Arsip Tag: Mati Suri

Meninggal Di Meja Operasi Bertemu Tuhan Yesus Dan Bertanya, ‘Apa Makna Hidup ?’ | Richard Cole (72 tahun)

richard-new‘Dia meletakkan tangganNya di pundakku … Dia meletakkan tanganNya di pundakku … Itu adalah perasaan yang tidak bisa diungkapkan. Itu adalah Kasih tanpa syarat. Saya tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata.’

‘Dan aku minta maaf karena aku selalu bersikap seperti ini selama hidup saya. Hal itu mengubah hidup saya.’ Dan hal berikutnya yang saya dengar adalah seorang perawat mengatakan, ‘Saya pikir akhir yang tragis. Suhu-nya 90 derajat.’ (*** Perawat itu berpikir kemungkinan besar dia [Richard] akan meninggal di meja operasi ***)

THIS MAN DIED DURING SURGERY, MET GOD & ASKED HIM, WHAT’S THE MEANING OF LIFE. Meninggal di meja operasi lalu bertemu Tuhan Yesus dan bertanya, ‘Apa arti hidup ?’ | Richard Cole (72 tahun)

Saya benar-benar keluar dari tubuhku. Meninggal.

Pada tanggal 16 Agustus 2005, Richard bertemu Tuhan Yesus dalam pengalaman menjelang kematian. Pertemuan itu mengubah hidup Richard selamanya.

Nama saya Richard Cole dan saya berumur 72 tahun. Saya tidak pernah serius dengan apa yang saya sebut keagamaan. Saya percaya bahwa ada Tuhan dan percaya bahwa ada Yesus akan tetapi saya punya keraguan. Saya mempunyai keraguan sebelumnya, tapi aku mencintaimu. Dan hal ini terjadi pada saya di tahun 2005.

Dan bagaimana hal itu terjadi adalah saat saya sedang dalam perjalanan ke Monterey. Saya pergi ke sana setiap tahun untuk balapan mobil bersejarah. Saya berhenti di lampu pemberhentian. Saya merasakan sakit yang dimulai di rahang saya tepat di daerah mandibula terus turun ke tulang rahang saya, lalu turun ke arteri karotis, kemudian ke dada saya. Saya berpikir, ‘Ini aneh.’ Teman saya dan istrinya bertanya, ‘Apa yang salah dengan kamu ? Kamu tidak terlihat sangat baik dan terlihat dari gejala-nya.’ Saya mengatakan, ‘Tangan saya terasa sedikit berkeringat dan basah dingin.’ Saya katakan, ‘Saya tidak tahu apa yang terjadi.’ Kemudian dia berkata, ‘Saya akan membawa kamu ke rumah sakit.’ Jawabku, ‘Oh tidak, aku akan baik-baik saja. Saya akan pulang ke rumah dan minum aspirin. Dan akan teratasi.’ Kemudian dia berkata, ‘Tidak, kita akan ke rumah sakit sekarang juga.’

Jadi kami masuk ke rumah sakit dan mereka menempatkan saya di kereta dorong karena tidak ada ruang gawat darurat. Tekanan darah saya sangat tinggi dan mereka memberi saya beberapa suntikan segera untuk menstabilkan tekanan darah. Dan kemudian saya masuk ke dalam kamar sinar x (x-ray). Mereka memberi saya beberapa penyinaran sinar-x dan datang kembali beberapa saat kemudian. Steve yang adalah seorang dokter dan teman saya mengatakan, ‘Kamu memiliki masalah serius.’ Kemudian saya jawab, ‘Benarkah ?’ Dia jawab, ‘Ya. ya kamu memiliki aneurisma tapi apa yang lebih buruk adalah itu memisah dan saya pikir giliran kamu berikutnya nanti jam 5 esok pagi. Saya berada di pre-op pondok Rumah Sakit.’

Ahli anestesi datang mengatakan, ‘Aku akan memberi kamu suntikan segera dan dan kamu akan tertidur.’ Kemudian saya jawab, ‘Oke.’ Saya katakan, ‘Apakah dokter sudah di sini ?’, ‘ya dia di sini’, kemudian saya jawab, ‘sangat bagus’. Kemudian saya bilang, ‘oke apa yang akan Anda lakukan kepada saya.’ Dan ia mengatakan, ‘baik … apa yang kita lakukan adalah menenangkan kamu. Untuk menurunkan suhu tubuhmu dan ketika kita melakukan itu akan menjadi seperti membuat lubang di Danau Michigan di es di tengah angin dan semuanya akan berhenti. Otak Anda akan berhenti dan hati Anda akan berhenti.’ Saya bilang, ‘baik saya belum pernah mendengar itu sebelumnya dan saya paham.’ Dan ia mengatakan, ‘Baik kita biasanya tidak memberitahu pasien kami apa yang akan kita lakukan untuk dia atau dia akan lari menyusuri lorong dan kemudian mengemudi SUV.’ Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya memiliki kesempatan 50-50 untuk melakukan itu.’

Saya kemudian tahu bahwa dengan jenis operasi seperti itu mereka mengambil hati Anda dan Anda memiliki peluang 10 persen kesempatan hidup. Kemudian ahli anestesi melakukan tugasnya dan aku segera tidur. mereka mulai membawa saya menyusuri lorong ke ruang operasi dan kemudian saya menyadari bahwa saya masih sadar kemudian saya terbangun dan saya melihat dia membawa saya ke ruang operasi.

Saya ingin memberitahu para dokter bahwa, ‘Hei Anda harus memberikan suntikan obat bius tambahan karena saya tidak terbius keseluruhan. Tapi aku tidak bisa berbicara saya tidak memiliki rasa sakit atau sesuatu seperti itu. Saya hanya bisa tidak membuka mulut dan berkata meskipun saya berusaha sangat keras untuk memberitahu mereka bahwa saya masih sadar.

Jadi saya diletakkan di atas meja dan ada tiga dokter berdiri di atas saya dan dua perawat dan mereka lengkap dengan semua pakaian mereka dan siap untuk melakukan operasi. Kemudian saya tahu dokter itu mulai membedah saya dari sini ke sini. Kemudian mereka menggunakan gergaji listrik dan mulai memotong tulang dada saya sampai terbuka dan kemudian aku melihat dia turun dan mulai mengambil hati saya keluar dan kemudian semuanya jadi gelap.

Saya masih sadar tapi saya tidak bisa melihat dan itu seperti kabut hitam tebal dan saya hanya berdiri di sana melihat sekeliling. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan berikutnya atau apa yang akan terjadi. Saat itu dua berkas cahaya datang ke bahu kananku. Jadi saya mulai berbalik dan melihat melewati bahu saya untuk melihat di mana itu datang dari mana dan kemudian aku mendengar suara dan suara itu sangat berwibawa, tidak keras, tapi Dia bilang, ‘Jangan berbalik’. Dan aku berpikir dengan baik, ‘mengapa tidak ?’. KataNya, ‘Jangan berbalik karena jika kamu melihat wajahKu kamu harus tinggal di sini.’ Dan Dia mengatakan, ‘Tidak apa-apa jika kamu tinggal disini, tapi Aku punya pekerjaan untuk kamu dan jika kamu tidak mematuhi maka Aku tidak akan senang.’ Dan Dia mengatakan, ‘Kamu tidak ingin melihat Aku tidak senang.’ Kemudian aku berkata, ‘ya baik’. Karena aku lebih baik memperhatikan melakukan apa yang dikatakanNya maka saya bilang ‘Aku tahu siapa Kamu.’ Kemudian Dia berkata ‘Ya ?’ Kemudian aku mejawab, ‘Ya.’ Selama percakapan ini saya punya perasaan dimana Dia berada. Dia berjalan bolak-balik di belakang dan Dia duduk di sebuah takhta putih, hanya sebuah kursi polos, tanpa perhiasan atau apapun tapi hanya putih polos.

Aku hanya bisa merasakan dan saya tidak tahu mengapa. Hal berikutnya yang terjadi adalah Dia berkata, ‘Apakah kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut sebelum kamu pergi ?’ Saya bilang, ‘saya harus berpikir tentang hal ini.’ Dan saya berpikir dan berpikir … Saya berpikir benar-benar keras. Apa yang harus saya tanyakan kepada Tuhan ? Saya tidak tahu harus berpikir apa ? Saya berpikir saya ingin benar-benar cerdas untuk menanyakan beberapa hal yang sangat sempurna. Dan saya berkata, ‘Saya akan harus kembali ke pepatah tua mengenai apa arti kehidupan ?’ Dan Dia mulai tertawa. Saya berkata, ‘Apa yang lucu?’ Dia berkata, ‘Banyak orang bertanya kepadaKu pertanyaan itu dan itu benar-benar sederhana tapi Aku memberitahu kamu apa itu. Ketika kamu kembali (ke dunia), itu akan diatur bagi mereka. Kamu dapat bertanya kepadaKu semua pertanyaan yang kamu pernah pikirkan dan Aku akan menjawabnya.’

Kemudian saya berkata, ‘Ya.’ Dan Dia berkata, ‘Jadi dengarkan baik-baik.’ KataNya, ‘Oke saatnya bagi kamu untuk kembali.’ Dan kemudian saya berbalik…

… menangis …

‘Dia meletakkan tangganNya di pundakku … Dia meletakkan tanganNya di pundakku … Itu adalah perasaan yang tidak bisa diungkapkan. Itu adalah Kasih tanpa syarat. Saya tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata.’

‘Dan aku minta maaf karena aku selalu bersikap seperti ini selama hidup saya. Hal itu mengubah hidup saya.’ Dan hal berikutnya yang saya dengar adalah seorang perawat mengatakan, ‘Saya pikir akhir yang tragis. Suhu-nya 90 derajat.’ (*** Perawat itu berpikir kemungkinan besar dia [Richard] akan meninggal di meja operasi ***)

Sembilan hari kemudian saya keluar dari hal rumah sakit. Hal pertama yang ingin saya lakukan adalah pergi keluar dan memberitahu semua orang tentang apa yang terjadi padaku. Tapi aku harus memberitahu Anda bahwa hidup saya telah berubah sepenuhnya. Saya tidak lagi takut mati, semua masalah yang saya pikir itu masalah telah hilang, saya tidak punya masalah. Saya tidak punya apa-apa yang membuat saya tertekan.

Seminggu kemudian seorang pria yang saya kenal datang dan dia bilang kepadaku bahwa dia telah mendengar tentang pengalaman itu dan saya berkata, ‘ya, itu terjadi.’ Katanya, ‘Saya mendengar bahwa kamu pengalaman mendekati kematian,’ Dia membantu saya selama 1 jam. – Saya berkata, ‘ya itu benar bahwa hal yang terjadi kepada saya.’

Dan saya menanyakan kepadaNya, ‘apa arti hidup ?’ Dan Dia mengatakan, ‘Itu semua adalah tentang Kasih’. Dan itu adalah jawaban sempurna. Sehingga saya langsung mengerti apa artinya.

Sekarang saya mempelajari Alkitab. Hal itu memakan waktu yang lama. Saya sudah melakukannya selama enam tahun sampai dengan kitab Matius. Yang mana diterjemahkan setiap kata dari naskah asli ke dalam bahasa Inggris.

Sumber :

THIS MAN DIED DURING SURGERY, MET GOD & ASKED HIM, “WHAT’S THE MEANING OF LIFE?”

Living For Christ

Saya dibaptis baru-baru ini. Orang bertanya kepada saya suatu pertanyaan tentang kenapa engkau dibaptis sekarang. Kemudian aku menjawab karena itu adalah waktu yang tepat.

Saya tidak tahu apa lagi yang harus diberitahukan kepada mereka. Saya tidak percaya bahwa kamu harus dibaptis untuk masuk Surga. Akan tetapi saya tahu satu hal yaitu saya ingin mengikuti apa yang Yesus lakukan. Yesus berkata,’Berikanlah contoh.’ Ya saya lakukan itu.

