Arsip Tag: Life After Death

Tenggelam Ke Sorga Dan Kembali (Woman Drowns Goes To Heaven) – Darnisha

Saya mulai kehabisan nafas dan lelah,” kata Darnisha. “Dan saya pikir, sebelum aku kehabisan udara, biarkan aku mengisi BC saya secara manual, Itu benar-benar merupakan hal pertama yang sebaiknya Anda lakukan. Jadi aku menekan katup untuk mengisinya dan tidak ada udara yang akan masuk. Saya pikir, ‘Ok, ini tidak akan bekerja,’ jadi aku mulai benar-benar merasa seperti ‘aku dalam kesulitan’. Saya mulai berdoa, ‘Tuhan, silakan kirim suami saya ke permukaan. Biarkan dia tahu bahwa saya butuh bantuan. ”

Darnisha – Pengalaman menjelang kematian. Tenggelam – pergi ke Sorga dan Kembali. Shallom, begini kisahnya :

Hawaii, Bahama, Kepulauan Virgin. Ini hanya beberapa dari lokasi eksotis di mana Darnisha dan Scott Taylor memiliki scuba menyelam. Sebagai penyelam berpengalaman, mereka pikir mereka siap untuk apa pun. Namun di perairan Crystal Lake, Michigan, kematian bisa saja mengintai setiap saat di bawah air

Darnisha mengingatnya sepertinya hal itu terjadi kemarin. “Kami sudah siap, mengenakan perlengkapan kami, dan kami mulai mengarungi masuk ke dalam air. Anda bisa mendapatkan daerah yang sempit. Pada daerah sempit itu, turun ke bawah sampai sedalam 50 kaki. ”

Scott dan Darnisha menjelajahi dasar danau selama 30 menit.

“Pinggiran yang sempit [langkan] ini adalah penanda anda,” kata Darnisha. “Jika Anda tinggal di langkan, Anda selalu di tempat yang tepat. Tapi hari ini, kami kehilangan jejak langkan. Suami saya berbalik kepada saya, melihat kompas lagi untuk mencoba untuk mendapatkan bantalan, dan ketika ia menatapku, ia melihat bahwa peralatan saya tidak bekerja. Ada udara yang keluar dari suatu tempat. ”

“Saya melihat aliran konstan gelembung udara yang datang dari selang udara nya,” kata Scott.

“Bukan selang udara untuk bernafasnya, tapi selang yang menghubungkan pada ‘BC’-nya atau  rompi kontrol daya apung-nya.”

“Jadi dia memberi isyarat kepada saya untuk naik ke permukaan sehingga saya bisa memperbaiki coupler [alat penyambung] saya dan kemudian saya juga bisa melihat di mana kami berada di danau,” tambah Darnisha.

Darnisha muncul sementara Scott menunggunya, 50 kaki di bawah air.

Darnisha_DISPLAY_JPG

“Jadi saya mencoba untuk memperbaiki coupler dan itu tidak terpasang kembali,” kata Darnisha. “Dan jika Anda tahu tentang penyelaman menggunakan alat [scuba diving], Anda tahu Anda menambahkan berat tambahan untuk dapat tinggal di bagian bawah. Aku membawa setidaknya mungkin 50 sampai 70 pound ekstra berat, dan saya berjuang melawan itu untuk tetap di atas air.”

“Saya mencoba untuk memulai hitungan waktu dalam pikiran saya,” kata Scott. “Dia akan melakukan suatu tindakan keselamatan, yaitu antara 3 dan 5 menit, standar dalam menyelam. Lalu ia akan berada di permukaan, mempertahankan hal itu, dan kembali ke bawah. Jadi aku mencoba untuk menjalankan waktu ini di kepala saya karena saya tahu jika melampaui waktu ini, ada sesuatu yang salah, dan kita perlu untuk membatalkan penyelaman. ”

“Saya mulai kehabisan nafas dan lelah,” kata Darnisha. “Dan saya pikir, sebelum aku kehabisan udara, biarkan aku mengisi BC saya secara manual, Itu benar-benar merupakan hal pertama yang sebaiknya Anda lakukan. Jadi aku menekan katup untuk mengisinya dan tidak ada udara akan masuk. Saya pikir, ‘Ok, ini tidak akan bekerja,’ jadi aku mulai benar-benar merasa seperti ‘aku dalam kesulitan’. Saya mulai berdoa, ‘Tuhan, silakan kirim suami saya ke permukaan. Biarkan dia tahu bahwa saya butuh bantuan. ”

Darnisha berjuang selama beberapa menit. Dia tidak memiliki kekuatan lebih untuk tetap bertahan mengapung.

“Saya ingat salah satu doa akhir saya kepada Tuhan, ‘Oh Bapa, jika ini adalah kehendak-Mu, maka aku akan percaya Engkau untuk mengurus segala sesuatu yang perlu diurus,’ dan itu adalah saat ini, yaitu saat saya menutup mata saya, dan saya berkata, ‘Oh Tuhan, bantu saya untuk berenang lurus, dan saat itulah aku tertidur [drifted off] dalam keabadian. ”

“Aku menuju ke permukaan, tapi agak terkejut, karena ketika saya naik, dia tidak ada,” kata Scott. “Saya melakukan gerakan 360 derajat beberapa kali, melihat sekeliling, jadi saya mulai mencari gelembung udara di permukaan air.”

“Saya terbangun berlutut, di tempat ini yang tidak memiliki dinding,” kata Darnisha. “Itu hanya sebuah ruang yang terang terbuka lebar. Itu begitu damai. Itu sangat murni. Di kejauhan, aku tahu ada tujuan besar, tempat ini, bahwa ada orang-orang yang masuk ke dalam. Saya ingat merasa seperti aku adalah rumah, meskipun tidak selalu terlihat seperti rumah saya. Itu adalah tempat yang saya tahu saya merasa diterima. ”

Darnisha melihat orang lain dalam visinya. Dan salah satu dari mereka, khususnya, menarik perhatiannya.

“Kami tidak berbicara,” kata Darnisha. “Tapi kita berkomunikasi. Dan itu jika ia meminta saya, ‘Apakah kamu datang? “Dan aku tidak tahu harus berkata apa.”

“Kecemasan mulai meningkat sedikit banyak,” kata Scott. “Saya mulai melakukan spin (putaran). Saya mulai berteriak memanggil namanya.”

Scott akhirnya melihat istrinya. Dia berjarak sekitar 200 yard. Dia berenang ke arahnya.

“Saya terus berenang ke permukaan, untuk menyesuaikan bantalan saya, dan memastikan aku sedang berenang ke arah-nya,” kata Scott.

Pada saat Scott mencapai Darnisha, ia (Darnisha) tenggelam ke dasar danau.

