Kehilangan 10 Anaknya Yang Dikorbankan Bagi Setan Tobat – Nancy Dunn

Kejahatan didalam rumah Nancy berlanjut sampai dia beranjak akil balik. Bayi-bayinya diberikan lewat perantara, dan tidak ada catatan didalam kelahiran mereka. Menjelang akhir masa belasan tahun-nya, Nancy tahu bahwa dia telah kehilangan 10 anak yang dikorbankan pada acara ritual pemujaan setan.

Nancy Dunn: Saving the Satanist. Shalom, begini kisahnya :

Nancy Dunn dibesarkan seperti pada umumnya tipikal keluarga Amerika.

“Saya dibesarkan di California,” Kisah Nancy dalam acara the 700 club. Ayah saya bekerja di industri angkasa luar. Ibu saya bekerja sebagai seorang doktor. Diluar tampak normal, tetapi tidak ada seorangpun yang tahu apa yang terjadi sesungguhnya.

“Ayah saya sebenarnya pemimpin (pendeta) tinggi dalam perkumpulan pemuja setan, maka dia melakukan banyak kejahatan. Dia melakukan penyerangan seksual terhadapku, membawaku kedalam ritual-ritual setan. Ayah saya sebenarnya menggunakan saya sebagai penghasil bayi, yang artinya saya disengaja untuk hamil dan pada saat melahirkan maka bayi itu akan dikorbankan kepada setan pada saat ritual-ritual pemujaan setan dilakukan. Segera setelah saya siap untuk hamil, saya hamil.”

Kejahatan didalam rumah Nancy berlanjut sampai dia beranjak akil balik. Bayi-bayinya diberikan lewat perantara, dan tidak ada catatan didalam kelahiran mereka. Menjelang akhir masa belasan tahun-nya, Nancy tahu bahwa dia telah kehilangan 10 anak yang dikorbankan pada acara ritual pemujaan setan.

“Jika saya keluar dari sekolah selama beberapa minggu atau bulan, orang tua saya akan menelpon sekolah dan mengatakan hal itu bukan hal yang besar. Tidak ada penyelidikan mengenai hal ini.”

Bagaimanapun juga, ketika dia menginjak usia 18 tahun, teman tetangga Nancy mengajaknya ke gereja.

120_Nancy Dunn_OK_KSB_JPG“Orang tua saya mengijinkan saya, karena disana juga dilaksanakan pertandingan olimpik dimana anak-anak berkompetisi dan bermain. Hal itu sungguh luar biasa, dikarenakan satu diantara wanita-wanita disana memberi kotbah Injil kepadaku. Ia menceritakan siapa Yesus pada acara itu, dan saya tahu bahwa hal itu adalah kebenaran. Saya mengundang Yesus untuk hadir didalam hatiku.”

Pada umur 18 tahun, dia menikah dengan pria pertama. Kemudian pernikahan-nya kandas setahun kemudian. Hal ini membawa dia ke pergaulan yang tidak benar.

Nancy : “Saya menjadi hamil pada usia 21 tahun, dan seorang teman menawarkan sebuah solusi kepadaku. Saya melakukan aborsi.” Setelah aborsi itu, perasaan bersalah mendera Nancy dan pengalaman trauma masa lalu Nancy membawa kembali Nancy ke gereja.

“Saya begitu mencintai Tuhan didalam hati saya, tetapi saya tidak tahu bagaimana berjalan bersamaNya, maka saya bergabung ke gereja. Saya mulai membaca Firman Tuhan. Saya mulai benar-benar mencari hubungan dengan Bapa di Sorga.”

Nancy : “Pada saat saya sedang mengusahakan hal itu, ada banyak halangan dalam melakukan hal itu. Saya merasakan adanya dinding pemisah antara Tuhan dan saya. Ada banyak ketakutan didalam hidup saya, banyak kekuatiran didalam kehidupanku. Rasa percaya diriku tidak ada. Saya selalu merasa lebih jelek dari debu kotoran, dan saya tidak memahami mengapa Tuhan mencintaiku atau apakah yang dapat dilakukan cintaNya bagiku.”

