan padanya bahwa aku baru saja menerima Yesus sebagai juruselamatku. Lalu dia berkata, “Kapan kamu lakukan itu ?” Aku mengatakan, “Baru saja.” Kemudian dia bertanya lagi, “Mengapa kamu katakan baru saja ?” Kujawab, “Aku tidak tahu kenapa hal ini terjadi. Aku baru saja mengalami sesuatu dibelakang, dan kuceritakan padanya apa yang terjadi denganku.” Aku berpikir bahwa rasanya hatiku telah berubah. Hatiku telah disembuhkan, aku tidak sedih lagi. Aku merasa aku kuat. Sekarang aku mampu menghadapi hidup. Dan sekarang aku bisa menghadapi tantangan yang datang dihadapanku. Ada kebebasan yang tidak pernah aku alami di agama Islam. Sehingga itulah yang dapat dibuktikan Kekristenan didalam hidupku. Memberikan kebebasan, dan memberiku cinta yang telah aku tunggu selama 29 tahun sebelum aku menjadi seorang Kristen.

  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman [Yesus] itu adalah Allah. – Yohanes 1:1
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – Yohanes 10:30
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – Yohanes 14:6

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-SH

Tetap semangat menjalani hidup ini. Salam kompak selalu. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Yesus Adalah Jawaban, Bukan Agama. Peluk Yesus! – David Naseer (ex-Muslim)

Yang saya tanyakan kepadamu saat ini adalah ‘Hubungan apa yang kamu miliki dengan Yesus ?’ Apakah kamu pernah mengambil kebenaran didalam Alkitab ini ? Dan mengatakan sudah diterapkan didalam diriku ? Jika itu belum pernah terjadi, marilah pada malam hari ini : permohonanku kepadamu adalah serahkan hatimu kepada Kristus. Sekarang juga dan jangan tunda-tunda lagi. Dan saya senang Tuhanku tidak peduli dengan agama. Dan saya katakan kepadamu bahwa kata-katanya yang ada didalamnya selalu sama, selalu benar, dan tidak akan pernah salah.

David Naseer – Agama bukanlah jawaban! Tinggalkan agama! Peluk Yesus! Agama bukan jawaban. Yesus adalah jawaban. Shallom, begini kisahnya :

Jelas yang ingin kami kabarkan adalah jelas seperti yang baru saja kita nyanyikan. Persis seperti periskop 2 Korintus : Bukan pesan mengenai diri kami sendiri. Kami jelas bukan anak panah yang menunjuk kepada diri kita sendiri, akan tetapi seperti anak panah yang menunjuk kepada yang Maha Besar. NamaNya adalah Yesus. Dia adalah yang Maha Kudus. Kami sangat gembira malam ini karena bisa mengarahkan orang kepada Dia. Dan kadang-kadang bertanya kepada kami, “Bagaimana kamu menunjukkan Yesus padahal semua ini mengenai Alkitab ?” Dan kamu selalu bilang , “Kami percaya bahwa saat kami menunjuk kepada Alkitab, Firman Tuhan yang tertulis, kita sedang menunjuk kepada Yesus. Firman yang menjadi manusia.”

Dan kita disini tidak sedang menyembah buku, terbuat dari kulit, kertas dan pita. Akan tetapi kita hendak menyembah Tuhan yang memberikan ini, Firman kehidupan. Dan kami sangat gembira bisa datang kemari dan memproklamirkan Nama diatas segala nama, nama Yesus. Kami lagi berkampanye pada jalan ini. Kami menyebutnya kampanye di Tur. Dan kami mencoba supaya Firman Tuhan keluar. Dan maksud saya adalah dengan Firman Tuhan yang keluar ialah kami ingin semua orang menggunakan Firman Tuhan dalam kehidupan mereka. Supaya Firman Tuhan keluar setiap harinya. Kami sedang berkampanye tiap malamnya supaya para ayah mengeluarkan Firman Tuhan. Secara harafiah, sebelum anak mereka pergi ke sekolah, disaat sarapan di meja untuk membuka Firman Tuhan dan mengeluarkannya. Para ayah yang ingin meluangkan waktu mereka dengan anaknya dalam Firman Tuhan. Kami sedang mengusahakan itu. Kami sedang berusaha supaya para sahabat untuk berkata, “Kita sudah bersahabat selama bertahun-tahun akan tetapi kita belum pernah belajar Alkitab bersama-sama.”