“Semuanya terlihat hitam,” kata Darnisha. “Saya mulai bereaksi, ‘Apa yang terjadi? Saya pulang. Mengapa mereka mengganggu saya? “Dan itu adalah saat aku ingat apa yang terjadi dengan kecelakaan. Bahwa aku telah tenggelam. Sebelum itu, di tempat yang damai ini, saya tidak ingat semua itu. Aku ingat harus berbicara dengan diriku sendiri dan mengatakan, ‘saya harus membuat keputusan. “Saya ingat benar-benar harus secara khusus membuat keputusan,’ Apakah saya tetap atau apakah saya datang kembali?” Aku mendengar dengan jelas, ‘Anda perlu rileks dan biarkan Dia membawa Anda kembali. “dan jadi aku berkata ‘Ok,’ dan aku menghirup nafas dan memungkinkan proses itu terjadi.”

“Keajaiban yang luar biasa bahwa saya bisa menemukan dia di danau itu,” kata Scott. “Aku meletakkan lenganku di punggungnya, dan terasa berdebar keras di dadanya, dan dia menarik napas ke dalam mulutnya, dan bahwa napas pertama-nya adalah sesuatu yang mengerikan, karena dengan jelas aku bisa mendengar suara gemericik air di paru-parunya.”

Scott melihat sebuah perahu, dan ia berteriak minta tolong.

“Begitu perahu itu menghentikan mesin nya, hal pertama yang saya dengar adalah doa dari ketiga orang di atas kapal dan mereka menangis kepada Yesus untuk meminta bantuan. Segera setelah kami mendapatkan dia, dia terlihat terbatuk dan semua air keluar dari paru-parunya, dan dia mulai bernapas. ”

Scott dan Darnisha dibawa ke pantai. Scott membawa Darnisha ke rumah sakit terdekat, sekitar 45 menit. Setelah dilakukan test MRI dan x-ray, Darnisha dirawat dan diperbolehkan keluar pada hari yang sama.

“Laporan  dokter menjelaskan, ‘Ini terlihat benar-benar hebat ‘, “kata Darnisha.

“Ini bahkan tidak terlihat seperti dia telah mengalami suatu kecelakaan”.

“Ada begitu banyak orang, bahwa Tuhan berada dan bekerja belakang layar, di bumi, dan di sorga, yang bekerja untuk kepentingan kita, dan untuk kebaikan kita,” kata Scott.

“Dia berharap bahwa melalui iman maka kita akan mampu melalui situasi yang sulit. Dia mengerti bahwa ada suatu proses. Ada hal-hal emosional yang kita harus lalui. Ada keadaan yang kita tidak bisa lihat. Dia lebih dari mampu memberikan kita kasih karunia. Ini adalah tentang kebaikan yang dibagikan ke Anda, Anda dapat berjalan melalui itu dengan cinta dan kasih karunia Allah. Dan Dia akan memberikan apa yang Anda butuhkan.”

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. – Pengkhotbah 3:1

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. – Yesaya 40:29

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. – Filipi 4:13

Link berbagi :

http://jurnalakhirzaman.blogspot.co.id/2016/05/darnisha-tenggelam-mengunjungi-sorga.html

Sumber :

http://www1.cbn.com/700club/darnisha-taylor-rescued-deep

Near Death Experience: Woman Drowns – Goes To Heaven

A New Light Dawning – Published on Apr 22, 2014

Darnisha drown while scuba diving with her husband. Her story of what happened next is touching. Be sure to watch until the end. Her words of encouragement are truly inspiring.

Check out more faith building and inspiring Christian content on our website. http://www.anewlightdawning.net

Originally aired on CBN. https://www.youtube.com/user/CBNonline

Link berbagi :

http://wp.me/p6mxNc-Vj

http://jurnalakhirzaman.blogspot.co.id/2016/05/darnisha-tenggelam-mengunjungi-sorga.html

Kunjungi : http://jurnalakhirzaman.blogspot.com

Salam kasih dan persahabatan. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Salam semangat menjalani kehidupan ini. Tuhan Yesus pasti memberkati. Amen.

Iklan

Dibawa Tuhan Yesus dari Neraka Ke Sorga – From Hell to Heaven | Jordan Samuel

“Semua wanita dan semua yang kamu inginkan didunia ini, uang, mobil, kesuksesan, semua yang saya punyai. Dan tiba-tiba mobil menjadi rusak dan mogok. Tiba-tiba saja semua wanita itu menjadi setan yang besar sekali. Dan bumi bergoncang. Kemudian aku menoleh ke belakang dan dapat mendengar teriakan. Semua itu dalam warna merah dan hitam. ‘ahhhh, berbaliklah … berbaliklah … cepat keluar dari sini.’ Itu suara seperti manusia-manusia terbakar.”

From Hell to Heaven: One Man’s Journey to Life-Changing Faith – Jordan. Shalom, begini kisahnya :

Jordan : “Seumur hidupku saya tidak percaya bahwa neraka itu nyata. Saya mengatakan bahwa saya tidak mau percaya dengan semua hal-hal kegelapan itu. Kamu tahu, ah tidak ada neraka itu. Itu adalah pemikiran masa lalu. Akan tetapi neraka itu nyata.”

Jordan Samuel percaya tidak ada neraka sebab dia percaya sudah pernah kesana.

Jordan : “Saya bisa mendengar suara ketawa, ketawa setan. Saya bisa mendengar hal-hal itu.”

Awalnya didalam kehidupan Jordan dia tidak percaya bahwa neraka itu ada.

118_From Hell to Heaven_Jordan_KSB_JPG

Jordan : “Didalam kehidupan ini saya melakukan sesuatu yang terbaik, menyukai pengajaran karma, kamu tahu hukum karma. Maka jadilah manusia sebaik mungkin.”

Jordan lahir di Edmonton, British Columbia dengan seorang ibu tunggal dan masuk sekolah katolik. Dia asalnya adalah seorang yang ingin tahu dan bertanya banyak hal mengenai Yesus.

Jordan says, “How could one man come and just die for me?  And you know, who is this guy?” Jordan : “Bagaimana seorang manusia datang dan mati bagi saya ? dan siapa orang ini ?”

Dikarenakan hal itu, dia dikeluarkan dari sekolah.

Jordan : “Saat ketiga kalinya saya dikeluarkan dari kelas saya ingat pernah berkata ‘Kamu tahu ? saya tidak pernah mau tahu siapa Yesus ini. Siapapun dia karena dialah saya mendapatkan kesulitan dan dikeluarkan dari kelas dan tidak ada seorangpun yang memberikan jawaban kepada saya mengenai Dia dan saya tidak mau tahu.’ ”

Ibu Jordan menikah dan selama 15 tahun Jordan mengatakan bahwa kehidupan keluarganya baik-baik saja. Kemudian ibu dan ayah tirinya bercerai. Jordan merasa frustasi. Jalan satu-satunya yang bisa dia lakukan dengan luka itu adalah pemberontakan.

Jordan : “Saya mengendarai mobil dalam keadaan mabuk, mengendarai mobil dibawah umur, mencuri mobil, dan peralatan elektronik – stereo, kamu tahu, seseorang hampir menangkap kami, hampir saja.”

Selama 4 tahun Jordan meneruskan perilaku cerobohnya. Akan tetapi dia ingin mengubah hidupnya dan menghentikan menjual narkoba dan bekerja di perusahaan minyak.