— Demikian kesaksian Richard Cole (72 tahun)

  • Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Matius 12:30-31)
  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. – (Yohanes 1:1)
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – (Yohanes 8:58)
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – (Yohanes 10:30)
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6)

Sumber artikel:

http://jurnalakhirzaman.blogspot.co.id/2017/01/meninggal-di-meja-operasi-bertemu-tuhan.html

Link berbagi: http://wp.me/p6mxNc-Y7

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Iklan

Ke Sorga dan Kembali – To Heaven and Back | Julie Papievis

“Nenek saya (alm) mengatakan, ‘Kamu tidak bisa bersama kami, kamu harus kembali.’ Kemudian saya berkata ‘Saya tidak bisa kembali, secara fisik saya tidak mampu.’ “ …”Saya berpikir dan berkata, ‘Tuhan, kenapa Engkau tidak membiarkan aku tinggal disana ?’ Kenapa Engkau mengembalikan aku kedalam tubuh yang tidak berfungsi dan saya harus berjuang keras untuk bisa melakukan banyak hal ?”

Julie Papievis, To Heaven and Back, Go back and be happy. Shalom, begini kisahnya :

Pada umur 29 tahun, Julia Papievis mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan dia dalam keadaan antara hidup dan mati. Pada saat dia mengendarai mobil dari sebuah mal, seorang pengemudi belasan vlcsnap-2015-07-26-02h17m50s191tahun melanggar lampu merah, menabrak Julie pada kecepatan 50 mil perjam. Tabrakan itu mencederai kepala dan leher Julie, menyebabkan kerusakan parah pada batang otaknya (Brain Stem). Seketika itu juga dia mulai sekarat. Dalam hitungan menit, petugas pemadam kebakaran menarik Julie dari bangkai mobilnya. Mereka tidak dapat mendeteksi detak jantung dan tekanan darah Julie. Mereka membawa Julie ke rumah sakit pusat Universitas Loyola, tidak sadar dan tidak ada tanda-tanda kehidupan. Alat pendeteksi otak mengisyaratkan tidak ada fungsi otak.

Dr. Shea yang merawat Julie mengatakan : “Batang otak (Brain Stem) adalah organ sangat penting yang merupakan pusat dimana kita bisa vlcsnap-2015-07-26-02h18m55s696bernafas. Batang otak mengendalikan jantung kita, merupakan pusat dari kehidupan kita. Setiap orang yang tidak dalam kondisi normal seperti dia, kemungkinan bertahan hidup sangat kecil. Dia menderita kerusakan batang otak yang mana saya pikir dia tidak akan siuman.”

Julie tetap dalam keadaan tidak merespon karena koma. Setelah beberapa minggu perawatan di rumah sakit, petugas rumah sakit menyerah dan membujuk orang tua Julie agar merawat Julie di rumah.

“Jika seseorang mengalami suatu kerusakan batang otak, tidak bisa bernafas, tidak bisa berbicara, tidak bisa makan sendiri, tidak vlcsnap-2015-07-26-02h17m16s574mempunyai kemampuan untuk mengendalikan tubuhnya, hal itu adalah suatu keadaan yang menyedihkan,” Lebih lanjut Dr. Shea menjelaskan. “Dengan tipe kerusakan yang dia miliki, saya tidak banyak berharap dirinya akan kembali normal.”

Orang tua Julie menolak untuk menyerah. Orang tua Julie dan anggota gereja lainnya berdoa untuk suatu mujizat. Hal itu pasti akan membuat terkejut dokter Julie, seminggu setelah kecelakaan tersebut, Julie siuman.

“Saat itu saya terbangun / siuman. Seperti orang-orang lain yang bangun tidur, hanya siuman. Saya tidak dapat menelan waktu itu. vlcsnap-2015-07-26-02h18m00s114Mata kiri saya tidak bisa dibuka. Telinga kiriku tidak bisa digunakan untuk mendengar. Saya tidak sanggup melakukan apa-apa. Saya diberi makan melalui sebuah tabung (G-Tube, semacam infus, red). Dimasukkan kedalam mulut saya. Tubuh saya lumpuh di bagian kiri. Saya tidak bisa melakukan apa-apa.”

Meskipun mengalami keterbatasan fisik, Julie tidak mengenal kata menyerah. Julie menambahkan : “Saya tidak pernah merasa sendirian. Saya selalu merasakan kehadiran Tuhan selama saya menjalani pemulihan, semenjak saya siuman, Dia ada bersamaku. Saya merasakan hal itu dikarenakan pengalaman yang saya alami.”

Selama koma, Julie mendapatkan pengalaman penglihatan Sorga.

“Hal itu terjadi begitu cepat, dan tidak ada awal dan akhir yang jelas. Rasanya begitu damai sekali. Saya tahu saya berada disana ditempat itu. Saya merasa seperti di rumah, dan saya ingin tinggal disana.”

Julie mengingat bahwa dia melihat neneknya berdiri didepannya.

“Nenek saya mengatakan, ‘Kamu tidak bisa bersama kami, kamu harus kembali.’ Kemudian saya berkata ‘Saya tidak bisa kembali, secara fisik saya tidak mampu.’ Kemudian saya menunjukkan bagian tubuh sebelah kiri saya yang tidak berfungsi atau lumpuh. Kemudian nenek saya berkata ‘Tubuhmu akan sembuh.’ Seketika saat itu saya merasakan seseorang datang dan memberikan selimut hangat disekeliling tubuhku dan lengannya di sekelilingku, dan aku tahu bahwa itu adalah tanda keberadaan Tuhan kita. Saya bisa merasakan hal ini. Saya mengetahui hal ini. Dan kemudian nenek saya mengatakan, ‘Kembalilah dan bersukacitalah [go back and be happy].’ Kemudian ingatan berikutnya aku telah siuman di suatu rumah sakit rehabilitasi.”

121_Julie Papievis To Heaven and Back_KSB_JPG

Julie hidup, akan tetapi perjalanan dia menuju pemulihan bukanlah hal yang mudah, baik secara mental maupun secara fisik.

“Saya berpikir dan berkata, ‘Tuhan, kenapa Engkau tidak membiarkan aku tinggal disana ?’ Kenapa Engkau mengembalikan aku kedalam tubuh yang tidak berfungsi dan saya harus berjuang keras untuk bisa melakukan banyak hal ? Untuk siuman didalam tubuh seperti itu, seperti yang saya katakan sebelumnya, tubuh yang tidak berfungsi. Saya tidak tahu bagaimana melalui hal itu jika saya tidak mengalami pengalaman pengharapan yang Dia berikan kepadaku melalui nenekku.”

Setelah dua bulan terapi fisik, indera dan gerakan secara perlahan kembali dia rasakan pada tubuhnya bagian kiri. Kemajuan yang Julie dapatkan tidak lain dan tidak bukan dikarenakan mujizat.

Dr. Shea mengkonfirmasikan, “Dengan jenis luka yang didapatkan Julie, dia mempunyai empat persen (4 %) peluang untuk pemulihan, jika dapat bertahan hidup, hidup mereka tidak lebih lama dari 6 bulan, biasanya mereka akan tinggal di rumah panti perawatan orang-orang cacat. Pemulihan Julie bukan disebabkan oleh obat. Pemulihan Julie disebabkan oleh mujizat – Suatu mujizat yang telah terjadi dikarenakan secara teori dia seharusnya meninggal.”

Kemajuan Julie begitu bagus sehingga tahun 2007, 10 tahun setelah kecelakaan, dia berlatih dan menyelesaikan olahraga triathlon.

Sumber :

Julie Papievis: To Heaven and Back – By Robert Hull – The 700 Club. http://www.cbn.com/700club/features/amazing/JuliePapievis090109.aspx

Julie Papievis To Heaven and Back – CBN.com. Uploaded on Sep 1, 2009.

“Ketika orang-orang mendengar saya menjalani olahraga triathlon, vlcsnap-2015-07-26-02h19m28s343mereka mengatakan hal itu adalah mustahil,” kata Julie, “akan tetapi saya percaya tidak ada yang mustahil, dikarenakan saya telah berada dihadapan Tuhan. Saya merasakan bahwa apapun mungkin.”

Saat ini Julie membagikan pesan pengharapan dan tujuan hidup dengan orang lain yang mengalami kejadian yang sama yang pernah Julie alami. Julie berkata, “Saya ingin orang-orang tahu apa yang sebenarnya ada didalam diri mereka. Tidak ada sesuatu yang ‘lebih kecil’ mengenai mereka, dikarenakan mereka telah melalui keadaan-keadaan itu.”

Dia juga menulis sebuah buku mengenai pengalaman-pengalamannya dan penyembuhan yang dialaminya dengan judul ‘Go Back and Be Happy.’

“Saya mempunyai tujuan didalam hidup ini yang harus dipenuhi, dan saya menganggapnya serius. Tuhan besertaku, yang saya tahu, akan tetapi hal ini begitu jelas bahwa Dia selama ini besertaku melalui semua hal dan Dia mempunyai suatu niat, niat yang baik, untuk hidupku. Saya merasa mempunyai hubungan pribadi yang lebih dekat sekarang yang mana Dia memiliki tujuan yang jelas didalam hidupku, bagi cerita ini dan bagi hadiah pengharapan ini.”

—– Demikian Julie mengakhiri kesaksiannya …

  • Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yohanes 14:3).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-lo

Tetap semangat. Tetap mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

7 Menit di Neraka | Seven Minutes in Hell – David

“Sebab saya selalu diajarkan apabila saya meninggal saya akan menuju Sorga atau tempat seperti Sorga. Dan disinilah saya berakhir yaitu ditempat yang semuanya serba putih dan tidak ada sesuatu apapun. Dimana mobilku ? Saya tidak membutuhkan mobil. Saya tidak membutuhkan jam tangan. Tidak ada waktu di tempat itu.”

David – Seven minutes in hell. Life after death experience. Shalom, begini kisahnya :

Saya ingin menceritakan apa yang terjadi di Vegas. Dalam kasus ini saya tidak ingin tinggal di Vegas. Saya ingin berkeliling dunia. Saya ingin semua orang mengetahui hal ini, dikarenakan hal ini mengubah hidup saya.

Saya sedang didalam suatu reuni keluarga. Saya dan istri saya saat itu sekitar jam 12 siang. Kami sedang berkunjung ke sebuah kasino, dimana Marry menuju ke sebelah kanan dan saya sebelah kiri. Setelah berjalan sekitar 100 yard saya merasakan sakit disekitar dada saya. Kemudian saya terbangun dan berada didalam sebuah tempat yang serba putih. Tidak gelap dan tidak terang, hanya putih semuanya dan saya terheran-heran sebenarnya saya sedang berada dimana ? Tempa apa ini ? Saya tidak melihat sesuatupun ditempat itu. Saya heran dimana warna tempat itu ? Dimana mobil-mobil ? dimanakah ini ? Tempat itu bukan suatu ruangan. Tidak ada apa-apa disana. Kemudian saya mendengar suatu suara : ‘Ini adalah tempat keabadianmu’. Kemudian terpikir dalam benak saya ‘Apa !’ Inikah tempat keabadianku. Tempat ini tidak mungkin menjadi tempat keabadianku.

This can’t be my eternity

Dahulu saya berpikir kalau saya meninggal maka saya akan menuju Sorga. Saya berusaha keluar dari tempat itu. Saya berjuang, berjuang sangat keras dan saya ingin bangun dan pergi dari tempat itu karena saya tidak mau tempat itu menjadi tempat keabadian saya. Saya tidak dapat meninggalkan tempat itu dikarenakan saya tidak mempunyai kaki. Kakiku terpaku di lantai kasino dan rohku keluar dari tubuhku dan tidak menuju Sorga. Sebab saya selalu diajarkan apabila saya meninggal saya akan menuju Sorga atau tempat seperti Sorga. Dan disinilah saya berakhir yaitu ditempat yang semuanya serba putih dan tidak ada sesuatu apapun. Dimana mobilku ? Saya tidak membutuhkan mobil. Saya tidak membutuhkan jam tangan. Tidak ada waktu di tempat itu. Tidak ada masa depan, tidak ada waktu kemaren dan tidak ada apa-apa di tempat itu. Tidak ada warna, tidak ada pigmen untuk mewarnai tempat itu. Tidak ada sesuatu apapun ditempat itu.

Saya menemukan kemudian bahwa setan datang merampok dan menghancurkan. Dan mengambil segala sesuatu yang kamu miliki. Dan mereka mengambil apapun yang saya punya. Saya memiliki uang 2000 dollar didalam dompetku ketika meninggal. Saya tidak membutuhkan uang ditempat itu karena tidak ada yang bisa dibeli. Tidak bisa pergi kemana-mana, tidak ada film yang bisa dilihat. Tidak ada pertandingan yang bisa dilihat. Tidak ada apa-apa. Tidak ada toko perhiasan. Tidak ada gunung, tidak ada rerumputan. Tidak ada apa-apanya.