Kami sedang berkampanye supaya semua orang mau mempelajari Firman Tuhan. Supaya tidak hanya terdorong oleh emosi dalam mengikuti Tuhan. Melainkan untuk terdorong oleh pengabdian. Supaya berakar kuat, bukan supaya lusa namum tidak mendalam. Tetapi supaya berakar dalam dalam mengikuti Tuhan. Dan hasilnya menakjubkan. Kami mendapatkan E-mail dari orang-orang yang belajar lagu-lagu ini, lagu-lagu dari Alkitab. Mereka bilang, mengagumkan karena tidak hanya kami belajar lagu-lagu akan tetapi anak kami yang berumur lima tahun mempelajari Firman Tuhan. Anak saya mempelajari Firman Tuhan pada saat berumur 6 tahun. Kami mendapatkan E-mail dari ibu-ibu yang berkata, “Untuk pertama kalinya , suami saya belajar Firman Tuhan dengan kami. Dan di hari sebelumnya, dia membuka Alkitab untuk yang pertama kalinya.” Kami sudah menikah selama 14 tahun tetapi dia belum pernah memimpin kami untuk belajar Alkitab. Untuk pertama kalinya dia melakukan hal itu.

Dan pada saat itulah kami percaya Firman Tuhan akan hidup dan aktif serta lebih tajam dari pedang bermata dua manapun yang memisahkan sendi dan sumsum dan menentukan kehidupan yang terjadi didalam rumah itu. Sesuatu yang akan mengubah seisi rumah itu sama sekali. Jadi kita senang ada Alkitab disini. Jadi kami suka itu. Kemitraan malam ini, berkumpul bersama-sama, membaca Alkitab bersama-sama.

Saya harus bilang ini, kalau kamu bilang kepada saya saat saya berumur 18 tahun, bahwa saat suatu hari saya akan berada di panggung, sautu hari saya ada disebuah saluran televisi, mengibarkan panji untuk Firman Tuhan, menunjukkan kepada prang-orang Alkitab, mengajak orang untuk membagikan Firman Tuhan, saya pasti akan mengetawai kamu pada saat saya berusia 18 tahun tersebut.

Malahan pada saat saya berumur 18 tahun, ada saatnya didalam kehidupan saya, dimana saya sangat membenci Tuhan, saya sangat membenci Alkitab, Firman Tuhan. Sampai-sampai saya akan membakar Alkitab suatu malam. Sedikit latar belakang kisah, bagaimana saya sampai hendak membakar Alkitab. Saya aslinya berasal dari negara Iran. Dan saat saya berusia 9 tahun, Kami melihat Revolusi Iran terjadi di negara saya, dan saat itu terjadi, ratusan … ribuan orang menjadi korban. Saat revolusi terjadi dikarenakan agama lepas kontrol. Karena sekelompok Muslim radikal mengambil alih negara kami. Kami sekeluarga harus keluar dari negara Iran. Dan seorang anak yang berusia 8 tahun, saat kami melarikan diri dari Iran, karena ayah saya seorang militer berpangkat tinggi, dan pemerintahannya digulingkan. Dalam pikiranku saat aku masih kecil, kami melarikan diri dari agama. Dan bagi saya, kami melarikan diri dari Tuhan. Saya tidak mengerti sebagai anak yang masih berusia 9 tahun, mengapa Tuhan ingin saya, seorang anak 9 tahun, mati?

David_Nasser_DISPLAY_OK_JPGJadi kami berhasil keluar dari Iran. Dan kami datang ke Amerika sebagai pengungsi pada dasarnya. Kamipun memulai kehidupan baru. Dan sebagai seorang anak kecil, saya tidak ingin ada hubungan dengan agama atau Tuhan. Jadi begitulah saya salama bertahun-tahun. Lalu saya lulus SMA. Dan suatu malam, beberapa minggu saat SMA, saya berada didalam mobil dengan satu-satunya sahabat saya yang tersisa. Semua teman-teman saya yang lain sudah pergi ke tempat-tempat berbeda. Dan kami sedang duduk didepan rumah saya. Jujur saja, kami sedang memelintir ganja. Dan selagi kami memelintir ganja ini, dan kami mencoba untuk menghabiskan ganja terakhir, sahabat saya melihat saya dan berkata, “Bro, sepertinya lu lagi down malam ini.” Dan saya bilang kepadanya, “Gue emang lagi down karena teman-teman kita sudah pada pergi semuanya dan kita tidak punya tempat dimana kita bisa diterima, dimana kita bisa menjadi populer karena masa SMA sudah berakhir.” Dan dia melihat saya dan selagi dia sedang memberikan saya ganjanya, dia berkata, “Lo harus pergi ke gereja bersama saya besok. [sambil menghirup ganja]” Dan saya tahu di Alkitab, didalam kitab Kejadian, dikatakan bahwa Tuhan menciptakan rumput dan rumput itu bagus. Tapi bukan ganja yang dimaksudkan pastinya. Lalu saya bilang, “Lu pergi ke gereja ?” Dan dia bilang, “Gue tidak pernah tidak.” Jadi dia mulai mengajak saya ke gereja dan saya bilang kepadanya, gue akan pergi ke gereja. Dia bertanya kenapa, “Saya bilang karena saya benci agama.”