Jordan : “Saya berpenghasilan lumayan, mempunyai rumah yang bagus.”

Saat sesudah bekerja Jordan memutuskan untuk memakai narkoba (smoke some pot). Dia tidak tahu bahwa dia menggunakan pipa yang mengandung kokain, sesuatu yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Jordan yakin bahwa dia sekarat.

Jordan : “Saya bisa merasakan jantungku berdetak bump … bump … bump. Perlahan-lahan menurun dan seperti orang mendengkur.”

Jordan yakin saat itu dia ke neraka.

Jordan : “Semua wanita dan semua yang kamu inginkan didunia ini, uang, mobil, kesuksesan, semua yang saya punyai. Dan saya mengendarai mobil dan menyukai hal ini. Dan tiba-tiba mobil menjadi rusak dan mogok. Tiba-tiba saja semua wanita itu menjadi setan yang besar sekali. Dan bumi bergoncang. Kemudian aku menoleh ke belakang dan dapat mendengar teriakan. Semua itu dalam warna merah dan hitam. ‘ahhhh, berbaliklah … berbaliklah … cepat keluar dari sini.’ Itu suara seperti manusia-manusia terbakar. Orang-orang terbakar dan tidak tahu bagaimana memperbaiki hal itu atau mencari obatnya. Itu sangat buruk. Saya ingat dan saya takut, kemudian memegang kendali setir mobil dan tiba-tiba tubuh saya kembali ke ruangan di trailer mobil.”

Pada saat Jordan menghirup nafas yang dia pikir nafas terakhirnya, dia membuat keputusan iman kepada Tuhan.

Jordan : “Dan jantung saya serasa berhenti, boomwtht. Menyerupai nafas terakhir. Tidak tahu kenapa saya hanya berkata, ‘Saya percaya.’ Dan tiba-tiba saya menghilang dari tempat itu.”

Saat itu dimana Jordan mengatakan bahwa Yesus mengangkat dia dari neraka dan menempatkan dia di Sorga.

Jordan : “Dia berpakaian serba putih. Ada ikat pinggang ketika saya memandang Dia. Dan Dia melihat kearahku dan Dia memakai mahkota di kepalaNya dan melihat kearahku. MataNya seperti nyala api, dan bersinar terang melihat kearahku, begitu luar biasa. Kamu berada dikakinya, karena Dia begitu sempurna. Kamu memuja Dia karena Dia yang Maha Kuasa. Kamu memuja Dia karena Dia menyelamatkan kita.”

Jordan percaya dia berada didepan Tuhan.

Jordan : “Kemudian yang terjadi adalah Dia membuka hatiku yang tertutup. Saya merasakan apa yang dirasakan Tuhan. Dan kemudian saya berkata, ‘Tuhan, maafkan aku.’ Kemudian dia memelukku dan mengatakan ‘Kamu diampuni.’ Hati lama yang ada didalamku telah terbuka. Tuhan memberiku hati yang baru. Dia mengatakan bahwa Dia mencintai aku, dan saya tidak sendirian lagi. Kemudian tiba-tiba saya kembali kedalam ruang trailer-ku. Kemudian saya meraih Alkitab, terlihat Alkitab itu seperti bercahaya. Kemudian saya membaca Mazmur 34. Kemudian saya membacanya. Hanya Tuhan yang mampu melakukan semua itu.”

Sumber :

From Hell to Heaven: One Man’s Journey to Life-Changing Faith

by The Official 700 Club – Published on Aug 8, 2014. Living a rebellious life backfired when Jordan experienced a drug overdose. After experiences of heaven and hell, Jordan returned to this life with a passion for God.

AMAZING STORY – From Hell to Heaven: One Man’s Journey to Life-Changing Faith. By Michelle Wilson – The 700 Club.

http://www.cbn.com/700club/features/amazing/MW192_jordan_samuel.aspx

Jordan menceritakan perjalanan ke Sorga dan neraka dengan pacarnya bernama Dannica.

Dannica : “Suaranya berubah. Matanya berubahy. Bahasa tubuhnya berubah. Semua hal tentang dirinya berubah. Berbeda dari yang lama. Maka tidak diragukan lagi bahwa dia mempunya pengalaman seperti yang dia ceritakan.”

Jordan : “Mulutku, kata-kataku, sumpah serapahku, semuanya telah dibersihkan. Dan saya terbebas dari kecanduan narkoba.”

Saat ini, Jordan dan Dannica telah menikah dan mempunyai dua anak. Mereka melakukan penginjilan dan memberi tahu kepada semua orang bahwa Yesus itu nyata dan dapat mengubah hati yang paling keras sekalipun dengan KasihNya.

Jordan : ” Tuhan mencintai yang terhilang, putus asa, kehilangan cinta kasih dan tidak pernah berhenti mencintai mereka. Dia mencintai mereka dengan segenap hati. Dan Dia datang kepada yang terhilang. Dia akan meninggalkan kawanan umatNya untuk mendapati satu yang terhilang.”

—– Demikian Jordan mengakhiri kesaksiannya ….

  • Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34:9).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-kk

Tetap semangat. Tetap mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Meninggal Dalam Koma – Ketemu Yesus – Ditanya “Apa Yang Telah Kamu Lakukan Bagi-Ku Didalam Hidupmu ?” | Robert

Sebelumnya saat mengalami keadaan tidak sadar tersebut saya mendapatkan penglihatan, saya melihat Yesus. Yesus bertanya kepada saya ‘Robert, apa yang telah kamu lakukan bagi-Ku didalam hidupmu ?’. Saat itu saya tidak dapat menjawab pertanyaan Yesus. Hal ini bukannya saya tidak melakukan banyak hal yang baik, sebelumnya saya melakukan banyak perbuatan baik.

Shalom begini isi kesaksian Robert :

Ini adalah kehidupanku. Ini adalah kesaksianku. Ini adalah kisah hidupku. Saat ini kita bisa belajar banyak ketika kita melihat ke belakang pada masa muda kita. Saya teringat ayah saya suatu saat berkata ‘Robert adalah anak yang baik, tetapi dia harus menyerahkan hidupnya kepada Kristus.’ Ibu saya meletakkan tangan di bahuku dan dia mengatakan ‘Anakku, kamu harus menyerahkan hidupmu sepenuhnya kepada Yesus Kristus.’ Dan saudara tahu didalam hati saya mengatakan apa yang dikatakan itu benar. Tetapi saya mengatakan kepada ibu saya ‘ma, begitu banyak nubuatan belum terpenuhi sampai saat ini, Jesus belum datang, maka aku punya banyak waktu.’ Bukankah itu suatu hal yang menarik, dimana saya tahu Alkitab dan saya tahu mana yang benar dan yang tidak, tetapi saya berada di jalur yang salah, yaitu tidak memberikan hidup kepada Tuhan.