Dan saya heran bagaimana saya bisa kemari ? dan saya mencoba untuk keluar dari tempat itu. Saya mencoba untuk berlari. Saya tidak bisa berlari, seperti yang saya bilang saya tidak punya kaki. Kemudian yang saya ingat saya berada didalam sebuah tempat tidur rumah sakit. Kemudian saya membuka mata saya dan melihat langit-langit kamar dan berpikir bahwa saya telah kembali. Saya telah kembali, bagaimana saya bisa kembali ? Kemudian saya menutup mata dan berkata ‘Tuhan, bagaimana saya tidak pernah kembali ke tempat itu lagi ?’ Kemudian saya mendengar empat kata ‘Get to know Me’ / kenalilah Aku.

117_Seven minutes in hell_Ind_KSB_JPG

Get to know Me

Kemudian saya bertanya sebab saya tidak tahu jawaban dari pertanyaan Tuhan itu. Saya tidak bertanya kepada dokter, tidak ada dokter disitu, tidak ada perawat, tidak ada siapa-siapa. Dan Dia menjawab ‘Get to know Me.’ Kemudian saya menutup mata, saya itu seorang yang percaya kepada Tuhan, akan tetapi percaya saja tidak cukup. Dia mengatakan kepada saya, Get to know Me. Saya mempunyai keinginan pribadi dan Tuhan tidak menginginkan hal itu. Dia hanya ingin aku untuk mengenal Dia.

Kemudian aku membaca Alkitab – Saya dimasa lalu tidak hadir di hadapan Tuhan. Saya tidak hadir dihadapan Tuhan dan saya menuju neraka. Sekarang, saya membaca Alkitab, dan saya menjalankan hal-hal yang diinginkan Tuhan. Dia ingin aku mencintai sesama manusia dan Dia ingin aku membagikan kesaksian ini. itulah kenapa saya kembali dan membagikan kisah mengenai neraka ini dan neraka itu nyata. Saya pernah kesana. Dan hal itu adalah suatu hal yang paling menakutkan selama 7 menit dalam hidup saya.

Tuhan tidak punya batasan. Tuhan mengeluarkan saya dari neraka dikarenakan kasihnya kepada saya dan Dia tahu bahwa saya sebelumnya tidak mengerti dengan ini semua. Sebelumnya saya tidak tahu arti darah Kristus bagi manusia. Saya tidak tahu artinya itu semua. Tuhan Yesus menumpahkan darahnya untuk menebus dosa-dosa kita. Saya kembali untuk menceritakan kepada semua orang bahwa neraka itu nyata. Tetapi hanya dengan percaya saja tidak cukup.

Just believing isn’t enough

Saya percaya saya saat itu ke neraka. Kamu harus berusaha untuk mengetahui Tuhan. Kamu harus mengenal Yesus sebagai Juruselamat pribadimu. Ketahuilah bahwa Dia meninggal dan bangkit dari kematian.

Sumber : Seven minutes in hell

by D. L. Starkey – Uploaded on Mar 2, 2008.

I see God everywhere

Saya ingin semua orang disini mengetahui apa yang Tuhan katakan kepadaku untuk menghindari neraka, suatu tempat yang menyeramkan, adalah dengan mengenal Dia. Semudah itu kan ? Kenalilah Tuhan, secara bertahap sedikit demi sedikit dan kamu akan mengenal Tuhan. Dan ketahuilah juga apa yang sudah dia lakukan terhadap dirimu. Bagaimana besar cinta kasihNya kepadamu. Dia mencintai kita semuanya. Bukankah itu luar biasa.

He is a Good God

Kamu mengetahui sekarang karena Tuhan mencintai aku dan ingin semua orang mengenal Tuhan. Kamu tahu Tuhan seperti itu, Tuhan yang mencintai aku dan semua orang. Dia adalah Tuhan yang baik.

—– Demikian David mengakhiri kesaksiannya …

  • Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup! (Amos 5:4).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-k8

Tetap semangat. Tetap mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Panggilan Suara Dari Neraka Membuatku Tobat Ikut Yesus | Carl Knighton

Mereka memanggil namaku … ‘We got you … We got you … We got you. You belong to us now.’ Saya melihat banyak jiwa. Jiwa-jiwa terhilang yang berada dalam penyiksaan di lautan api. Mereka menangis dan memanggil Tuhan. Mereka tidak punya harapan.

  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).

Carl Knighton : A Wake-up Call From Hell. Shalom, begini kisahnya :

Carl Knighton mengawali kesaksiannya dengan mengatakan “neraka itu sungguh nyata. Nyata, benar-benar nyata.” Carl benar-benar tahu bahwa neraka itu nyata sebab dia pernah menuju ke neraka pada saat dia mengalami overdosis narkoba yang dinamakan Valium.

“Seperti yang dikatakan Alkitab, kamu berada didalam penyiksaan,” kata Carl.

Meskipun pengalaman ini terjadi lebih dari 12 tahun yang lalu akan tetapi Carl dapat menggambarkan suatu gambaran yang dia jumpai di dalam neraka. Carl mengingat hal itu sembari menunjukkan suatu lukisan, “Seorang yang ditengah itu mencoba untuk keluar dari api itu akan tetapi tidak ada jalan bagi mereka untuk keluar. Tidak ada harapan bagi mereka. Tidak ada jalan keluar bagi mereka.”

Carl terlahir didalam suatu lingkungan Kristen dimana dia telah diajarkan bahwa Sorga dan neraka adalah tempat yang nyata. Bahkan pada saat masih kecil, dia begitu sensitif terhadap segala sesuatu mengenai Tuhan.

“Saya selalu merasakan kehadiran Tuhan. Saya telah melihat malaikat-malaikat Tuhan pada masa muda dan hal itu memberiku pengertian bahwa Tuhan menyertai aku.”

Saat memasuki Sekolah Menengah Atas, Carl bergabung dalam ketentaraan dan menikah. Baik karir militer dan umur pernikahannya berlangsung singkat.

Carl mengatakan, “Pemimpin peleton yaitu sersan peleton dan pemimpin pasukan mendatangiku dan mengatakan, ‘Kamu tidak melakukan tugasmu dan seharusnya kamu bisa melakukan hal ini dengan lebih baik. Dan kamu tidak akan pernah naik pangkat. Dan kamu tahu bahwa karir militermu akan berakhir.’ Maka aku begitu merasa tertekan.”

Carl memutuskan bahwa sudah waktunya keluar dari dinas ketentaraan – dengan AWOL (pergi tanpa pamit – Absent WithOut Leave, tapi bukan berarti desersi). Dia menuju Ohio untuk mengunjungi teman lama. Kemudian selama dua minggu Carl pesta miras (mabuk-mabukan). Suatu malam Carl mengunjungi rumah madat (rumah / tempat menikmati narkoba) di suatu lokasi terburuk di Columbus, Ohio.

110_A Wake-up Call From Hell - CBN_JPG

“Kamu dapat mencium bau kokain. Kamu dapat mencium bau mariyuana. Orang-orang sedang sakau dan berbaring di lantai.”

Carl menghirup kokain dan mulai minum alkohol dan menggunakan obat-obatan lainnya. Akan tetapi dia mengatakan dan mempercayai bahwa itu adalah pil terakhir yang mengirim dia ke perjalanan ke neraka.

“Dan kemudian saya mengambil Valium dan sebelum mengetahuinya saya terjatuh dari bangku ke lantai. Itu adalah lubang kegelapan hitam. Saya mulai bergetar. Saya mulai terguncang. Kemudian saya mulai mengarah menuju kebawah dan kebawah dan kebawah menyerupai suatu lubang yang dalam dan saya mulai mencium bau neraka. Hal itu merupakan suatu hal yang terburuk yang bisa dirasakan selama hidup. Kenyataannya, kamu tidak dapat membayangkan hal ini. Saya mulai merasakan tarikan dan dorongan seperti yang Alkitab katakan bahwa setan menyeret dan mengomeli kamu. Mereka memanggil namaku … ‘We got you … We got you … We got you. You belong to us now.’ Saya melihat banyak jiwa. Jiwa-jiwa terhilang yang berada dalam penyiksaan di lautan api. Mereka menangis dan memanggil Tuhan. Mereka tidak punya harapan. Dan saya memanggil Tuhan, ‘Jesus. Jesus. Help me Jesus. Help me Jesus.’ Segera setelah aku memanggil dalam nama-Nya, saya melihat tangan Tuhan mengambil dan mengeluarkan aku dari neraka dan rohku kembali kedalam ragaku.” kenang Carl.

Carl mengatakan bahwa dia berada didalam neraka lebih dari setengah jam.

“Aku tergetar dan goyah dan kemudian saya memalingkan wajah saya ke kanan dan mereka mengatakan saya telah meninggal. Dan mereka mengatakan bahwa kematianmu berlangsung sekitar 30-35 menit akan tetapi aku tahu bahwa hal itu dikarenakan Kasih Tuhan yang begitu besar kepadaku.”

Sumber :

A Wake-up Call From Hell – CBN.com

The Official 700 Club – Published on Oct 30, 2012

A drug binge put Carl Knighton at death’s doorstep. The result was an experience of hell that changed his life forever.. The Christian Broadcasting Network CBN http://www.cbn.com. AMAZING STORY – A Wake-up Call From Hell – By Michelle Wilson – The 700 Club.

http://www.cbn.com/700club/features/amazing/MW152_Carl_Knighton.aspx

Tiga hari kemudian, Carl kembali ke Ft. Eutius, Virginia untuk menghadapi konsekuensi karena melakukan tindakan AWOL. Dia dihukum didalam barak selama sebulan. Selama sebulan itu dia sendiri menyerahkan hidupnya kepada Yesus Kristus.

“Saya segera bertanya kepada Tuhan untuk memaafkan aku dan aku bertobar dan meninggalkan dosa-dosa dibelakangku. Saya maju didalam Tuhan. Saya sungguh-sungguh memberikan hidupku kepada Kristus setelah kejadian itu”. Kata Carl.

Saat ini Carl menikah kembali. Dia dalam suatu misi : untuk menceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang yang dapat dia beritahu mengenai kenyataan Sorga dan neraka.

“Tuhan mencintai aku begitu besarnya dan Dia memberikan kepadaku kesempatan kedua. Dan saya disini untuk menceritakan bukan suatu kisah penyesalan akan tetapi suatu kesaksian kebenaran akan bagaimana luarbiasanya Tuhan jika saja orang-orang mau mendengar. Jangan menyia-nyiakan hidupmu. Terimalah Yesus sebagai Juruselamat.”

—– Demikianlah kesaksian dari Carl …

  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-j3

Salam kasih dan persahabatan. Tetap saling mengasihi sesama manusia apapun agamanya. Tetap semangat menjalani hidup ini. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Bangkit Dari Kematian Setelah Meninggal 42 jam | Daniel Ekechukwu

Beberapa orang percaya berkumpul di sekeliling mayat Daniel dan berdoa sementara Reinhard Bonnke, yang tidak tahu ada mayat di lantai bawah, berkotbah dan berdoa. Pada akhirnya terlihat mayat Daniel mengejang dan mulai bernapas tidak teratur. (Saat itu Reinhard Bonnke telah pergi meninggalkan gereja). Orang percaya yang ada disitu mulai berdoa dengan penuh semangat, dan sebab mayat telah kaku dan dingin, mereka mulai memijat leher, tangan dan kaki. Ketika terdengar berita bahwa orang mati dibawah mulai hidup kembali, lantai bawah segera penuh dengan orang. Tiba tiba Daniel bersin dan melompat bangun. Malaikat berkata bahwa kebangkitan Daniel akan menjadi tanda dan peringatan terakhir untuk generasi ini.

  • Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. (Matius 6:14).