Saya melihat agama menghancurkan negara saya sewaktu saya masih kecil. Saya tidak mau ada hubungan dengan agama. Jadi saya bilang semua alasan saya. Bukannya menyerah, tahu apa yang dia perbuat ? Dia menyebutkan 5 cewek tercantik di sekolah saya. Dan setelah dia bilang cewek kelima, dia bilang, “Semua cewek ini pergi ke gereja gue.” Saya langsung bilang, “Asyik nih. Ayo pergi.” Saya sangat termotivasi pergi ke gereja. Jadi pertama kalinya saya ke gereja, saya pergi dengan motivasi yang salah.

Sesampainya saya di gereja, segera saya sadar bahwa ada maksud Tuhan. Karena setibanya saya disana, orang-orang dari gereja ini melihat saya masuk ke gereja mereka, dan mereka langsung memberikan perhatian. Dan semenjak saat itu, setiap saat mereka bisa datang ke rumah saya dan bersaksi kepada saya, mereka akan lakukan.

MAlam senin itu, sekitar 15 anak remaja datang ke rumah saya. Dan mereka datang, karena saya datang ke gereja mereka. Jadi mereka datang menunjungi rumah saya. Dan mereka berkata, “Bisakah kami masuk untuk beberapa menit ?” Mereka berbohong, karena 3 jam kemudian mereka masih didalam rumah saya. Dan mereka terus membawa Alkitab. Dan mereka terus menunjukkan kepada saya, apa kata Tuhan saya. Saya ingat hari-hari itu. Mereka tidak sibuk mengemukakan pendapat mereka. Mereka tidak sibuk menunjukkan semua hal yang salah didalam diri saya. Sebaliknya mereka menunjukkan semua hal yang benar didalam Injil. Mereka terus menunjukkan dari Alkitab, “David, lihat begitu besar Kasih Tuhan akan dunia. Kamu adalah bagian dari itu. Karena kamu hidup di dunia, inilah kamu. Tuhan begitu mengasihi kamu sehingga Dia memberikan Anak Tunggal-Nya. Jika kamu percaya kepada-Nya, David, kamu tidak akan binasa. Melainkan mendapatkan kehidupan yang kekal.” Mereka tunjukkan didalam Alkitab.

“Lihat, Yesus adalah satu-satunya jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. ” Dan mereka tidak sibuk dengan pendapat mereka. Mereka hanya sibuk dengan Firman Tuhan. Dan setiap senin, mereka akan datang ke rumah saya. Tiap Senin, keluarga kami tahu, dan kami harus bersembunyi. “Orang-orang Kristen itu datang, mari kita sembunyi.” Kami adalah orang Iran dan kami ‘diteror’ dengan Yohanes 3:16. Dan saya mendengar kabar gembira itu setiap senin. Dan setiap rabu dan minggu, saya ada di gereja mereka. Kamu tahu mengapa ? Karena Kasih itu seperti magnet. Dan orang-orang ini penuh kasih. Sebagai orang-orang dibawah kasih karunia, mereka penuh dengan kasih karunia. Jadi mereka terus mengasihiku dan mereka datang ke rumah saya. Dan mereka akan berbagi kabar gembira dengan kami. Mereka datang ke rumah saya dan ‘menyeret’ ke gereja, dan saya berpura-pura seperti dipaksa ke gereja, padahal saya ingin pergi.

Dan suatu malam saya duduk di gereja mereka. Dan si pendeta sedang berkotbah. Dia adalah seorang pendeta dengan gaya lama. Seorang kudus yang sudah tua, yang sudah berkotbah bertahun-tahun lamanya dengan model rambut ‘comb over.’ Dia kemudian berkata, “Mari kesini, kami akan menyatakan kesalahan kamu, dan kamu akan merasa terbakar seperti sebuah sosis.” Dia salah satu pendeta seperti itu. Dia sangat bersemangat. Dia sangat mencintai Firman dan berani mengotbahkan Firman. Saya duduk disitu berpikir, “Kalau Injil itu kabar gembira, kenapa dia itu marah sekali ?” Dan dianya bukan sedang marah. Dia sedang bergairah bukannya marah. Dan dia menyampaikan kebenaran. Terkadang hal terakhir yang ingin kamu dengar adalah kebenaran. Dan saya berusaha untuk melarikan diri. Saat ada undangan ke depan, selagi orang lain maju, saya pergi ke lorong dan pergi ke arah sebaliknya. Dan saya berpikir, saya akan meninggalkan pertemuan yang membawa rasa bersalah ini.

Tapi saya tidak sadar, Tuhan berada dimana saja, kapan saja. Tuhan tidak hanya ada di siaran Kristen atau di gereja. Tapi Tuhan ada dimana-mana. Dan sesampainya di rumah, Tuhan sudah menunggu saya di rumah. Dan Tuhan berkata, Kamu tidak akan kemana-mana. Dan saya masuk kedalam rumah dan orang-tua saya sedang pergi ke luar kota malam itu.