Kemudian saya teringat pada saat saya berada di pesawat udara melihat keluar jendela ke awan-awan dibawah pesawat, dan saya berpikir jika pesawat ini akan jatuh, saya tidak punya banyak waktu untuk berdoa dan berkata Yesus ampuni segala dosa-dosaku dan terimalah aku maka saya selamat. Kemudian saya berpikir bahwa segala sesuatu adalah ditangan saya yang mana saya bisa selamat sampai suatu pada jum’at malam. Pada saat itu kami sedang melaju menuju ke gedung bioskop dan kami terlambat dan kami memacu mobil sangat cepat diatas 100 mil per jam. Dan disuatu tikungan yang tidak terduga dimana saat itu saya melaju di tikungan itu terlalu cepat sehingga mobil tersebut lepas kendali. Pada saat itu juga ada mobil yang melaju dari arah yang berlawanan yang juga melaju dengan kecepatan tinggi. Kemudian kami bertabrakan sehingga mobil yang saya tumpangi rusak parah. Kejadian itu terlalu cepat dan mendadak sehingga aku lupa berdoa, saya terlalu sibuk untuk mencoba menangani hal itu.

Kemudian saya sadar dan berada di rumah sakit beberapa hari kemudian dengan leher yang patah di dua bagian. Sebelumnya saat mengalami keadaan tidak sadar tersebut saya mendapatkan penglihatan, saya melihat Yesus. Yesus bertanya kepada saya ‘Robert, apa yang telah kamu lakukan bagi-Ku didalam hidupmu ?’. Saat itu saya tidak dapat menjawab pertanyaan Yesus. Hal ini bukannya saya tidak melakukan banyak hal yang baik, sebelumnya saya melakukan banyak perbuatan baik. Tetapi pada saat saya berhadapan dengan Yesus, saya tidak bisa berkata-kata sebab tujuan utama Yesus mati di kayu salib tidak pernah saya balas. Yesus mati bagi diriku, tetapi saya tidak pernah menyerahkan hidupku kepadaNya. Saya melakukan banyak hal bagi Yesus, tetapi tidak menyerahkan hidupku kepadaNya.

Ketika ayahku mengunjungi rumah sakit, dengan kasih mengatakan kepada saya ‘Robert, bukankah hal ini merupakan anugerah dari Tuhan dikarenakan engkau tidak meninggal ? Engkau tidak lumpuh ?’ Kalau kita menarik suatu kesimpulan dari apa yang sudah terjadi, baik dari sisi kecelakaan dan dari sisi penglihatan itu, kita menyadari apa artinya hidup tanpa Tuhan didunia ini ?

96_Robert_KSB_JPG

Ayahku berkata kepadaku ‘mari kita berdoa’. Kemudian dia menaruh tangan diatasku dan dia mulai berdoa ‘Terima kasih Yesus karena Engkau selalu beserta kami dan karena anugerahMu saja Robert sembuh’. Dan sesuatu terjadi. Awalnya saya tidak memahami, tetapi saya merasakan kehidupan baru masuk kedalam diri saya. Tuhan Yesus dengan kekuatan Rohnya masuk kedalam diriku dan melakukan perbaikan hubungan dengan Tuhan, memberikan kepadaku suatu permulaan baru, hidup baru, dan tiba-tiba ada harapan, ada iman, kasih dan sukacita. Semua hal yang diinginkan dari Tuhan datang melalui Yesus Kristus.

Ketika saya keluar dari rumah sakit itu pada bulan September 1978, ayahku mengatakan kepadaku. Dia mengatakan ‘Robert, saya yakin kamu tahu sekarang bahwa hidupmu bukan milikmu.’ Saat itu saya tidak tahu apa yang dimaksud oleh ayahku. Mungkin dia bermaksud – bisa saja engkau meninggal akan tetapi tidak, Tuhan memberikan engkau kesempatan baru. Saat itu saya tidak tahu apa maksud ayahku, tetapi saat ini bagiku seperti apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus – Galatia 2:20. Hal itu adalah suatu kenyataan bagiku. Kehidupan ke-Kristenan-ku berdasarkan keyakinan kepada Yesus Kristus, dimana Tuhan Yesus mengasihiku dan memberikan nyawanya bagiku. Dan saya tahu bahwa sesuatu yang mempertahankan hubungan aku dengan Tuhan, hidup yang lepas dari dosa, hidup yang mendorong aku untuk mencintai, memaafkan, untuk membantu, untuk memberkati dan semua hal yang baik berasal dari Yesus Kristus.

Dan saya sangat senang hari ini memiliki Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat-ku. Dan saya sangat bersyukur atas apa yang sudah dilakukan-Nya kepadaku. Dan saya punya keyakinan hari ini, tidak hanya karena Tuhan mampu membuatku kuat dari kekuatiran, tetapi saya juga punya keyakinan yang saya berikan kepada orang lain, sebab Tuhan Yesus itu sama dari dahulu, sekarang dan selamanya. Dan saya memuji-Nya dengan segenap hatiku.

Sumber : Broke neck in two places and while in a coma met Jesus Christ. by lifechurchuk – Published on Mar 24, 2013.

  • namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Galatia 2 : 20).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-fx

Salam semangat dan kompak selalu. Tetap mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Professor Atheist Diselamatkan Yesus Dari Neraka | Howard Storm

Awalnya suatu cahaya kecil dalam kegelapan, dan sangat cepat bersinar. Dia berada dalam cahaya dan mengulurkan tangan-Nya dan dengan lembut mengangkatku. Dengan kelemah-lembutan Dia meletakan tangan-Nya dan mengangkatku. Sementara Dia menjamahku, seluruh luka, sakit dan kecemaran hilang. Seperti menguap hilang, saya sembuh dan sempurna. Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (Yohanes 11:25). Ini adalah seri kisah hidup dari seseorang yang dahulunya adalah seorang Professor Atheis. Kemudian dikarenakan mujizat spiritual yang dialaminya maka dia menjadi sangat percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat yang memberi pengharapan akan keselamatan setelah manusia meninggal nantinya. Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus.

Kesaksian Howard Storm. Profesor Atheist diselamatkan Tuhan Yesus.

Shalom, begini ceritanya :

Howard Storm adalah professor kesenian dan kebudayaan yang berada diparis bersama muridnya, ketika perutnya tiba-tiba,melilit sakit, peritonitis, shock, kematian yang tiba-tiba, kematian klinikal, resusitasi, dan pengalaman di neraka. Saya berusia 38 tahun dan seorang profesor, mengajar seni. Saya membawa murid-murid dan isteriku berkeliling Eropa. Kami baru saja selesaikan tur 3 minggu, inilah yang terjadi pada hari terakhir. Kami di Paris,pada jam 11:00 pagi, ada lubang di perutku. Saat ini terjadi, sakit yang pernah terjadi dalam pengalaman hidup saya, dan membuat saya terjatu kelantai. Jadi saya melilit, berteriak, mengeluh, menendang dan berteriak keliling dilantai, dan isteri saya menelepon pelayanan darurat. Seorang Dokter datang dengan ambulan karena ia tahu apa yang terjadi. Ambulans membawah saya sepanjang 8 mill keRumah sakit umum.