Kesaksian Daniel Ekechukwu. Bangkit dari kematian setelah meninggal 42 jam. Penglihatan Surga dan neraka. Begini kisahnya :

Laporan ini disusun dari beberapa sumber/saksi:

  1. Dari pendeta Daniel Ekechukwu sendiri yg diwawancarai tgl 12 – 14 September 2002.
  2. Dari kesaksian tertulis dalam buku kecil yg berjudul Mukjizat di abad 21
  3. Dari mendengar kesaksiannya yg disampaikan tgl 13 September 2002 di gereja Chapel of Glory, Lagos, Nigeria
  4. Dari dokumentasi video yg diproduksi oleh Ministry of Christ for all Nations, yg didalamnya terkandung kesaksian pendeta Daniel, dokter yg menyatakan kematiannya, istri Daniel, ayah Daniel, petugas pemakaman yg membalsem mayat Daniel, dan beberapa pendeta yg hadir pada waktu kebangkitannya.
  5. Dari diskusi pribadi dg Ede Samuel, teman lama dan asisten pribadi dari pdt Daniel.

Pada hari kamis tgl 29 November 2001, pdt Daniel Ekechukwu dan istrinya, Nneka, terlibat pertengkaran yang disebabkan oleh salah paham dan berakhir dengan penamparan yang dilakukan oleh istri terhadap pdt Daniel. Dia sangat sakit hati dengan kejadian ini, yang berujung tidak mau menjawab permohonan maaf istrinya esok harinya. Pdt Daniel mengakui bahwa selama hari itu 30 November, dia marah dan berpikir bagaimana menempatkan kedudukan istrinya waktu ia pulang rumah.

Ketika ia sedang mengemudi untuk pulang sore itu, rem mobil Mercedes 230E miliknya yg sudah berumur 20 th rusak, waktu itu posisinya di jalan curam menurun dari bukit, dan mobilnya menabrak tiang beton pagar dari tanggul yang curam. Ia tidak memakai sabuk pengaman ( th 2001 sedikit orang Nigeria yg pakai, tapi tahun 2003 wajib mamakai sabuk pengaman ditetapkan secara nasional), dan dadanya membentur kemudi mobil dengan keras, rupanya merusakkan organ dalam tubuhnya, maka ia segera muntah darah dan mengalami susah bernafas. Daniel tidak dapat keluar dari mobilnya, dia ditolong orang sekitar situ dibawa ke RS St. Charles Borromeo, tidak jauh di pinggiran kota Onitsha.

kesaksian Daniel Ekechukwu_KSB_JPG

Dalam hitungan menit setelah tiba di RS, dokter merawat dengan metode gawat darurat, tapi Daniel tahu tubuhnya sudah tidak bereaksi. Ia mulai berdoa, doa orang yg menghadapi kematian, memohon Tuhan mengampuni semua dosanya sehingga dia siap berdiri di hadirat Tuhan. Dia juga minta istrinya, Nneka, untuk datang. Istrinya pingsan ketika mendengar suaminya kecelakaan dengan kondisi kritis, setelah sadar ia diantar seorang tetangga kristen ke RS. Teman Daniel, Ede Samuel ikut bersamanya dan menjadi saksi utama tentang segala yang terjadi selama tiga hari selanjutnya.

Waktu melihat kondisi Daniel yang kritis ketika dia tiba di RS, Nneka meledak tangisnya, memohon suaminya jangan mati dan meninggalkan dia. Dokter mengakui tidak ada yang dapat dilakukannya untuk menyelamatkan nyawa Daniel, maka Daniel meminta dipindahkan ke RS Umezuruike di Owerri, dimana dokter pribadinya praktek. RS Umezuruike berjarak 80 km. Istri Daniel menyewa ambulan walau bertentangan dengan pendapat dokter di RS St. Charles. Pada waktu perjalanan menuju RS Umezuruike Daniel meninggal.

Sebelumnya … Daniel dibaringkan di bagian belakang ambulan sementara istrinya duduk di kursi depan. Ia merasa kematiannya sudah dekat, maka dia memanggil istrinya. Ia mengucapkan selamat tinggal, memberi penjelasan tentang dokumen gereja dan dokumen pribadi, dan mengingatkan dia untuk merawat anak-anak mereka. Nneka mulai menangis dengan keras dan menegur suaminya atas perkataan negatif. Dia adalah hamba Tuhan dan harus memiliki iman, dan tidak berkata tentang kematian.

Ketika istrinya sedang berbicara, Daniel melihat dua malaikat besar (mereka sangat besar sehingga dia heran bagaimana bisa muat di ambulan, satu malaikat saja sebesar ambulan) yang serba putih bahkan sampai matanya pun putih semua. Daniel mencoba berbicara pada malaikat, tapi seorang malaikat menaruh telunjuk di depan bibirnya, menyuruh Daniel diam. Malaikat malaikat itu mengangkat dia di salah satu sisi, dan Daniel menyadari bahwa sekarang dirinya ada 2. Malaikat memegang dia dibawah tiap lengan dari tubuh rohani (yang sempurna keadaannya), sementara tubuhnya yang rusak terbaring di bawah. Waktu mereka meninggalkan ambulan, Daniel menjadi lupa dengan dunia ini.

Ketika ambulan tiba di RS Umezuruike, hari sudah larut malam (Jumat, 30 November), dan dokternya Daniel tidak ada di tempat. Seorang paramedis memeriksa tubuh Daniel dan dengan sedih berkata pada Nneka bahwa suaminya sudah meninggal sehingga tidak ada lagi yang bisa diperbuat. Nneka menolak untuk mempercayai kabar buruk ini.

Maka mereka pindah ke RS Federal Medical Center di Owerri, tapi tidak ada dokter disitu. Akhirnya mereka ke Eunice Clinic, dan disana Daniel dinyatakan telah mati oleh dr Jossy Anuebunwa. Tidak ada nafas, tidak ada detak jantung, dan pupil Daniel melebar dan tidak bergerak. Dokter berkata bahwa tidak ada yang bisa ia kerjakan. Akte kematian diterbitkan jam 11.30 PM, tanggal 30 November 2001.

Mereka kemudian membawa mayat Daniel ke rumah ayahnya di dekat desa, seperti pada umumnya ayah Daniel dan famili yang lain merasa amat sedih ketika melihat mayat Daniel, mereka menangis sejadi-jadinya. Ayah Daniel menyuruh membawa mayat Daniel ke rumah duka Inyishi Community tidak jauh dari situ. Mereka tiba disana sekitar jam 1.00 dini hari yaitu sabtu pagi. Petugas rumah duka, Pak Darlington Manu, menerima mayat Daniel dan setelah itu semua famili pulang.

Rumah duka primitif Nigeria dimana mayat Daniel diletakkan tidak punya kamar pendingin mayat, sehingga petugas menyuntikkan cairan balsem (pengawet) ke jari jari dan kaki Daniel. Ia kemudian mempersiapkan untuk membalsem mayat Daniel seluruhnya dengan cara memotong paha dalam Daniel supaya bisa dimasuki tabung yang akan digunakan menyuntik cairan balsem. Ketika dia mengerjakan ini dia mengalami guncangan yg menyebabkan dia terlontar dari mayat Daniel. Hal ini tidak mengherankannya, sebab dia pernah mengalami sebelumnya yang disebabkan kuasa okultisme. Setelah mencoba untuk yang keduakalinya dan terjadi guncangan kedua, maka tangan kanannya menjadi lumpuh, ia menyimpulkan bahwa Daniel pasti adalah anggota perkumpulan rahasia. Ia menganggap bahwa setelah dimanterai nanti kekuatan mayat akan berkurang, dan setelah itu dia dapat melanjutkan pekerjaannya. (Petugas ini tentu saja bukan orang kristen tapi setelah kebangkitan Daniel jadi orang percaya). Maka ia menyuruh seorang asisten untuk membaringkan mayat Daniel di belakang rumah duka dimana banyak mayat lain juga dibaringkan. (Menurut Daniel orang orang dapat mencium bau bahan balsem keluar dari badan Daniel selama dua minggu setelah kebangkitannya).

Sekitar jam 2.00 dini hari hari sabtu, petugas rumah duka yang rumahnya dekat situ merasa terganggu dengan bunyi pujian (worship) yang berasal dari dalam rumah duka, yang mana berhenti ketika dia sampai ke pintu rumah duka. Hal ini terjadi dua kali. Pada waktu mencari suara musik yangberasal dari rumah duka, ia melihat semacam cahaya yang memancar dari wajah mayat Daniel. Hal ini benar benar membingungkan dia.

Petugas rumah duka itu begitu terganggu dengan apa yg terjadi, sehingga dia mendatangi ayah Daniel pada sabtu pagi untuk memberitahu apa yang telah terjadi dan meminta ayah Daniel mengeluarkan mayat dari rumah duka. Kemudian pada sabtu malam istri Daniel bermimpi melihat wajah suaminya, dan Daniel bertanya mengapa mereka meninggalkan dia di rumah duka. Daniel menyatakan bahwa dia belum mati dan istrinya harus membawa dia ke Onitsha dimana penginjil jerman Reinhard Bonnke sedang berkotbah. Istrinya memutuskan untuk melakukan, walaupun keluarganya berpikir dia sudah gila. Daniel telah meninggal lebih dari 28 jam. Keluarganya akhirnya mengalah, mereka membeli peti mati dan membawa pakaian pemakaman untuk keperluan Daniel. Sebuah ambulan disewa pada minggu pagi tanggal 2 Desember dan peti berisi mayat Daniel ke gereja Grace of God Mission (sebuah gereja besar) di Onitsha. Diperlukan waktu satu setengah jam untuk mencapai gereja dimana ev. Reinhard Bonnke akan berkotbah nanti sore. Mereka sampai di gereja sekitar jam 1.00 PM.

Di gereja banyak petugas keamanan yang bertugas mengamankan Reinhard Bonnke, yang mana telah banyak menerima ancaman kematian dan dibenci oleh muslim seluruh Africa. (Kenyataan saat itu gedung WTC telah diruntuhkan oleh teroris muslim minggu yang lalu). Untuk alasan itu petugas keamanan tidak mengijinkan peti dibawa masuk ke dalam lantai bawah gereja, dikuatirkan berisi bahan peledak. Istri Daniel dengan sangat memohon kepada mereka dan membuka peti mati untuk memperlihatkan mayat suaminya, yang mana mengakibatkan mereka mengejek bahkan mencambuk dia sebab dia bersikeras minta ijin masuk. Hal itu menimbulkan kekacauan yang akhirnya diketahui oleh pendeta senior. Anak pendeta senior memberitahukan ke istri Daniel bahwa ia diijinkan membawa mayat suaminya tanpa peti mati dan harus diletakkan di ruang bawah gereja. Mayat Daniel dibaringkan pada dua buah meja yang telah disatukan dalam ruang sekolah minggu.

Beberapa orang percaya berkumpul di sekeliling mayat Daniel dan berdoa sementara Reinhard Bonnke, yang tidak tahu ada mayat di lantai bawah, berkotbah dan berdoa. Pada akhirnya terlihat mayat Daniel mengejang dan mulai bernapas tidak teratur. (Saat itu Reinhard Bonnke telah pergi meninggalkan gereja). Orang percaya yang ada disitu mulai berdoa dengan penuh semangat, dan sebab mayat telah kaku dan dingin, mereka mulai memijat leher, tangan dan kaki. Ketika terdengar berita bahwa orang mati dibawah mulai hidup kembali, lantai bawah segera penuh dengan orang. Tiba tiba Daniel bersin dan melompat bangun. Waktu itu antara jam 3.50 sampai 5.15 PM hari minggu sore. Daniel mati pada jumat malam sekitar jam 10.00 PM.

Dan inilah yang dialami pdt Daniel Ekechukwu setelah kematiannya. Setelah ia diangkat oleh dua orang malaikat waktu di ambulan, ia segera menyadari bahwa ia sendirian, tapi segera bersama dengan malaikat yang lain. Daniel mengungkapkan bahwa bila ia bingung tentang suatu hal yang dilihat atau dialaminya, atau bila ia mempunyai pertanyaan dalam hatinya, malaikat ini segera memberi jawabannya. Pertama tama malaikat ini memberitahukan bahwa mereka sedang menuju ke surga. Tidak diperlukan waktu untuk mencapai suatu tempat yg mereka tuju. Segera setelah malaikat itu berkata mereka sudah sampai di surga.