Sesampainya saya di rumah, saya melihat setumpuk Alkitab. Karena setiap orang Kristen ini membawa Alkitab untuk saya setiap kali mereka berkunjung ke rumah kami. Jelas sekali Alkitab itu penting sekali bagi mereka. Saat saya masuk, saya punya semua versi Alkitab yang ada. Saya punya ESV, NIV, Precious Moments, dan bahkan yang memberi Alkitab “Ghetto Licious”. Saya bahkan tidak tahu ada versi terjemahan seperti itu. Saya punya setumpuk Alkitab. Dan saya masuk ke ruangan dan berpikir, kalau ini [Alkitab] yang mewakili Firman Tuhan, saya akan membungkam ini. Kemudian saya mengambil Alkitab di tumpukan paling atas dan saya pergi ke halaman belakang. Diluar saya sendirian, kemudian saya buka alat pemanggang BBQ, dan saya taruh Alkitab diatas panggangannya dan saya menyiraminya dengan cairan arang. Saya akan membakar Alkitab ini dan menunjukkan Tuhan bahwa Dia tidak akan pernah mendapatkan diri saya. Akan tetapi saya tidak bisa menemukan satu batang korek api di rumah. Mungkin Tuhan bilang kepada malaikan, Gabriel, Michael, kemari … ada teroris hendak beraksi, sembunyikan semua korek api. Sungguh saya tidak bisa menemukan satu korek apipun.

Saya berpikir, mungkin sebelum saya bakar, saya baca dulu. Dan untuk pertama kalinya didalam hidup saya, dari kemauan diri saya sendiri, saya membuka Alkitab. Dan saya mulai membacanya. Saya mau jujur saja katakan, hal itu sangat membosankan. Di Kitab Kejadian, pada permulaannya, bla … bla … bla … Saya tidak bisa percaya jutaan / milyaran orang mendasarkan hidup mereka pada Kitab ini. Akan tetapi saya terus membalikkan halaman dan beberapa menit kemudian saya sampai ke Kitab yang dinamakan Lukas.

Dan didalamnya ada sebuah kisah. Saya tahu kebanyakan penonton di studio ini tahu kisah ini. Akan tetapi aku tidak tahu cerita ini sebelumnya. Dan pada pertama kalinya saya membaca tentang orang ini yang bernama Petrus yang berada didalam sebuah perahu dengan sahabat-sahabatnya. Dan selagi dia di kapal dengan sahabat-sahabatnya, dia melihat keluar dan melihat Yesus berjalan kearahnya diatas air. Dan selagi dia melihat Yesus berjalan ke arahnya diatas air, orang ini, Petrus, melihat kepada Yesus dan berkata, “Suruhlah aku berjalan kepadamu diatas air.” Dan aku berpikir, untuk pertama kalinya, saya cukup tahu tentang Alkitab, bahwa Yesus adalah tokoh utamanya. Dia berperan sebagai Tuhan. Dia sebagai Tuhan yang bisa berjalan diatas air karena hukum alam tidak berfungsi pada dirinya, karena diriNya Sang Pencipta. Dia bisa melanggar hukum alam. Lalu orang ini, Petrus, mau berjalan diatas air ? Kemudian yang begitu mengejutkan adalah Yesus tidak melihat Petrus dan berkata, “Aku berjalan diatas air karena Aku Tuhan.” Tidak, Dia berkata, “Datang”. Yang lebih mengejutkan lagi adalah, Petrus tidak melihat Yesus dan berkata, “Aku tidak lagi pakai pelampung nih Tuhan.” Tidak sama sekali. Di ayat berikutnya, dikatakan, Petrus keluar dari perahu, lalu ada dua orang yang berjalan diatas air. Saya membaca Alkitab ini, Alkitab yang sama yang membosankan saya 10 menit yang lalu. Sebab Firman Tuhan kuat dan hidup dan lebih tajam daripada pedang bermata dua manapun. Ia masuk kedalam sendi dan sumsum. Ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Firman itu menusuk saya amat dalam. Dan Tuhan berkata dalam Firman-Nya kepada saya, “David kamu telah berani keluar untuk segala hal didunia ini, kecuali untuk-Ku.”

Ini soal iman, soal rasa percaya. Kamu berani melangkah keluar untuk segala sesuatu yang lain sekarang tiba saatnya kamu percaya kepada-Ku. Saya katakan, Yesus berbicara kepadaku melalui Firman-Nya, “Datang.” Saya hanya menutup mata saya dan berkata, “Yesus aku tahu Engkau nyata. Aku ingin Engkau nyata didalam diriku.” Dan saya tidak tertarik untuk menjadi religius. Saya hanya tertarik untuk menjadi milik-Nya. Pada malam itu, seperti yang dikatakan rasul Paulus didalam Galatia 2:20, “Aku telah disalibkan dengan Kristus”. Malam itu manusia lama saya telah mati, dan saya lahir kembali menjadi manusia yang baru. Dan saya berkata kepadamu, saya tidak akan pernah sama lagi. Dan itu dimulai malam ini dengan Firman Tuhan menjadi pelita. Dimulai dengan Firman Tuhan yang menusuk kegelapan. Waktu saya bilang kegelapan, maksud saya bukannya malam diluar sana. Maksud saya adalah kegelapan didalam diri saya yang ditusuk. Dan Tuhan mengatakan, Tuhan menyadarkan, dan Dia menghibur. Itu adalah berita gembira.