Kemudian saya dibawah ke Ruang gawat darurat dan di layani oleh 2 Dokter lagi, yang tahu persis apa yang salah pada saya. Kemudian saya dimasukkan ke kamar operasi. Tetapi karena tidak ada Dokter bedah pada saat itu, Saya berada disana menunggu. Saya berbaring selama 8 sampai 10 jam di RS tanpa pengobatan, penelitian, atau perhatian apapun, hanya menunggu seorang ahli bedah untuk memberikan krisis operasi padaku.Saat itu 8:30 malam seorang suster datang dan memohon maaf sebab tak mendapat Dokter untukku tetapi ada pada hari esok. Ketika dia mengatakannya saya tahu bahwa waktuku sudah habis, dan bahwa saya telah mati. Yang membuat saya tetap hidup adalah bahwa saya tak mau mati. Saya atheis, seorang yang tidak percaya, seorang yang hidup untuk kepentingan dirinya. Disamping rasa sakit, sekarat-lah yang terburuk terjadi padaku karena itulah saat terakhir hidup, dan tiada lagi, tak ada. Namun ketika dia katakan tidak ada Dokter sampai hari berikutnya, ide untuk mencoba hidup kesuatu menit atau jam tak berguna lagi.

Kesaksian Howard Storm_KSB_KECIL_JPG

Saya telah menunggu dalam pengharapan bahwa mereka akan membawa Dokter dan melakukan operasi, membedah saya dan memperbaiki saya. Tetapi ketika dikatakan bahwa tidak ada Dokter, Saya katakan pada isteriku bahwa waktunya untuk kami mengucapkan perpisahan karena saya akan mati sekarang. Jadi dia berdiri dan memeluk saya, dia mengatakan betapa dia sangat mencintaiku dan saya mengatakan betapa saya mencintainya, sangat sedih. Kami melakukan perpisahan. Kami mengatakan semua hal setelah hidup bersama 20 tahun. Dia akhirnya duduk karena dia tahu sudah selesai, dan demikianlah denganku. Sangat berat melihat dia menangis, saya menutup mata dan membiarkan berlalu. Saya pingsan. Saya mungkin pingsan pada waktu singkat, mungkin beberapa menit. Kemudian pingsan lagi. Saya membuka mata dan melihatku berdiri disamping tempat tidurku. Saya tahu persis dimana saya berada, dan bagaimana situasinya, tidak ada kebingungan dalam pikiran. Saya rasa hidup, lebih nyata daripada yang pernah saya alami. Orang bertanya “apakah anda Roh?” Sebaliknya, Saya sungguh hidup. Saya memandang seluruh ruangan, dan melihat ada sesuatu dibalik selimut, sebuah tubuh. Jadi saya menunduk untuk melihat wajahnya dan terlihat seperti saya.

Tetapi apakah itu mungkin, Saya hidup, sehat, bahkan lebih dari hidup. Jadi saya mencoba berbicara dengan isteriku, tetapi dia tidak dapat mendengar atau merasakan saya. Saya berpikir dia hanya mengabaikan saya. Sehingga saya menjadi marah, karena dia mengabaikan saya. Jadi saya berteriak dan menjerit padanya, “Mengapa ada tubuh sepertiku di tempat tidur? Bagaimana bisa ada disana?” Pikiran saya membawa bahwa itu tubuhku, tetapi sangat takut berpikiran semacam itu. Jadi saya bertambah marah, karena semua ini sangat aneh. Hal ini tak mungkin terjadi, Tak mungkin; Saya memakai pakaian RS,dan semuanya sangat nyata. Saya mendengar teriakan orang memanggilku dari luar, suara sangat lembut. “Howard, kau perlu ikut dengan kami sekarang. Cepatlah, keluarlah kemari.” Jadi saya berjalan kearah pintu. Banyak orang dikoridor. Koridor itu terlihat pucat, abu-abu, tidak terang atau gelap, hanya abu-abu. Semua orang laki-laki dan perempuan memakai pakaian abu-abu, yang dapat disebut seragam RS. Saya bertanya apakah mereka dari Dokter yang akan membawa saya ke ruang operasi. Saya mengatakan semua situasiku dan bagaiman saya telah menunggu. Mereka terus saja berkata, “Kami tahu, kami tahu, kami mengerti. Howard cepatlah, ikutlah kami, kami telah menunggumu.

Saya meninggalkan ruang yang cerah dan terang, dan pergi ke Koridor yang pucat dan pasi. Saya mengikuti orang-orang ini; perjalanan kami jauh. Tidak ada waktu, dan saat saya mencoba mengukur waktu, hanya suatu ilusi karena tidak ada waktu ditempat ini. Tetapi tempat ini, jika saya harus mengukur, maka saya harus berjalan dari Nashville ke Louisville (175 mil, 281 km) untuk mengukur perjalanan orang-orang ini. Sewaktu berjalan mereka berada didekatku, terus mendorongku, dan mulai gelap dan gelap. Mereka mulai menjadi terbuka siapa mereka yang sebenarnya. Awalnya mereka manis membuatku ikut dengan mereka. Kemudian ketika saya ikut mereka mengatakan hal seperti, “cepat, teruslah bergerak, diam, hentikan pertanyaanmu” terlihat lebih jelek. Kami memasuki tempat yang sangat gelap dan saya ketakutan. Orang-orang ini sangat kaku dan saya tak tahu dimana saya berada. Saya katakan, “Saya tak akan berlanjut denganmu.” Mereka berkata, “kamu hampir tiba disana.” Kami mulai berkelahi dan saya mencoba lari tinggalkan mereka. Mereka menolak dan menarik saya. Sekarang jumlah mereka banyak. Awalnya seberapa, sekarang dalam kegelapan mungkin 100s atau 1000s, Saya tak tahu. Mereka mempermainkanku. Mereka dapat merusakku jika mau, tetapi mereka tak mau.mereka ingin membuatku sakit, dan mengambil kepuasan atas pengalaman sakitku. Sangat berat bagi ku untuk berkata-kata, dan saya tak akan bercerita banyak tentang hal itu; terlihat jelek. Mereka mulai merobek dengan kuku mereka, mencakar, mengelupas kulitku, mengerumuni, dan menggigit.

Saya mencoba membela diri, mencoba melawan dan lari meninggalkan mereka tetapi seperti berada disarang lebah, jumlah mereka ratusan yang mengerumuniku. kuterjatuh ketanah; tubuhku sakit dan keluh, dalam dan luar. Berat bagiku menjalani penderitaan jasmani dan emosi, dengan perlakuan kasar. tak pernah kurasakan ketidakadilan atau kesalahan. Saya mendengar suaraku, bukan suara seseorang atau Allah, itulah suaraku, tetapi saya tidak berbicara. Mungkin mengigau, saya tak tahu, tetapi saya mendengarnya, “Berdoalah pada Allah!” Saya berpikir, “Saya tidak percaya pada Allah.” Saya berpikir, “jika saya berdoa, Saya tak tahu bagaimana harus berdoa lagi.