Nancy kemudian mencari konselor Kristen. Konselor-nya memahami bahwa dia menderita apa yang dinamakan penyakit Dissociative Identity Disorder, yang berarti dia memiliki pengalaman masa lalu yang begitu menyedihkan sehingga menyebabkan Nancy memiliki beberapa kepribadian dalam upayanya mengatasi trauma masa lalunya.

“Ingatan-ingatan itu terkumpul. Roh Kudus tidak akan membiarkan kita untuk mengatasi masalah yang melebihi kekuatan kita, maka kemudian Tuhan mengarahkan dan Dia mulai membantuku dalam proses melalui ingatan-ingatan itu. Didalam Tuhan saya mendapatkan kebebasan dan penghilangan trauma masa lalu. Saya menangis kepada Tuhan karena merasa bebas. Hal itu merupakan proses yang memakan waktu setahun setengah. Saya juga mendapatkan konseling dari ahli kejiwaan. Saya teringat suatu waktu mengunjungi sebuah gereja pada suatu acara Valentine. Mereka sedang mempersiapkan suatu perjamuan suci, dan saya merasakan suatu kecemasan. Dimasa lalu, saya dipaksa untuk meminum darah manusia didalam ritual-ritual pemujaan setan, sehingga darah itu membuat diri saya syok. Tetapi saya mendengar Tuhan berkata ‘If you will drink of MY blood and eat of MY body, I will heal you of everything the enemy has done to you.’ – ‘Jika kamu minum DarahKu dan makan tubuhKu, Aku akan menyembuhkan semua hal yang telah dilakukan musuh terhadapmu’.

“So I took communion and everything changed. I became one whole person. God did it in a moment through communion.”

Setelah itu, Tuhan menuntun Nancy kepada proses memaafkan ayahnya. Saat berikutnya dia melihat ayahnya, saat itu ayahnya sedang sekarat di tempat tidur.

Nancy : “Dia berada di ruang ICU. Mereka tidak pernah berpikir bahwa dia dapat berbicara dengan saya, dan Dia duduk di tempat tidur dan dia meminta maaf kepadaku. Saya merasa terharu. Saya bertanya kepadanya, ‘Ayah, yang aku inginkan apakah ayah sudah mengenal Yesus.’ Kemudian dia tersenyum dan dia mengatakan bahwa dia sudah berdoa pertobatan. Tidak terasa air mata menetes di wajahku. Saya mengatakan ‘Apa yang aku inginkan adalah mendengar perkataan itu.’ Kemudian ayahku berdoa minta pengampunan bersamaku. Sekitar 60 detik kemudian dia meninggal dan pergi ke Sorga.”

Sumber :

TESTIMONY – Nancy Dunn: Saving the Satanist – By Audra Smith – The 700 Club

http://www.cbn.com/700club/features/amazing/nancy_dunn_032610.aspx

Nancy Dunn Saving the Satanist – CBN.com

by The Official 700 Club – Uploaded on Mar 25, 2010

Saat ini, Nancy adalah seorang pengacara yang khusus menangani anak-anak terlantar atau yang mengalami aniaya didalam pengadilan. Dia juga mendirikan rumah-rumah panti asuhan didalam 5 negara berbeda dan berkunjung ke banyak negara mengabarkan kisah hidupnya dan menginjili.

Nancy : “Saya merasa begitu bebas, merasa begitu ringan. Saya merasa bahagia, dan Tuhan mengijinkan saya menjadi bagian yang bisa membebaskan banyak orang. Saya ingin mengatakan bahwa Kuasa darah Yesus tidak akan pernah kehilangan kekuatannya. Tuhan Yesus tidak datang dan menumpahkan darahnya sehingga kita masih dikurung dalam tahanan. Akan tetapi Dia datang dan menumpahkan darahNya sehingga kita menjadi bebas dan saya katakan kepadamu bahwa Tuhan ingin kita bebas.”

Saya ingin semua orang tahun bahwa bagaimanapun besarnya patah hati yang kamu alami, lihatlah kehidupanku. Tuhan akan memaafkan kamu. Tuhan akan membebaskan engkau. Ada kuasa didalam darah Yesus. Darah itu tidak akan pernah hilang kuasaNya, dan tidak akan pernah kehilangan kuasaNya.

—– Demikian Nancy mengakhiri kesaksiannya …

  • Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28).

Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-kH

Tetap semangat. Tetap mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s