Sumber : Agama bukanlah jawaban! Tinggalkan agama! Peluk Yesus!

Dan saya katakan kepadamu semenjak malam itu, Firman Tuhan tidak pernah berhenti. Malam itu, Dia telah memanggilku kepada keselamatan. Sejak malam itu, dia telah mengajarkan kepadaku bagaimana menjadi seorang teman kepada orang-orang lain. Bagaimana saya menjadi seorang suami dari istri saya. Mengajarkan kepadaku untuk bisa menjadi ayah yang lebih baik. Dia telah mengajarkan kepadaku untuk hidup sesuai dengan Firman-Nya. Dia juga mengajarkan saya untuk meminta maaf saat saya tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Dialah jawaban dari masalah yang aku miliki. Disaat waktu berhenti dan ekonomi turun naik, dan segala sesuatu tidak tetap, Firman-Nya selalu tetap. Dan saya katakan kepadamu bahwa kata-katanya yang ada didalamnya selalu sama, selalu benar, dan tidak akan pernah salah. Didalam Firman-Nya, tidak pernah kita diminta untuk menjadi religius. Malahan orang-orang yang tidak tahan dengan Yesus sewaktu Dia berjalan di dunia adalah orang-orang religius. Dia meminta kamu untuk berserah. Dia memanggimu karena kasih karunia. Saya tidak menanyakan apakah kamu pernah membaca Alkitab ? Apakah kamu pernah ke gereja ? Apakah kamu melihat siaran TV Kristen yang bagus? Yang saya tanyakan kepadamu saat ini adalah ‘Hubungan apa yang kamu miliki dengan Yesus ?’ Semua ini bukan mengenai percaya akan tetapi menerima. Apakah kamu pernah mengambil kebenaran didalam Alkitab ini ? dan mengatakan sudah diterapkan didalam diriku ? Jika itu belum pernah terjadi, marilah pada malam hari ini : permohonanku kepadamu adalah serahkan hatimu kepada Kristus. Sekarang juga dan jangan tunda-tunda lagi. Dan saya senang Tuhanku tidak peduli dengan agama.

Mari kita berdoa:

Bapa, terima kasih untuk Firman-Mu. FirmanMu adalah harapan yang penuh berkat. Tuhan, terima kasih, itulah pengharapan yang kami miliki, dalam kehidupan yang penuh dengan kegelapan dan pendapat manusia, terima kasih untuk kebenaran tetap yang kami miliki. Terima kasih Tuhan ketika kami menyanyikan Firman-Mu. Ada kuasa, itu hidup dan kuat. Dan dipancarkan lewat gelombang udara, sedang dipancarkan ke seluruh dunia. Dan itu melayani orang-orang dengan cara yang hanya kebenaran-Mu yang bisa lakukan. Bapa, aku berdoa engkau akan lakukan lagi dengan lagu ini. Gunakan ya Tuhan kata-kata ini dengan lagu ini. Gunakan untuk mempertobatkan, menyatakan, dan untuk menghibur orang-orang. Bapa, gunakan Firman-Mu sekarang juga, untuk memanggil orang yang bersalah penuh. Amen.

Mari kita lanjutkan dengan menyanyikan lagu pujian.

  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman [Yesus] itu adalah Allah. Yohanes 1:1
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” Yohanes 10:30
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. Yohanes 14:6

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-S8

Tetap semangat menjalani hidup ini. Salam kompak selalu. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Maria Ellizabeth (ex-Muslimah) – Dibawa Tuhan Yesus Mengunjungi Sorga Dan Neraka

“TUHAN TEMPAT APAKAH INI??, APA YANG TERJADI TUHAN, APA AKU SUDAH MATI? TOLONG AKU TUHAN, AKU INGIN KELUAR DARI TEMPAT GELAP, PANAS DAN MENGERIKAN INI, AKU TIDAK SANGGUP LAGI MELIHATNYA, TUHAN KASIHANILAH AKU, AMPUNILAH AKU TUHAN!!”, iblis2 itu malah menertawakan saya, tidak terasa akhirnya aku sudah di depan, iblis itu pun berkata “JATUHKAN DIRIMU KE JURANG ITU!!”, saya jawab “TIDAK, AKU TIDAK MAU”, kemudian ada cahaya yang tiba2 muncul tapi sangat jauh, terangnya sangat berbeda, yang aku heran, iblis2 itu seketika itu sujud. Dan ada suara yang sangat lembut berkata “ANAKKU BERBALIKLAH DAN BERLARILAH MENUJU TERANG ITU.”