Pada saat itu, Saya tak pernah berdoa selama 23 tahun. Ketika saat kecil, kami berdoa diSekolah Minggu atau Gereja. Saya berusaha mengingatnya. Untukku, berdoa adalah membacakan dengan nada tinggi sesuatu yang dipelajari.”Tuhanlah Gembalaku, berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya, negaraku kepunyaan-Mu. Sebentar, itu bukan doa. Ya sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, 87tahun silam nenek moyang kami” kucampur aduk, dan tak dapat ingat bagaimana berdoa. Setiap kali menyebutkan Allah, seperti melemparkan air panas. Mereka seperti kerasukan, berteriak dan menjerit. Mereka akan menggunakan kata-kata kotor yang pernah saya dengar didunia ini. Mereka tak dapat mengelilingiku yang membicarakan tentang Allah. Mereka terlihat sangat menderita mendengar Nama Allah dan membuat mereka mulai mundur. Jadi saya berkesimpulan bahwa saya dapat membuat mereka mundur dengan berbicara mengenai Allah.

Saya mencoba mengingat doa-doa, tetapi saya bingung dan mencampur aduk. Akhirnya kutahu bahwa mereka telah pergi dan saya sendirian. selamanya, maksudku adalah saya tidak mengetahui waktu saat itu. Namun berpikir tentang hidupku, Apa yang telah ku perbuat, dan yang tidak kuperbuat. Berpikir tentang situasi yang baru saja kualami. Kesimpulan yang kudapati adalah, seluruh hidup kedewasaanku adalah untuk ku, dan allahku ialah diriku sendiri. Kusadari ada yang sangat salah dalam hidupku, dan mereka yang menyerangku adalah yang sama sepertiku. Bukan Monster, atau iblis; namun mereka yang kehilangan IT. Alasan hidup didunia ini, telah hilang, mereka hidup bagi dirinya dan keburukan. Dan sekarang saya ada didunia dimana tak ada apapun; yang ada hanya kepentingan diri sendiri dan keburukan. Mereka bertengkar seorang akan yang lain selamanya terus diantara mereka, tanpa akhir. Dan sekarang saya bagian dari hal yang demikian. Walau tak mau berada disana, terlihat seperti tempat yang tepat bagiku. Saya layak ditempat ini, karena seperti beginilah hidup saya. Anda tak dapat membayangkan penderitaan itu. Saya berbaring disana dari waktu tanpa batas, memikirkan nasibku. Timbul dikepala gambaran saya sewaktu kecil, duduk di sekolah minggu, menyanyi Yesus Kasih padaku. “Yesus Kasih padaku, la la la, Yesus Kasih padaku, la la la.

Saya dapat mendengar sewaktu kecil menyanyikannya. Lebih utama dari semua saya dapat merasakannya dalam hatiku. Sewaktu saya mudah dan tidak mengetahui apapun saya percaya pada sesuatu yang baik, Saya percaya pada seseorang lebih daripadaku. Saya percaya pada seseorang yang seluruhnya baik, sangat berkuasa, yang perduli padaku, dan saya menginginkannya kembali. Itulah yang telah hilang, Saya telah membuang nya, Saya menyangkal, Saya ingin hal itu kembali. Saya tak tahu Yesus, tetapi saya mau mengetahui Yesus. Saya tak tahu Kasih-Nya, tetapi saya mau mengetahui Kasih-Nya. Saya tak tahu jika IA nyata, tetapi saya mau Dia nyata. Ada sesuatu yang saya percaya dalam hidupku, dan saya mau kepercayaan itu benar. Jadi saya berseru dalam kegelapan, “Yesus, selamatkanlah saya!” dan Dia datang.

Awalnya suatu cahaya kecil dalam kegelapan, dan sangat cepat bersinar. Cahaya itu sangat besar dan bersinar sehingga kalau secara fisik didunia maka saya pasti terbakar atau saya digoreng. Tetapi tidak panas atau berbahaya. Dia berada dalam cahaya dan mengulurkan tangan-Nya dan dengan lembut mengangkatku. Dalam cahayaNya dapat kulihat bahwa saya berkemuliaan, kotor dan berluka. Saya terlihat seperti sesuatu yang tertabrak dijalan. Dengan kelemah-lembutan Dia meletakan tangan-Nya dan mengangkatku. Sementara Dia menjamahku, seluruh luka, sakit dan kecemaran hilang. Seperti menguap hilang, saya sembuh dan sempurna. Didalamku, hanya diisi dengan KasihNya. Saya berharap dapat menerangkan. Sangat frustrasi tak dapat menerangkan karena hal itu yang paling terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku, itulah segalanya. SEGALANYA dalam hidup adalah mengetahui Kasih itu, dan saya tak dapat menerangkan nya pada anda.

Dia memegangku, memelukku, memijat belakangku, seperti seorang ayah melakukan pada anaknya, seperti seorang ibu pada anak perempuannya, sangat lembut memijat belakangku. Saya bersukacita seperti seorang bayi dalam kegembiraan; yang terhilang dan didapat kembali, mati dan sekarang dihidupkan kembali. Dia membawaku keluar dari sana, dan kami terbang keluar. Kami bergerak kearah terang dunia, dan saya mulai menjadi sangat malu. Saya sudah sangat jahat, Saya hanyalah kotoran, sampah dan penuh cemar. Saya berpikir, “Dia melakukan kesalahan, Saya bukan kepunyaan disini, Dia tak ingin aku disini.” Bagaimana mungkin IA perduli padaku, mengapa saya, Saya ini jahat. Kami berhenti, bukan dineraka, bukan diSurga, kami dipersimpangan. Dia berkata, “Kami tidak lakukan kesalahan, kau kepunyaan disini.” Kami berbicara Dia katakan banyak hal padaku. Dia membawa malaikat yang memulai hidupku dari awal hingga akhir.

Mereka tunjukan apa yang telah kulakukan yang baik dan salah. Dan terlihat sederhana. Saat mengasihi, memikirkan orang lain, malaikat senang, Yesus senang, dan Mereka katakan bahwa Allah senang. Saat mementingkan diri sendiri dan manipulasi tidak menyenangkan malaikat, tidak menyenangkan Yesus, dan mereka memberitahukanku bahwa Allah-pun tidak senang. Yang hendak disampaikan, dalam bingkisan, yaitu bahwa seluruh existensiku hidupku adalah Mengasihi Allah dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. sebab itulah saya diciptakan, sebab itulah saya didunia ini untuk melakukannya dan belajar. Tetapi saya gagal. Mereka mengatakan saya perlu kembali kedunia, saya menjadi sangat kecewa sebab saya mau ke Surga. Mereka katakan bahwa Surga tempat yang penuh sukacita, sangat menarik, dan tempat terindah. Semua orang akan mau pergi ke Surga dan saya pun mau. Mereka katakan bahwa saya TIDAK siap, bahwa saya tidak sempurna, belum waktunya bagi saya pergi ke Surga. Waktu bagi saya kembali kedunia dan berusaha hidup sebagaimana yang Allah inginkan, maksud Allah menciptakanku dalam hidup ini.