Daniel berdiri bersama malaikat dan melihat banyak orang yang sedang beribadah, mereka semua memakai pakaian putih yg berkilauan. Daniel segera berpikir bahwa mereka adalah para malaikat, tapi malaikat yang mengawalnya berkata bahwa mereka adalah manusia yang pada waktu hidup di dunia menjalani perintah Tuhan dan iman mereka terpusat hanya pada Yesus Kristus dan hidup dalam kebenaran. Semua orang itu hidup abadi (tidak menjadi tua) dan tidak ada perbedaan bangsa. Tidak ada dari mereka yang terlihat muda atau setengah tua atau lebih tua, dan tidak ada perbedaan bangsa pada penampilannya. Mereka semua menghadap pada cahaya yang sangat terang di atas mereka, dan semua memuji dan menyembah dg keserempakan yg sempurna. Mereka bersama secara serempak mengangkat tangan dan bersujud seperti ada alat elektronik yang menggerakkan mereka.

Daniel melihat ada seorang yang kelihatannya lebih tua dari kumpulan orang itu, dan berpikir bahwa itu Tuhan, tapi melaikat pengawal segera mengkoreksi dia. Orang itu adalah bapa Abraham.

Daniel memohon untuk ikut beribadah, tapi malaikat mengatakan bahwa ada hal lain yang perlu dilihat. Ia berkata pada Daniel bahwa mereka akan melihat janji Yesus bagi pengikutNya, rumah besar yang Ia persiapkan untuk mereka yg Ia dapati beriman pada hari terakhir. Segera mereka ada di sana. Daniel berkata bahwa apa yang dia lihat tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Rumah besar yang panjang dan tingginya seolah-olah tak terukur. Selalu bergerak, dan tiap ruang juga berputar dengan cara tertentu. Terbuat dari sesuatu yang transparan seperti kaca, dan lantainya terlihat seolah terbuat dari sinar. Daniel tidak melihat seorangpun di rumah besar itu, tapi mendengar nyanyian yang indah. Ia heran darimana suara musik itu terdengar, malaikat segera menunjukkan pada banyak bunga di sekitar rumah. Ketika Daniel melihat bunga itu lebih dekat, mereka bergerak dan berayun ( bergoyang) dan menyanyi memuji Tuhan !

Malaikat berkata pada Daniel, “Rumah besar sudah siap tapi orang orang kudus milik Tuhan belum. Tuhan Yesus menunda kedatanganNya sebab orang-orang percaya di gereja belum siap.” 2 Pet 3:12 : yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

Berikutnya malaikat membawa Daniel ke neraka, dan mereka berdiri di pintu gerbang. Ketika malaikat itu mengangkat tangan lalu menurunkannya, pintu terbuka, dan Daniel segera dapat mendengar suara mengerikan dari orang-orang yang berteriak dan mengangis, tapi segala sesuatu di neraka dalam keadaan gelap total. Lalu suatu sinar yang terang bersinar dari malaikat, dan Daniel dapat melihat banyak kelompok orang dalam penderitaan. Ia memberitahu saya beberapa kelompok tertentu yang menjalani siklus siksaan yang tak berakhir, tertawan dalam perbuatan dosa yang mereka lakukan di bumi. Sebuah kelompok terdiri dari orang orang yang memakan daging mereka sendiri dan kemudian memuntahkannya ke tanah, setelah itu muntahan itu terbang kembali ke tubuh mereka dan berubah menjadi daging kembali, lalu mereka mulai memakannya lagi. Malaikat memberitahu Daniel bahwa orang orang ini adalah mereka yang memakan daging manusia sebagai syarat belajar ilmu hitam. (Hal semacam ini memang terjadi di Afrika). Kelompok yang lain yang telah mencuri batas tanah pada waktu hidup di dunia, dengan tiada hentinya menggali tanah yang terbuat dari batu karang yang keras dengan tangan mereka (tanpa alat).

Pdt Daniel juga melihat pemimpin diktator Nigeria. Ia melihat seorang kristen yang mencoba belajar ilmu hitam dan menjauh dari Tuhan, dan seorang pendeta yang menggelapkan uang gereja dan juga berbohong tentangnya. Pendeta ini berkata bahwa ia akan mengembalikan uang gereja bila Daniel bisa mengeluarkan dia dari neraka. Walaupun ada berbagai macam siksaan, tapi semua orang menggeliat kesakitan oleh kekuatan yang tak kelihatan yang membelenggu mereka berulang-kali. Mereka semua berteriak, meratap dan mengertakkan gigi.

Hal yang paling mengejutkan adalah apa yang terjadi berikutnya. Malaikat pengawal berkata pada pdt Daniel, ” Jika saat ini namamu sudah dipanggil, kamu pasti akan masuk neraka”. Pdt Daniel segera membela diri dengan berkata, “Saya seorang hamba Tuhan ! Saya melayani Dia dengan seluruh jiwa ragaku!” Tetapi sebuah Alkitab nampak di tangan malaikat, dan terbuka di Matius 5:21-22 : Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Pdt Daniel tahu ia bersalah sebab kemarahannya terhadap istrinya. Malaikat juga mengingatkan dia bahwa Yesus berjanji bahwa Tuhan tidak akan mengampuni dosa bila kita tidak mengampuni kesalahan orang lain Mat 6:14-15 = 14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Sebab kita akan menuai apa yang telah kita tabur. Hanya mereka yang bermurah hati yang memperolah kemurahan Matius 5:7 : Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Malaikat berkata pada Daniel bahwa doa yang dia lakukan ketika dia akan mati tidak ada pengaruhnya, sebab dia menolak untuk memaafkan istrinya ketika istrinya berusaha untuk minta maaf pada pagi hari sebelum kecelakaan terjadi.

Pdt Daniel menangis mendengar wahyu ini, tapi malaikat berkata supaya jangan menangis, sebab Tuhan hendak mengirim dia kembali ke dunia untuk mengabulkan permohonan orang kaya dalam Lukas 16:27-30 : 27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, 28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. 29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. 30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Malaikat berkata bahwa kebangkitan Daniel akan menjadi tanda dan peringatan terakhir untuk generasi ini.

Akhirnya, pdt Daniel dipimpin ke puncak sebuah gunung, disana terdapat lubang besar yang penuh dengan kegelapan. Malaikat pengawal mengarahkan pandangan Daniel ke seseorang yg berdiri disana, yang pada permulaannya tidak dia kenali, tetapi segera dia tahu bahwa orang itu adalah penginjil Jerman Reinhard Bonnke. Malaikat berkata pada Daniel bahwa orang itu akan menolong Daniel mewartakan injil keselamatan.

Daniel dan Bonnke keduanya jatuh ke dalam lubang, dan pada saat itulah pdt Daniel melompat bangun dari meja dimana dia dibaringkan di gereja Grace of God mission. Dia kembali ke tubuhnya setelah mati selama 42 jam.

Pendeta Ekechukwu berasal dari sebuah kota yang bernama Onitsha (Nigeria), di mana dia adalah pendeta Gereja Daya Kapel Injili Nigeria. Pendeta Daniel Ekechukwu wafat secara fisik di malam hari dari Jumat 30 November, 2001, sudah meninggal untuk setidaknya 42 jam, mengunjungi surga dan neraka selama saat kematian fisiknya, dan dibangkitkan dari kematian antara pukul 03:50 dan pemeriksaan mayat pukul 5:15 pada Minggu, 2 Desember, 2001 di ruang bawah tanah karunia Tuhan Misi, yang terletak di Onitsha, Nigeria. Pada saat bangkit dari kematian terlihat Daniel duduk dan di-kipas-i oleh banyak orang disekitarnya. Didalam film dokumentasi tersebut terlihat banyak orang yang menyaksikan secara langsung mijizat tersebut.

Sumber :

http://www.salib.net/News/article/sid=1523.html

Raised from the dead – Daniel Ekechukwu (Heaven and Hell Testimony)

Daniel : “Dan inilah surat kematian saya (sembari menunjukkan surat kematiannya). Dokter itu mengkonfirmasikan bahwa saya sudah meninggal. Menurut surat ini seperti yang bisa kamu lihat. Dokter memeriksa denyut jantung, pupil mata, semua diperiksa dokter, dan dikonfirmasikan bahwa saya benar-benar pernah meninggal.”

—- Demikian Daniel mengakhiri kesaksiannya …

Sekarang ini kotbah pdt Daniel kebanyakan tentang pengampunan bagi orang yg bersalah pada kita, cukup dia sajalah yang mengalami nasib hampir masuk neraka. Sudah siapkah kita sekarang ini menghadap hadirat Tuhan Yesus ?

  • Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. (Matius 6:14).

Link berbagi:

http://wp.me/p6mxNc-dC

Tetap mengasihi sesama apapun keyakinannya. Tetap Semangat.

Tuhan Yesus Memberkati. Amen.

Meninggal – Melihat Yesus – Bangkit | Zack Clements

Dokter tidak bisa menjelaskan kejadian ini, tetapi keluarga Zack yakin bahwa tangan Tuhan membangkitkan kembali Zack dari kematian. Zack Clements adalah seorang anak laki-laki berusia 17 tahun yang kuat, sehat dan seorang atlet sekolah menengah atas. Seorang yang suka humor dan dia bermain sepak bola amerika di Akademi Life Victory – Brownwood, Texas. Suatu ketika Zack terjatuh secara tiba-tiba dan meninggal selama 20 menit pada tanggal 5 Mei 2015. Pada saat meninggal dunia Zack melihat Yesus.

Shalom, begini kisahnya :

Kejadian ini disiarkan oleh stasiun TV CBS dengan pembawa acara Doug Dunbar dan Kaley O’Kelley. Doug : “Pemuda belasan tahun yang berasal dari Texas mengisahkan pengalaman pribadi ketika meninggal, melihat Yesus, dan kemudian bangkit kembali”. Kaley : “Dan dia menceritakan apa yang dia lihat didalam waktu 20 menit tanpa oksigen tersebut.”

Zack Clements adalah seorang anak laki-laki belasan tahun yang kuat. Dia adalah pemain sepak bola Amerika SMA di Akademi Victory Life, Brownwood – Texas dan dia memiliki selera humor. Dia adalah anak muda yang sehat.

Zack : “Saat itu saya sedang berlari dan tiba-tiba pingsan. Saya tidak yakin kenapa ?”

100_Texas Teen Says He Saw Jesus_KSB_JPG

Zack tiba-tiba terjatuh ke tanah didalam kelas E.P. minggu kemaren. Hal itu dikarenakan berhentinya kerja jantung secara tiba-tiba, menurut dokternya. Ibunya segera diberitahu.

Teresa Clement : “Ketika saya membuka pintu ambulan, Zack terlihat membiru. Dan diatas dada terlihat petugas media melakukan pernafasan buatan.”

Secara teknis dan medis Zack dinyatakan meninggal.

Zack : “Mereka mengatakan bahwa saya tidak bernafas selama sekitar 20 menit.”

Pada saat pihak rumah sakit hendak memberikan pengumuman resmi mengenai kematian Zack, tiba tiba mereka melihat denyut Zack kembali muncul. Kemudian Zack dipindahkan ke Cook Children’s Hospital sampai beberapa hari kedepan. Penyembuhan yang terjadi pada diri Zack begitu luar biasa. Tetapi yang lebih mengejutkan adalah kisah yang dialami atau apa yang dilihat oleh Zack selama waktu meninggal.

Zack : “Saya melihat seorang pria dengan rambut panjang dan mempunyai janggut. Dan tidak memerlukan waktu lama bagi saya untuk menyadari bahwa Dia adalah Yesus. Saya menuju Yesus dan Kemudian Dia meletakkan tangan-Nya ke pundakku, dan berkata ‘semuanya akan baik-baik saja dan tidak usah cemas.’ Saya merasa tenang dan damai.”

Keluarganya mempercayai bahwa ini adalah suatu mujizat. Ayahnya mengatakan bahwa hal itu merupakan hal yang susah dipahami oleh kebanyakan orang, tetapi bagi dia dan keluarganya itu masuk akal.

Billy Clements : “Bagi Zack untuk bangkit dan mengatakan kepada kami mengenai pengalaman itu merupakan suatu hal yang tidak bisa kamu jelaskan. Hal itu tidak mudah bagi manusia untuk menerangkannya.”

Ibunya mempercayai bahwa hal itu merupakan suatu misteri bagi banyak dokter, tetapi dirinya percaya bahwa hal itu merupakan campur tangan Tuhan. “Saya senang melihat anakku kembali seperti sedia kala” demikian penuturan ibu Zack, Teresa Clements.

Sumber :

Texas Teen Says He Saw Jesus Before Being Revived

Published on May 16, 2015

Ketika Zack ditanya apakah hal itu akan meningkatkan imannya ? Zack dengan jelas mengatakan “Jelas sekali. Saya juga melihat malaikat-malaikat dibelakang Yesus.”