Maria Ellizabeth (ex Muslimah) – Dibawa Tuhan Yesus mengunjungi Sorga dan neraka. ex-Muslim Indonesia dibawa Tuhan Yesus mengunjungi Sorga dan neraka. Shallom, begini kisahnya (diambil dari transkrip aslinya) :

Rizky Marfianto menambahkan 3 foto baru — terberkati , bersama Budhhy Kombu dan 16 lainnya.

KESAKSIAN MARIA ELLIZABETH
(EX-MUSLIM, kakak angkat Filifus Rio Firmansyah)
(fb@ Maria Ellizabeth Mozaarthinova
Ermyline)
Shalom, nama saya Maria Ellizabeth, lahir 06/04/1992, tinggal di daerah Jakarta Pusat,
Kegiatan saya saat ini bekerja dan sedang kuliah di STIAMI jurusan pajak, saya adalah mantan muslim yg sekarang menerima Yeshua Ha Masiach sebagai Tuhan dan Juruselamat saya secara pribadi.
———————————————–
Saya lahir dari keluarga muslim yang tidak radikal, namun menjaga adat istiadat islam dgn baik secara turun temurun, walaupun saya islam orang tua saya menyekolahkan saya dari TK dan SD melania II di Rawasari Jakarta Pusat (Katolik) sampai di SMP Advent Salemba Jakarta Pusat (Kristen Advent), yang hanya karena sekolah Kristen itu disiplin dan siswa2nya cerdas2, akhirnya saya mempunyai banyak teman kristen, sering keluar masuk gereja karena di sekolah itu status di samakan, maka saya pun akhirnya mau tidak mau belajar agama kristen, tetapi saat itu saya masih belum mengerti, hanya sekedar mencari nilai agama agar raport saya bagus saja, banyak juga teman2 saya yang selalu mengajak saya ke gereja, saya pun diam2 keluar utk ke gereja tanpa di ketahui orang tua, jika mereka tanya dari mana, saya hanya menjawab “belajar bareng teman tadi”, dulu saya ke gereja hanya utk mengisi kekosongan waktu saja, karena saya ingin bermain dgn teman saya, jadi saya masih tetap percaya dgn keyakinan saya, tapi saya yakin Tuhan memakai teman2 saya untuk saya bisa mengenalNya, tapi saya tidak sadar akan hal itu, sampai suatu ketika mama saya mengetahui bahwa saya suka ke gereja, saat itu aku belum mengerti firman walaupun aku sering ke gereja bersama teman2, aku hanya melihat lihat saja bagaimana orang kristen beribadah, akhirnya mama larang aku dan aku di sekolahkan di SMA AL-Ghurabaa di Rawamangun Jakarta Timur, dari kelas 1 sampai kelas 3 SMA aku harus memakai jilbab, belajar alqur’an, bahasa arab, belajar sholat 5 waktu, wajib puasa, karena dari kecil saya belum ada dasar agamanya, setiap habis pulang sekolah saya mengaji di ruang kepala sekolah.
Akhirnya saya selalu mendapat peringkat 1 di kelas, dan menjadi ketua Osis, namun hati saya masih terasa hampa, belum merasakan damai, berlanjut sampai saya kuliah saya tetap masih pegang agama tradisi saya, sampai suatu ketika kakak perempuan saya di baptis duluan bulan Maret 2014, dia percaya Yesus, karena dia menganalisa antara pengajaran Mu****** dan Yesus, karena dia pun mulai mencari Tuhan yg hidup, karena dia yakin hanya satu jalan kebenaran, hanya ada satu jalan menuju surga, setelah analisa yg cukup panjang dan harus bersikap netral utk mencari kebenaran, akhirnya dia memilih Yesus, dan bulan Agustus, September, Oktober 2014 dia menginjili saya, ketika itu saya juga sedang ada banyak masalah saya merasa down, tapi saya tidak langsung percaya, saya tetap cari kebenarannya, dari sini saya mulai baca firman dari kejadian sampai wahyu, saya seperti kehausan firman, seketika saya merasa rohani saya lapar dan haus akan kebenaran, saya buka situs2 atau web2 kesaksian2 dari seluruh dunia tentang perjumpaan mereka dgn Tuhan Yesus, saya sempat tidak percaya, hati terus berkecamuk, peperangan batin terus terjadi setiap hari, dan saya perlahan lahan mulai mengerti mengapa dari zaman perjanjian lama harus ada korban darah, sampai Allah mengorbankan anakNya, Dia lah Anak Domba Allah, penggenapan janji Allah di perjanjian lama, karena aku tau Yesus ada 2000 tahun yg lalu, baru 600 tahun kemudian muslim muncul, sampai ketika bulan november 2014, saya bermimpi, saya berada di suatu tempat gelap dan panas sekali, sepertinya indera saya berfungsi, saya kaget ketika saya melihat saya berada di antrian panjang, saya