Saya katakan pada Yesus dan malaikat bahwa saya tak dapat hidup didunia tanpa mereka. Saya katakan bahwa hatiku akan hancur jika mereka mengirimku kembali kedunia. Mereka disana dan aku disini. Mereka katakan,”belum pahamkah? mengapa? Kami menunjukan semua ini. Kami selalu berada disana. bersamamu sepanjang waktu. Dan kau tak pernah sendirian disana.” Saya berkata “Kau harus memberitahu sesekali bahwa kau ada.” Mereka katakan jika berdoa mengaku dosa pada Allah, Berserah pada-Nya, berarti memberikan kekuatiran, kepedulian, harapan, dan impianku, berserah pada-Nya, maka hatiku akan merasakan kehadiran mereka. Tak melihat mereka, Namun akan merasakan Kasih sebagaimana yang telah ku rasakan. Saya berkata jika mereka dapat pastikan saat saya dapat merasakan Kasih, maka saya akan hidup didunia ini. Mereka berkata bahwa mereka akan melakukannya, lalu aku dikirim kembali. Setelah pengalaman itu, suster yang mengatakan mereka tak menemukan Dokter, berlari kekamar dan berkata bahwa Dokternya baru tiba di RS. seperti suatu keajaiban karena saat itu sekitar pukul 9 atau 9:30 malam. Dia berkata “Dokter telah tiba dan kami akan melakukan operasi pada anda segera.” Dan beberapa …orang datang dan menyuruh isteriku keluar. Sangat menggangguku karena saya mencoba mengatakan pada mereka bahwa saya mau memberitahu kan apa yang telah terjadi denganku. Jadi sewaktu saya melewati isteriku di Koridor ke ruang operasi, Saya katakan semua akan membaik. Dan dia hanya terlihat(?) …, seperti sekarat. Aneh, hal ini terjadi dan ingatanku masih utuh. Sungguh saya pingsan namun tidak pingsan.

Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (Yohanes 11:25).

Sumber :

ATHEIST PROFESSOR IN HELL! Best testimony EVER! HELL NDE. Amazing! Howard Storm. Interview 2010

Heaven & Hell. Atheist professor in Hell! Meets Jesus (Near Death Experience. NDE)

http://sorgaitunyata.blogspot.com/2010/05/kesaksian-howard-strom.html

Saya percaya salah satu alasan Allah memberikan pengalaman ini supaya saya dapat membagi dengan orang lain. Tak tahu siapa dan tak pernah tahu kepada siapa. Tetapi saya tahu bahwa akan ada kesempatan membagi pengalaman ini dengan orang lain agar dapat menolong mereka.

—– Demikian Howard mengakhiri kesaksiannya…

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-6y

Salam kasih dan persahabatan bagi kita semua-nya. Tetap mengasihi sesama apapun keyakinannya. Tetap semangat dan tetap mengandalkan Tuhan Yesus dalam menjalani hidup ini. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Penerjun Payung Terbakar Meninggal Dan Bangkit – Mickey Robinson

Tiba-tiba, ada sebuah pintu yang akan tertutup. Kegelapan seketika mulai menutupi sekelilingku, dan saya mulai menyadari bahwa ada titik pemisah. Datang melalui ruang yang hampir tertutup adalah suatu cahaya putih yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saya menyadari apabila pintu itu benar-benar tertutup, maka saya akan terpisah dengan sinar putih itu selamanya. Ketika pintu itu mau tertutup, saya takut kegelapan …. “Tuhan, saya mau hidup ! Maafkan saya ! Tolong beri aku kesempatan lagi”…

Kesaksian Mickey Robinson. Near Death Experience . Mati Suri. Shalom, begini kisahnya :

Saya dilahirkan tahun 1949 di Cleveland, Ohio.

Saat itu malam agustus yang panas, saya dan empat pria lainnya akan melakukan terjun parasit yang merupakan suatu rutinitas. Keadaan cuaca tidaklah bagus, sehubungan dengan panas dan tingkat kelembaban yang tinggi. Say tidak begitu kuatir, saya adalah seorang penerjun professional dan ini adalah demontrasi saya sebelum dilihat oleh ribuan orang nantinya. Semenjak melihat olah raga terjun payung di sekolah itulah saya mencintai olah raga ini. Tidak terhitung lagi uang dan waktu yang saya habiskan, sampai pada akhirnya saya bisa bersama melakukan terjun payung bersama penerjun terbaik dunia.

Malam itu pesawat penuh dengan enam orang, pesawat lepas landas, melintas bagus pada kecepatan 100 mil per jam. Tiba-tiba, tanpa peringatan, mesin pesawat mati. Pilot berteriak kepada saya : ‘Kita akan jatuh’. Kemudian pesawat jatuh, sayap mengenai tanah terlebih dahulu. Wajah saya terbentur keras ke interior dalam pesawat yang keras, terluka dan syok, tiga penerjun keluar dari bangkai pesawat. Penerjun keempat kaget, dia melihat ke saya dan pilot bergerak dan mengira saya dan pilot akan keluar juga. Ketika dia keluar dari pesawat, seketika pesawat terbakar. Bahan bakar memacu kebakaran dan terjadilah kebakaran besar. Kemudian penerjun keempat berusaha menolong saya ketika saat itu saya terbakar dari kaki sampai kepala, tetapi kaki saya tersangkut.

Kesaksian Mickey Robinson Mati Suri_KSB_JPG

Saya merasa putus asa, kobaran api dari kepala sampai kaki saya, dan saya terjebak di reruntuhan pesawat. Kemudian penolong kedua saya berhasil mengeluarkan saya dari dalam bangkai pesawat, kemudian dia menggulingkan saya di tanah dan berusaha memadamkan api yang menyala di badan saya. Kemudian api yang berkobar di badan saya akhirnya padam juga. Tetapi malang bagi si pilot, dia terbakar sampai mati.

Terbaring di tanah, terluka parah. Kulit di tangan dan lengan saya terbakar dan jatuh ke tanah seperti ayam goreng. Muka saya juga terluka parah. Ketika saya menanyakan kepada mereka bagaimana kondisi saya diantara kepulan asap di tubuh saya, mereka tidak dapat menjawabnya. Kemudian paramedi datang dan memotong pakaian dan sebagian kulit dan daging saya yang menempel di pakaian saya. Mereka mengetahui bahwa saya menderita luka bakar yang sangat parah. Hampir ¾ Badan saya terbakat. Meskipun saya atletis dan kuat tapi mereka mengatakan bahwa saya tidak mungkin selamat.

Berhari-hari dan berminggu-minggu kemudian tubuh saya terinfeksi, Berat badan saya turun dari 167 pound menjadi hanya 90 pound. Sangat kurus dan kering, dan ada luka menganga sehingga tulang saya kelihatan. Bagian belakang tumit saya membusuk dan tangan saya terinfeksi parah dan mereka menyarankan untuk diamputasi.