—– Demikian kesaksian Zack Clements …

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-9c

Tetap semangat, tetap mengasihi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Bangkit Dari Kematian Minta Masuk Sorga | Encim Kalimantan Barat

Orang yang berjubah hitam katakan kepada dia bahwa, setiap orang yang bisa masuk ke sana adalah orang yang percaya Tuhan sebagai Tuhan dan juruselamat, yang kedua, orang yang hidup sesuai dengan Firman Allah, dan yang ketiga adalah namanya yang tercatat dalam Buku Kehidupan dalam Kerajaan Allah. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. (Yohanes 15:12). Ketika dia di tarik, dia mendengar suatu pujian dari sorga, lagunya adalah “Ya Abba, Bapa, ini aku, anakmu, layakkanlah seluruh hidupku”. Ketika encim ini, dia mendegar lagu dari Sorga dan ikut menyanyikan lagu tersebut. Encim ini berkata, “ tidak ada yang memberitakan Tuhan Yesus kepada saya “, malaikat ini katakan tidak bisa, tapi ketika sebelum engkau datang ke sini, Tuhan Yesus berpesan kamu akan diberikan kesempatan untuk hidup kembali di dunia, selama satu minggu. Setelah kamu hidup kembali kamu harus bertobat, dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Setelah selesai di sampaikan, malaikat berkata kembalilah, maka rohnya kembali ketubuhnya.

Shalom, begini kisahnya :

Kota kecil di Kalimantan Barat

Salah satu kota kecil di Kalimantan Barat, yang memiliki penduduk kebanyakan orang China, tetapi sebagian besar orang yang ada di kota tersebut tidak percaya Tuhan Yesus, maka seorang hamba Tuhan berdoa di kota tersebut minta terjadi lawatan Tuhan. Ternyata Tuhan menjawab dengan cara yang berbeda. Pada suatu hari hamba Tuhan ini di telepon oleh seseorang dari rumah sakit, untuk datang ke sana.

Ada seorang encim tua yang sakit di rumah sakit tersebut, berada di ruang ICU, karena sakitnya parah dia meninggal. Ketika meninggal dia tidak percaya Yesus dan bukan orang Kristen.

Encim yang Sudah Meninggal Hidup Kembali_KSB_KECIL_JPG

Setelah meninggal, petugas kamar mayat datang untuk mengambil mayatnya. Sekitar 14 menit kemudian, penjaga kamar mayat datang, saat masuk kamar tersebut melihat encim ini bagun dan duduk di tempat tidur, petugas kamar mayat, kaget dan berteriak hidup lagi.

Ketika encim ini kembali hidup, dari mulutnya keluar suatu pujian. Dia bukan orang Kristen tetapi bisa tahu lagu pujian. Lalu cucunya yang dari jauh, seorang Kristen, dia memberanikan dirinya untuk masuk ruangan tersebut.

Waktu Encim meninggal

Encim ini bercerita ketika dia mati, dia melihat rohnya terangkat, sambil melihat para dokter datang, roh dia ini terus naik sampai ke alam yang kekal, dia berada di suatu jurang, ketika dilihat ke bagian bawah, dia melihat neraka, dan ketika dia melihat ke atas, yang dilihat adalah Sorga, dindingnya terbuat dari emas.

Saat meninggal, dia dijemput oleh orang yang berjubah hitam, posisi encim ini berada di lereng tersebut, dia mau di tarik ke jurang oleh iblis yang menjemput dia. Sambil ditarik, encim ini katakan “kenapa saya tidak bisa masuk ke Sorga di atas, saya mau ke sana.”

Kenapa saya tidak bisa masuk ke Sorga

Orang yang berjubah hitam katakan kepada dia bahwa, setiap orang yang bisa masuk ke sana adalah orang yang percaya Tuhan sebagai Tuhan dan juruselamat, yang kedua, orang yang hidup sesuai dengan Firman Allah, dan yang ketiga adalah namanya yang tercatat dalam Buku Kehidupan dalam Kerajaan Allah.

Ketika dia di tarik, dia mendengar suatu pujian dari sorga, lagunya adalah “Ya Abba, Bapa, ini aku, anakmu, layakkanlah seluruh hidupku”. Ketika encim ini, dia mendegar lagu dari Sorga dan ikut menyanyikan lagu tersebut.

Di depan pintu Sorga

Apa yang terjadi kuasa kegelapan yang ingin menarik dia, tiba-tiba terjatuh dan tangannya terlepas dari encim ini, lalu encim ini lari ke depan pintu Sorga. Sampai di pintu gerbang Sorga, malaikat penjaga pintu tersebut bilang kepada dia, kamu tidak bisa masuk, karena kamu belum menerima Tuhan Yesus, engkau belum dibaptis, engkau belum melakukan Firman Tuhan, maka engkau tidak dapat masuk ke Sorga.

Diberikan kesempatan hidup kembali

Encim ini berkata, “ tidak ada yang memberitakan Tuhan Yesus kepada saya “, malaikat ini katakan tidak bisa, tapi ketika sebelum engkau datang ke sini, Tuhan Yesus berpesan kamu akan diberikan kesempatan untuk hidup kembali di dunia, selama satu minggu. Setelah kamu hidup kembali kamu harus bertobat, dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Setelah selesai di sampaikan, malaikat berkata kembalilah, maka rohnya kembali ketubuhnya.

Keluarga bertobat

Setelah kembali ke tubuhnya, segala penyakitnya semua lenyap, hidup kembali dalam keadaan sembuh. Malamnya dia dengan keluarganya, ada 74 orang lebih, bertobat menerima Tuhan Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.

  • Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. (Wahyu 20:15).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).
  • Lukas 16 : 22 – 30 = (22) – Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. (23) – Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. (24) – Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. (25) – Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. (26) – Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. (27) – Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, (28) – sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. (29) – Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. (30) – Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. (31) – Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

Selama seminggu mereka beribadah kepada Tuhan, maka waktunya sudah tiba untuk kembali, pada pagi hari, dia mengumpulkan semua keluarganya, dan dia katakan bahwa waktuku telah tiba, malaikat yang ketemu aku di depan pintu gerbang sorga sudang datang untuk menjemput aku. Sambil keluarga mereka menyanyikkan pujian “Ya Abba, Bapa, ini aku, anakmu, layakkanlah seluruh hidupku”. Encim ini mulai membaringkan tubuhnya, dan dia kembali meninggal, pulang ke Sorga dijemput oleh malaikat Tuhan.

Sumber :

http://ajaibtuhanku.blogspot.com/2012_10_01_archive.html

http://yehudaministry.blogspot.com/2012/10/kesaksian-encim-yang-sudah-meninggal.html

Link berbagi:

http://wp.me/p6mxNc-7x

Salam Kasih dan Persahabatan. Tetap semangat dan saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Praise the One and The Only True Messiah – Jesus Christ. Yesus Kristus adalah Jalan yang lurus, Dia juga merupakan Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Anak Afrika Dibangkitkan Yesus Dari Kematian Setelah Mati 24 Jam | Abraham

Pada saat penduduk desa melihat acara CBN, salah satu tamu didalam acara tersebut berdoa untuk suatu keajaiban. Pada saat itu juga, suatu hal yang mustahil terjadi. Angel : “Kita semua terkejut melihat tubuh anakku bergerak, tepat pada saat kami bersiap untuk menguburnya. Anakku bangkit dari kematian.” Pastor : “Penduduk desa tersebut terkejut, kemudian mereka berterima kasih kepada Tuhan.” Dokter : “Hal itu bukan cerita bohong, itu kenyataan. Anak itu telah mati dan setelah 24 jam dia bangkit lagi. ” “Kita semua terkejut melihat tubuh anakku bergerak, tepat pada saat kami bersiap untuk menguburnya. Anakku bangkit dari kematian.” Kata Angel ibu Abraham. Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (Yohanes 11:25).

Shalom, begini kisahnya :

Ini adalah kisah seorang anak laki-laki bernama Abraham yang pada saat umur 3 bulan ayahnya meninggal-kan dia dan ibunya. Ibunya Abraham bernama Angel, sedangkan dia mempunyai anak laki-laki yang bernama Abraham. Pada saat Abraham berusia 3 bulan, ayah Abraham meninggalkan-nya. Abraham sejak kecil sakit-sakitan dan ini sangat membuat ibunya kuatir.

Angel : “Saya sangat mencintai Abraham (anak saya), dan saya melakukan segala hal untuk menyelamatkannya. Dia menderita penyakit asma semenjak dia kanak-kanak. Saya bekerja keras didalam pekerjaan domestik untuk membiayai pengobatannya. Suatu saat Abraham anak saya sangat pucat dan susah bernafas.”

Dokter : “Pada saat Abraham sampai di rumah sakit, Abraham menderita Asma, Tuberkulosis dan Anemia. Temperatur tubuhnya rendah dan dia susah bernafas. Juga suhu tubuhnya rendah / dingin. Saya katakan kepada keluarganya bahwa Abraham tidak akan selamat, maka saya katakan kepada mereka untuk pulang saja kerumah.”

Akan tetapi Abraham tidak selamat. Abraham meninggal pada saat perjalanan dari rs ke rumah.

Angel : “Ketika saya mengetahui bahwa Abraham meninggal sayapun juga ingin meninggal.”

Didalam lingkungan desa itu adalah suatu hal yang tabu apabila memakamkan seseorang pada hari jumat, oleh karena itu jenasah Abraham dibaringkan dan tunggu esok harinya untuk dikuburkan. Pada saat perkabungan sedang terjadi dan banyak orang datang menangis, seseorang menyarankan untuk memanggil seorang penginjil yang didukung oleh CBN.

Boy in Africa Raised From the Dead, KSB_KECIL_JPG

Ketika Pastor itu datang, dia memberi semangat kepada mereka dan menyarankan bahwa mereka seharusnya percaya kepada Tuhan. Kemudian Pastor itu berdoa dan menjalankan sebuah suatu film CBN.

Pastor : “Saya menekankan kepada mereka bahwa mujizat akan terjadi. Dan saya katakan Abrahan akan bangkit dari kematian. Akan tetapi penduduk desa itu menghina saya, dan mereka mengatakan bahwa ‘Bagaimana seorang yang sudah meninggal selama 24 jam dapat bangkit kembali.’ Akan tetapi saya tetap menyatakan bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. ”

Pada saat penduduk desa melihat acara CBN, salah satu tamu didalam acara tersebut berdoa untuk suatu keajaiban. Pada saat itu juga, suatu hal yang mustahil terjadi.

Angel : “Kita semua terkejut melihat tubuh anakku bergerak, tepat pada saat kami bersiap untuk menguburnya. Anakku bangkit dari kematian.”

Pastor : “Penduduk desa tersebut terkejut, kemudian mereka berterima kasih kepada Tuhan.”

Dokter : “Hal itu bukan cerita bohong, itu kenyataan. Anak itu telah mati dan setelah 24 jam dia bangkit lagi. ”

Segera suatu sukacita terjadi di desa itu. Disebabkan oleh keajaiban itu, ribuan orang menerima Yesus sebagai juru selamat, termasuk dokter desa itu yang telah berusaha merawat Abraham.

Dokter : “Sebelumnya saya tidak mengetahui kuasa Tuhan. Ketika saya sampai kedesa itu, saya mendengar keajaiban yang dialami oleh Abraham. Kemudian saya menerima Yesus, dan teman-teman dokter sayapun menerima Yesus.”

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” (Yohanes 8:51).

Sumber :

Uploaded on Feb 23, 2011

A boy in Africa was raised from the dead after being dead for 24 HOURS, by the POWER OF GOD!! Many people in his village accepted Jesus as their Lord and Savior, as a result, including the Dr. that worked on the boy before he died!

Ketika Abraham kembali ke rumah sakit itu, dokter itu menyatakan bahwa Abraham tidak mempunyai Asma lagi. Padahal Abraham selama ini sakit-sakitan. Abraham kemudian menceritakan waktu dimana dia meninggal dan mengunjungi surga.

Abraham : “Saat itu saya berada disuatu tempat dimana semua orang bersinar. Kemudian saya bermain sepak bola, setelah itu ada yang mengatakan bahwa aku harus pulang.”

Angel : “Mujizat ini sungguh mengubah hidup kami dan hidup orang-orang disekitar kami.”