melihat begitu banyak orang yg sedang mengantri tetapi ada yg telanjang ada yg memakai baju hitam kotor sobek2, termasuk saya memakai baju kotor itu, aku melihat wajah2 mereka sangat sedih, ada yg menangis, menjerit minta tolong, dan aku tau wajah mereka dari berbagai macam negara, mereka penuh luka, darah, ada begitu banyak sosok2 seperti iblis, tinggi besar, Bergigi besar dan tajam, wajahnya sangat jelek, mempunyai tanduk di kepalanya, tubuhnya merah seperti daging terbakar, mereka membawa ursula dan rantai2, mereka sedang menjaga para antrian panjang yang sepertinya saya lihat tidak ada ujungnya, panjang sekali, saya akhirnya penasaran melihat apa yang terjadi di depan, saya melihat iblis2 menyuruh orang2 itu menjatuhkan dirinya ke jurang yg berapi-api yg asap nya membumbung tinggi ke atas, saya merasakan bau belerang, bau daging terbakar, lebih bau di tempat ini daripada di dunia, orang2 itu pun akhirnya menjatuhkan diri mereka, iblis2 itu pun tertawa bahagia dan saya juga melihat ada yg tidak mau menjatuhkan dirinya, orang itu mencoba berlari, tetapi di kejar setan2 itu, menyeret kakinya memakai rantai, dan menusuk kepalanya memakai ursula, darah pun keluar deras, kemudian setan itu membuang orang itu ke jurang seperti sampah, dan mereka pun tertawa lagi, saya mulai lemas, menutup mata, terjatuh duduk dan menangis dengan keras sambil berteriak, “TUHAN TEMPAT APAKAH INI??, APA YANG TERJADI TUHAN, APA AKU SUDAH MATI? TOLONG AKU TUHAN, AKU INGIN KELUAR DARI TEMPAT GELAP, PANAS DAN MENGERIKAN INI, AKU TIDAK SANGGUP LAGI MELIHATNYA, TUHAN KASIHANILAH AKU, AMPUNILAH AKU TUHAN!!”, iblis2 itu malah menertawakan saya, tidak terasa akhirnya aku sudah di depan, iblis itu pun berkata “JATUHKAN DIRIMU KE JURANG ITU!!”, saya jawab “TIDAK, AKU TIDAK MAU”, kemudian ada cahaya yang tiba2 muncul tapi sangat jauh, terangnya sangat berbeda, yang aku heran, iblis2 itu seketika itu sujud. Dan ada suara yang sangat lembut berkata “ANAKKU BERBALIKLAH DAN BERLARILAH MENUJU TERANG ITU”, tanpa pikir panjang saya langsung berlari, tapi saya merasa seperti terang itu jauh, saya terus berlari, dan ada suara yang saya dengar sangat jelas mengatakan, “AKULAH TERANG DUNIA; BARANGSIAPA MENGIKUT AKU, IA TIDAK AKAN BERJALAN DI DALAM KEGELAPAN, MELAINKAN AKAN MEMPUNYAI TERANG HIDUP”, dan seketika itu saya terbangun, dengan bercucuran keringat tetapi hati saya begitu damai, kata2 itu masih terngiang setiap hari di telinga saya, sepertinya saya pernah membaca kalimat itu tapi di mana ya, saya pun menceritakannya kepada kakak saya, dan dia mengatakan perkataan itu ada di injil Yohanes 8 : 12, ketika saya membaca lagi, saya baru ingat, dan saya langsung percaya Yesus dan tidak ragu2 lg serta saya berdoa minta ampun kepada Tuhan Yesus, akhirnya bulan Desember 2014, saya resmi di baptis di Tiberias dan menjadi anak2 Allah..
[12:45 PM 22/10/2015] Rizki Marfianto: Dan setelah saya di baptis banyak sekali mimpi dan penglihatan2 yang terjadi di diri saya, saya mulai belajar buka mezbah di rumah dan berpuasa, dan pernah bermimpii jakarta banjir dan benar 2 hari kemudian hujan deras melanda jakarta yg akhirnya banjir, tidak lama setelah itu saya bermimpii dunia inii hancur, orang berlari lari kesana kemari, awan gelap, ada orang2 yg memegang pistol dan pisau hendak membunuh orang2 percaya, saya tau mereka orang percaya sebab mereka memegang Alkitab, orang2 jahat itu mengatakan “BUANG ALKITAB ITU, IKUTLAH DENGAN KAMI, MAKA KAMI TIDAK AKAN MEMBUNUHMU” ada yg mengikut orang2 itu, ada yg tetap setia, yg tetap memegang Alkitab langsung di tembak berkali kali, dan saya sangat sedih melihatnya, dan juga saya pernah bermimpi, saya sedang melayani di Gereja layaknya seorang pelayan Tuhan, dan 2 minggu yg lalu saya bermimpi saya sujud di kaki Yesus, saya melihat kakiNya yg berlubang paku, itu sangat membuat aku perih dan sedih, tetapi saya tidak dapat berdiri, utk melihat wajahNya pun tidak bisa, terlalu terang, jubahNya pun putih terang, lebih terang dari cahaya apapun di dunia..