Sakitnya luar biasa. Perut bagian dalam saya mengalami kerusakan parah, banyak cairan yang keluar dari perut saya. Hal ini menyebabkan pendarahan internal yang parah. Tiga perempat tenggorokan saya mengalami kerusakan, sehingga minum air saja tidak bisa. Darah saya terkontaminasi oleh mikro bakteri dan darah saya berkurang sebanyak 10 pints – hampir menyamai volume total darah manusia. Juga kepala saya terluka parah sehingga merusak sebagian otak saya.

Tubuh saya berperang dengan maut, tapi akhirnya kalah. Tiap komplikasi yang saya alami cukup membuat seorang meninggal. Mata kanan saya buta. Tubuh saya rapuh. Saraf kedua kaki mati. Otot mengerut dan kaki menekuk

Semua dokter telah berusaha sekuat tenaga, sampai akhirnya mereka menyerah dan mengatakan saya akan mati.

Selama waktu itu saya mengalami peristiwa yang mengubah kehidupan. Secara tiba-tiba dunia fisik menghilang dan roh saya keluar dari dalam tubuh fisik saya. Saya tidak lagi berada di ruang rumah sakit, saya memasuki dunia roh. Seketika saya menyadari dua hal : bahwa dunia roh adalah nyata dan waktu seperti tidak berjalan.

Sangat mencengangkan ! saya menjelajah ke suatu tempat dan saya tidak dapat mengendalikannya.

Tiba-tiba, ada sebuah pintu yang akan tertutup. Kegelapan seketika mulai menutupi sekelilingku, dan saya mulai menyadari bahwa ada titik pemisah. Datang melalui ruang yang hampir tertutup adalah suatu cahaya putih yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saya menyadari apabila pintu itu benar-benar tertutup, maka saya akan terpisah dengan sinar putih itu selamanya.

Saya mengalami ketakutan dan ke-putus-asa-an yang luar biasa. Saya tidak ingin terpisah dengan cahaya itu dan sampai akhirnya saya menangis kepada Tuhan.

Sebelumnya saat dibawa kerumah sakit setelah kecelakaan, saya ditanya : ‘Apakah kamu seorang kristen ketika peristiwa ini terjadi ?’. Malam pada saat saya dimasukkan kedalam ruang UGD, meskipun saya tidak ingat, saya meminta ibu saya untuk mengirim pendeta yang saya kenal. Ia datang ke sisi saya, memberi saya minyak dan mendoakan saya.

Pertobatan terjadi pada saat itu. Saat saya terbaring disana, terluka parah, sakit hampir mati. Saya berteriak “Tuhan, maafkan saya. Berilah aku kesempatan kedua”. Saya tidak tahu bagaimana berdoa dan aku meminta ampunan Tuhan.

Ketika pintu itu mau tertutup, saya takut kegelapan. Kemudian saya berteriak : “Tuhan, saya mau hidup ! Maafkan saya ! Tolong beri aku kesempatan lagi”…

Kemudian Tuhan mulai memperlihatkan kepadaku kejadian-kejadian dimasa datang. Saya melihat saat-saat, detik, hari-hari, minggu, bulan dan tahun berlalu didepanku – semuanya tersambung. Saya melihat waktu – Saya tidak tahu bagaimana Tuhan melakukan ini, tetapi Dia punya kemampuan. Saya melihat diri saya sendiri melihat orang-orang yang saya tidak tahu seakan-akan saya tahu mereka, seperti saya sedang menonton televisi. Ketika saya melihat diri saya sendirimelakukan sesuatu yang bodoh, saya berteriak : “jangan lakukan itu”. Tetapi saya tidak bisa berbuat apa-apa karena saya hanya bisa melihat. Kemudian saya melihat sesuatu yang lainnya lagi.

Kemudian Tuhan mengatakan kepadaku bahwa saya akan kembali ke bumi. Tuhan tidak berbicara kepada saya dalam bahasa yang saya gunakan sekarang, tetapi dalam kesadaran dan pengetahuan bahwa saya akan dikirim kembali. Kemudian saya kembali kepada kehidupan saya dan masuk kedalam badan jasmani saya. Tiba-tiba saya dapat mendengar dan melihat dengan mata dan telinga fisik saya.

Kemudian saya tersadar. Saya menyadari bahwa saya berbicara dalam suatu bahasa yang indah, dan bingung apa yang terjadi. Segera setelah saya pikir bahasa itu berhenti, saya menyadari bahwa saya masih hidup. Suhu 106 derajat sudah menurun, kemudian saya tertidur untuk pertama kalinya semenjak terjadinya kecelakaan itu. Ketika saya terbangun beberapa jam kemudian saya merasa sakit karena sprei lengket dengan keringat dan darah saya, tetapi suatu istirahat didalam kedamaian untuk pertama kalinya didalam hidup saya, itu adalah kedamaian yang benar-benar damai.

Dokter tidak memahami pengalaman saya dan tetap menunggu kematianku – tetapi saya tidak mati ! Saya masih sangat sakit dan sepengetahuan mereka, seharusnya saya sudah mati. Tetapi tiap hari keadaan saya semakin membaik. Meskipun syaraf di kedua kaki saya mati, dan dokter mengatakan bahwa saya tidak akan dapat berjalan kembali.

Selama beberapa tahun saya mengalami 75 sampai 100 operasi. Saya tidak tahu bagaimana pengalaman spiritual itu terjadi pada diri saya.

Kaki kanan saya mulai sembuh dan dapat digerakkan tetapi kaki kiri saya masih membandel tidak mau bergerak. Tetapi setiap hari saya memerintahkan kaki kiri saya untuk bergerak ‘Ayo .. Ayo …Jalan’ , dan sampai pada akhirnya suatu hari kaki kiri saya dapat bergerak dan saya dapat berjalan. Kemudian say a buang penyangga kaki saya dan tidak pernah saya sentuh lagi.

Sumber Kesaksian : Mickey Robinson

Apabila seseorang MENINGGAL dan HIDUP lagi. Apa yang bisa Diceritakannya … ? When Man Died. What He Can Tell – NDE – From Youtube.

Tenggorokan saya yang tadinya terluka parah akhirnya sembuh. Bagian tubuh lainya juga mengalami pemulihan. Sehingga dulu saya yang dianggap pasti meninggal dapat melakukan kegiatan seperti biasanya. Meskipun wajah saya sudah berubah …

—– Demikian Mickey mengakhiri kesaksiannya …

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. (Roma 6 : 4). Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. (Lukas 21 : 13).

Link berbagi:

http://wp.me/p6mxNc-4y

Manusia mempunyai kemampuan untuk melakukan satu atau beberapa hal. Tetapi terkadang manusia mungkin menyombongkan diri dengan professionalitas yang kita miliki. Sehingga pada saat mengalami kejatuhan, sakit, dll barulah menyadari bahwa manusia tidak berdaya. Hanya Tuhan Yesus-lah pertolongan kita satu-satunya. Tetap Mengasihi Sesama. Selalu Semangat. Tuhan Yesus Memberkati. Amen.