—– Demikian Angel mengakhiri kesaksiannya

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-7e

Salam kasih dan persaudaraan. Tetap semangat menjalani kehidupan ini. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Bunuh Diri Menembak Diri Sendiri, Meninggal Masuk Neraka Dan Diselamatkan Yesus | Tamara Laroux

Segera setelah dia bunuh diri, Tamara Laroux mendapati dirinya di neraka. Suatu kenyataan yang mengerikan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Proses pembakaran dan rasa kesakitan sangatlah luar biasa. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” (Lukas 16:31). Meskipun mereka berdempetan satu dengan yang lain, tetapi mereka tidak diperkenankan untuk berbicara satu dengan yang lainnya. “Kami bersama-sama, tetapi kami terisolasi satu dengan yang lainnya”. Dibelakangnya ada makhluk menyeramkan seperti manusia tetapi kepalanya berwujud naga yang mengerikan. “Makhluk itu sangat menyeramkan lebih menyeramkan dari makhluk paling menyeramkan yang mungkin pernah ada di muka bumi” kata Tamara Laroux

Kisah Tamara Laroux. Bunuh diri lalu meninggal. Life after death experience.

Shalom, begini kisahnya :

Mungkin banyak orang beranggapan bahwa semua bukti untuk kekristenan berisi hal-hal yang berasal dari kehidupan masa lampau. Kebenaran yang Tuhan sediakan bagi kita dari ribuan dan ribuan saksi mata yang hari ini masih hidup yang telah melihat surga dan neraka. Salah satu contohnya adalah Tamara Laroux yang memiliki kesaksian bagaimana dia dikirim ke neraka. Hal ini adalah suatu pengalaman setelah kematian yang mengesankan yang mungkin bisa kita ingat selamanya, dia adalah seorang wanita yang sangat kredibel. Banyak orang yang tidak percaya (Atheis) sangat susah menjelaskan bagaimana hal ini bisa terjadi.

Ketika Tamara Laroux masih muda dia memasuki suatu situasi dimana dia merasa bahwa hidupnya sudah tidak berarti lagi. Dia sudah memasuki era dimana dia merasa dirinya sudah tidak berharga lagi dan melakukan bunuh diri. Pada suatu hari ia menodongkan senjatanya kearah kepalanya, tetapi karena ada suatu suara maka dia menguubah arah tembakan kearah jantungnya. Pada saat setelah itu, dia mendapatkan penglihatan suatu masa kedepan seandainya dia menembakkan arah senjatanya ke kepala, dan penglihatan itu sungguh menakutkan dirinya. Kemudian dia menembakkan senjata ke dadanya. Tetapi apa yang dilakukannya bukanlah akhir dari segalanya. Kenyataannya, Tamara Laroux mendapati bahwa kehidupan setelah kematian benar-benar ada, sungguh real …

Segera setelah dia bunuh diri, Tamara Laroux mendapati dirinya di neraka. Suatu kenyataan yang mengerikan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Proses pembakaran dan rasa kesakitan sangatlah luar biasa.

Tamara mengatakan ia memasuki suatu kegelapan yang luar biasa – kegelapan yang pekat tanpa ada lampu. Tangisan Tamara Laroux untuk meminta belas kasihan dan ampunan berubah menjadi teriakan kesakitan. “Saya menyadari bahwa jiwa rohku memang berdosa”. Ia meneruskan “Saya menjadi seseorang yang berdosa dan tidak seperti Bapa”. Kesendirian melingkupi dirinya dan ketika dia melihat disekelingnya ternyata dia melihat banyak sekali roh seperti dirinya – Berteriak dalam kesengsaraan. “Setiap roh itu meminta ampunan dan meminta kesempatan kedua atau kesempatan lain”.

Tamara Laroux KSB_KECIL_JPG

Meskipun mereka berdempetan satu dengan yang lain, tetapi mereka tidak diperkenankan untuk berbicara satu dengan yang lainnya. “Kami bersama-sama, tetapi kami terisolasi satu dengan yang lainnya”. Dibelakangnya ada makhluk menyeramkan seperti manusia tetapi kepalanya berwujud naga yang mengerikan. “Makhluk itu sangat menyeramkan lebih menyeramkan dari makhluk paling menyeramkan yang mungkin pernah ada di muka bumi” kata Tamara Laroux. “Saya hanya diijinkan untuk sekilas melihat makhluk itu dan itu melegakan saya”.

Tamara Laroux mengucapkan kelimat “Tuhan tolong maafkan saya”. Mungkin kata-kata itu yang menyelamatkan dia. Kemudian Sebuah Tangan Besar mengangkat Tamara Laroux dan meletakkan dirinya ke suatu tempat dimana dia bisa melihat surga. Apa yang Tamara Laroux lihat disana adalah suatu gambaran keadaan yang indah yang susah dia lukiskan dengan kata-kata.

“Saya melihat Tangan Tuhan turun. Saya tahu dia datang untuk saya. Tangan-Nya mengangkatku dan memindahkan aku. Tuhan meletakkan ake ke Surga”

Sumber :

http://www.testimoniesofheavenandhell.com/tag/tamara-laroux/

http://www.heavenvisit.com/Tamara_Laroux.php

  • Mengapa kamu menganggap mustahil, bahwa Allah membangkitkan orang mati? (Kisah Para Rasul 26:8).
  • Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali. (Ibrani 11:19).
  • Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9).

“Surga adalah suatu tempat yang indah dan mengagumkan. Saya tidak diijinkan untuk tinggal, dan saya juga tidak diijinkan untuk melihat-lihat. Tetapi saya bisa merasakan kehadirannya, Suatu kesempurnaan, kesukaan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, sempurna, benar-benar kesukaan.”

Kemudian Tamara Laroux dibawa kembali ke dunia, dan dia mendapatkan penyembuhan yang luar biasa.

Link berbagi:

http://wp.me/p6mxNc-6D

Tetap Mengasihi Sesama. Salam kompak dan tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Professor Atheist Diselamatkan Yesus Dari Neraka | Howard Storm

Awalnya suatu cahaya kecil dalam kegelapan, dan sangat cepat bersinar. Dia berada dalam cahaya dan mengulurkan tangan-Nya dan dengan lembut mengangkatku. Dengan kelemah-lembutan Dia meletakan tangan-Nya dan mengangkatku. Sementara Dia menjamahku, seluruh luka, sakit dan kecemaran hilang. Seperti menguap hilang, saya sembuh dan sempurna. Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (Yohanes 11:25). Ini adalah seri kisah hidup dari seseorang yang dahulunya adalah seorang Professor Atheis. Kemudian dikarenakan mujizat spiritual yang dialaminya maka dia menjadi sangat percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat yang memberi pengharapan akan keselamatan setelah manusia meninggal nantinya. Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus.

Kesaksian Howard Storm. Profesor Atheist diselamatkan Tuhan Yesus.

Shalom, begini ceritanya :

Howard Storm adalah professor kesenian dan kebudayaan yang berada diparis bersama muridnya, ketika perutnya tiba-tiba,melilit sakit, peritonitis, shock, kematian yang tiba-tiba, kematian klinikal, resusitasi, dan pengalaman di neraka. Saya berusia 38 tahun dan seorang profesor, mengajar seni. Saya membawa murid-murid dan isteriku berkeliling Eropa. Kami baru saja selesaikan tur 3 minggu, inilah yang terjadi pada hari terakhir. Kami di Paris,pada jam 11:00 pagi, ada lubang di perutku. Saat ini terjadi, sakit yang pernah terjadi dalam pengalaman hidup saya, dan membuat saya terjatu kelantai. Jadi saya melilit, berteriak, mengeluh, menendang dan berteriak keliling dilantai, dan isteri saya menelepon pelayanan darurat. Seorang Dokter datang dengan ambulan karena ia tahu apa yang terjadi. Ambulans membawah saya sepanjang 8 mill keRumah sakit umum.

Kemudian saya dibawah ke Ruang gawat darurat dan di layani oleh 2 Dokter lagi, yang tahu persis apa yang salah pada saya. Kemudian saya dimasukkan ke kamar operasi. Tetapi karena tidak ada Dokter bedah pada saat itu, Saya berada disana menunggu. Saya berbaring selama 8 sampai 10 jam di RS tanpa pengobatan, penelitian, atau perhatian apapun, hanya menunggu seorang ahli bedah untuk memberikan krisis operasi padaku.Saat itu 8:30 malam seorang suster datang dan memohon maaf sebab tak mendapat Dokter untukku tetapi ada pada hari esok. Ketika dia mengatakannya saya tahu bahwa waktuku sudah habis, dan bahwa saya telah mati. Yang membuat saya tetap hidup adalah bahwa saya tak mau mati. Saya atheis, seorang yang tidak percaya, seorang yang hidup untuk kepentingan dirinya. Disamping rasa sakit, sekarat-lah yang terburuk terjadi padaku karena itulah saat terakhir hidup, dan tiada lagi, tak ada. Namun ketika dia katakan tidak ada Dokter sampai hari berikutnya, ide untuk mencoba hidup kesuatu menit atau jam tak berguna lagi.

Kesaksian Howard Storm_KSB_KECIL_JPG

Saya telah menunggu dalam pengharapan bahwa mereka akan membawa Dokter dan melakukan operasi, membedah saya dan memperbaiki saya. Tetapi ketika dikatakan bahwa tidak ada Dokter, Saya katakan pada isteriku bahwa waktunya untuk kami mengucapkan perpisahan karena saya akan mati sekarang. Jadi dia berdiri dan memeluk saya, dia mengatakan betapa dia sangat mencintaiku dan saya mengatakan betapa saya mencintainya, sangat sedih. Kami melakukan perpisahan. Kami mengatakan semua hal setelah hidup bersama 20 tahun. Dia akhirnya duduk karena dia tahu sudah selesai, dan demikianlah denganku. Sangat berat melihat dia menangis, saya menutup mata dan membiarkan berlalu. Saya pingsan. Saya mungkin pingsan pada waktu singkat, mungkin beberapa menit. Kemudian pingsan lagi. Saya membuka mata dan melihatku berdiri disamping tempat tidurku. Saya tahu persis dimana saya berada, dan bagaimana situasinya, tidak ada kebingungan dalam pikiran. Saya rasa hidup, lebih nyata daripada yang pernah saya alami. Orang bertanya “apakah anda Roh?” Sebaliknya, Saya sungguh hidup. Saya memandang seluruh ruangan, dan melihat ada sesuatu dibalik selimut, sebuah tubuh. Jadi saya menunduk untuk melihat wajahnya dan terlihat seperti saya.

Tetapi apakah itu mungkin, Saya hidup, sehat, bahkan lebih dari hidup. Jadi saya mencoba berbicara dengan isteriku, tetapi dia tidak dapat mendengar atau merasakan saya. Saya berpikir dia hanya mengabaikan saya. Sehingga saya menjadi marah, karena dia mengabaikan saya. Jadi saya berteriak dan menjerit padanya, “Mengapa ada tubuh sepertiku di tempat tidur? Bagaimana bisa ada disana?” Pikiran saya membawa bahwa itu tubuhku, tetapi sangat takut berpikiran semacam itu. Jadi saya bertambah marah, karena semua ini sangat aneh. Hal ini tak mungkin terjadi, Tak mungkin; Saya memakai pakaian RS,dan semuanya sangat nyata. Saya mendengar teriakan orang memanggilku dari luar, suara sangat lembut. “Howard, kau perlu ikut dengan kami sekarang. Cepatlah, keluarlah kemari.” Jadi saya berjalan kearah pintu. Banyak orang dikoridor. Koridor itu terlihat pucat, abu-abu, tidak terang atau gelap, hanya abu-abu. Semua orang laki-laki dan perempuan memakai pakaian abu-abu, yang dapat disebut seragam RS. Saya bertanya apakah mereka dari Dokter yang akan membawa saya ke ruang operasi. Saya mengatakan semua situasiku dan bagaiman saya telah menunggu. Mereka terus saja berkata, “Kami tahu, kami tahu, kami mengerti. Howard cepatlah, ikutlah kami, kami telah menunggumu.