MARIA ELLIZABETH_OK_JPGDan saya mulai memberitakan injil ke pembantu saya yg muslim akhirnya dia mau ikut ke gereja, dia ini buta akan firman Tuhan, dan tidak mengerti apa2 tentang kekristenan, malamnya dia bermimpi dibawa Tuhan Yesus ke neraka, tetapi dia mengatakan kepada saya, “Maria … tadi malam, saya entah bermimpi atau saya sudah mati ya, saya di ajak seseorang ke neraka, orang ini tinggi, berambut ikal panjang, memakai jubah putih terang sekali, tetapi saya tidak dapat melihat wajahNya, karena terang sekali, Dia hanya memegang tangan saya dan Dia mengatakan “MARI AKAN AKU PERLIHATKAN NERAKA, SAMPAIKANLAH KEPADA ORANG2 DI BUMI APA YANG ENGKAU LIHAT DI SINI”, saya melihat orang2 disiksa sama setan2 yg mengerikan, ada yg lidahnya di potong2, ada yg kulitnya di kelupas, ada yg kemaluannya di tusuk memakai pedang panjang sampai keluar dari mulutnya lagi, mereka terus menyiksa tidak berhenti sedetik pun, saya bertanya kepada orang itu, “Tuan, mengapa mereka disiksa seperti itu?” kataNya, “MEREKA TERLAMBAT BERTOBAT DAN ADA YANG MENOLAK AKU, ITU SEBABNYA MEREKA DI SINI”, saya menjawab, “Tuan, aku ingin keluar, aku tidak tahan di sini” , akhirnya Tuan itu menarik saya keluar dari tempat itu, dan menunjukkan pintu yg sangat sempit, mungkin seperti pintu tikus kecilnya, saya mengatakan “Bagaimana bisa masuk Tuan, pintu ini sangat sempit, kakiku pun tidak dapat masuk” kemudian kataNya, “PERCAYALAH, AKU MENYERTAIMU”, kemudian dia memegang tangan saya kuat2 dan entah mengapa saya bisa melewati pintu sempit itu, saya pun terbangun seketika itu jam 3 pagi” begitu ceritanya dia ke aku, sekarang dia bekerja di daerah condet di perumahan tempat kakak saya dan keluarganya tinggal, dan ada satu lagi keponakanku umur 9 tahun, saya tadinya iseng cerita2 tentang Tuhan Yesus ke dia, dia muslim, anak dari kakak saya yg masih muslim, tetapi dia meresponi topik itu, saya langsung berikan dia Alkitab, karena dia yg minta sendiri, akhirnya dia baca perjanjian baru,walaupun dia banyak tanya tetapi aku sabar untuk menjawabnya, Sampai akhirnya dia tidur malam bersama saya, entah mengapa pagi2nya, dia berlari menghampiri saya di meja makan, dia tarik tangan saya untuk berbicara di kamar saja, akhirnya saya kunci pintu kamar, dan dia mulai bercerita, dia berkata dengan begitu polosnya, “Aunty, aku tadi malam mimpi ketemu Yesus, Tuhannya Aunty kan?? Aku dan orang2 banyak sedang ada di suatu tempat yg indah sekali, kita bernyanyi2 gitu, yg aku ingat, nyanyinya gini “Hossana, Hossana”, itu lagu apa ya Aunty? Aku baru dengar, terus aku lihat, di depan aku, ada laki2 tinggi, wajahnya ganteng banget, memakai baju jubah putih terang banget, rambutnya ikal panjang, pokoknya cuma Dia yg memancarkan cahaya seperti itu Aunty, Dia menatap aku sambil tersenyum dan membuka tangannya seperti mau peluk aku, tapi aku lihat lubang di tanganNya Aunty, aku tanya ke orang yg di sebelah aku, “siapa sih Dia?”, terus orang itu jawab, “Dia itu Tuhan Yesus, Orlin”, terus aku langsung terbangun Aunty”, begitu dia cerita dengan saya, saya pun mengatakan kepadanya, “Itu lagu Gereja, dan benar Dia yg kamu lihat, Dia lah Tuhan Yesus, hebat bukan Tuhan Aunty? smile emotion” tetapi dia masih belum mau utk menceritakannya kepada org tuanya dan kepada org lain.

Begitulah kesaksian saya, saya hanya berpesan kepada anda semua, Terimalah Yesus sebagai TUHAN dan JURUSLAMAT anda secara pribadi maka anda akan dikuduskan dari dosa-dosa anda dan dilayakkan menjadi anak-anak Allah…

Tuhan Yesus memberkati..

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)

…”Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!” (Ibrani 4:7)

TUHAN YESUS berkata”…; percayalah kepada Allah (Bapa), percayalah juga kepada-Ku.
…”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada (Allah) Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” (Yohanes 14:1,6,7)

Aku dan (Allah) Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30)

Sumber : Facebook

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-Rt

Tetap semangat menjalani hidup ini. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.