Saya meninggalkan ruang yang cerah dan terang, dan pergi ke Koridor yang pucat dan pasi. Saya mengikuti orang-orang ini; perjalanan kami jauh. Tidak ada waktu, dan saat saya mencoba mengukur waktu, hanya suatu ilusi karena tidak ada waktu ditempat ini. Tetapi tempat ini, jika saya harus mengukur, maka saya harus berjalan dari Nashville ke Louisville (175 mil, 281 km) untuk mengukur perjalanan orang-orang ini. Sewaktu berjalan mereka berada didekatku, terus mendorongku, dan mulai gelap dan gelap. Mereka mulai menjadi terbuka siapa mereka yang sebenarnya. Awalnya mereka manis membuatku ikut dengan mereka. Kemudian ketika saya ikut mereka mengatakan hal seperti, “cepat, teruslah bergerak, diam, hentikan pertanyaanmu” terlihat lebih jelek. Kami memasuki tempat yang sangat gelap dan saya ketakutan. Orang-orang ini sangat kaku dan saya tak tahu dimana saya berada. Saya katakan, “Saya tak akan berlanjut denganmu.” Mereka berkata, “kamu hampir tiba disana.” Kami mulai berkelahi dan saya mencoba lari tinggalkan mereka. Mereka menolak dan menarik saya. Sekarang jumlah mereka banyak. Awalnya seberapa, sekarang dalam kegelapan mungkin 100s atau 1000s, Saya tak tahu. Mereka mempermainkanku. Mereka dapat merusakku jika mau, tetapi mereka tak mau.mereka ingin membuatku sakit, dan mengambil kepuasan atas pengalaman sakitku. Sangat berat bagi ku untuk berkata-kata, dan saya tak akan bercerita banyak tentang hal itu; terlihat jelek. Mereka mulai merobek dengan kuku mereka, mencakar, mengelupas kulitku, mengerumuni, dan menggigit.

Saya mencoba membela diri, mencoba melawan dan lari meninggalkan mereka tetapi seperti berada disarang lebah, jumlah mereka ratusan yang mengerumuniku. kuterjatuh ketanah; tubuhku sakit dan keluh, dalam dan luar. Berat bagiku menjalani penderitaan jasmani dan emosi, dengan perlakuan kasar. tak pernah kurasakan ketidakadilan atau kesalahan. Saya mendengar suaraku, bukan suara seseorang atau Allah, itulah suaraku, tetapi saya tidak berbicara. Mungkin mengigau, saya tak tahu, tetapi saya mendengarnya, “Berdoalah pada Allah!” Saya berpikir, “Saya tidak percaya pada Allah.” Saya berpikir, “jika saya berdoa, Saya tak tahu bagaimana harus berdoa lagi.

Pada saat itu, Saya tak pernah berdoa selama 23 tahun. Ketika saat kecil, kami berdoa diSekolah Minggu atau Gereja. Saya berusaha mengingatnya. Untukku, berdoa adalah membacakan dengan nada tinggi sesuatu yang dipelajari.”Tuhanlah Gembalaku, berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya, negaraku kepunyaan-Mu. Sebentar, itu bukan doa. Ya sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, 87tahun silam nenek moyang kami” kucampur aduk, dan tak dapat ingat bagaimana berdoa. Setiap kali menyebutkan Allah, seperti melemparkan air panas. Mereka seperti kerasukan, berteriak dan menjerit. Mereka akan menggunakan kata-kata kotor yang pernah saya dengar didunia ini. Mereka tak dapat mengelilingiku yang membicarakan tentang Allah. Mereka terlihat sangat menderita mendengar Nama Allah dan membuat mereka mulai mundur. Jadi saya berkesimpulan bahwa saya dapat membuat mereka mundur dengan berbicara mengenai Allah.

Saya mencoba mengingat doa-doa, tetapi saya bingung dan mencampur aduk. Akhirnya kutahu bahwa mereka telah pergi dan saya sendirian. selamanya, maksudku adalah saya tidak mengetahui waktu saat itu. Namun berpikir tentang hidupku, Apa yang telah ku perbuat, dan yang tidak kuperbuat. Berpikir tentang situasi yang baru saja kualami. Kesimpulan yang kudapati adalah, seluruh hidup kedewasaanku adalah untuk ku, dan allahku ialah diriku sendiri. Kusadari ada yang sangat salah dalam hidupku, dan mereka yang menyerangku adalah yang sama sepertiku. Bukan Monster, atau iblis; namun mereka yang kehilangan IT. Alasan hidup didunia ini, telah hilang, mereka hidup bagi dirinya dan keburukan. Dan sekarang saya ada didunia dimana tak ada apapun; yang ada hanya kepentingan diri sendiri dan keburukan. Mereka bertengkar seorang akan yang lain selamanya terus diantara mereka, tanpa akhir. Dan sekarang saya bagian dari hal yang demikian. Walau tak mau berada disana, terlihat seperti tempat yang tepat bagiku. Saya layak ditempat ini, karena seperti beginilah hidup saya. Anda tak dapat membayangkan penderitaan itu. Saya berbaring disana dari waktu tanpa batas, memikirkan nasibku. Timbul dikepala gambaran saya sewaktu kecil, duduk di sekolah minggu, menyanyi Yesus Kasih padaku. “Yesus Kasih padaku, la la la, Yesus Kasih padaku, la la la.

Saya dapat mendengar sewaktu kecil menyanyikannya. Lebih utama dari semua saya dapat merasakannya dalam hatiku. Sewaktu saya mudah dan tidak mengetahui apapun saya percaya pada sesuatu yang baik, Saya percaya pada seseorang lebih daripadaku. Saya percaya pada seseorang yang seluruhnya baik, sangat berkuasa, yang perduli padaku, dan saya menginginkannya kembali. Itulah yang telah hilang, Saya telah membuang nya, Saya menyangkal, Saya ingin hal itu kembali. Saya tak tahu Yesus, tetapi saya mau mengetahui Yesus. Saya tak tahu Kasih-Nya, tetapi saya mau mengetahui Kasih-Nya. Saya tak tahu jika IA nyata, tetapi saya mau Dia nyata. Ada sesuatu yang saya percaya dalam hidupku, dan saya mau kepercayaan itu benar. Jadi saya berseru dalam kegelapan, “Yesus, selamatkanlah saya!” dan Dia datang.

Awalnya suatu cahaya kecil dalam kegelapan, dan sangat cepat bersinar. Cahaya itu sangat besar dan bersinar sehingga kalau secara fisik didunia maka saya pasti terbakar atau saya digoreng. Tetapi tidak panas atau berbahaya. Dia berada dalam cahaya dan mengulurkan tangan-Nya dan dengan lembut mengangkatku. Dalam cahayaNya dapat kulihat bahwa saya berkemuliaan, kotor dan berluka. Saya terlihat seperti sesuatu yang tertabrak dijalan. Dengan kelemah-lembutan Dia meletakan tangan-Nya dan mengangkatku. Sementara Dia menjamahku, seluruh luka, sakit dan kecemaran hilang. Seperti menguap hilang, saya sembuh dan sempurna. Didalamku, hanya diisi dengan KasihNya. Saya berharap dapat menerangkan. Sangat frustrasi tak dapat menerangkan karena hal itu yang paling terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku, itulah segalanya. SEGALANYA dalam hidup adalah mengetahui Kasih itu, dan saya tak dapat menerangkan nya pada anda.

Dia memegangku, memelukku, memijat belakangku, seperti seorang ayah melakukan pada anaknya, seperti seorang ibu pada anak perempuannya, sangat lembut memijat belakangku. Saya bersukacita seperti seorang bayi dalam kegembiraan; yang terhilang dan didapat kembali, mati dan sekarang dihidupkan kembali. Dia membawaku keluar dari sana, dan kami terbang keluar. Kami bergerak kearah terang dunia, dan saya mulai menjadi sangat malu. Saya sudah sangat jahat, Saya hanyalah kotoran, sampah dan penuh cemar. Saya berpikir, “Dia melakukan kesalahan, Saya bukan kepunyaan disini, Dia tak ingin aku disini.” Bagaimana mungkin IA perduli padaku, mengapa saya, Saya ini jahat. Kami berhenti, bukan dineraka, bukan diSurga, kami dipersimpangan. Dia berkata, “Kami tidak lakukan kesalahan, kau kepunyaan disini.” Kami berbicara Dia katakan banyak hal padaku. Dia membawa malaikat yang memulai hidupku dari awal hingga akhir.

Mereka tunjukan apa yang telah kulakukan yang baik dan salah. Dan terlihat sederhana. Saat mengasihi, memikirkan orang lain, malaikat senang, Yesus senang, dan Mereka katakan bahwa Allah senang. Saat mementingkan diri sendiri dan manipulasi tidak menyenangkan malaikat, tidak menyenangkan Yesus, dan mereka memberitahukanku bahwa Allah-pun tidak senang. Yang hendak disampaikan, dalam bingkisan, yaitu bahwa seluruh existensiku hidupku adalah Mengasihi Allah dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. sebab itulah saya diciptakan, sebab itulah saya didunia ini untuk melakukannya dan belajar. Tetapi saya gagal. Mereka mengatakan saya perlu kembali kedunia, saya menjadi sangat kecewa sebab saya mau ke Surga. Mereka katakan bahwa Surga tempat yang penuh sukacita, sangat menarik, dan tempat terindah. Semua orang akan mau pergi ke Surga dan saya pun mau. Mereka katakan bahwa saya TIDAK siap, bahwa saya tidak sempurna, belum waktunya bagi saya pergi ke Surga. Waktu bagi saya kembali kedunia dan berusaha hidup sebagaimana yang Allah inginkan, maksud Allah menciptakanku dalam hidup ini.

Saya katakan pada Yesus dan malaikat bahwa saya tak dapat hidup didunia tanpa mereka. Saya katakan bahwa hatiku akan hancur jika mereka mengirimku kembali kedunia. Mereka disana dan aku disini. Mereka katakan,”belum pahamkah? mengapa? Kami menunjukan semua ini. Kami selalu berada disana. bersamamu sepanjang waktu. Dan kau tak pernah sendirian disana.” Saya berkata “Kau harus memberitahu sesekali bahwa kau ada.” Mereka katakan jika berdoa mengaku dosa pada Allah, Berserah pada-Nya, berarti memberikan kekuatiran, kepedulian, harapan, dan impianku, berserah pada-Nya, maka hatiku akan merasakan kehadiran mereka. Tak melihat mereka, Namun akan merasakan Kasih sebagaimana yang telah ku rasakan. Saya berkata jika mereka dapat pastikan saat saya dapat merasakan Kasih, maka saya akan hidup didunia ini. Mereka berkata bahwa mereka akan melakukannya, lalu aku dikirim kembali. Setelah pengalaman itu, suster yang mengatakan mereka tak menemukan Dokter, berlari kekamar dan berkata bahwa Dokternya baru tiba di RS. seperti suatu keajaiban karena saat itu sekitar pukul 9 atau 9:30 malam. Dia berkata “Dokter telah tiba dan kami akan melakukan operasi pada anda segera.” Dan beberapa …orang datang dan menyuruh isteriku keluar. Sangat menggangguku karena saya mencoba mengatakan pada mereka bahwa saya mau memberitahu kan apa yang telah terjadi denganku. Jadi sewaktu saya melewati isteriku di Koridor ke ruang operasi, Saya katakan semua akan membaik. Dan dia hanya terlihat(?) …, seperti sekarat. Aneh, hal ini terjadi dan ingatanku masih utuh. Sungguh saya pingsan namun tidak pingsan.

Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (Yohanes 11:25).

Sumber :

ATHEIST PROFESSOR IN HELL! Best testimony EVER! HELL NDE. Amazing! Howard Storm. Interview 2010

Heaven & Hell. Atheist professor in Hell! Meets Jesus (Near Death Experience. NDE)

http://sorgaitunyata.blogspot.com/2010/05/kesaksian-howard-strom.html

Saya percaya salah satu alasan Allah memberikan pengalaman ini supaya saya dapat membagi dengan orang lain. Tak tahu siapa dan tak pernah tahu kepada siapa. Tetapi saya tahu bahwa akan ada kesempatan membagi pengalaman ini dengan orang lain agar dapat menolong mereka.

—– Demikian Howard mengakhiri kesaksiannya…

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-6y

Salam kasih dan persahabatan bagi kita semua-nya. Tetap mengasihi sesama apapun keyakinannya. Tetap semangat dan tetap mengandalkan Tuhan Yesus dalam menjalani hidup ini. Tuhan Yesus memberkati. Amen.